Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
46


__ADS_3

Decakkan dari tautan bibir keduanya begitu terdengar walaupun hanya samar - samar itupun nampak begitu jelas dimana ******* bibir keduanya begitu menuntun, dan itupun tanpa mereka sadari bahwa semua anak toko tengah menyaksikan adegan panas ciuman yang nyata dari keduanya.



"Ih bisa gila gue lama - lama, ayo cepat keluar - keluar" bisik Anna


"Diem aja lu" saut bisik Tomi


"Ah rasanya pengen juga deh" lontaran Bram


"Gue juga bodoh" saut balik Tomi


David yang semula berada didapur tetiba dikejutkan Kimmy yang datang membawa bekal untuknya.


"Sayang kok kamu sendirian"


"Anak - anak lagi didepan tuh"


"Nggak ada tuh, malah kosongan disana"


"Masa sih yang"


"Ihh~ masa aku boong padamu"


"Yaudah aku cek dulu"


Ketika melihat didepan ternyata benar tak ada satupun mereka, Kimmy yang mengikuti David yang kebinggungan itupun membuatnya bertanda tanya.


"Memangnya tadi kemana anak - anak"


"Tadi itu Anna nyusul Tomi sama yang lain pada nggak balik - balik eh tau - taunya kok malah pada ngilang semua sih, inikan masih banyak yang harus mereka selesaikan"


"Tunggu itu kenapa gudang kok terbuka yang"


"Kamu benar, ayo kita cek"


Keduanya sama - sama menggelengkan kepala melihat ketiga rekannya ini, kenapa mereka sama - sama mengintip dibalik kardus tinggi ada apa memangnya. Dengan rasa penasaran keduanya pun ikut melihat ada apa memangnya.


"Hah!" menutup mulutnya


"KHEMM..." deheman dari David membuat semuanya terkejut sama halnya Olivia yang sontak mendorong keras Sam


"Arghh shhh.."


"Yang, kenapa kau menganggu nya sih"


"Husstt, kalian semua kumpul didepan"


...----------------...


Diruang meja toko semua anak tengah berdiri menghadap kearah David beserta Kimmy, sama persis seperti seorang anak yang tengah dimarahi orang tuanya.


"Jelaskan padaku apa maksud kalian dengan melakukan hal yang tidak sepantasnya ditempat pekerjaan melakukan adegan seperti itu memangnya kalian ini tengah melakukan adengan film"


"Maafkan kami" "Iya bang"


"Huh! Lain kali jangan pernah melakukan hal itu lagi kalian tau kalau mereka bertiga juga pasti ada keinginan untuk melakukannya kan"

__ADS_1


"Wah apa maksudmu Vid"


"Gue nggak salah kan secara kalian begitu nikmatnya menonton adegan ciuman mereka berdua"


"Yah pasti nya nggaklah"


"Halah bohong lu, tadi aja bilangnya lu mau kan berbuat begituan apalagi sampai lebih"


"Iya kenapa, emangnya lu mau jadi pemuas gue"


"GILA YA LO, GUE MASIH NORMAL YA"


"HEH GUE JUGA MASIH NORMAL BODOH"


Melihat perdebatan keduanya membuat semuanya merasa jengah dan menggelengkan kepala, lalu Sam pun berjalan kearah Olivia dan memeluknya dari belakang.


"Kak, maaf ya aku telah membuat kakak malu" bisiknya sedangkan Olivia hanya dapat menggelengkan kepala karna jujur saja dia masih malu, dan apa yang diperbuatnya tadi adalah hal yang begitu panas. "Tapi kak ciuman mu tadi begitu enak, rasanya aku ingin lagi dan lagi deh"


Sontak membuat Olivia membulatkan kedua bola matanya, seketika menoleh kearah nya. 'TAKK' dimana layangan pukulan dikepalanya pun membuat Sam merasa kesakitan karna itu amat kuat.


"Jangan macem - macem, ingat itu" tegasnya


"Udah ayo sekarang kita lanjutkan pesanan hari ini, gimana sayang"


"Hmmm"


"Wah keliatannya Kim, tuh suami lo lagi badmood deh karna nggak lu kasih minta jatah"


"Hahaha..." gelak tawa semua nya apalagi David tengah menatap tajam kearahnya


"Iya kok lu tau sih Tom"


"Apaan sih bang ambigu amat lu jadi orang" saut Olivia


"Lah ambigu darimana coba, neng sadar lu ngelakuin gitu tuh ngapain digudang emang apalagi kalau nggak buat debay iyakan"


"En..." tetiba Sam mengandeng dan memeluknya dari belakang, lalu ia menyauti pernyataan darinya "Bang, kalau kita buat debay buat apa kalian tontonin emang kita mau buat video bokep apa! Gini aja deh bang bilang aja bang Tomi juga irikan nggak bisa beginikan" Olivia yang terkejut kalau Sam secara terang - terangan mencium pipinya didepan umum, lalu dirinya mengejek kearah Tomi.



