Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<40>


__ADS_3

Setelah puas, serta kelelahan semuanya pun langsung memutuskan untuk pergi dari area bermain. Lalu Sam pun mengajak mereka untuk ketempat makan yang mana kala disitu mereka menyediakan berbahagai jualan aneka makanan khas Turki dengan tempat bernuansa kuno.



(maaf yah, gambar ini hanya sebuah ilustrasi aja ya temen - temen)


"Kalian ingin memakan apa" seru Sam


"Memangnya yang paling enak apa?" tanya kak Nitha


"Yah apalagi kita belum pernah mencoba makanan khas negara disana" saut suami Nitha sendiri


"Baiklah akanku pesankan makanan yang menurutku terenak versi diriku. Permisi saya memesan...."


Olivia yang sedari tadi hanya terdiam, memikirkan bagaimana cara agar kedua kakaknya ini tidak mengaduhkan hubungan ketidak jelasaan ini ke orang tuanya.


"Kak" Tepukan pelan dibahunya oleh Sam "Kak apa yang kau fikirkan" dia hanya menggelengkan kepala "Kalau tidak ada kenapa ini tidak kakak makan"


"Ini aku makan" wajah lesu nya


Ketika Olivia menikmati makanannya celetukkan dari kak nitha pun membuat mood nya seketika menghilang.


"Kulihat - lihat kalian ini pacaran apa cuma hanya settingan sih, kok kelihatan nya nggak ada romantis - romantisnya, tuh - tuh liat dibelakang sama disebelah mu mereka aja bisa tuh romantis kenapa kalian nggak ya? Aneh"


"Ck, terus pacaran itu semuanya harus romantis - romantis an gitu, kita tuh beda yang ada kita nunjukin tuh buat apa faedahnya buat anda, sekarang gini aja deh dari 90 persen orang yang suka memamerin keromantisan mereka dari sebagian besar nya pastinya tuh orang kagak bakal awet. Karna hubungan nya cuma hanya sebatas pacaran aja nggak mau ada yang serius"


"Heh! Ada tuh buktinya gue sama suamiku"


"Huh! Yah~ emang awet sih, tapikan awet situ kan perkara sama - sama selingkuhkan dibelakang pacar kalian hahaha" sindir Oliv


"Anj** kurang ajar"


"Lah malah marah, emang aku salah nggakkan"


"Tapi nggak usah elu jelasin bodoh"


"Lah, gue kan cuma mau menjelaskan sebuah fakta secara kebenaran ibu"


"Tapi nggak gitu juga, kan bisa...."


Omelan Nitha membuat Olivia beserta kedua keponakannya menutup telinga secara bersamaan.


...----------------...


Ketika didalam mobil untuk perjalanan pulang, Nitha masih merasa kesal dengan ejekan adiknya akan tetapi Olivia sendiri tidak begitu memperdulikannya.


Sesampai nya dirumah, semua orang tengah masuk kedalam tetapi Sam malah mencegah tangan Olivia.


"Hmm?"


"Minta maaf sana sama kakak Nitha"


"Ih kagak mau, salah sendiri pakai acara julid in orang kena mental sendirikan dia"


"Tapi nggak harus ditempat umum kakak, apalagi beberapa orang tengah dengerin omongan kakak tadi"

__ADS_1


"Nggak peduli"


"Hufftt... Kak, maaf kalau omonganku ini sedikit lancang tapi kelakuan kakak tadi itu benar - benar salah, kalau seandainya kakak digitukan oleh teman dekat kakak sendiri yang membocorkan aib besar kakak ditempat umum gimana, apa yang bakal kakak lakukan"


"Yah marahlah"


"Nah terus, kenapa kakak tadi melakukan itu kepada saudara kandung kakak sendiri"


"Yayah~ maaf"


"Hmm (tersenyum lebar) tidak seharusnya kakak meminta maaf kepadaku akan tetapi langsung ke kakak Nithanya"


"Iya" wajah lesunya


Seketika Sam langsung mengusap berlahan puncak kepalanya "Aku tau kok, tapi mending sekarang kakak ikut aku dulu deh" Olivia hanya menaikkan satu alisnya 'kemana?' Sam sendiri langsung paham akan gerakannya "Nanti akan tau sendiri"


Lajuan mobil Sam langsung mengarah ketempat mall dimana Olivia binggung kenapa dia membawanya ketempat ini.


