
Sam sempat terdiam lalu dirinya tertawa terbahak - bahak karna yang dia tujukkan melainkan bukan foto mereka, akan tetapi dirinya bersama dengan teman - temannya.
"Maaf nona itu anda menggambil foto saya di media sosialku, jadi untuk apa anda mengarang kalau diri anda ini tunangan saya. Maaf kalau memang anda ingin berhalu silahkan tetapi jangan berlebihan karna saya sudah beristri"
"Tidak, mana mungkin kau menikah mana buktinya"
Sam menujukkan beberapa foto kedirinya maupun kebeberapa orang yang masih penasaran, Sam menujukkan foto tidur dibahu Olivia saat dimobil tepat disaat liburan kemarin ia memang sengaja meminta beberapa foto ke Kelvin.
"Huh ini hanyalah foto memang bisa saja temanmu kan"
Sam tidak habis fikir jalan otak wanita yang bernama Lizza ini, entahlah dirinya merasa pusing melihatnya.
"Apa dari kalian masih tidak percaya aku telah memiliki seorang istri" semua masih terdiam "Okay, kalau diantara kalian masih tidak ada yang percaya, akan aku buktikan walaupun itu sedikit privasi tapi ini demi keadilan istriku"
Sam menujukkan beberapa foto saat ciuman dibandara, lalu foto dimana Olivia yang tengah tertidur pulas bersamanya didalam mobil, dan satu hal lagi yaitu foto dimana semua orang merasa begitu percaya akan omongan Sam yaitu satu video pendek yang memperlihatkan dirinya tengah memberi tanda dileher Olivia yang tengah tertidur.
"Kamu ini yah nona jadi wanita itu jangan suka kegatelan dong, inget ya nona lelaki ini tuh udah punya istri jadi jangan sembarangan rebut suami orang dong" ejek ibu 1
"Rebut suami orang jangan asal sembarang nuduh ya anda" bantah Lizza
"Udahlah nona kalau memang dasarnya pelakor ya pelakor" sindir ibu 2
"Nona - nona, walaupun gue ini sukanya sama cowok fiksi setidaknya gue bisalah nggak jadi cewek kegatelan kayak situ" sindir perempuan muda yang berada tidak jauh darinya
"Sudah cukup! Maaf saya minta semua kembali ketempat kegiatan masing - masing, dan untuk tuan silahkan anda dapat pindah ditempat belakang karna beruntungnya disana ada tempat kosong" tegas seorang pramugara
"Heh apa - apaan sih pakai acara memindahkan seseorang udah tau aku ini tunangannya"
"Nona sebaiknya anda tetaplah disini jangan membuat keributan di pesawat, karna adanya keributan anda telah menganggu para penumpang lain"
Lizza merasa geram dengan ucapan pramugari beserta penumpang lain, tetapi tidaklah untuk Sam karna dia berasa bebas karna bagaimana pun ia dapat terbebas dari gangguan.
Tidak halnya ditempat lain Olivia yang masih terdiam seketika menatap penuh senyum arti.
"Aku akan menerima uang serta janjimu akan tetapi kau juga harus menerima perjanjian darikukan, apalagi nyonya itu tidak akan adil bagiku tentunya, terutama kalau aku menerima perjanjianmu tetapi dirimu tidak apa keuntungan dariku"
"Wanita ini apa maunya" batinnya "Apa maumu?"
"Aku minta kau beserta calon tunangan Sam itu, untuk tidak mendekati ataupun mengganggu karirnya selama dia berkarir disana"
"Apa maksudmu, dan apa hubungannya kau melarangku beserta tunangannya untuk mendekatinya memangnya kau siapa"
__ADS_1
"Bukan apa - apa aku hanya ingin melihat dia berkarir sukses saja, apalagi kau tau sendiri cucumu ingin sekali berkarir sukses tanpa adanya campur tangan kerajaan"
"Huh! Hahaha... Tau apa kau tentang cucuku dia mana mungkin tidak ingin ikut campur dari keluarganya, perlu kau ketahui saja sudah sedari dulu Sam tidak pernah melakukan apapun tanpa ada campur kerajaan jadi itu mustahil"
"Begitukah, kalau begitu kau harus memberikan dia kesempatan bukan" sebari bersandar kekursi dengan kedua tangannya yang saling dilipat
"Hah! Memang kau siapa wanita miskin seolah - olah kau berkuasa disini"
"Ckk.. Sudahlah kau pilih aku menggambil uangmu atau kau memang kalah dalam tantanganku ini"
"Huh.. Baiklah aku terima tantanganmu tapi dalam waktu dekat, kau harus sudah pergi dari negara ini"
"Mudah saja" tersenyum remeh "Baik kalau begitu akan aku ambil uangmu, dan terima kasih nenek tua bye.. Sampai jumpa nanti"
"Ck memangnya dia siapa yang ingin bertemu dengannya lagi, arghh.. Sial dia membodohiku"
Olivia yang keluar dari ruangan tersebut seketika terhenti oleh seseorang yang menghalangi jalannya. Sedangkan ditempat lain Tomi yang tengah menggambil beberapa buah didalam gudang tetiba ia mendengar bahwa ada seseorang didalam gudang namun sedang berbicara dengan seseorang, saat akan dipastikan namun akan ada rasa penasaran tetiba ia mendapat kan tepukan dari belakang oleh Anna.
