
BRUKK...
Keduanya saling menatap dengan tangan Olivia yang masih dikunci oleh Sam.
"Eh Sa..sam a - apa..."
Dorongan darimana Sam terus menatap bibir pink mungil milik Olivia, membuat dirinya sedikit tergoda untuk berani mecondongkan kepalanya, sambil menganggkat sedikit kepala Olivia, sedangkan yang satunya tangannya ia sedikit menariknya keatas agar dia lebih mudah mengunci tangan mungilnya.
"S-sam a-ap"
CHUPP...
Akhirnya ia dapat mencium tepat dibibirnya, berawal dari hanya kecupan biasa, keduanya pun saling balas membalas. Merasa ciumannya telah diterima Sam pun dengan berani ******* bibir mungil Olivia.
"Eughhh..."
Tangan Olivia yang berawal dikunci oleh Sam berlahan terlepas, dan mengalungkannya keleher Sam dengan sedikit meremas rambutnya. Ditengah ciuman panas, tetiba Sam melepas tautan tersebut, walaupun keduanya saling menahan rasa gejola panas.
"Maafkan aku" ia berusaha kembali duduk semula "Tidak seharusnya aku melakukan ini. Walaupun aku sebenarnya sudah menyukaimu sedari awal"
"Apa? Ka - kau begitu sangat me - menyukaiku"
Melihat Sam yang menganggukkan kepala, Olivia sendiripun terkejut dengan pernyataan nya dari seorang pria muda.
"Apa yang membuatmu begitu sangat menyukaiku, apa karna aku tinggal bersama denganmu, atau karna aku telah menceritakan waktu kemarin sampai - sampai kau sendiri merasa kasihan kepadaku"
"Ti - tidak kak, kau salah a - aku tidak seperti apa yang dirimu fikirkan kak, aku sebenarnya sudah sedari lama menyukaimu"
"Ha? Apa maksudmu"
"Kak, apa kau masih ingat aku mirip dengan siapa dibenakmu selama ini"
"Ti - tidak itu tidaklah mungkin"
"Ini bukanlah mimpi kak, aku orang yang selama ini kau sukai kak" sambil memegang kedua bahunya
PUKK...
Olivia pun langsung menepuk lengan Sam, ternyata tadi adalah sebuah bayangannya saja, malah sekarang dirinya sedang tertidur dipelukan Olivia.
"SAM!! Apa kau baik - baik saja"
"Ah.. Aku - aku tidak apa - apa, maaf" ia mencoba untuk berdiri dari Olivia.
Ketika keduanya terduduk diatas ranjang, tetiba Sam menghadap kearah Olivia sebari menatap sedih.
"Lah - lah malah sedih, kenapa denganmu Sam?" menatap dengan kepanikan
"Bolehkah aku memelukmu sekali lagi kak"
"Tidak masalah"
Sam pun langsung memeluk erat Olivia
"Maaf" gumamnya
"Ap - apa yang kau fikirkan Sam"
"Seandainya ada seseorang yang membohongimu, apa kau tidak akan memaafkannya"
__ADS_1
"Hmm kalau menurutku aku ingin mencari apa tujuannya sampai harus membohongiku"
"Kalau dia membohongimu hanya ingin dirimu terselamatkan dari bahaya apa kau akan memaafkannya"
"Ya, tapi maaf sebelumnya aku tidak ingin mengikuti urusan campur dalam masalahmu, akan tetapi apa kau ada masalah dengan seseorang Sam sampai - sampai kau harus seperti ini" ia hanya menganggukkan kepala "Ya semoga saja teman mu itu akan memaafkan mu dikalah kau membohonginya hanya untuk melindunginya.
Merasa Sam semakin erat memeluknya ia hanya dapat menepuk punggung lebar miliknya.
"Kenapa denganku" "Maafkan aku kak" mereka sama - sama membatin secara bersamaan.
...----------------...
DiCafe Drink semua orang telah berkumpul sedangkan disana adapula bang David maupun sang istri tercinta karena ini adalah hari pertama pembukaan kembali penjualan dessert yang beraneka roti, dan cookies buatan Olivia.
Terlihat memang semua sedang melayani beberapa pelanggan disana, dan mereka juga satu demi persatu membuat pesanan dessert.
"Kak An, maaf sebelumnya bisa tidak kakak membantu saat ini"
"Apa memangnya?"
"Seperti biasanya saat dulu, apa kakak tidak ingat dalam menghias cookies beserta cakeku"
"Tidak juga sih, karna aku masih aktif menghias dirumah bibiku"
"Wahh... berarti bakat kakak semakin terasah dong!"
