
Keduanya saling bertatap, namun seketika tatapan mereka dihentikan oleh suara pelayan.
"Atas nama tuan Sam"
Sam pun langsung bergegas pergi, seketika keduanya saling merasa canggung.
"Ayo kak"
"Ha? Kita mau kemana hmm tidak jadi makan disinikah?"
"No, akan aku tunjukkan tempat yang begitu indah untukmu. Ayo kak"
"Ah.. Ayo"
Sam pun menyuruh Olivia membawa makanan tersebut beserta minumannya, sedangkan Sam mengendarai motornya kearah tempat pasar jajanan di pusat kota.
"Kenapa berhenti disini, apa ini yang kau maksud tadi"
"No, kita disini akan membeli beberapa cemilan untuk makan disana karna tempat nya begitu sangat dingin"
"Benarkah, yaudah ayo"
Tanpa sadar Olivia menarik tangan Sam, begitu sangat antusias yang membuat sang pemilik tangan begitu sangat terkejut dengan reaksi pujaan nya tersebut.
Olivia yang mengemari setiap jajanan ia membeli beberapa disana ada yang langsung dirinya makan, adapula yang ia bawa. Sampai - sampai Sam sendiri merasa kewalahan melihat tingkahnya yang tidak sesuai dengan usianya.
"Apa sudah semuanya"
"Hmm" sambil mengunyah makanan
"Jangan terlalu banyak dimakan nanti malah ngantuk yang ada"
"Ehmm eundah" menarik Sam ketempat parkiran motor.
Setelah itu Sam mengendarai motornya kearah gedung tinggi konon sudah lama tidak ditempati, dan ditempat itu juga lokasinya tidak jauh - jauh dari ibu kota.
"Sam kamu benar mengajakku ditempat seseram ini" melihat perjalanan masuk gedung kosong "Sam~ yang bener aja ah mau pulang ah kalau gini"
Sam pun memakirkan motornya, setelah itu ia menggandeng tangan Olivia, disana terlihat jelas kalau Olivia begitu sangat ketakutan.
"Udah untuk apa kakak takut, masih ada aku kok Sam nggak bakal ninggalin kakak"
Terlihat Sam seperti menghidupkan lampu saklar seketika semuanya menyala, tetap saja Olivia tetap mengandeng tangannya.
"Sudah menyala kak"
"Nggak peduli, bagaimana kau tau tempat ini, dan menghidupinya"
"Ini adalah tempat rahasia kita berdua, jadi kakak jangan katakan pada siapapun ya. Terutama teman - temanku, janji"
"Mm baiklah, tapi kenapa?"
"Karena aku tidak ingin diganggu oleh siapapun" menarik masuk kedalam lift "Terutama disaat aku memang ingin sendiri"
TINGG...
ketika pintu lift itu dibuka seketika Olivia pun melepas genggaman nya karena dirinya begitu sangat terkejut akan keindahan tempatnya dan seperti orang kaya.
__ADS_1
"Wah... Apa aku tidak salah Sam"
"Tidak kakak cantik" menata beberapa makanan, dan minuman yang ia beli
"Wahh.. Indah sekali gedung - gedung tinggi darisini, eh ada pesawat yang lewat disana"
Sam pun langsung mengeluarkan ponsel miliknya, dan memotret Olivia yang begitu sangat menikmati pemandangan, seketika ia postingan kedua hasil jepretannya tersebut ke akun beranda IG nya.
Caption : Spesial Day ♥
"Kak, apa kau tidak lapar. Ayo cepat makan makananmu keburu nanti dingin"
"Ah baiklah.."
Ia berlari kecil, dan duduk disamping Sam yang masih menyiapkan semua makanan nya tadi, seketika Olivia merasa cengo.
"Tunggu, banyak sekali yang aku beli"
"Nggak tau siapa yah? Yang tadi begitu antusias membelinya"
"Huh... Aku semua sih, tapi aku sangka hanya sedikit doang ternyata sebanyak ini apa mampu aku habiskan semuanya"
"Nanti aku bantu cantik, kau tak perlu khawatir. Makanya jadi orang jangan asal beli sana sini kalau begini gimana"
"Udah tidak masalah, berakhir untuk hari ini saja okay"
"Mm.. Sam kau tak perlu khawatir akan aku habisin kok makanan ini, dan lagi akan aku bayar sebagian makanan ini semuanya"
"Tidak perlu, aku hanya ingin kakak sekarang menikmati kebahagiaan hari ini itu sebagai gantinya, maukan"
"Hmmm okay"
Olivia begitu sangat menikmati makanan tersebut, Sam pun yang ikut nimbrung sesekali menatap bahagia kearahnya. Beberapa jam kemudian, kedua nya merasa kekenyangan karena makan sebanyak itu, apalagi masih ada sisa jajanannya.
