
Oh ya tuhan bagaimana cara menghilangkan tandanya sih, kenapa kugosok - gosok malah tidak hilang ishhh.
Huh.. Sepertinya aku harus menutupinya dengan plester luka saja, agar orang - orang tidak terlalu memperhatikan lukaku ini.
Nah kalau beginikan enak, kalau ditanyain tinggal jawab kalau disini ada benjolannya. Huftt.. eh dia sudah sadar aja tuh bocah
"Sam kau sudah bangun"
"Kak" lirihnya
Eh kenapa malah dia mencoba bangun, aku berlari langsung menahan tubuhnya.
"Sudahlah kau jangan bangun, dirimu masih sakit lihat tubuhmu sudah lumayan menurun. Mending sekarang kau istirahat aku mau buatkan bubur untukmu" sambil meletakkan tanganku kedahinya
Eh - eh oohh ya ampun, kenapa dia malah memelukku tunggu - tunggu kenapa aku merasakan ada yang basah dibahuku, apa jangan - jangan dia menangis.
"Maaf hikss.. Maafkan aku kak"
"Husst... Tenang - tenang, ini sepertinya bukanlah salahmu tetapi diriku yang terlalu banyak minum. Apa kemarin aku melakukan hal yang aneh - aneh kepadamu" dia menggelengkan kepala "Lalu bisakah kau ceritakan ba - bagaimana bi.."
"Ka-kak bi-sa me-lihatnya sediri diCCTV sana"
Anj** aku baru menyadari kalau ini apart ada CCTV tapi sejak kapan.
"Ini kakak bisa lihat diponselku"
Sam melepas pelukanku, sebari ia berikan ponsel miliknya sebari mengosok hidungnya yang penuh ingus, oh yatuhan imut sekali anak orang ini.
Waktu kulihat hasil video kemarin ANJ** KE - KENAPA AKU SEAGRESIF ITU AHH... langsung otomatis ku matikan ponselnya
"Kak~ kakak kenapa?"
"Tidak ada" sebari menggelengkan kepala "Hmm kau istirahat saja aku akan buatkan dirimu bubur"
"Kak, apa kakak baik - baik saja"
Bagaimana ada orang yang macam begitu orangnya bakal baik - baik saja bodoh, udah tau kalau orang yang seperti itu tuh pasti malulah arghh..
"Ya" nada cuekku
"Kak, apa kau masih marah padaku. Akuu.. Meminta maaf sekali kak karna telah lancang kepadamu"
"Ngaak~ aduh kenapa kau menangis lagi sih, aku tidak masalah Sam lagi pula kita juga sama - sama dewasa bukan"
"Ta - tapi kakak tidak be- be.."
"Husstt.. kau tenang saja ya, aku tidaklah marah kepadamu tetapi ini memanglah salahku yang terus minum - minum kemarin malam, kalau sampai tidak mungkin hal ini tidak akan terjadi" kusematkan telunjukku kearah bibirnya "Yasudah kalau begitu kau istirahat saja dulu ya"
"Hmm" ia mengangguk seperti anak anjing
Aku dengan begitu telaten membuatkan dia bubur hangat, selesai membuatkannya aku membawakannya kearah Sam yang masih terbaring lemah diatas ranjang.
"Ayo makan dulu, sini aku suapin juga"
Begitu dengan telaten aku suapi dirinya, ia terlihat sangat pucat sekali. Dengan begitu aku berikan dirinya obat penurun panas.
"Kak, aku tak perlu obat ini akan sembuh - sembuh sendiri"
"Ha? Bagaimana bisa tidak - tidak aku tak ingin anak orang mati kepanasan tau"
"Hehe percayalah kak, penyakitku ini hanya perlu diobati dengan obat - obatan kayak gini kak, obatku hanya perlu rasa bersalahku ini menghilang saja kak"
"Bagaimana bisa"
"Tunggu, kakak lihat saja ini sekarang coba kakak letakkan telapak tangan kakak seperti ini lalu lihat suhuku nanti akan berubah kak" sambil mengambil tanganku yang diletakkan didahinya "Kak, apa benar kakak memaafkanku"
__ADS_1
"Iya Sam mana mungk..."
EHH~ YA TUHAN!! ini tidak salahkan masa hanya aku yang merasakannya, apa dia bukan manusia seperti novel milik mbak Anna.
"Kak, apa yang terjadi padamu"
"Ka - katakan apa kau bukan manusia?"
"BWWFFTTHAHAHA..."
"Ih katakan apa kau seorang vampir begitu"
"Oh ya ampun kak hahaha kau imut sekali sih, kalau pun aku vampir mana mungkin kau hanya ku gigit tanda kissmark disitu saja"
"Apa!! Kalau semisal kau vampir terus kau mau apakan aku"
"Aku meminta yang lebih dari itulah kak"
"HA!! ANJ** KAU SAM!!"
Kupukuli dia dengan bantal, dan dia hanya tertawa terbahak - bahak melihat ku yang marah - marah kepadanya, dasar semua pria tuh sama aja nyebelin.
