Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
78


__ADS_3

Terlihat semua tengah menyiapkan hari kebahagiaan, dengan penuh bahagia mereka tengah disibukkan masing - masing pekerjaan.


Baju elegant nan cantik kerajaan yang melekat ditubuhnya itu, membuat siapapun akan tunduk hormat kepadanya.


"Halo nyonya, kau tau aku merasa sangat bahagia sekali nyonya, apalagi pangeran sendiri yang meminta mempercepat pernikahan ini membuatku begitu amat terhormat sekali haha.."


"Aku tau, seharusnya kau berterima kasihlah kepada anakmu yang berupa cantik itu, dengan begitu cucuku yang tak dapat kusangka - sangka dapat berpindah ahli terpesona dengan kecantikannya Keyna"


"Haha... Bisa saja anda ini, begitu juga rupawannya tak jauh - jauh dari hasil wajahku hahaha"


Nenek Sam yang tertawa tipis "Kau memang benar tuan, aku tau hasil pembuahanmu itu memang tak pernah terkalahkan xixi"


Terpancar kebahagiaan tengah dirasakan keluarga besar, beserta masyarakat yang tengah menantikan pernikahan kerajaan disetiap televisi mereka. Tetapi tidak dengan raut kesedihan dari wajah ibu Sam yang menatap curiga dengan kepulangannya penuh akan lebam diwajahnya, saat malam itu dirinya hendak mempertanyakannya malah yang dia dapat bukan jawaban melainkan kemarahannya.


"Bi, apa kau baik - baik saja" ucap Rosliana


"Ah tidak apa - apa nak, makasih ya sayang kau sudah jauh - jauh datang kemari untuk melihat kebahagiaan kembali dari raut Sam, walaupun dia tidak mengetahui fakta kalau Oliv masih hidup. Tapi aku binggung kenapa dia bersikap cepat sekali menyukai Keyna padahal dia begitu sangat mencintai sekali Olivia, tapi ini sudahlah aku juga binggung pula dengan sikap ayah Sam yang membela pernikahan anaknya ini apa dia tak mengerti perasaan Olivia saat ini kalau sampai dia"


"Dia baik - baik saja kok bi, jangan terlalu difikirkan, yang terpenting anakmu bahagia disana okay" merangkul pundaknya


Disana semua orang tengah menunggu penantian ucapan janji suci dari kedua mempelai, yang akan segera dimulai dari balik layar.


Tetesan airmatapun menguyur dengan sendirinya dari balik mata Olivia, apalagi ia merasa gagal mendapatkan lelaki yang ia cintai.


"Utututu... Apa kau begitu merasa sedih cantik, ouhh untuk apa kau bersedih ini bukan akhir hidupmu kok, ups.. salah ya sekarangkan akhir hidupmu wanita miskin sorry" ejekan Lizza


"LEPASKAN BOM ITU DARI TUBUH KAK OLIV PELACUR!!"


TUTT... TUTT... Bom yang menempel dijaket milik Olivia membuat dirinya hanya terdiam ketakutan, sedangkan Sam yang diikat kembali ditiang bangunan membuatnya semakin geram.


"Ouch... Untuk apa aku melepaskan bom ditubuhnya, itu bukan kehendakku apalagi ini sudah kuasa dari wanita tua dilayar sana, apalagi kalau seandainya aku melepas bom ditubuhnya yang ada bom disetiap bagunan ini yang akan merutuhi ku juga dong, nggak mau ah aku kan belum menikmati kenikmatan lelaki dan uang mereka"


"DASAR WANITA GILA, PELANCUR, BRENGSEK, LONTEE..."


"Apa! Kau mengataiku apa" mendekati Bram lalu menampar pipinya "Beraninya kau mengataiku dengan ucapan gila mu hah!"


"Bukankah aku sudah benar dengan sebutan untukmu yah"


"Brengsek!" sekali lagi dia menamparnya "Kuperingatkan kepadamu yah, kau itulah yang pantas disebut lelaki pengemis cinta"


"Bukankah itu bagus, dari pada situ *****" smirk yang dia keluarkan


"KURANG AJ..."


Seketika dirinya menghentikan aksinya, karna acara pernikahan itupun telah dimulai. Seorang MC yang dibawakan sendiri oleh Lucky beserta Liam membuat suasana kebahagiaan terpancar dari raut Sam, sedangkan Olivia yang merindukan wajahnya membuatnya semakin terpukul melihat fakta yang ada.


"MATIKAN LAYARNYA LONTEE"

__ADS_1


"Ck buat apa aku matikan bukankah ini akan semakin bagus kita menyaksikan kebahagiaan pangeran, bukankah begitu Olivia"


"Kurang ajar, cepat kau matikan anj**"


"Bisa diam tidak sih berisik tau nggak"


Olivia yang tak memperdulikan perdebatan keduanya, seketika terkejut melihat pemutaran prawedding keduanya yang bukan keromantisan melainkan pembicaraan beberapa kejahatan yang dilakukan keempat orang tersebut.


"Apa ini!" ucap Olivia membuat keduanya juga sama - sama melihat kearah layar tersebut "Huh! Akhirnya hikss.. Aku tau kau tak akan pernah terhapus cintamu dariku Sam hiks.. Aku sangat mencintaimu" kata hatinya sebari tersenyum menatap layar tersebut (seperti gambar dibawah)


Keributan pun terjadi disana, ketegangan terlihat dari ketiganya.