"OANJ**, lo ngapain sih pakai acara nggagetin orang kayak gitu" marahnya
"HEI!! NGAPAIN LU JADI NYOLOT SALAH SIAPA SITU PAKAI ACARA JALAN NGENDAP - NGEDAP GITU, ATAU JANGAN - JANGAN LU MAU NYURI BAHAN DISINI YAH"
"HUH APA LU BILANG TADI, NYURII? HAHAHA HEH NENEK OMPONG ASAL LU TAU AJA KALAU SEMISAL GUE NYURI UDAH GUE LAKUIN DARI DULU BODOH!"
TING.. TING...
David memukul pisau itu kearah lemari besi disebelahnya tepat didalam gudang.
"Masih mau memilih berdebat lagi atau gue nikahin kalian berdua"
"OGAHH" serempak keduanya
"Yaudah kalau masih nggak mau gue jodohin, sekarang mending kalian cepat kembali bekerja"
"Tapi tadi ada orang digudang ini Dav"
"Nggak ada, dari tadi gue dengerin perdebatan kalian nggak ada tuh sama sekali orang disini, udah deh mending cepet kalian kembali bekerja"
"Yahh~"
Ketika keduanya keluar dari gudang, David menyempatkan diri melihat kearah dalam gudang disana tak terlihat sama sekali ada orang.
__ADS_1
......................
Tanpa terasa pesawat yang ditumpangi Sam sampai dengan selamat, dimana disitu Lizza mulai mengintili Sam yang masih terasa risih di ikutin terus menerus, dia tidak memperdulikan omongan orang lain yang terpenting ia dapat disamping Sam sampai kapanpun.
"Apa aku harus menyuruh penjaga bandara untuk menangkapmu" selesai menggambil antrian kopernya
"Huh! Walaupun dalam jumlah 100 orang pun untuk menjauhiku darimu, aku akan tetap mendekatimu bagaiamana pun itu caranya karna aku begitu yakin kalau kau tidak akan pernah melakukan itu kewanita lainkan"
Sam tidak memperdulikannya ia tetap berjalan terus kearah keluar bandara disitu Lizza terus menggikutinya, tetapi ditengah perjalanan ia mendapatkan telfon dari sang nenek Sam.
"Ah tidak~, Halo ada apa sih gara - gara kau, Sam sekarang meninggalkan ku sendiri dibandara arghh.." nada kesal
"Begitu saja cengeng, sudah lebih baik kau dengerin baik - baik, aku habis dibodohi oleh wanita miskin itu!"
"Apa maksudmu"
"Dia telah mengelabuiku dengan perjanjian lagi seperti kalah itu kau tak boleh mendekatinya"
"Sudahlah nek, kau tak perlu khawatir karna tidak memungkin kan dia tau apalagi rencana perjanjian dia yang sebelumnya kan dia tidak tau jadi tenang saja, wanita miskin itu dapat uang dari mana orang yang mau membantunya"
"Kau benar juga, jadi apa rencanmu disana"
"Kau tenang saja aku akan mendekati hati dari cucumu itu, kau segera urus dia atau kau bunuh saja wanita itu"
"Membunuhnya itu tidak semudah yang kau katakan, karna aku akan membunuhnya secara halus tanpa ada debu yang terlihat"
"Hahaha... Pantas saja aku tak salah memilihmu untuk bekerja sama dalam hal ini nenek licik"
"Hahaha... Tentu saja"
Langkah kecil Olivia yang saat itu berjalan santainya setelah keluar dari rumah mewah tersebut, dengan tanpa dia sadari ia tengah di ikuti oleh mobil hitam yang tengah mengikutinya, sampai dimana dirinya akan menyebrang tanpa dia duga mobil tersebut mengendarainya dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya suara BRAKK.. sontak membuat siapapun terkejut melihatnya.
...Bersambung...
...****************...
Bonus galeri ponsel milik Sam :
__ADS_1