
"Siapa dia kak" tatapan dinginnya "Ayo~ kak, aku mohon" berubah menjadi raut memohon
"Kenapa memangnya, kau ingin tau sekali siapa dia?"
"Ayolah~ kak please..."
"Dia cuma temenku kok, kenapa memangnya"
"Benarkah, kenapa aku merasa tidak percaya ya kak. Masa sih kak"
"Terserah, udah ah aku mau siap - siap dulu"
"Kak~"
Olivia tidak memperdulikan rengekan Sam, sedangkan Sam sendiri saat melihat Olivia yang sudah tidak terlihat dari pandangannya.
"Huh.. gue nggak akan biarin tuh orang bisa deketin tuh kak Oliv, enak aja aku masih berjuang gini dia udah main maju kedepan aja nggak - nggak ini gak boleh dibiarin"
......................
Rutinitas seperti biasa semua melakukan pekerjaan masing - masing, akan tetapi didalam cafe sendiri begitu sangat sepi sekali akan pembeli entah kenapa mereka begitu sangat curiga akan kesepian didalam cafe.
"Huh.. Pasti ini ulah si nenek resek itu ck.." gerutu mbak Anna
"Hust.. mulutmu, mata - mata tuh orang banyak tau gimana kalau sampai hidup lu dalam bahaya juga. Emang elu mau!" saut bang Tomi
"Ya kagak maulah, tapi aku tuh begitu sangat kesel tau, tuh orang yah nggak henti - hentinya buat hidup temanku menderita apa!Udah tau kalau Olivia tuh, udah nggak pernah lagi deketin tuh cucunya kenapa pula dia kena musibah melulu, kalau tuh otak si nenek emang punya gangguan"
"Hah, bentar - bentar ini maksud mbak itu kalau kak Olivia sekarang tuh seperti seorang tawanan abadi dari nenek itu dong"
"Tepat sekali Bram, kalau dari sudut pandangku Olivia ini lebih tepat nya sudah menjadi korban kepuasan itu nenek, apa yang dia amarahkan nih anak yang jadi getahnya. Coba aja kalian fikir mana ada dia dekat dengan pangeran, kalaupun ketemu setidaknya gue mau ngomong sama tuh orang 'bisa nggak sih lu tuh ya jaga dengan baek - baek jangan pernah lu liarin tuh nenekmu, yang ada nanti kasian temen gue kesiksa mulu karna ulahnya, kalau bisa tuh ya periksa aja deh barang kali nenek lu punya riwayat gangguan kejiwaan mungkin' nah itu yang nanti gue bilang kalaupun ada itu orang"
Sam yang bisa terdiam, tanpa berucap satu katapun, ia tau kalau seusaha apapun menghalangi sang nenek, orang itu akan jauh lebih nekat melakukan hal yang tidak di inginkan. "Apa mungkin benar dengan ucapan mbak Anna yah, kalau nenek itu memiliki penyakit gangguan mental. Kurasa ini yang perlu aku selidiki, karna bagaimana pun aku tak ingin dia tersiksa karna atas perbuatan nenek" menatap kearah Olivia yang terdiam menunduk sedih.
"Ah sudahlah, hentikan cerita tidak pentingmu itu, kau bikin anak orang sedih saja. Lebih baik kita rundingkan saja gimana caranya mempromosikan buatan kita ini agar laku terjual"
"Aku setuju denganmu bang! Hmm gimana kalau kita promosikan, saja menggunakan brosur setelah itu kita jualkan makanan kak Olivia ke tempat keramaian dipersimpangan pasar kecil yang tidak jauh dari sini. Kita akan mulai dari nol kembali, gimana?" Ujar Sam
"Okay aku setuju dengan ide mu boy"
Semua terkejut dengan kedatangan bos mereka yang tidak lain bang David, dan kak Kimmy, beserta kedua wanita asing bagi Sam, maupun Bram.
"HOLLA... EPRIBADEHH, OH HAII QUEEN SAYANGKU~"
"AHHH KINGG~"
Sam mulai menyadari bahwa yang disebut kan oleh pria ditelfon itu ternyata membuat dirinya seketika lega, dan setengah binggung kenapa disuara speaker kemarin suaranya nampak seperti cowok. Lalu kenapa Olivia memanggil King, ke sicewek cantik ini?
__ADS_1
"Ih jangan panggil aku King dong, panggil aku sekarang Princess dong~ masa King sih"
"Hahaha..." sontak semua tertawa
Sam, Bram sendiri yang merasa kebingungan hanya dapat terdiam saja.
