Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<38>


__ADS_3

Suasana tepat diruangan rahasia yang begitu amat megah tersebut telah terdapat lima orang yang tengah duduk dimeja panjang milik ruang rapat sang ratu, dimana mereka saling berbincang begitu amat serius sebari canda tawa yang meliputi pembicaraan mereka.



"Bagaimana ratu apa kerja sama kita ini akan tetap dilanjutkan"


"Tentu saja hahaha" tawanya


"Baiklah kalau begitu apabila kau masih tetap ingin melanjutkan kerja sama kita, maka hubungan kekeluargaan harus kita jalankan dong ratu"


"Maksudnya?"


"Sebagai rasa kerja sama ini akan terus mengalir dengan keuntungan satu sama lain, maka kita harus melakukan hubungan jalinan kekeluargaan bukan"


"Hehehe... Bukankah kita sudah terjalin keluarga ya" kekehannya


"Ya tentu saja tidak dong, menjalin sebuah keluarga itu dengannya ada hubungan yang seharusnya kau resmikan kesebuah jalinan serius seperti halnya kau dapat menikahkan anakku dengan cucu kesayanganmu itu"


"Tentu saja tidak bisa"


"Kenapa? Kurang secantik apa anakku ini" sebari menggengam tangan mungil anak cantiknya


"Cantik, namun sayangnya apa cucuku akan mau menikah dengan wanita licik seperti dirinya"


"Tentu saja mau"


"Benarkah, apa selama ini anakmu itu sudah berhasilkah meluluhkan cucuku ketika dirinya masih dibangku sekolah yang sama dulunya"


Perempuan muda itu hanya dapat meremat gaun cantiknya.


"Lalu apa cucuku pernah untuk mendekatinya, kurasa cucuku bukan lah tandingan yang mudah untuk meluluhkan dengan paksaan menikahkan dirinya untuk menikah dengan gadis kecil licikmu itu"


"Beraninya kau!" bentak amarah sang ayah "Bunuh semuanya, dan siksa nenek tua itu!" memerintahkan para bawahannya untuk menembaknya


Seketika suasana mencekam karena para bodygard telah melayangkan tembakan kearah anak buah ratu beserta seketarisnya yang langsung mati ditempat*.


DORRR DORR


"Cukup! Jangan kau bunuh wanita tua ini daddy, untuk apa dirimu mensia - siakan untuk membunuhnya"


"Memangnya kenapa nak, dia sudah"


"Hussttt... Cukup daddy, aku punya rencana lain untuk menyiksa dirinya" membelai rahang keras milik pria dewasa tersebut


"Kau tau wanita tua tidak seharusnya kau hidup, apalagi dengan banyaknya rahasia didalam dirimu aku sekarang sudah tau mengapa suamimu cepat pergi ternyata itu bukanlah dirimu melainkan kau yang sudah membunuhnya" menekan kan kalimatnya sebari mencekik lehernya


"Da - darimana"

__ADS_1


"Kau tak tau darimana aku mengetahui semua rahasiamu akan tetapi dengan adanya rahasia besarmu ini akan seketika menghacurkan istana beserta jabatanmu yang pastinya dirimu akan selalu terjerat kedalam penjara" melepas kan cengramannya


"Jangan, kau meminta apapun jangan pernah membongkar rahasia besar ini dan juga saya minta pula jangan menikah kau dengan cucuku, aku tetap tidak akan pernah merestuinya"


"Kenapa? Malah itu yang ku inginkan nenek" dengan raut sedih


"Karna aku tidak mau cucuku jatuh ketangan wanita licik sepertimu, kalau kau bersama dengan cucuku lalu mau kau kemanakan sugar daddy mu itu hah!"


"Wah - wah kau begitu mengkhawatirkan nya ckk.. Kau tak perlu khawatir dia hanyalah mainan pemuasku" bisiknya


"Dasar wanita pelacur!!"


PLAKK...


Perempuan muda tersebut seketika menampar pipi sang ratu tanpa ada rasa bersalah.


"Apa! Mau protes itulah aku mengapa kau begitu tidak terima hah! Sudahlah kau cukup turuti kemauan ku ratu tua"


"Saya tidak akan pernah mau"


"Begitukah, baiklah gimana apa kalian sudah menemukan nya"


"Sudah"


"Bagus, cepat berikan alat pendeteksi jarinya"


Ternyata sedari tadi anak buahnya telah membongkar semua data saham serta keahli warisan semua yang dijalaninya telah mereka geledah, dan mengantikannya dengan nama ahli waris ke tulisan nama Helena Daltision, atau tidak lain nama perempuan muda ini.


