Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
77


__ADS_3

Bram yang berusaha melepas ikatannya, namun usahanya nihil tak menghasilkan sama sekali, sama halnya kepanikan anak - anak didalam ruangan rahasia mereka, disitu mereka tetiba mendapatkan suara lirihan yang membuat semua terdiam.


"Berisik"


"Apa kalian mendengar suara barusan" ucap Lucky


"Aku dengar" saut Harry


"Tunggu itu mungkin Bram, tidak dapat mendengarkan suara lemas kak Oliv apalagi tuh anak membuat suara kebisingan" ucap Kelvin


CRINGG.. suara rantainya membuat Bram yang kesal tak dapat melepas ikatannya seketika menghentikannya.


"Kak, apa itu dirimu"


"Hosh.. Yaa~ ini aku Bram, please jangan berisik okay. Tubuhku begitu lemas sekarang, biarkan aku memulihkan tubuhku untuk menghadapi musuh kita besok okay"


"Ah maafkan aku kak, kalau begitu istirahatlah"


"Kau juga Bram beristirahatlah sana, karna musuh kita jauh lebih kiat Bram, ini tidak semudah menghadapi Lizza maupun Volcer kau mengerti"


"Baik kak"


Disitu ketika Olivia terpejam Bram tak dapat tertidur, malahan dia langsung mencari cara untuk melepaskan tubuhnya dari ikatan tali tersebut. Berbeda halnya Daniel, David, dan Tomi langsung membawa beberapa pasukan dari bawahan paman Erick, dan bawahan Rosliana yang mana mereka mulai aksi keberangkatan mereka menuju lokasi.


Saat Bram hendak berhasil menggambil serpihan kaca secara mendadak para preman berbadan besar tersebut malah masuk secara terburu - buru melepaskan mereka.


"Cepat bawa mereka kemobil sekarang" pinta ketua preman


Olivia yang saat itu hanya melemas, tak berdaya hanya pasrah saat digeret menuju kemobil truk.


"Kalian akan membawa kita kemana lagi hah!" bentakan Bram


"Ketempat yang tak akan diketahui kawananmu"


"Brengsek lepaskan kami!!" Bram memberontak


"DIAM!!" Bentak preman "Cepat buat mereka berdua terdiam"


"Akhh..." kedua nya sama - sama tersengat listrik sampai - sampai keduanya tidak sadarkan diri


Disitu Kelvin masih mematau suara pembicaraan preman - preman tersebut, sedangkan Alex, Liam sudah menelfon bang David, bang Tomi.


"Kurasa aku harus berbuat sesuatu" hati kecil Lucky, tanpa babibu dirinya langsung melesat pergi tetapi Rosliana malah mencegahnya


"Mau kemana lo" sewot Rosliana

__ADS_1


"Nyari makanan laper gue, sekalian cari ide dijalan buat cara nyelametin kak Oliv"


"Awas aja lo sampek berbuat yang nggak - nggak sampai diluar rundingan rencana kita"


"Yah~ mama muda sewot amat"


"Udah - udah, mending lu cepet pergi jangan lupa sekalian cariin kita makanan juga" pinta Liam


"Okay"


Setelah Lucky keluar didalam Rosliana masih binggung dengan tingkah itu anak "Aku curiga tuh anak berbuat nekad tanpa ada rundingan dari kita - kita"


"Huh! Sudahlah jangan terlalu overthinking karna bisa saja dia memang mau mencari makanan diluar sayang" saut Harry


......................


Berbeda hal nya Sam yang tengah bersantai disalah satu cafe untuk menghilangkan kesedihannya sebari mengenang dirinya bersama dengannya, yang mana terdapat banyak sekali galeri foto Olivia disana.


"Kak i miss you" gumamnya mengusap foto Olivia yang tengah tertawa lepas


Tetiba lamunannya terbuyarkan oleh suara telfon dari Lucky.


"Apa" "Iya aku diluar" "Temui dicafe tongkoran kita dulu" hanya menjawab seadanya karna ia sudah tak mood untuk bercengkrama


Tak lama Lucky datang dengan santainya didepan Sam.


"Aishh santai bro, gue mau bilang aja tanpa berbasa basi. Gue minta lu segera nikahin Keyna"


"Apa maksud lo"


"Gue tau kak Oliv udah tiada, tetapi setidaknya adanya Keyna lo bisa jadi ada teman disampingnya"


"Ckk lo datang kesini buat keributan sama gue hah! Lu tau Keyna itu bukanlah takdir gue dia tuh udah ada yang memiliki. Apalagi situasinya tuh anak sama kayak gue waktu itu, makanya dia meminta tolong padaku untuk membawa mereka pergi dari negara ini"


"BAGUSS!! Bawa saja mereka pergi dengan begitu kita semakin mudah menemukan eh maksud gue itu" Lucky merasa keceplosan hanya merasa kebingungan melihat Sam menatapnya penuh dengan pertanyaan


"Siapa yang kau maksud ditemukan"


"Maksudku tuh ditemukan" nada gugup


"Jangan mengalihkan pandangan serta pertanyaanku ya Luc, aku tau lo tuh tak pandai menyembunyikan rahasia, jadi please beritahu apa yang terjadi sebelum gue mencari itu sendiri dengan atas dasar kesalahanmu"


"Ah tidak Sam maafkan aku sebenarnya itu"


......................