"Kita kenapa kesini"


"Belanja bulanan kita kak, sekalian juga membelikan sesuatu buat atas permintaan kakak ke kak Nitha"


"Ih kenapa dikasih barang sih, kan ngucapin maafkan udah selesai"


"Kak~ jangan begitu ah nggak baik tau, sebagai rasa bersalahnya kita seharusnya berilah dengan sedikit jamuan atas permintaan maaf kita"


"Huftt.. Terserah" jawab ketusnya membuat Sam hanya dapat menggelengkan kepala melihat tingkahnya


Sesampai didepan supermarket terlebih dulu, setelah mendapatkan stok bahan makanan bulanan merekapun melajutkan perjalanannya ketempat mall perbelanjaan.


"Kakak ikutin aku saja"


...----------------...


Diselah beberapa menit kemudian, mereka pun telah berada didalam perjalanan dimana Olivia terlihat wajahnya yang begitu amat kusut.


"Kak~ sudahlah aku tidak mempermasalahkan ini"


"Huh! Ini masalah nya bukan harga murah bodoh, ini benda mahal jadi bagaimana mungkin kau dengan segampang itu membelikannya untuk kakak resek ku itu"


"Kak, dengerin aku baik - baik harga barang mahal tidaklah sebanding dengan lotaran maaf dari orang yang sudah bikin kita sakiti hatinya loh, maka dari itu barang kali kakak akan memaafkan kakak"


"Dia tuh nggak perlu dikasih beginian, yang ada kalau dia butuh liat aja sendiri dia bakalan langsung datang - datang dengan sendirinya. Apalagi yang salah bukanlah aku tapi salahnya dia sendiri yang cari ribut"


"Ya sudah kalau memang kakak tidak mau, biar aku saja yang mewakili kakak untuk meminta maaf ke kak Nitha"


"Ihh aku bilang untuk apa kau yang..."


"Husstt cukup mengomelnya ya cantik, aku hanya ingin pujaan ku ini tidak dimusuhi oleh saudaranya sendiri okay" sambil memegang tangan Olivia


"Oh ya ampun apa yang dia lakukan arghhh... Aku baper bodoh" semburat memerah dipipinya


"Ah terserah kau sajalah" menetralkan ekspresi wajahnya sambil menatap kearah jendela mobil


Tanpa terasa mereka sampailah dirumah, dimana terlihat Nitha tengah menonton televisi bersama dengan keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Kami pulang!" ujar Sam


"Wah~ paman kau membawakan kami apa?" sorak Rey


"Mainan, serta makanan untuk kalian semuanya, oh ya kak ini dari kak Olivia untukmu katanya"


Nitha yang sensi untuk menerimanya, dengan sedikit paksaan dari sang suaminya. Lalu ia sedikit membuka tas belajaan tersebut seketika matanya membola kearah kedua orang dewasa dihadapannya ini.



(karena modelan nya kayak gini nih)


"Nggak mungkin kan ini uang hasil dari lo kunyuk, secara uang elo tuh kagak pernah awet didompet"


"Anj** juga ini kakak kampret, huftt.. Untung lu kakak gue kalau kagak mungkin udah ku gorok aja tuh mulut" batinnya


"Dih kalau nggak mau ya udah sini" sinis Olivia kearah kakaknya


"Eh jangan dong, bagus nih makasih loh"


"Ck dasar mata jelelatan bagus diembat aja" gumamnya


Sam yang mendengar gumamnya hanya terkekeh kearahnya sebari memberantakan rambutnya.


"Ih berantakan tau"


"Nggak papa masih tetep cantik kok"


"Dih nggak ada efeknya sama sekali rayuan anda mengerti"


Nitha yang melihat kemesraan didepannya hanya dapat memutar kebola matanya saja, lalu ia menarik kedua anaknya untuk tidur, beserta suaminya.


Melihat semua sudah pergi Olivia seketika merebahkan tubuhnya, Sam yang melihat itu hanya dapat menggelengkan kepala.


"Kak bersihkan dirimu terlebih dulu"


"Ah nanti saja, punggungku rasanya lelah sekarang, jadi kau saja dulu sana"


Sam hanya dapat menggelengkan kembali kepala melihat tingkahnya. Tak selang beberapa menit kemudian Sam yang telah membersihkan diri itupun melangkah kearah Olivia yang tengah tertidur lelap.


"Cantiknya" sebari mengelus puncak rambutnya "I love you" gumamnya


Ketika dirinya hendak tertidur tetiba ia mendapat pesan dari sang nenek yang seketika rasa kebahagiaannya pun lenyap.


Cepat atau lambat, apabila kau tak kembali ke istana maka rahasiamu selama ini kepada wanita miskin itu akan aku bongkar


Dirinya hanya dapat menggepalkan kedua tangannya.


"Bisa - bisanya dia mengancam ku semacam ini, kak.. Aku pamit pergi dulu ya"


Sebari mengecup dahi Olivia yang masih terlelap, ia pun berjalan pergi menggunakan motornya dengan kecepatan tinggi.


...Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2