"Anj** muka lu pengen gue tampok aja"


"Emang berani, sini maju"


"Berani sapa takut ayo sini lu"


"Kak aku berangkat dulu ya doain Sam bye.. Bye.. Semuanya!!" Sam pun berhasil kabur dari kejaran Tomi


Dimana semua hanya terkekeh melihat tingkah Tomi yang mendumel melihat kelakuan Sam.


"Untung lu pangeran kalau nggak gue gibeng tuh anak" gerutunya


"Ha? Apa Tom, maksudmu apa pangeran" tanya Anna


"Anj** gue lupa lagi kalau ini anak kagak tau"


"Ah nggak maksud gue tuh anak kan orang kaya jadi kan dia kayak semacam pangeran gitu ibaratnya anak istimewa ya anak istimewa"

__ADS_1


"Nggak jelas"


"Lah?? Apa gue salah"


"Nggak kok bang, hanya saja mbak Anna rada lemot orangnya" saut Olivia


"Ya lu bener emang"


Ketika semua tertawa, berbeda halnya Sam yang baru saja datang kekampus tetiba dikode tangan oleh teman - temannya untuk pergi, tetapi malah dia tak memperdulikannya karna hatinya sedang bahagia menginggat adengan dimana ia berciuman bersama dengan Olivia.


"Hai calon suamiku kamu sudah datang sayang" berlari langsung memeluk erat dirinya "Kau tau aku begitu sangat merindukanmu"


Siapa lagi kalau bukan Lizza, dimana dia begitu amat sangat erat merangkul Sam.


"Lepasin"


"Nggak mau~"


"Gue bilang lepasin" melepas paksanya "Bukankah sudah berulang kali gue katakan jangan pernah temuin gue, karna gue bukanlah siapa - siapa lo"


Ternyata sebuah fakta menarik, dimana Lizza ternyata telah melanggar perjanjian larangan dari nenek Sam untuk tidak menemuinya akan tetapi malah dia langgar karna ia ingin sekali mempublish hubungannya kesemua orang. Lalu apa dia sudah melupakan perjanjiannya? tidak, melainkan Lizza sendiri tau, dan membuat pelanggaran itu sendiri karna ia ingat kalau Olivia mana mungkin akan tau dia sering mengunjunginya, apalagi dia sendiri tak memiliki orang dalam untuk membantunya.


"Aku tetap tidak akan mau walaupun itu larangan darimu maupun nenekmu itu, aku tetap akan menemuimu sayang" menempel erat ditangannya


"Apa? Nenek melarangmu alasannya?" memincing kearahnya


"Hmm nenekmu itu melarangku supaya tidak bertemu denganmu karna nanti diwaktu pernikahan kita aku tidak akan pernah bosan melihatmu padahal kan, aku sudah begitu sangat mencintaimu jadi mana ada kata membosan dalam hidupku"


Sam hanya berdecih, lalu menatap Lizza dengan tajam "Bisa tidak kau jangan terlalu dekat denganku karna aku tak menyukai itu"


"Memangnya kenapa?, kau begitu egois tau tidak, masa wanita miskin itu mendekatimu malah kau abaikan kenapa aku malah suruh untuk menjauhimu"


"Dirimu berbeda dengan nya, mengerti" melepas paksa


"APA YANG BERBEDA DIA CUMA HANYALAH SAMPAH DIKEHIDUPANMU PANGERAN"


Semua anak kampus tengah menyaksikan drama dilapangan, namun teman - teman Sam langsung membubarkan gerumbulan anak - anak kampus.


"DIMOHON UNTUK PERGI YA, JANGAN TONTON ORANG GILA YANG LAGI KURANG BELAIAN" teriakan Kevin


"HAHAHAHA KURANG BELAIAN NGGAK TUH HAHAHA" saut Lucky


Sedangkan yang lain telah menyusul Sam untuk masuk kedalam kelas demi menunggu waktu sidangnya. Berbeda halnya ditoko sendiri mereka sedang menunggu kedatangan si pembeli pesenan sebanyak itu, namun dia tak kunjung datang padahal sudah berulang kali dihubunggi namun selalu ditolak.


"Halo, maaf nona kapan pesanannya diambil, karna ini sudah dijam penggambilan"


"Saya membatalkan pesanannya"


"Apa maksud anda nona, maaf apa pesenananya ingin kami antarkan ketempat anda"


"Tidak perlu saya sudah batalkan ya batalkan"


TUTT.. Ketika telfon dimatikan raut David seketika berubah menjadi begitu frustasi sekali, saat yang lain menjelaskan semua merasa marah pada si pembeli.


"Hahaha... Lihat apa yang aku lakukan wanita miskin, aku bisa melakukan apa yang bisa kulakukan, tetapi dirimu hahaha salahkan dirimu sendiri sudah bermain - main denganku" ucap Lizza sebari tersenyum jahat


...Bersambung...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2