__ADS_1


BRAKKK... Seketika pintu ruangan rahasia mereka dibuka secara kasar oleh Sam, dimana semuanya terkejut melihatnya, serta merasa geram dibelakangnya ada Lucky yang tertunduk takut dengan tatapan sahabatnya.


"Katakan apa kalian tau kak Oliv masih hidup" Semua masih terdiam "Huh! Aku sudah menduganya, kenapa kalian menyembunyikan rahasia SEBESAR INI KEPADAKU HAH!!"


"Sorry Sam kita melakukan ini demi kak Oliv yang memintanya" ucap Liam


"Lalu kalian begitu setuju saja dengan keputusannya yang sebesar itu untuk demi melindunginya begitu" "Huh itu salah!! Apalagi nenekku itu manusia yang begitu licik, terutama dalam hal menghancurkan orang yang menghalangi jalannya, kalian tak dapat melawannya apalagi bang David sendiri, bukanlah tandingannya !! tetapi tandingan wanita tua itu adalah aku. Kalian tau karna dirikulah kekuasaan akan kupengang, dengan begitulah dia membonekakan ku seperti apa yang dia mau, dengan begitu aku dapat mengambil ahli kekuasaannya dengan melawannya kenapa jadi kalian menutupi semuanya dariku. Kalau begini bagaimana nasib kak Oliv disana hiks..."


"Maaf Sam, kita tak dapat berbuat apapun selain perintah kak Oliv dan juga bang David" ucap Harry


"TETAPI KAU BISAKAN MEMINTA BANTUANKU, AKU BISA MELINDUNGINYA, UNTUK MELAWAN MEREKA" menarik kerah Harry


BUGH.. BUGH... Kelvin yang awalannya hanya diam seketika memukul wajah Sam


"MEMANGNYA KAU BISA BERBUAT APA HAH! BUAT APA YANG ADA KAU SEORANG PENGECUT SEPERTI DULU"


BUGH... Balasan pukulan dari Sam


"Gue bukanlah Sam yang dulu, mengerti" tegasnya


BUGH... Berulang lagi Kelvin memukulnya


"Ck basi! Yang ada kau tak dapat berbuat apapun selain diam, apalagi ayahmu itu juga sama gilanya seperti nenekmu"


Sam seketika mengkerutkan alisnya, lalu Alex menarik tubuh Sam untuk berbicara secara dingin. Sedangkan Lucky yang terdiam didepan pintu seketika mendapatkan tamparan dari Rosliana 'PLAK'.


"Ini akibat ulah dari lo, kalau saja sedari awal sudah mencurigaimu brengsek mungkin ini tak akan begini"


"Sudah cukup sayang, ada baiknya kalau kita memberitahu Sam karna kak Oliv sudah dizona berbahaya sekarang, mending kita masuk okay mendengarkan rencana selanjutnya dari Alex maupun Sam nanti, dan kau masuklah Luc" Rosliana yang kesal langsung masuk kembali kedalam


"Maaf"


"Tak apa, masuklah semua sudah terjadi. Semoga ini akan menjadi jauh lebih baik untuk menyelamatkan kak Oliv" mendapatkan anggukan dari Lucky


Sedangkan Alex menceritakan kejelekan serta bukti ayahnya, disitu Sam merasa geram.


"Aku minta jangan membuat reaksi apapun setelah kuberitahu kejelekan om Volcer kepada keluargamu, karna begitu akan sakitnya mamamu kalau mengetahuinya"


"Aku tau, tapi apa kalian tau dimana kak Oliv berada sekarang"


"Tidak sama sekali, apalagi Bram yang disekap bersamaan dengan kak Oliv tak memberikan sinyal sama sekali. Kata bang David saat ini mencarinya tengah frustasi, karna jam tangan Bram yang segaja dibuang ketengah hutan itu ada kaitannya kalau mereka telah tau tentang lokasi mereka dimana. Apalagi ayahmu pernah ikut dalam kerja sama perlindungan kak Oliv"


Sam yang hanya mengacak - acak rambutnya seketika terhenti "Aku tau, apa yang harus kita lakukan. Sebelum semua itu akan terjadi kepada mereka" menatap bola mata Alex penuh dengan amarah diwajahnya.


...Bersambung...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2