
Olivia yang lagi asik main air bersama Sonya, mbak Anna, sedangkan Jiro menghampiri Sam yang masih membawa kamera LSR tersebut.
"Gimana hasilnya"
Sam langsung menyerahkan kamera tersebut "Kakak lihat saja sendiri"
"Wah bagus juga hasil jepretanmu tampan, makasih ya"
"Hihi... Sama - sama kak"
"Apa kau tidak tergoda saat memotretnya, ah.. Aku tau - aku karna rata - rata semua pria akan tergoda dengan kecantikannya"
Jiro yang merasa bahagia telah menggoda Sam yang sudah tersulut emosi.
"Kalau kau tidak mendekatinya lebih dulu, tuh cowok disebelah situ kau tau dia kupastikan akan mendekati nya. Apalagi Olivia tuh suka sekali dengan cowok yang menujukkan abs besarnya gitu"
Memang benar ada seorang cowok berambut brown, dengan membawa temannya yang mana mereka hanya memakai celana pendek, dengan atasan polos. Sambil berjalan dengan berlagak malu - malu mendekati Olivia yang sekarang tengah tertawa penuh bahagia tersebut.
Melihat itu Sam tidak diam saja, ia langsung dengan langkah cepat menghampiri Olivia lebih cepat.
"Kak Liv, boleh aku meminta tolong kepadamu"
"Hah? Oh ada apa ya"
Lalu ia membisikkan kearah Olivia "Tolong dong kak fotokan aku, kalau aku minta yang lain aku malu"
"Mmm.. Baiklah ayo"
Penuh bahagia Sam langsung menarik tangan Olivia yang membuat kedua cowok asing itu langsung memutuskan mundur, melihat tatapan intimidasi dari Sam.
Jiro yang melihat kejadian tersebut hanya tertawa terbahak - bahak yang membuat Tomi, Kimmy dan David hanya saling tatap bersamaan.
"Gila tuh anak" ucap Kimmy
"Emang lah lu sangka tuh anak waras apa" saut Tomi
Sedangkan Sam membawa Olivia lebih jauh dari tempat anak - anak, disana adalah tempat yang begitu sangat sepi.
"Maaf kak aku membawamu lebih jauh dari mereka, karna aku takut kalau mereka akan mengejek gayaku"
"Hehehe ada - ada saja kau ini Sam, yaudah sini ponselmu"
"Ah ini kak" begitu antusias memberikan ponsel miliknya
Lalu Sam menyeburkan diri terlihat seluruh tubuhnya basah, membuat Olivia terkejut apa yang dilakukannya.
"Apa yang kau lakukan Sam!"
__ADS_1
"Ha? Membasahkan diri dulu kak" menghampirinya sambil menggulung lengan bajunya
"Astaga apa yang anak ini lakukan, OMG seksi sekali ototnya ARGGHHH MAMA..."
"Ayo kak fotokan diriku dengan gaya seperti ini dong"
"O - ouh ba - baiklah"
CREKK..
"Gimana kak hasilnya"
Sam yang berlari menghampiri Olivia lalu melihat dari belakang tubuhnya, membuat tubuhnya merinding, dan perutnya serasa berputar - putar. Karna alasan cuma satu yaitu tetesan airnya tuh menetes tepat dipundaknya.
"Bagus juga, kak gimana kalau fotokan aku lagi dong disini tunggu ya"
Sam pun langsung duduk diantara dua kakinya ditepian bibir pantai.
"Deras juga ya kak airnya hehe"
"Kalau nggak deras itu bukan air laut dong"
"Ah iya juga ya hehehe"
"Hmm ada - ada aja kau ini Sam" sebari menggelengkan kepala

CREEKK..
"So sexy, arghh.. Tidak~ pleasee sadarlah bodoh"
Olivia melihat Sam bertingkah seperti anak kecil membuat nya hanya terkekeh geli, karena secara tiba - tiba Sam langsung berubah menjadi tengkurap dengan mengambil air dengan penuh kebahagiaan.
"Kak gimana ya kalau semisal nih yah air berubah jadi berlian"
"Haha... Mana mungkin bisa lah, ada - ada aja kamu nih, udah ayo kufotokan satu, dua..."
CREEKK...

Didalam foto Sam pun langsung memalingkan wajahnya karna ia tau kalau Olivia tengah berjongkok miring namun pemandangan nya begitu sangat terbuka, karna ia tau dia adalah pria normal jadi ia mencoba cara untuk tidak melihatnya.
Setelah difoto Sam terburu - buru berdiri, dan berjalan menghampiri Olivia, dan duduk disampingnya.
