Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
51


__ADS_3

Ditengah pesta, seketika kebahagiaan semuanya dikejutkan teriakan pembantu kerajaan dimana dia akan menggambil pakaian kotor tuan putri tetiba melihat kalau salah satu putri mereka terkapar dilantai dengan banyak noda darah disekitarnya.


Waktu diperiksa oleh sang tabib ternyata sang putri mengalami benturan yang cukup keras dari suatu benda, akan tetapi saat ditanya siapa pelakunya dia hanya menggelengkan kepala, ketika diperhatikan lagi sang ibu menggenal siapa putri nya yang memakai baju yang sudah disiap kan masing - masing putri apalagi bentukan mereka ada yang berbeda.


"Yuan! Katakan apa yang sudah kau lakukan kepada saudaramu hah!" menujuk kearah perempuan disebelah David dengan penuh emosi


"Maaf ratu, dia itu yura bukan Yuan" sela Erick


"Kau tau apa tentang mereka pangeran, aku ini ibu mereka jadi aku menggenal sekali sifat mereka, jadi katakan kepada ibu Yuan!"


"Aku tidak melakukan apapun ibu, jangan menuduhku"


"Siapa lagi yang tidak menuduhmu kalau sifatmu itu masih seperti itu nak"


"Cepat katakan YUAN! ATAU KAU INGIN AYAH HUKUM LAGI DIBAWAH TANAH SEPERTI SAAT ITU"


"TIDAK AYAH!!


"JADI MAKANYA CEPAT KATAKAN APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN KEPADANYA"


"Aku.. Aku memukulnya dengan kayu itu ayah, tapi semua itu aku lakukan kar - karna.. KALIAN BEGITU MENYAYANGINYA SEDANGKAN KAU MENGATAIKU BODOH, SEDANGKAN KAU SEORANG IBU YANG SELALU MEMBERIPERHATIAN KEPADA yura DIBANDINGKAN KEPADAKU APA SALAHKU DISINI SEHARUSNYA AKU TIDAK USAH KALIAN LAHIRKAN SAJA SEKALIAN, atau kalian ingin aku mati kan kalau dia semisal sudah sadar kan bisa tuh kalian fokus keanak penyakitan itu, jadi mending aku mati saja ya kan" sebari melangkah mundur lalu menggambil guntingnya dengan mengayunkan gunting tersebut kearah lengannya


"TURUNKAN GUNTING MU YUAN!"


"TIDAK!! UNTUK APA AKU HIDUP SELALU DIKUCILKAN OLEH KELUARGAKU SENDIRI"

__ADS_1


"TAPI JANGAN SEPERTI INI KAU KAN BISA MERUBAH SIKAPMU DIHADAPAN ORANG TUAMU YUAN!"


"Kau tidak tau apa - apa kak, bagaimana sikap mereka terhadapku aku mencoba merubah sikapku apa yang mereka tunjukkan tidak ada yang ada otak mereka hanya kecerdasan anak penyakitnya itu saja yang mereka perhatikan aku apa? Hah! Hanya sampah bagi mereka"


"Jangan lakukan itu nak, maafkan ibu dan ayahmu nak hikss..." pinta sang ibu


"Haruskah aku memaafkan kalian, huh! Kurasa sia - sia saja aku harus hidup, selamat tinggal semuanya"


SREKKK.. AHH.. YUANN.. Seketika teriakan semuanya, serta darah yang mengalir deras dari tangannya membuat semuanya mengerumbulinya demi menyelamatkan aliran darahnya.


"Le.. lepaskan bi.. biarkan a..aku mati ishh"


Semua nampak begitu menegangkan apalagi banyak dokter yang sama - sama menanggani kedua anak kembar tersebut. Namun sampai akhirnya keduanya yang sama - sama memulih membuat kelegaan tersendiri bagi keluarga kecil itu, sampai tak terasa hari demi hari keduanya pun mulai mendekatkan diri kepada anak salah satunya juga karna ia tak ingin salah satunya terenggut nyawa terutama citra nama baik keluarga. Sampai akhirnya Erick pun mulai mengerti bagaimana sifat keluarga ini sampai - sampai putri nya sendiri mengatakan semacam itu, apalagi sang raja sendiri mementingkan nama baik kerajaannya tanpa memperhatikan kedua putrinya sedangkan sang ibunya sendiri begitu cinta dan perhatiannya kepada sang putri nya yang sakit itu tanpa sadari kalau anak yang lain sedang membutuhkan kasih sayang darinya.


Tak lama setelah kejadian itu Erick pun mulai kembali kekerajaan nya, tentunya kepergiannya telah diketahui oleh kedua anak kembar tersebut.


Sampai keesokan harinya dimoment pernikahan, saat menjelang kedua nya keatas altar ibu sang kembar terkejut karna kedua pengantin tersebut diganti walaupun wajah mereka sama tapi sang ibu kenal. Namun saat janji suci itu terlontarkan sang ibu langsung menghentikan akan nikah keduanya.


"HENTIKAN"


Semuapun langsung mengarah kesang ibu melihat keanehan sempat ia dihentikan oleh sang ayah namun ia tetap teguh menghentikan nya.


