Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<11>


__ADS_3

"Kenapa muka kalian begitu sangat tegang"


"Huh.. Syukurlah kusangka siapa kau ini Na"


"Memangnya kenapa" wajah kebinggunggan Anna saat melihat Kimmy dan Sam


"Tidak ada mbak" saut Sam


"Yaudah kalau begitu kau istirahatlah, aku akan keluar dulu karna anakku sudah ingin sekali memakan masakan auntynya. Eh kau mau ngapai An kesini"


"Mau ngasih tau ke elo, kalau tuh your husband udah nunggu diluar"


"Oh kusangka kenapa" melengos langsung pergi dari ruangan


"Ih nyebelin amat tuh orang"


"Sabar kak emang gitu kalau orang sedang hamil jadi sabar - sabar aja ya"


"Bener banget lu Sam, harus banyak - banyak bersabar emang kalau urusan sama tuh orang hamil haha"


Keduanya pun saling tertawa lepas.


Sam Pov


Huh.. Membosan juga disini, hmm.. Mending aku melihat kegiatan kak Olivia aja deh diluar. Kenapa aku mencium aroma enak sekali ini aroma coklatnya, eh dia beneran bisa dong buat cake nya wah tidak salah juga aku memilihnya.


"Sam, coba deh sini kau harus ikut serta cicipin cake buatan Olivia"


Aku menurut saja seruan dari kak Kimmy, dengan duduk santai disamping kursinya.


"Cakenya datang!"



"Wahh... Enak sekali kelihatannya" kata kak Kimmy


Emang bener kata Kimmy, tuh cake kelihatannya kayak enak sekali.


"Iya dong, nah sini akan kubagikan kekalian"


Kak Olivia pun memang membagikannya ke aku, Kimmy, bang Tomi, mbak Anna, dan yang terakhir ke Bram.


"Gimana?" penuh rasa penasaran


Aku beserta yang lain hanya mengacungkan jempol kepadanya.

__ADS_1


"Kak, kalau seenak gini kenapa tidak jualan aja disini dengan menu desert kayak gini"


Benar juga kata Bram, kenapa kakak nggak pernah buat semacam ini saja.


"Ya idemu cukup cemerlang juga teman, kenapa tidak menjual begini saja. Apalagi anak muda pasti akan banyak yang membeli disini dengan menu desert seenak gini"


Kenapa ekspresi kak Olivia beserta yang lain murung begitu.


"Kenapa, apa ada yang salah dengan saranku ini?" ucapku sekali lagi


"Tidak ada yang salah Sam, kami udah men.." tetiba kak Olivia mengandeng tangan mbak Anna kayaknya ada disembunyikan dariku "Ihh untuk apa kau takut Liv, mereka berdua tuh juga karyawan disini jadi mereka pun harus tau apa yang sudah terjadi ke Cafe kita"


Ha? Cafe memangnya apa yang sudah kulewatkan sampai dia ketakutan begitu, saat kutatap kak Kimmy diapun juga hanya terdiam sambil menatap cake coklat saja.


"Iya kak, memangnya telah apa yang terjadi sampai kalian menutupinya dari aku, dan Bram. Kita jugakan sebagai karyawan disini"


"Dulu tuh kita udah pernah buka kedai cake bersamaan dengan minuman yang sekarang kita jalani, tapi berlahan waktu omset kita udah melejit tinggi tetiba nenek tua kurang ajar itu langsung datang - datang bentak - bentak Olivia dengan mengatakan 'AKU TIDAK AKAN BIARKAN HIDUPMU TENTRAM ANAK SIALAN' ckk.. Memangnya dia siapa, udah mantan ratu aja omongannya tidak berpendidikan begitu. Olivia sendiri bukan keluarganya aja digituin emang sedendam apa sih tuh nenek - nenek"


"Udah - udah mulutmu minta disobek emang Na, ini tuh masih banyak pembeli kalau sampai omonganmu terekam kemereka dan terdengar sampai tuh mantan ratu, bersiaplah nyawamu yang bakal habis ditangannya" ujar bang Tomi


"Ck abang mah main nakut - nakutin aja, nggak lucu tau"


Ha.. Nenek mana mungkin, saat kutatap kearah kak Kimmy dia hanya mengedipkan matanya berarti omongan kak Anna semuanya benar dong, aishh.. Tuh wanita tua kenapa begitu sih kan kasihan kak Olivia dia seperti banyak sekali rasa yang dirinya pendam deh.