"Kak, makasih telah menfotokanku. Boleh aku melihatnya" Oliviapun langsung memberikan ponselnya kempemiliknya "Kak, aku minta jangan berjongkok seperti itu, duduklah saja"
__ADS_1
Cara bicara Sam membuat nya tersadar bahwa pahanya begitu sangat amat terbuka, seketika dirinya merasa malu, dan langsung menutup wajahnya.
"Mmm kak, kalau boleh tau tipe ideal pria seperti apa sih kakak ini"
"Aku" menujuk dirinya, lalu Sam menganggukkan kepala "Mm.. Tipe ideal pria yang kusukai tuh orangnya harus lebih dewasa dariku, melindungiku, dapat menghibur diriku, menuntun diriku kejalan benar, ah ya terlihat mengemaskan juga dan orang yang tidak pemalas sih"
Sam pun hanya tersenyum begitu lebar mendengar ucapan Olivia.
"Ah ya ada lagi dia itu harus menerima apa yang ada didalam diriku, maupun kehidupanku"
"Wah~ itu seperti aku banget ya kak"
"Ha? Apa aku tidak salah dengar hehehe... udah ah jangan bercanda"
"Untuk apa diriku bercanda kak, aku benar - benar serius menyukaimu kak" menggambil telapak tangan Olivia dengan penuh kelembutan "Kak, maaf aku tidak seromantis apa yang kakak harapkan akan tetapi boleh kah aku menyantakan tentang perasaanku kepadamu kak, walaupun aku tidak tau apa jawaban mu nantinya tetapi setidaknya aku telah mengunggkapkan perasaanku kepadamu kak untuk kesekian kalinya ini"
Keduanya pun seketika terasa gugup, dan tanpa mereka sadari jantung keduanya sama - sama berdetak lebih cepat.
"Kak, sebenarnya sudah sedari awal aku telah menyukaimu, aku tidak hanya menyukai kau hanya dari segi fisik saja darimu, tetapi melainkan hatiku ini selalu berdetak. Apa kakak dapat merasakannya" mengarahkan telapak tangannya kearah dadanya
"Oh astaga! kenapa dia begitu cepat sekali berdetak, jangan bilang kalau dia benar - benar mencintaiku"
"Kau tau kak, aku selalu merasakan ini saat berada didekatmu, aku tak pernah membohongi tentang apa yang kurasakan. Jadi bisakah aku menjadi kekasihmu kak"
"Hah?Mmm.. Sam eh sebenarnya" tiba - tiba ia melepaskan tangannya dari genggaman "Maafkan aku Sam lebih baik kau luluskan dulu studimu saat ini, dan carilah pekerjaan yang memang kau minati" Sam hanya menundukkan kebawah dengan raut sedih
"Setelah kau menjadi seseorang yang dapat dibanggakan dari nol, disela itu pula kau dapat berjuang untuk membuatku menaruh hati ini untukmu, jadi dengan begitu ada besar kemungkinan aku akan sedikit memberikanmu peluang untuk dapat menerimamu" sambil berdiri "Berjuanglah lebih keras lagi ya, aku akan menunggumu"
Dalam waktu sekejap Sam melebarkan matanya, dan langsung menoleh kearah sampingnya ternyata Olivia sudah berlari menjauh darinya.
"Hehe.. Aku berjanji kepadamu kak, aku akan segera menyelesaikan semuanya, dan segera membawamu kepelukanku ARGHHH SENANG SEKALI. Ah tidak - tidak aku akan berjuang sekali lagi saja" gumamnya sambil memegang pipi kirinya yang sudah bersemu kemerahan.
Sedangkan Olivia sendiri kembali keresort untuk mengganti pakaiannya, dengan menggelengkan kepala berulang kali, karna ia menginggat barusaja apa yang terjadi dengan dirinya yang begitu nekat melakukan ciuman tepat dipipinya.
...----------------...
Tak terasa sore pun tiba, semua orang tengah tertidur karna seharian penuh bermain air. Ditengah Olivia terbangun tiba - tiba ia merasa malas untuk kemana - mana apalagi melihat Sonya sudah tertidur pulas disebelahnya. Akhirnya ia membuka aplikasi instagram disana dirinya melihat ada beberapa tag untuknya, dikalah ia melihat ada foto hasil jepretan dari akun Sam, seketika ia menyadari difoto tersebut adalah dirinya yang waktu itu menunggu Sam yang bersiap dulu, jadilah dirinya memutuskan membuat secangkir kopi susu.
Caption : Aku tidak percaya ini mimpi ataukah malah sebuah ilusiku yang nyata. Kalau pun benar maka makasih ♥ telah memberikan diriku kepercayaan untuk berjuangkan dirimu kembali, aku disini akan selalu berjuang demi mendapatkan hatimu ♥
Olivia pun membalas pesan tersebut dengan senyum - senyum sendiri.
...Bersambung...
...****************...
__ADS_1