"Oh ya Sam, katanya kau akan menceritakan tentang Harry sama Rosliana"
"Okay, jadi dulu itu bersahabat cuma hanya berlima saja yang diantaranya Rosliana, sedangkan Harry aku baru mengenalnya sejak kami duduk dibangku SMA. Karna waktu itu dia begitu sangat cupu, akan tetapi Ros sudah mulai menyukainya. Namun cinta tersebut hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan, itupun Rosliana mulai merasakan cinta pandangan pertama tuh gegara Harry, katanya sih dia keren saat menolong dia waktu dicegat oleh para bodygaurd ayahnya"
"Apa dia anak dari kekangan orang tua"
"Hmm bisa dibilang semacam itu sih, lalu disitulah Ros mulai memperjuangkan cinta nya walaupun sedikit dicuek bebekin oleh Harry, tapi usaha dia sempat terhenti karna ayahnya memaksa dia buat sekolah keluar negeri, supaya nilai yang Ros capai harus sesuai apa yang orang tuanya inginkan. Disitulah entah kenapa hari - hari terakhir nya buih - buih Harry mulai suka kak, karna diwaktu Ros tengah sakit dia begitu antusias mencengukinya, yah.. Awalannya sempat ada pertingkaian antara ayah Ros dan Harry. Tapi beruntunglah perjuangan Harry untuk menjadi guru privat Ros akhirnya disetujui karna dengan IQ Harry yang memumpungi jadi bolehlah sampai akhirnya keduanya pun saling menyatakan cinta tepat dihadapan orang tua Rosliana dan Harry, itupun pertemuan secara mendadak, yah memang itu rencana akal - akalan kita berempat yang dimintai oleh sang Harry panca sendiri buat ngudang mereka. Beruntungnya kedua belah pihak pun mensetujui mereka untuk selalu bersama, dan dipastikan selesai kuliah ini mereka akan menikah"
"Really ahh senangnya cinta mereka semacam cinta novel saja"
"Hehe... Tidak juga kak perjuangan mereka juga bukan hanya seperti itu melainkan hal lain yang mungkin kakak tidak akan pernah menyangka"
"Apa memangnya"
"Cinta mereka seperti diantara hidup, dan mati" menatap serius kearah Olivia
"Maksudmu"
"Kakak, nanti akan tau sendiri, jadi sekarang aku yang akan bertanya sesuatu kepadamu"
__ADS_1
"Ah kamu mah bikin penasaran saja nggak asik"
"Bukan begitu kak, perlahan sendiri kakak pasti akan tau semua tentang semuanya yang berada didekatku. Aku tak ingin kakak didalam bahaya jadi kumohon kakak bersabar ya" sebari memengenggam erat tangannya
"Yasudah kalau begitu aku akan bertanya hal lain kepadamu" sempat mengkerutkan kedua alisnya "Jadi apa kau terlahir dari keluarga orang kaya" Sam yang dalam sekejap terdiam, sebari menatap kearah Olivia yang tersenyum terhadapnya "Kau tak perlu menutupinya dariku Sam, walaupun aku bukan orang dari kalangan atas tapi aku begitu sangat tau mana orang kaya asli, atau hanya sebatas bohongan"
"Mm apa yang membuat kakak yakin kalau aku anak dari orang kaya" mencoba menutupi kegugupannya
"Tempat rahasiamu ini satu, yang kedua kau terlihat tidak pernah memakai pakaian atau barang murahan semisal, motormu itu adalah motor favorit pamanku, dan katanya beliau dia tidak akan mampu memakai motor sepadan dengan harga gajinya selama ini"
"Kalau semisal aku orang kaya apa kakak, tidak mau berteman denganku"
"Mm... Untuk apa aku harus memilih berteman, semua orang kan sama diciptakan dengan tujuan yang sama untuk selalu patuh dijalan sang penciptanya"
"Kakak benar, tapi apa kakak tidak ada bercita - cita untuk menjalin kasih dengan seorang pria gitu"
"Ah.. Kau ingin tau apa jawabanku" Sam mengangguk antusias "Baik akan aku jawab, aku tuh sebenarnya mau, tapi dia itu yang bertanggung jawab, harus cerdas, penyayang, peka, jauh lebih dewasa dariku, dan harus sudah punya berpenghasilan sendiri"
"Apa dia dewasa itu kategori umur?"
"Yah, tidak tentu terserah umur dia tua ataupun muda yang terpenting dia begitu setia menyayangiku"
"Ohh... Kalau begitu apa kakak, ada kategori lain selain itu"
"Maksudnya?"
"Seperti gayanya, atau stylenya gitu"
"Tidak ada, aku hanya saja suka lelaki yang tidak jorok. Yah walaupun aku tidak sebersih semestinya wanita sih hehe..." Ekspresi Sam langsung mengkerutkan kedua alis lalu menggelengkan kepala "Itupun aku memilih seperti itu karena ada alasan yaitu kekurangan dariku apa yang kurang darinya kita saling jadi pelengkap satu sama lain, itulah mengapa ada yang nama istilahnya dirimu adalah jodohku" sedikit menekan kalimatnya
"Hehe... Semoga akan selalu menjadi jodohmu kak" gumamnya
Keduanya pun saling menatap langit yang banyak sekali bintang, disana mereka begitu sangat - sangat menikmatinya.
......................
Melihat keduanya yang masih asik tertidur dikursi sofa, sampai - sampai mereka menyadari ada nada dering suara dari lagu twice - what is love, ternyata waktu dilihat ternyata ponsel tersebut berasal dari Sam.
"Hmm... Ya..." sambil melihat kearah Olivia yang sedikit merenganggkan tubuhnya
"Jam berapa Sam"
"Setengah tujuh kak"
"Astaga... Ayo cepat Sam kita harus pulang, waktu ku tidak banyak untuk buat cake"
Sebelum meninggalkan tempat Olivia, dan Sam menyempatkan diri untuk mengemasi kotoran makanan kemarin.
...----------------...
Setelah bersiap, Olivia seperti biasanya diantarkan oleh Sam sampai keCafe, setelah itu Sam sendiri pergi kekampus.
Sebelum pembuatan cake, Olivia sempat melihat bahwa ada chat dari Sam yang mengatakan kalau
^^^Kak, nanti kita akan berkemas untuk menempati tempat tinggal baru kita^^^
Selesai menaruh ponsel tetiba Olivia dikejutkan kak Anna, dan Sam yang bersandar dilemari karyawan.
"Katakan pada kita apa kau kemarin berkencan"
Olivia pun menganggkat satu alisnya, lalu menatap kedua rekannya.
__ADS_1
...Bersambung...
...~♥~...