Olivia End Pov
......................
Sam Pov
Haha.. Aku merasa sangat begitu dekat lagi denganmu cantik, apalagi selama ini kau tau aku begitu sangat merindukan canda tawa, dan kemarahanmu padaku kak.
Kuhanya bisa berharap semoga kita akan selalu bersama.
KRINGG ...
"Apa?" nada cuekku
"...."
"Yasudah aku akan kesana, yah"
"...."
"Hmmm"
Huftt... Kenapa nenek lampir itu tidak selesai - selesai sih, mengurusi masalah hidupku. Aku tau diriku pangeran pertama dikerajaan nya akan tetapi bisa tidak urusan masalah percintaanku jangan kau kekang, aku butuh cinta bukan kehormatan, kalau bukan karna papa, dan momy mungkin mana mau aku menemui mu nenek lampir.
"Loh Sam kau akan kemana serapi itu?"
"Aku akan pergi dulu ya kak" kuelus pipinya
"Tapikan kau masih sakit"
Oh yatuhan terima kasih perhatianmu kak, semoga dengan perjuangan ini aku akan mendapatkan mu, dan melindungimu dari ancaman mereka.
"Aku sudah membaik kak, seperti apa yang kakak rasakan tadi. Sekarang saat nya aku akan menemui orang penting"
"Maksudmu"
"Guru Dosenku kak"
Maaf aku harus membohongimu demi keselamatan, serta dirimu agar tidak menjauh kembali dariku.
"Kan bisa kau meminta ijin untuk"
CHUPP...
Kucium pipinya supaya ia dapat terdiam, tapi lumayan juga kemajuanku.
__ADS_1
"Bye kakak cantik"
Haha lucu sekali kalau dia terdiam seperti ini, kalau begitu aku harus cepat - cepat pergi saja dari sana kalau tidak aku bakal kena amukannya lagi hihi...
Akupun langsung memutuskan menaiki motor andalanku, menuju ketempat penghuni neraka bagiku.
......................
Ditengah perjalanan aku terhenti disalah satu mobil anak bawahanku yang kuperintahkan untuk menunggu ku dipinggiran jalan.
Setelah itu aku memasuki mobil tersebut lalu diriku memilih untuk mengganti pakaian ku dengan pakaian yang formal seperti ini.
GRRR...
Suara jendela mobilpun menurun.
"Ayo cepat antarkan aku ketempat nenek lampir"
"Baik pangeran"
Aku menyebut nenekku dengan sebutan nenek lampir adalah hal yang lumrah bagi anak buahku maupun orang tuaku, karna mereka tau bahwasannya aku begitu sangat membencinya.
Sesampai diistana penghuni neraka ini, aku turun dengan penuh wibawa karna disana tidak hanya diriku yang datang akan tetapi beberapa pejabat tinggi.
Setelah memasuki istana, aku disambut ramah oleh momyku yang membuatku harus bertahan disini.
"Apa yang ingin dia lakukan mom"
"Kau tak perlu khawatir dia hanya ingin kau mempublishkan siapa dirimu didepan seluruh dunia bahwasannya kau adalah cucu darinya" kata papa
"Huh.. bukankah sudah berulang kali aku katakan kalau aku tidaklah ingin membongkar indentitasku kepublik, kenapa dia aishh"
"Nak, tenang ya... Momy tau kau begitu sangat membencinya, tapi ini demi keselamatan cintamu nak"
"Dia ingin mengacam cintaku lagi, mom huh.. Ini tidak akan bisa aku biar kan mom"
"Kau mau kemana nak"
Aku begitu muak dengan permintaan nenek lampir itu, bagaimana pun juga aku harus menyelesaikan ini dengannya.
Sam End Pov
"Maaf pangeran untuk apa anda kesini" salah satu prajurit
"Saya ingin berbicara dengannya, minggir!!"
"Nak.. Hentikan" "Sam sudah cukup"
"Tidak pa, mom!! Ini demi keselamatan orang yang selama ini aku rindukan aku tidak ingin dia menyentuhnya"
CLEKK..
Pintupun terbuka menujukkan wanita paruh baya yang berpakaian mewah, beserta andalannya yaitu kayu jati yang selalu ia bawa kemana - mana, dan juga kacamata kecil yang dirinya pakai.
"Oh selamat datang cucu kesayangan nenek"
"Ck.. Untuk apa anda berbasa - basi, aku minta jangan pernah anda menyentuh milik saya. Mengerti"
"Milikmu Hahaha... Apa anda sadar pangeran Sam dia bukanlah milikmu, karna dia belumlah kau sentuh sama sekali jadi untuk apa anda mengakui bahwasannya, dia itu gadis rendahan yang harus kau puja. Sedangkan dia sendiri sudah lupa siapa diri anda pangeran"
Sam semakin menggepalkan tangannya, disana orang tua beserta saudara - saudaranya merasa ketakutan.
...Bersambung...
__ADS_1
...~♥~...