Sam End Pov


Huh.. Kenapa harus menginggat kejadian itu lagi, aku tak ingin lagi harus menginggatnya. Aku sendiri bertanya - tanya kenapa ibu ratu masih terus mengawasiku padahalkan sudah begitu lama aku tidak pernah bertemu dengan cucunya lagi, akan tetapi kenapa beliau hiks..


"Kak, kau tak perlu untuk mengeluarkan air mata berlianmu ini, ingat kehidupanmu bukan harus ditentukan oleh wanita tua itu yang kau harus buktikan bahwa olahan cakemu ini sangatlah dinantikan oleh para pembeli"


Sam sedikit mencondongkan badannya, lalu menghapus air mataku.


"Bagaimana mungkin Sam, dia.."


"Yakinlah kak, kalaupun dia berani kesini lagi. Aku yang akan melawannya karna Sam tidak akan pernah takut pada siapapun"


"Tidak Sam, aku tak ingin hidupmu menderita karnaku. Ini bukanlah"


"Husstt.. Tenang percayalah kak kepadaku karna kesempatan ini tidak akan kedua kali, yah kakak maukan berjualan kembali. Aku berjanji akan mempertanggung jawabkan nanti apa yang kedepannya terjadi"


Kenapa aku begitu sangat nyaman, dan seperti yakin akan dirimu disini, mana mungkin kau adalah pria yang sama disaat aku dulu bersamanya.


Aku tak ingin lagi terlalu berharap lagi kepadanya, apalagi yang kuinginkan sekarang hanyalah ketenangan saat ini.


"Sam... Aku.." menganggukkan kepalaku

__ADS_1


"YESS" "YEAHH" serempak Sam, beserta yang lain


"Okay, dengan begitu aku sebagai istri dari David menyatakan kalau Olivia akan kembali bergabung menjual cake desert disini" sontak membuat semuanya kembali bertepuk tangan


"Makasih kak"


"Sama - sama cantik"


"Oh ya, tunggu - tunggu PERHATIAN - PERHATIAN MAAF MENGANGGU WAKTU ISTIRAHAT KALIAN, AKU SEBAGAI STAFF DICAFE INI INGIN MENGUMUMKAN BAHWASANNYA CAFE KITA LUSA INI AKAN MENGADAKAN PROMO BESAR - BESARAN, DENGAN PEMBUKAAN PERTAMA CAKE DESERT DICAFE KAMI MAKA DARI ITU SAYA AKAN MEMBERIKAN SEDIKIT TASTING BAGI KALIAN YANG ADA DISINI, ayo kak potong cake mu dan bagikan sesuai pembeli disini" ucap Sam


Merasa kebinggungan Olivia dengan serius memotong cake tersebut menjadi banyak, lalu Tomi beserta yang lain membagikan piring tersebut kesetiap pembeli.


"Wah enak sekali rasanya"


"Iya ada rasa pisang, dengan perpaduan coklatnya bisa pas"


"Oh ya mbak, apa bisa kalau aku memesan cake untuk 30 orang dengan rasa, untuk acara minggu ini"


"Bisa - bisa, silahkan ibunya kasihkan alamat beserta nomor telfonnya karna..."


Oh ya ampun Sam, tidak aku sangka kau begitu sangat antusias disini padahal aku tidak terfikirkan untuk kembali berjualan tapi dengan adanya keyakinanmu, aku percaya semoga dengan ini aku dapat memberikannya kepada panti beserta keluargaku.


"Hei.. Malah melamun, ayo bantu yang lain buat melayani mereka yang mau pesan cake mu"


"Ha? Oh baik - baik"


Olivia End Pov


......................


Selesai semua pekerjaan yang cukup melelahkan diCafe, aku beserta Sam memutuskan untuk beristirahat diapartement.


Ketika aku dengan Sam memutuskan tertidur diatas ranjang bersama, dengan dibatasi oleh beberapa tumpukan guling beserta bantal.


"Kak, bolehkah aku bertanya"


"Silahkan"


"Maaf kalau mencakup hal privasimu, apa aku boleh tau kalau kakak sekarang ini memiliki kekasih ataukah belum"


"Hehee...oh ya ampun Sam untuk apa aku berpacaran sekarang, tapi mau - mau aja tinggal diapartementmu kan tidak mungkin"


"Begitu ya, lalu siapa si Cupu yang kakak maksud diwaktu dirimu tidak sadar diri karna mabuk kak"


Olivia hanya terdiam menatap langit, entah apakah jawaban darinya..

__ADS_1


...Bersambung...


...~♥~...


__ADS_2