
Sam yang masih setia memengang tangan Olivia sampai ketempat toko pernak pernik, membuat keduanya begitu antusias melihat - lihat sebari canda tawa.
"Gimana kalau aku pakai ginian" sebari memakai topi sama dengan tas rajutan "Gimana mirip sama bang Jiro nggak"
"Hahaha nggak cocok ah" sambil menepuk lengan besarnya
Sampai tanpa mereka sadari kedua nya mengelilingi satu persatu toko, disitu Olivia tidak membeli sama sekali karna menurutnya ia tidak membutuhkan sama sekali apalagi tertarik, sampai - sampai disalah satu toko terakhir yang merek kunjungi disana begitu amat sekali sepi, pengunjungpun jarang sekali mampir kesana.
Tetapi sebelum mereka masuk ketoko beberapa orang melarang keduanya masuk karna takut nya ada hal celaka yang akan datang kemereka, tetapi namanya keduanya tidak percaya akan hal tersebut karna tokonya seperti ini.
(anggaplah tiada pembeli yah say)
Disana mereka tetaplah masuk, dan melihat - lihat banyak sekali barang lama yang sudah terlihat kusam, sampai - sampai Olivia merasa terenyuh adalah ketika seorang wanita paruh baya datang menyambut mereka dengan penuh kebahagiaan.
"Selamat datang ditoko kami, silahkan melihat - lihat pernak pernik kami"
"Baik bi" senyum kehangatan
Seketika keduanya melihat - lihat secara terpisah, Olivia yang tertarik akan musik klasik, sedangkan Sam sendiri mulai tertarik akan benda - benda klasik tersebut, termasuk kalung buku yang tak asing bagi dirinya.
Perlahan Sam membuka tersebut dengan amat teliti dipendengarannya, tanpa sadar wanita paru baya tersebut tengah memperhatikannya. Benar saja buku kecil tersebut terbuka dengan terdapat foto yang tidak begitu asing baginya.
"Kenapa ini?" gumamnya
"Benar tuan muda itu adalah foto dimana kalian bersama" ucap wanita tua
"Kau?"
"Pangeran, saya adalah bibi Lucymu. Apakah kamu sudah melupakan saya, tuan muda?"
"Bibi? Bagaimana kau bisa masih hidup bukankah nenek telah..."
"Saya tidaklah dibunuh tuan, tetapi melainkan saya hanya di usir dari tempat sana olehnya, akan tetapi dia tidak hanya mengusir saya saja tuan melainkan barang - barang kenangan anda dengan nona muda untuk saya bawa juga. Maka dari itu saya tidak mau pergi menjauh dari tempat tinggal tuan, agar supaya tuan datang sambil membawa barang - barang anda kembali. Karna hidup saya tidaklah lama disini tuan"
"Apa ini semua kenang - kenangan dariku dan diakah?"
"Tidak semua tuan, kalau milik tuan memang tidak ingin aku jual melainkan agar salah satu kerajaan tau kalau itu milik tuan, dan langsung memberitahukan bahwa barang - barang anda disini semua"
"Dengan begitu anda dibilang aneh"
"Hehe... Saya memanglah aneh tuan, semenjak pembeli ingin membeli milik tuan aku selalu melarangnya untuk membelinya, kalau mereka memaksa aku usir mereka"
"Hihi..."
"Sam~ lihat ini bagus sekali ayo kita membelinya"
__ADS_1
"Nih kita membelinya dua bagaimana bagus bukan, hihi..."
"Kita beli satu saja yah"
"Kau tidak suka ya"
"Bukan tidak suka kak, tetapi lihat ini cincin begitu pas saat kau pakai kak, coba lihat" sebari memakaikannya ditangan Olivia
"Nah kalau aku lihat" dia juga memakainya
"Iya kau benar nggak usah deh, nanti aku carikan lagi sini lepasin dulu cincinnya"
Olivia langsung kembali mencari apa yang ia sukai, disana Sam hanya terkekeh gemas.