"Oh tunggu - tunggu bukan kah dia itu pria seksi yang waktu itukan Liv"
Semua kebingunggan, sedangkan Olivia hanya melotot kearah wanita yang tidak lain Sonya teman dekatnya yang pernah mengajaknya videocall waktu dimalam itu.
"Aku tidak pernah salah, dalam menginggat siapa orang itu Liv, benarkan aku kalau kau itu pria yang saat itu memeluk temanku inikan" menggoda Olivia dengan menyenggol bahunya dengan senyum penuh arti
"Hah, maksud lu gimana"
"Gini mi, gue tuh waktu kemarin malam sempat menelfon nih bocah. Eh tau - tau nya gue dapat menampilan tubuh seksi nih bocah anjirr sumpah seksi banget tau, dan ada lagi kau tau mereka tuh romantiss.. Banget tau, sumpah adengan mereka tuh sama persis macam adegan drakor favoritku"
"Bener lu" tanya cewek cantik
"Sumpah, nih kayak gini" sambil narik tangan Tomi lalu mempraktikan kejadian diwaktu itu
"OOOHHH" sorak semuanya
"Udah boy, langsung tembak aja tuh cewek jangan lama - lama lu gantungin, kalau diambil gimana tuh apa nggak galau tuh" goda bang David membuat Olivia maupun Sam sendiri wajah mereka sama - sama memerah menahan malu
"Ah~ udah - udah, jadinya gimana nih penjualan kita"
Semua tertawa lepas, melihat Olivia yang langsung memutuskan pergi kedapur, membuat Sam sendiri juga ikut pergi kedapur.
"Heh! Kenapa kau mengikutiku"
"Sapa juga yang ngikutin kakak, aku hanya ingin mengambil batu es ini kok"
Olivia yang terlihat cemberut menatap keluar, yang mana mereka telah menggoda nya Sam langsung melayangkan minuman dihadapannya yaitu jus jeruk delima.
"Coba saja, aku buat rasa terbaru ini coba kau cicipi dulu bagaimana rasanya"
Olivia menatapnya, dan langsung mencicipi minuman racikan nya ternyata rasanya begitu manis, namun sedikit perpaduan asam jeruk disertai rasa delima.
"Gimana kak"
"Mmm... ini enak sekali Sam!"
"Hehehe syukurlah aku takut kau tidak menyukainya"
"Ah mana mungkin aku tidak suka, sumpah ini perpaduan yang pas sekali tau. Oh ya kau coba buatkan untuk mereka juga barang kali menu baru mu ini akan menjadi rekomendasi terbaru dicafe kita"
__ADS_1
"Baiklah, tetapi kakak coba bantu aku juga"
"Ahh tenang saja, aku tidak akan pernah kabur darimu kok"
"Kalau begitu kenapa kau dulu malah kabur pergi jauh dariku"
"Oh ya, kak kalau boleh tau bukan kah yang sempat menelfon mu tadi itu yang kau panggil King kan, terus orang itu ada disini jugakan" Olivia hanya menganggukkan kepala sambil menyiapkan beberapa gelas "Dan lagi kenapa kakak memanggilnya itu dengan sebutan King?"
"Ah~ karena dia itu sebenarnya bukan lelaki"
"Hah! Masa sih kak tidak mungkin dong"
"Apa, kau tidak percaya"
"Yaiyalah kak secara wanita secantik itu siapa sih cowok yang tidak terpesona dengannya"
"Ah~ kau juga termasuk kan"
"Tidak juga, karena dia bukan tipe idealku sama sekali"
"Benarkah"
"Yah karna tipe idealku seperti dirimu kak"
Seketika Olivia menoleh kearah nya, mereka pun saling beradu tatap didalam dapur.
"*Apa maksudnya, aku tipenya?"
"Kau tidak hanya tipeku saja kak, aku malah ingin sekali dapat menikahimu sebagai mana kau sebagai istriku nantinya*"
"OMMO - OMMO... LIHATT ADA ADENGAN ROMANTIS DISINI TAU"
"BENER BANGETTT"
"IHH~ DRAKOR BANGETT DEH AH"
Keduanya langsung menoleh kearah pintu dapur, karna mereka dikejutkan suara teriakan siapa lagi kalau bukan Sonya, Anna, dan Kimmy.
"Apa - apaan sih! Udah ah disini bukan film drakor kalian okay"
"Ihh~ gitu aja pakai acara marah - marah pula bilang aja buk.. Kalau anda sedang malukan"
"CIEEE... CIE~ "
Olivia langsung beranjak pergi dari sana, sedangkan Sam sendiri hanya terkekeh melihat tingkah imut marahnya dari Olivia.
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...