
"Kak, apa kau masih mau membantuku kak. Yasudah kak bisakah kau pinjamkan aku bulpointmu"
"Ini" sebari memberikan bulpoint Sam pun langsung menuliskan sesuatu disobekan kertas penjualannya "Kak, aku minta kau hubungi dia kupastikan, ia akan percaya dan membantumu untuk menolongku dari siksaan mereka kak. Mereka menyekap anak - anak jalanan disini tepat digedung kosong pojok hutan sana, please kak"
Melihat ada yang memantaunya Sam pun langsung terburu - buru ketengah jalan dengan menjual barang dagangan nya.
Olivia berawal ragu ingin menghubungi nomor tersebut, karna ia tidak begitu tau kalau dia benar - benar disiksa oleh para penjahat ataukah dirinya yang dibohongi, sampai akhirnya dia tersadar kalau anak itu terdapat beberapa luka parah.
Dengan penuh keberanian ia langsung menghubungi orang tersebut, ternyata benar saja anak itu adalah anak dari orang kaya. Setelah Sam dan beberapa anak lainnya telah terbebas, Sam kecilpun sering kali bermain - main ketempat ibu Raina yaitu panti asuhan.
Sekedar hanya bermain dengan Olivia, walaupun mereka hanyalah bermain air ditepian sungai dekat panti.
"Oh ya kak aku menebak namamu kakak Olivia kan"
"Kok kamu tau"
"Taulah, orang disini memanggilmu dengan sebutan itu kepadamu"
"Hahaha kau memang benar, lalu aku sendiri tidak tau namamu"
"Namaku S..."
"NAK.. AYO KITA PULANG INI SUDAH MALAM SAYANG" Teriak Ibu Sam
"Baik ma, kak aku pergi dulu ya besok akan kesini lagi"
"Ok, bye - bye..."
Sejak itulah Sam dengan Olivia begitu akrab sampai usia mereka beranjak 2 tahun, dan sama - sama saling dekat. Akan tetapi diselah kebersamaan mereka nenek Sam pun datang - datang melarang Olivia beserta orang panti untuk tidak lagi berhubungan dengan cucunya.
"Saya tidak mau tau, kalian tidak ada yang boleh menghubungi cucu kesayanganku kalau tidak maka panti ini akan kami bakar"
"Anda punya hak apa melarang kami bertemu dengan cucumu" bantah Olivia
"Siapa kamu berani sekali dengan orang tua, apa ibu pantimu tidak mengajarkan tentang sopan santun" lalu ada yang membisikkan dibelakang neneknya yaitu seorang bawahan setianya "Oh jadi kamu yang selalu ditemui oleh cucu saya, baiklah kamu tau nak kalau apa yang kulakukan jika kau berani mendekati cucuku, lihat apa yang akan kulakukan kepada ibu tua ini"
Tepat dihadapan Olivia nenek Sam menodongkan pistol tepat didahi ibu Raina, melihat itu salah satu anak panti berlari, dan mendorong tubuh wanita tua tersebut.
"BERANI SEKALI KAMU YA!"
DORR...
"AAHH" teriakan semua anak panti
__ADS_1
"Hiks... Hiks... Dasar manusia kejam beraninya kau melakukan ini kepada adikku!"
"Makanya kau harus menurut gadis kecil kalau sampai tidak, maka ibu panti kalianlah yang menjadi korban selanjutnya"
"Tidak!! Baik - baik hikss.. kalau anda meminta kami untuk menjauh dari cucu maka aku akan menyuruhnya untuk pergi, berilah aku kesempatan untuk mengatakan terakhir kali untuknya agar dia membenci diriku"
"Baik - baik, kalau bisa kau suruh dia untuk mau bersekolah keUSA"
"Baik hiks... Hiks.."
Setelah mereka pergi semuanya pun seketika berduka, atas kematian salah satu anak panti.
Sampai diesokkan nya, Sam datang sambil membawa banyak sekali makanan, tanpa disadari semuanya sedikit menjauh darinya, tetapi tidak dengan Olivia ia tetap menemaninya.
