Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<39>


__ADS_3

"Kau masih belum tidur pangeran Sam Volcer"


Sam yang terdiam didepan lemari pendingin, seketika tersadarkan oleh tepukan pelan dipundaknya.


"Apa kau baik - baik saja"


Sam yang masih merasa kebingungan melihat sang kakak Olivia sendiri siapa lagi kalau bukan Nitha, bagaimana dia dapat tau kalau siapa indentitas dia yang sebenarnya membuat seketika jantungnya merasa terhenti setelah mendengar suaranya.


"Bisa kita bicara diluar" terlontar ini bukanlah Nitha sendiri melainkan dari mulut Sam sendiri


"Hmm baiklah" jawab santainya


Ketika berada diluar Sam yang dengan rasa ketakutan ia memberanikan diri menatap kearah Nitha.


"Kak, hmm..."


"Aku mengetahui siapa dirimu pangeran" anggukan polosnya "Imut sekali anak orang ini, ingin kucubit saja tuh pipi"


"Oke lebih singkatnya aku mengetahui siapa dirimu disaat kau selalu mengunjungi panti dengan mencari dimana adikku berada, dan disitu tanpa sengaja aku melihat mu yang berusaha bertanya ke bibi apalagi dengan berbagai bujukan biaya anak - anak pantikan?"


"Benar"


"Kakak disana"


"Lebih tepatnya aku berkunjung saja, tapi tanpa disangka aku secara langsung melihat rupamu yang masih terlalu muda dari sekarang hehe..., oh ya maafkan aku ya pangeran kalau ucapanku terlalu tidak formal kepadamu"


"Malah itu bagus kak, aku tak mau orang mengakui diriku sebagai seorang pangeran"


"Apa? hahaha... Astaga~ baru kali ini aku menemukan orang yang tidak mau diakui sebagai seorang yang penting, memangnya kenapa bukankah bagus dengan jabatan tinggi disetiap kerajaan"


"Tidak juga, malah semua gelar menurutku hanyalah tempat yang membosankan"


"Benarkah, semembosankan itu"


"Hmm" mengangguk "Kak, sekarang bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu"


"Apa?"


"Bisakah kau merahasiakan ini dari kak Oliv"


"Memangnya kenapa?"


"Ada beberapa hal yang mana aku tak ingin dia kembali menginggat seorang pangeran yang dulunya ia benci karna memori masa kecilnya yang buruk, aku tak mau apalagi ini juga dia menjauhiku karna adanya julukan pangeran ini, tetapi nanti kalau diwaktu yang tepat setelah aku menyelesaikan semuanya aku akan mengatakan semuanya kepada dia kak, please bantulah aku" raut sedih membuat Nitha memahami apa yang dirasakan oleh seorang pangeran dihadapannya ini


"Baiklah kalau itu kemauanmu maka aku akan membantumu, tetapi apa yang kau maksud akan menyelesaikan semuanya apa ada kaitan nya dengan nenek sihir itu"


"Hehe... Ya kau benar, hanya ada sedikit perlindungan ku kali ini dari bahaya dulunya yang tak sempat aku lakukan kepada kak Oliv dari nenekku. Maaf kalau selama ini aku melibatkan bahaya kepada adikmu kak"

__ADS_1


"Aku tau, kau tak perlu meminta maaf aku tau kau begitu menyayangi adikku sebagai seorang lelaki pertahankan cintamu, walaupun banyak sekali halangan yang membuat kalian jauh. Tetaplah kalian untuk menjaga satu sama lain, apalagi dengan adanya kelicikan nenekmu kumohon segeralah hentikan aku tak sanggup lagi harus melihat adikku menderita"


"Aku janji kak, aku akan segenap nyawaku ini untuk melindungi wanita pujaanku"


"Terima kasih, aku percayakan itu semua kepadamu. Sudah ah ayo kita cepat tidur sebelum ada seseorang yang menyadari pembicaraan kita"


......................


Tanpa terasa hari mulai pagi, semua seperti biasa melakukan aktifitas pagi mereka. Ditengah Olivia ingin menyantap sarapan paginya dengan khimat seketika dikejutkan adanya obrolan sindiran santai dari sang ibu dua anak ini.


"Pumpung kalian ada disini gimana kalau bibi kalian mengajak kalian liburan disekitaran sini, ya sekali kali membahagiakan keponakan"


"Yayayah ya bibi ya" permohonan si kecil


Melihat ekspresi sang kak Nitha dengan kedua anaknya membuat makanan dimulutnya terasa hambar.