"Wah cukup pandai juga kamu ini yah, tidak sia - sia aku memperkerja kan mu menjadikan dirimu sebagai bawahanku, thank you honey"


CUPP..


Dia mencium pipi bawahannya sebagai rasa terima kasihnya, hal ini sudah biasa baginya karena dengan begitu masih banyak orang yang masih mau membantunya.


"You're welcome baby, kau tinggal berikan cap jarinya agar semua akan cepat teralihkan kedalam genggamanmu"


"Baik sekarang pegang kuat wanita ini agar tanda cap tangannya cepat teralihkan tahtanya jatuh kepadamu baby"


"Okay, cepat tahan dia agar tangan dia sebagai tanda buktinya, cepat!"


Kedua anak buahnya langsung mendekap si ratu dengan paksaan, lalu Helena menarik paksa jari nya untuk menempel kesebuah layar lebar tersebut. Dengan sekuat tenaga sang ratu memberontak namun naasnya dia digampar kuat oleh Helena sampai ia terpingsan.


"Huh! Susah sekali mengurus nenek tua ini, begini saja kan sudah beres tak perlu susah - susah juga kan aku melakukan beberapa tarikan tadi, ya sudah ayo cepat kita pergi sebelum mereka menyadarinya"


Setelah mereka pergi, tak lama kemudian sang ratu pun langsung tersadar dengan melihat ruangannya penuh dengan kekacauan ia tersadar dengan cepat ia mencari tap milik seketarisnya, betapa terkejutnya ia melihat bahwa semua harta milik suami serta hasil usahanya selama ini seketika hancur lebur karna nama pemegang keuangannya sudah beralih ketangan Helena.


"KURANG AJARR!!"

__ADS_1


Dengan penuh emosi ia berlahan berjalan tertata tata keruangan resepsionisnya yang mana mereka terkejut melihat keadaan ratu, dengan cepat mereka membantunya.


"Ada apa dengan anda nyonya"


"Berikan ponselmu kepadaku, CEPAT!!"


Seketika dia menelfon seseorang disana ia marah besar "SAYA TIDAK MAU TAU CEPAT KEMBALIKAN SEMUA NYA KEPADAKU WANITA PELACUR!!"


"HAHAHAHA... Itu tidak lah mudah wanita tua, apabila kau mengingginkan semua itu kembali maka secepatnya nikahkan aku dengan cucumu kalau tidak maka semua akan berada didalam kendaliku"


TUTT...


"KURANG AJAR ARGHHH!!"


Disitu sang ratu terlihat begitu amat frustasi, lalu ia menghubungi anak kesayangannya yaitu ayah Sam.


"Ada yang ingin ibu katakan kepadamu hal yang penting, temui aku malam nanti"


......................


Off flashback


Setelah puas membeli beberapa cemilan dipasar jajanan merekapun memutuskan kembali kerumah, dimana ia memberikan oleh - oleh kepada orang dirumah.


"Wah banyak juga jajanan mu, banyak juga ternyata uangmu Liv"


"Ini semua bukan uang ku melainkan kekasihku"


Mendengar seruan Olivia yang mengakui dirinya kekasih membuat telinga beserta pipi Sam seketika memerah.


"Hmm.. begitu sangat beruntung yah dirimu"


"Tentu saja, sudahlah makan saja ini jangan banyak tanya jadi orang" sindirnya sebari bersandar dibahu Sam


"Yayayah"


Kedua lelaki ini hanya mengelengkan kepala, sedangkan kedua keponakannya telah tertidur terlebih dulu.


Waktu tak begitu terasa sudah menujukkan tengah malam, terlihat lampu sudah padam semua hanya tersisa lampu yang menyorot dari arah dapur. Semua orang pun tengah tertidur pulas, Olivia pun juga menikmati tidurnya walaupun dia tidur didepan televisi, dengan balutan kasur lantai.


Tetapi tidak dengan Sam yang masih setia tak tidur karna ada beberapa berkas perkantoran serta tugas kuliah yang harus segera ia selesaikan, ditengah mengerjakan tetiba dirinya merasa haus dengan santai ia berjalan kearah dapur.


"Kau masih belum tidur pangeran Sam Volcer"


Sam yang mengambil minuman didalam lemari pendingin seketika membeku terdiam, siapa orang itu yang telah mengetahui identitasnya.


...Bersambung...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2