"Kakak, kenapa mereka semua membenciku"
"Tidak, mungkin hanya perasaanmu saja"
"Mungkin, oh ya kak lihat aku membawakanmu sebuah makanan yang begitu sangaa..t lezat sekali untukmu"
"Terima kasih avocado boy"
"Ihh kenapa panggil aku avocado sih kak"
"Karna kau sangat suka sekali dengan alpukat kemana mana harus ada alpukat"
Sam pun dengan penuh hati - hati memasangkan kalung kepadanya.
"Nah ini sebagai tanda kalau kakak adalah kunci kehidupan ku mulai saat ini, sedangkan gelangku ini pertanda kalau aku adalah rumahmu"
"Hikss... hiks..."
"Eh kok menangis sih, apa aku ada yang salah kepadamu kak"
"Apa yang kau lakukan ini apa ada yang kau rahasiakan dariku" sambil mengusap air matanya
"Tidak ada kak"
"Bohong!! Kau ingin bersekolah kan diUS kan sudah sana pergi, aku tidak sudi dengan orang pembohong sepertimu"
"Kak, dengarkan aku dulu pleasee.. Sebenarnya aku tuh nggak pernah mau bersekolah disana hanya untuk bisa bersamamu"
"Tapi kenapa kau harus membohongiku, terutama yang aku benci sekali adalah kau seorang pangeran!! Karena aku tidak sudi berteman dengan seorang pangeran"
__ADS_1
"Ke-kenapa kak, apa salahku kalau diriku seorang pangeran" sebari melangkah maju
"Ka-karena kau orang yang pertama membawa malah petaka bagi kami, itu disebabkan oleh dirimu"
"Haruskah aku memutuskan jabatanku, agar bisa lagi berteman denganmu kak" menundukkan kepala
"Selamanya tidak akan pernah bisa karna ARGH..." saat Olivia melangkah mundur tanpa dia duga ia terjatuh kedalam sungai
"KAK..."
Ketika Sam ingin menolongnya, tetiba salah satu anak panti lebih dulu menolongnya, beruntungnya dapat terselamatkan walaupun sedikit ketakutan.
"Heh kau! Bukankah aku sudah katakan berulang kali jangan dekati kami" anak panti 1
"Iya nih, kau tuh pembawa sial bagi kami" anak panti 2
Semua anak memojokkan Sam, disaat itulah Sam merasa tertekan, dan mengalami kambuh penyakit anehnya yang mengakibatkan dirinya hampir merenggut nyawa nya.
"Maaf tuan nyonya, pangeran saat ini tidak dapat disembuhkan karna ini penyakit yang begitu langkah akan sebaiknya anda beri motivasi dari orang yang menurut dia sayangi"
"Hiks... Hiks..."
Semua orang menangis melihat Sam yang tak kunjung sadar, dengan kondisi suhu panas yang masih sama. Ayah Sam saat hendak pergi kepanti entah kenapa paman Sam menghampiri adik kesayangannya.
"Aku tau siapa yang melakukan mental anakmu seperti ini dik, tapi percayalah ibu ratu itu tidaklah ibu yang baik melainkan seorang pengecut yang hanya mengingginkan harta warisan kerajaan"
"CUKUP KAK!! AKU TIDAK INGIN BERBICARA DENGAN PRIA PEMBUNUH SEPERTIMU KAK"
"Kau masih mencurigaiku yang telah membunuh ayah kita begitu huh... Baiklah kau masih percaya akan diriku atau wanita tua itu, tapi perlu kau ingat berhati - hatilah dengan wanita tua disana karna dia jauh lebih bahaya dari seorang pembunuh"
Ayah Sam berusaha keras untuk tetap meyakinkan ibu panti, akan tetapi ibu Reina tetap tidak mengijinkan mereka datang.
"Saya memohon bu Rei, ijinkan saya bertemu dengan Olivia"
"Maaf tapi saya sebagai ibu panti disini tidak memperbolehkan anda bertemu dengannya"
"Bu Rei, pleasee ini demi putra ku apa anda tega dengan seorang anak kecil yang saat ini sakit disana, apalagi hiks.. hidupnya tidak lagi dapat ditolong hikss.. tolong aku rela bersujud kepada anda bu Rei demi menyelamatkan putra saya"
"Saya tetap ti..."
CLEKK..
Olivia masuk kedalam dengan menahan airmata, setelah itu ia menarik tangan ayah Sam keluar dari panti.
...Bersambung...
__ADS_1
...~♥~...