"Nggak juga, oh ya ini yang mana akan kuhiasi"
"Ini, ini dan ini"
"Wah banyak juga ternyata"
"Hehehe... Sesuai pesanan didepan tadi katanya stok diranjang telah habis"
"Really syukurlah, oh ya apa kau bahagia saat ini?"
"Lebih - lebih dari rasa bahagia"
"Karna pertama aku butuh sekali penambahan, apalagi kakak sendirikan juga butuhkan" Anna hanya mengangguk setuju "Nah maka dari itu aku harus mendapatkan sebuah traget saat ini, dan lagi kak apa kakak mau bekerja sama lagi denganku untuk menghias cake buatanku"
Anna sempat terdiam menatap Olivia dengan penuh senyuman tipis sekali "Akan aku fikirkan lagi"
"Kuharap kau akan setuju kak"
"Semoga" senyum kecil "Ayo, kita lanjutkan lagi buatannya"
Mereka begitu serius dalam pembuatan ini, sampai - sampai ada seseorang yang tengah menfoto keduanya.
"Wah lucu, dan bagus sekali siapa ini yang buat?" tanya kak Kimmy
"Tuh mbak Anna"
"Wihh makin pintar aja kau ini" ejek bang Tomi
"ANJ** LOH TOM SANA LU, NGERUSAK SUASANA HATI AJA LO"
Sontak semuanya ketawa melihat tingkah mereka yang tiada hentinya akan bertengkar.
......................
Ditengah persediaan semua habis, karna banyaknya pembeli cafepun terpaksa harus tutup lebih pagi. Sedangkan semua karyawan memutuskan untuk duduk santai, sedangkan Olivia yang lagi enak - enak nya makan cemilan tetiba ada bisikan dari belakang.
"Kak, sekarang aja kita rumah baru karna temanku udah nemuin yang pas"
"Benarkah"
__ADS_1
"Hmm" mengangguk antusias
"Yaudah ayo, oh ya semuanya aku pamit pergi dulu ya. Ada sedikit urusan bye.. Semuanya"
Olivia pun menarik Sam dengan terburu - buru, sedang David, Kimmy, dan Olivia langsung saling tatapan sedang Tomi hanya dengan santai nya memakan cemilan.
"Kau mungkin tau tentang mereka Tom, cepat ceritakan ke kita" tanya selidik Kimmy
"Nggak ada" santainya
"Bohong dia" tuduh Anna
"Kalau sampai elu bohong bang, liat gajian lo bakal gue potong"
"Ihh iya - iya, maafkan gue ya Liv.. Okay gue kasih tau awas aja kalian aduin ketuh anak yang ada nanti tuh batal perjanjian gue"
"Perjanjian apa lo"
"Kepo, begini jadi...."
Semua begitu serius menceritakan cerita yang waktu diceritakan oleh Olivia, sedangkan ditempat lain Sam beserta Olivia sendiri sudah sampai disebuah tempat rumah sewa mereka.
"Ayo masuk kak mereka udah nunggu didalam"
CLEKK...
"Wehh pang.. Ah tidak maksudku Sam, oh hai kak waktu kemarin aku masih belum mengenalmu heh teman kenalkan kita pada wanitamu" sapa Luky
"Ha?"
"Lah kakak belum ditembak sama ARGHHH"
Sam pun langsung menginjak kaki Luky dengan keras, sontak membuat semua teman - temannya tertawa sedangkan Olivia hanya merasa miris melihat temannya kesakitan.
"Ayo kak" mengandeng tangan Olivia "Duduklah kak, oh ya kenalin mereka ini teman - temanku kalau yang ini namanya Liam, kalau yang ono kembarannya namanya Luky, kalau dia Alex, disamping kakak Kelvin, kalau yang pojok an itu Harry"
"Oh hai salam kenal semuanya"
"Hai juga kakak cantik"
"Weitzz ada yang marah nih" sindir Kelvin
"Tenang aja kok, kita nggak bakal ambil" seru Luky
"Anj** kalian semua!!"
"Hahahaha" sontak semuanya tertawa sekali lagi yang membuat Olivia kebinggungan
"Oh ya kak, apa kakak ingin lihat tempat - tempatnya"
"Hmm"
"Eittzz... Liat - liat apa langsung bikin adonan tuh" ejek Alex
"Yah langsung buat dong" saut Luky
"Udah ayo kak, jangan ladeni mereka. Emang pada gila semuanya"
"Hehe... Biasa aja, oh ya Sam berapa sewa disini kok kelihatan lebih mahal ya"
"Kakak tenang aja sewa disini lebih murah kok"
"Emang berapa"
"Sini kubisikkin" ketika Sam membisikkannya "Benarkah"
Ketika Olivia akan menoleh tetiba bibir mereka berdua pun tetiba saling bertabrakan, membuat keduanya saling terkejut.
__ADS_1
...Bersambung...
...~♥~...