"Apa dia nona tuan?" Sam langsung mengkode telunjuknya kearah bibirnya "Baik tuan, kalau begitu silahkan anda mengambil barang - barangnya tuan. Apa perlu saya carikan juga tuan"
"Tidak perlu aku hanya mengambil beberapa yang lainnya biarlah kau jual, dan bisakah kau berikan nomor telfon mu kepadaku aku akan membiayai sisa hidupmu selagi aku meminta maaf atas kejahatan dari nenekku kepadamu selama ini, dan juga berikan aku kesempatan untuk membalas budiku kepadamu karna selama ini kau selalu merawat ku bi"
"Hiks..hiks... Terima kasih tuan, kamu memang sangatlah baik~ sekali tuan muda, tidak salah lagi dirimu memanglah sama persis dengan wajah kedua orang tuamu akan tetapi kebaikan anda sama persis seperti almarhum tuan besar"
"Hehehe.. Kau sama seperti yang lain bi, semuanya juga mengatakan hal sama denganmu. Tetapi kebaikan ku ini tidaklah sama seperti kakek hanya saja aku melakukan ini seperti pinta beliau untuk menjadikan diriku seperti apa aku hidup dibawah arusan air mengalir"
Sedangkan ditempat tidak jauh, Olivia yang begitu antusias mencari benda tetiba ia merasa tidak asing dengan benda tersebut, lalu berlahan ia membuka kalung insial M dan A, saat dibuka seketika tubuhnya melemas.
Flashback
Kedua anak kecil yang saling asik sendiri bermain ditepian air pantai.
"Hati - hati pangeran, nanti kau dimakan sama ular disitu gimana hayo"
"Ah~ Kakak mah gitu"
"Bwahahaha"
Tanpa mereka sadari kalau kedua nya telah dipotret oleh salah satu pelayan nya untuk dijadikan satu momen yang tidak pernah dilupakan, itupun sudah suruhan Sam siapa lagi kalau bukan bibi Lucy, sang fotografer kepercayaan nya.
"Kak lihat aku sudah membelikan kita 2 kalung bagus ini buat kita berdua"
"Huh! kalung lagi"
"Iya tapi ini tidak untuk kita pakai kak~ tetapi melainkan kita simpan tapi kakak tunggu dulu ya karna foto ini akan nanti aku gunting lalu aku tempelkan disini keduanya"
"Ih kenapa tidak berbeda aja sih"
"Nggak mau, karna jelek yang lain"
"Serah lah, eh tapi ini kenapa kalung nya ada inisial M dan A sih"
__ADS_1
"Karna ini adalah nama inisial belakang namaku dan namamu kak"
Off flashback
"Tidak ini tidak mungkin, bagaimana bisa ini ada disini" gumamnya
Matanya seketika melihat ada benda satu lagi yang tidak begitu asing baginya, ia berusaha melangkah untuk melihat benda tersebut. Saat ia melihat dibalik benda itu ternyata benar saja ada tulisan nama dirinya maupun Sam Volcer.
"Kak, apa kau suka dengan benda ini"
"Hmm... Aku suka apalagi liat lagunya enak sekali untuk dinikmati pangeran"
"Benarkah, kenapa malah aku yang begitu sangat bosan mendengarkannya yah kak"
"Hehe.. Maklumin saja lah kau kan tiap harinya mendengarkan modelan gini mulu, ya kan"
Sam hanya mengacungkan jempol kearahnya, lalu beberapa hari disaat Olivia akan bermain dengan Sam tetiba ia melihat anak tersebut begitu serius dengan beberapa alat orang dewasa.
"Kau sedang apa pangeran"
"Ah kakak, lihat apa yang ku lakukan nih, lihat aku sedang mengukir nama kita berdua disini loh"
"Apa tidak sayang itu kau rusak"
"Ini tidak akan rusak kak, tetapi ini aku beri tanda kalau ini milik kita berdua apalagi lihat princes dan princessnya itu bisa samaan kan kayak kita"
"Hmm memang kalau sudah kau ukir ini mau kau taruh mana?" tanyanya
"Aku akan simpan dikamarku semoga dengan adanya ini doa - doaku akan terkabulkan, kalau aku bakal bisa bersamaan dengan kakak selama - lamanya"
"Semoga saja"
Off Flashback
Olivia seketika langsung terduduk, dan menangis Sam beserta nenek langsung terburu - buru menghampirinya.
"Kakak..." berjongkok dihadapannya
"Nona.."
"Hiks.. Hikss.. Sam~" memeluk Sam penuh erat "Hikss... Dia telah melupakan ku hiks... "
Sam yang menyadari kemana arah pembicaraan Olivia hanya menahan senyum, lalu memeluk balik dirinya, dan mengusap air mata nya dengan berlahan.
"Dia tidak akan pernah melupakan princess nya karna dia selalu ada dihatimu kak" ujarnya
Olivia hanya menatap mata Sam penuh kehangatan, lalu ia kembali memeluknya.
"Ayo kita balik" Olivia hanya menganggukkan kepala patuh
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...