PLAKK... Tanpa dia duga Yuan mendapatkan tamparan keras dari sang ibu, semua orang terkejut melihat nya.


"Apa sudah kamu lakukan Yuan, apa kamu masih kurang puas dengan cara licik seperti ini. Dengan cara bertukar merembut calon suami kembaranmu itu iya! Jawab Yuan"

__ADS_1


Saat yura hendak memberi penjelasan sang ibu menghentikan semua ini, namun sayang nya Yuan mendapat permaluan yang cukup keras oleh sang ayahnya yaitu menampar sekaligus mendorong nya keluar dari rumahnya sendiri, dan tak mengingginkan anak seperti dirinya.


"Apa kalian puas dengan cara mengusirku seperti ini, kalau ini kemauan kalian, maka lihatlah kalian akan tau kebenaran nantinya siapa yang jujur diantara kita, terima kasih"


Pangeran yang berasal dari china itu sebenarnya ingin mengejar Yuan namun sayangnya paksaan dari orang tuanya membuat ia harus menikahi Yura dengan begitu kebahagiaan. Sayangnya sudah hampir 8 tahunan tak ada kabar apapun dari Yuan, apalagi kabar dari hubungan Yura pun seketika kandas dikarna kan fakta kebenaran pun terbongkar, membuat semua orang terkejut mendengarnya saat sang pangeran menekan Yura untuk angkat bicara kepada semua keluarga alasan mengapa ia tak ingin melanjutkan pernikahan ini karna dibalik pertukaran pernikahan ini bukan karna saudara kembarnya melainkan dirinya yang iri melihat kesehatan Yuan dan kecintaan calonnya terhadap dirinya dibandingkan ia yang dulunya akan dinikahkan dari kerajaan sebangsa nya.


Penyesalan demi penyesalan dirasakan keluarga besar atas kehilangan Yuan, pernikahan Yura pun hampir saja kandas akan tetapi semua itu bertahan karna bujukan demi bujukan dari kedua orang tuanya, apalagi Yura sendiri saat ini tengah hamil anak kandungnya.


Keberuntunganpun datang, Yura yang awalannya sedih mendadak bahagia, namun seketika kebahagiaan dia hanyalah sebentar karna ia begitu terkejut kalau sang ayah tengah berselingkuh dibelakang sang ibunya sedari dulu, namun dirinya diam saja karna ancaman dari sang ayah membuatnya takut dulunya, akan tetapi saat ini berbeda ia berlagak baik kepadanya maupun selingkuhannya ternyata diam - diam ia meracuni keduanya. Sampai - sampai selingkuhannya dinyatakan meninggal sedangkan sang ayah berhasil diselamatkan dimoment itulah Yura pun akhirnya mendapatkan kencaman putusan hubungan keluarganya.


Sedangkan sang ibu hanya menangisi keluarganya yang hancur berkeping - keping, sedangkan sang Yura pun langsung mendapatkan siksaan dari sang suami untuk segera menceraikan nya, tetapi beruntungnya saat ditengah Yura diusir entah apa yang membuat Yuan pun datang sebari membawa sang suami dihadapan keduanya.


"Untuk apa kau ingin menceraikan saudara saya"


"Aku tak ingin memiliki istri pembunuh sepertinya, kau datang ingin bersama ku lagi Yuan"


Yura pun merasa semakin geram melihatnya, tanpa dia sadari darah nya pun sudah menggalir deras yang berada dikakinya. Yuan yang menyadari kalau saudaranya mengalami kontraksi ia pun dengan cepat membawanya kerumah sakit bersamaan dengan kedua lelaki tersebut.


Saat Yura melahirkan sang buah hati, dirinya pun merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia lupakan sampai - sampai moment kebersamaannya Yuan pun menyempatkan diri memotret keduanya.


Dimoment inilah Yura semakin merasakan dendam yang begitu amat dalam terhadap Yuan, apalagi dengan atas perhatian sang kedua orang tuanya melihatnya telah kembali, beserta sang suaminya sifatnya mulai berubah dengan cara terus mendekatinya. Membuat ia semakin geram akan kemunculannya, tanpa semua sadari ternyata secara diam - diam Yura mengajak Yuan pun tepat kearah pintu darurat disana keduanya sama - sama saling mendebatkan sesuatu, sampai akhirnya jalan satu - satunya Yura pun langsung mendorong keras Yuan sampai - sampai ia terjatuh dari anak tangga tanpa Yura sadari bahwa ada sang istri Erick yang tengah melihat kejadian tersebut secara tanpa sengaja dia melewati anak tangga dikarnakan menunggu lift begitu sangat lama apalagi banyak nya yang memakai lift, tanpa dia duga kejadian ini terjadi tepat dihadapannya.


Istri Erickpun melaporkan semua ini kepada keluarganya, namun semua membantahnya dikarna kan ia tak ingin cucu mereka hidup tanpa ibunya, sedangkan sang Yuan sampai saat ini tengah terbaring koma.


...Bersambung...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2