"Huh.. Dasar emak gila, bisa - bisanya menghabiskan uang bulananku dengan mengatas namakan anaknya dasar manusia licik huftt.." gumamnya "Yalah, cepat kalian bersiaplah dulu, aku akan ijin dulu keatasanku untuk meminta cuti libur"


"YEAHH" sorak kedua keponakan nya


"Sabar akan aku bantu juga kak" mengenggam erat tangannya


"Hmm" helaan nafas kasar


......................


"Dimana ini?"


"Selamat datang ketaman bermain terbesar diarea ini"


Semuapun langsung bergegas masuk, saat akan melakukan pengecekkan tiket tetiba ia dikejutkan oleh salah seorang karyawan disana.


"Buk, mohon untuk digandeng ya anaknya, takutnya nanti terjadi sesuatu yang tanpa anda duga"


Seketika muka Olivia langsung suram, sedangkan semuanya pun sontak hanya tertawa lepas melihatnya tidak dengan Sam yang langsung mengandeng tangannya.


"Maaf mbak, setidaknya ucapan anda itu dikoreksi terlebih dulu, walaupun menurut anda tua tetapi bagiku dia adalah malaikat hidupku, apalagi sekarang dia sedang hamil anak keduaku. Kuharap anda segeralah meminta maaf kepadanya" sebari mengelus perut datar Olivia


"Huh! apa anak ini masih waras?oh ya tuhan"


"Ah maaf kan saya tuan, nyonya atas kelancangan dari ucapan saya"


"Udah maafkan saja sayang, yah"


"Ba - baiklah, cepat ayo masuk" menghilangkan rasa deg - deg annya


"Hahahaha... Makanya tadi kubilang apa ganti tuh baju, lihatkan yang tua siapa disini kau apa aku"

__ADS_1


"Yayayah yang jauh lebih muda"


"Yalah secara tuh lihat Sam sendiri saja style baju nya walaupun simple tapi pas lah situ persis sekali seperti ibu anak - anakku tau hihi..."





Yah benar saja style pertama adalah yang dipakai oleh Olivia, sedangkan yang kedua Sam, kalau yang ketiga kalian sudah pasti tau kalau style dari Nitha dengan sang suaminya tercintanya.


"Yayaya.. Percaya yang situ masih muda, emang" jawab cueknya


"Hahaha... Dah ah Sam tuh gebetan mu lagi ngambek cepet bujuk sana"


"Tenang aja kak di bisa aku atasi kok, ya kan cantikku"


"Paan sih nggak jelas tau ah" seburat pipinya memerah


Seketika orang yang melihat wajah Olivia memerah sontak semuanya tertawa lepas.


"Okay, sekarang kalian berdua dapat bermain kemana yang kalian mau" ujar Sam


Melihat banyak sekali wahana, mereka pun begitu antusias nya melihat banyak sekali wahana, namun dengan begitu Olivia pun ikut berantusias selayak nya anak kecil, karna ia berlari kecil kearah wahana dunia princess yang mana ia banyak sekali menggambil beberapa moment bersama dengan Sam, sedangkan keluarga kecil itu tak tau kemana arah mereka pergi.



"Sam fotoin dong disini eh kesini - sini"


Disana Sam tidak mempermasalahkan kalau semisal ia harus menfotokan wanita yang dirinya sukai, setelah beberapa sesi foto Olivia pun langsung menarik tangan Sam kearah permainan jumping.


"Yukk kita bermain disana"



Melihat canda tawa dari raut wajah Olivia membuat Sam semakin bahagia ketika dirinya berada didekatnya.


"Eh tunggu - tunggu, bentar" Sam langsung melayangkan jaket yang memang ia bawa sedari tadi untuk dia pasangkan kepinggang Olivia "Nah, begini kan aman sudah lanjutkan lagi" sambil mencubit hidung Olivia dengan gemas


"OMG AHHHH AKU BAPERRRR MAAHH!!"


...Bersambung...


...****************...


Maaf ya atas keterlambatan up nya karna ada beberapa kesibukan kerja, jadinya sulit banget mau untuk update ceritanya, gimana ceritanya seru apa b aja kalau emang seru terus like dan comment ya ceritanya agar aku bersemangat update terus. Makasih aku cinta kalian ♥

__ADS_1


__ADS_2