"APA - APAAN INI" bentak Volcer


"Kejutan untuk KALIAN" teriak Sam "Bagaimana kejutanku begitu indah bukan"


"Apa kau!" tunjuk Volcer


"Aku sudah mengetahui kejahatan kalian bertiga, termasuk perselingkuhanmu dengan Lizza, apa perlu kutayangkan adegan ranjangmu dengan dia kesemua orang"


"Tidak! Apa yang kau katakan nak, menuduh ayahmu"


"Maaf ma, kurasa kau tak perlu tau buktinya karna itu akan menyakitkan mu. Aku sudah merencakan ini untukmu dan juga orang yang kucintai sekarang, Ros aku minta bawa mamaku kedalam biar mereka ku urus"


"Ayo bi"


"Tidak mana mungkin aku selingkuh dibelakangmu sayang, mengapa kau begitu percayanya dengan anak kurang ajarmu"


"Benarkah, lalu ini apa tuan Volcer" Sam memutarkan sebuah video adegan ranjangnya dengan Lizza dihadapannya seketika ibu Volcer yang melihat itu syok "Maafkan aku ma, tapi ini demi membuktikan kebeneran ku atas perselingkuhannya"


PLAKK.. Ibu Sam langsung menampar suaminya


"KURANG AJAR, BIADAB, AKU MEMBENCIMU" seketika matanya pun menggelap


"MA... Bawa mamaku kedalam, dan AKU MINTA CEPAT TANGKAP MEREKA BERTIGA"


Tamu yang awalannya duduk seketika berdiri dengan cepat membawa mereka bertiga karna mereka adalah intelejen polisi yang menyamar.


"GAWAT SAM! NENEKMU TELAH MEMUTAR KECEPATAN BOMNYA SEMAKIN CEPAT" Teriak Kelvin yang duduk dibawah panggung


"BRENGSEK" Seketika Sam mendekati neneknya langsung mencekek lehernya


"SAM" teriak semuanya


"KURANG AJAR, BERANINYA KAU!! SUDAH BERULANG KALI AKU BERSABAR DENGANMU SAAT INI AKU TAK AKAN BIARKAN DIRIMU HIDUP WANITA TUA!!"


"LEPASKAN NENEKMU SAM! DIA ITU JUGA IBUKU BRENGSEK"

__ADS_1


"KUTAK PEDULI AKU LAKUKAN INI SAMA SEPERTI WAKTU DIA MENEBAK KAKEK DIHADAPANKU"


Beberapa kepolisian memisahkannya, namun kekuatannya begitu kuat tak kuasa mereka melepaskannya raut sang nenekpun semakin memucat.


"LEPASKAN SAM!! BUKAN SAAT NYA KAU MEMBUNUHNYA SEKARANG CEPAT, KAU PERGI TEMUI OLIVIA DISANA, DAVID, TOMI SUDAH BERADA DIDEKAT LOKASINYA" teriak paman Erick "BIAR MEREKA MENJADI URUSANKU"


Sam pun langsung luluh dengan perkataan sang paman, dengan cepat ia pergi menaiki mobilnya menuju ketempat helikopter pribadi kerajaan.


Sedangkan menegangkan ditempat ruangan kosong tersebut, membuat Olivia tak berdaya apalagi waktunya semakin cepat. Bram yang saat itu tak dapat melakukan apapun hanya meneriaki Lizza yang hendak keluar.


"LONTEEE... PELACUR MAU KEMANA LO BRENGSEK, DASAR LONTEE EMANG DASARNYA TUH ANAK MEMANG COCOK DENGAN MENDIANG ORANG TUANYA KAK SAMA - SAMA SUKA OPEN BO HAHAHA *****.. LONTEE.."


Lizza yang merasa geram pun langsung menghampirinya dengan membawa pisau. 'JLEB' pisaupun langsung menancap dengan sempurna di perutnya.


"Apa kau sudah bosan hidup hah!"


"Akhh.. Iya untuk apa aku bertahan hidup kalau ujung - ujung gua mati disini bersama dengan kak Oliv hah!"


"Begitu, kurasa kau lebih dulu saja yang mati! Jadi enak kau tak akan merasakan kesakitan bom yang akan menghancurkan ini gedung, sekalian kau mati dengan wanita miskin itu hahaha"


JLEBB sekali lagi ia mengeluarkan pisau langsung menacapkannya lagi, melihat Bram yang banyak mengeluarkan darah, Olivia yang terkejut melihatnya dengan geram ia melihat ada kapak yang tak jauh darinya, seketika dirinya menggambil benda tersebut.


"MATILAH DULU KAU LIZZA!!"


SREEGGG... (sesuai digambar dibawah) ketika Lizza sudah tergeletak Olivia yang terkejut atas perbuatannya dirinya hanya bergetar ketakutan.


"A - apa yang ku - lakukan ti - tidak" melihat banyak darah ditangannya (sesuai gambar dibawah)


"Kak~ jangan takut" lemas Bram


"Tidak Bram, a - aku telah membunuhnya"


BRAKK...


Bram yang melihat arah pintu tersebut seketika tersenyum lalu semuapun menggelap.


...Bersambung...


...****************...


Bonus gambar :




__ADS_1


__ADS_2