
Moment yang tidak begitu di inginkan oleh kedelapan orang ini, karna dimalam cerah ini mereka merayakan makan bersama dilestoran yang mana semuanya sama - sama saling merayakan terakhir kali mereka akan berpisah bersama. Walaupun semuanya nampak begitu sedih apalagi karir mereka tidak hanya disatu negara yang sama melainkan berbeda - beda dalam hal berbisnis yang dilakukan masing - masing.
"Sudah - sudah tak perlu ada kesedihan dong, seharusnya kita harus rayakan ini dengan kebahagiaan karna kita akan saling berdoa semoga dipertemuan ini kita dapat kembali berkumpul bersama lagi" sentak Rosliana
"Kau benar, Ayooo semangat untuk masa depan yang cerah!" saut Lucky
Gelas merekapun saling bertautan tapi tidak halnya Olivia yang ingin minum bersama, namun Sam lebih dulu mencegah dirinya untuk ikutan.
"Kau tidak akan minum - minum"
"Tapi Sam~ aku ingin mencoba sedikit saja"
"Tidak akan, aku melarangmu karna sebentar lagi aku akan pergi kak, aku tidak mau sampai hal terjadi denganmu"
"Ih kau menyebalkan"
"Kak~ aku ingin kau tidak kenapa - kenapa disaat aku tak ada didekatmu"
"Terserah kau saja"
"Huffttt... Baiklah hanya sedikit saja, setelah aku pergi kau berjanji tidak akan minum - minum lagi kan kak"
"Janji" tersenyum menerkah Sam ikut senang melihatnya
Tetapi tidak halnya dengan teman - temannya yang hanya menggelengkan kepala.
"Lama - lama aku semakin gemas melihat tingkah kalian, kenapa nggak langsung jadian aja sih" Sindiran Liam membuat keduanya terdiam
"Kau ini" mendapat tepukan dari Harry karna paling dekat dengannya
Seketika suasana kembali hening tak ada percakapan sama sekali, hanya menikmati makanan yang dihadapan mereka.
"Hmm.. Kurasa sudah saatnya aku harus pergi kebandara karna sebentar lagi jam keberangkatan ku akan terbang"
Semuanya mengangguk, dan kembali berkemas untuk mengantarkan Sam pergi.
"Oh ya Sam apa kau sudah menyiapkan pakaianmu, lalu obat serta kebutuhanmu sudah kau siapkan atau belum, apa perlu kita kerumah dulu untuk menyiapkannya" tanya polos Olivia
"Ya tentu sudah disiapkan lah kak, untuk apa kalau belum disiapkan dia bakal langsung pergi kan tidak mungkin" celetuk Liam
"Kau benar hehe..." mengaruk lehernya yang tak gatal tersebut
"Tidak apa - apa, sekarang ayo kita berangkat" ucap Sam sebari menggandeng tangannya "Kuharap genggaman ini tidak akan berakhir sampai disini"
Mereka pun langsung melanjutkan perjalanannya tepat kebandara, disitu Sam tak henti - hentinya menggandeng tangannya. Tanpa terasa sampailah mereka berada dibandara disitu keduanya merasakan kesedihan yang begitu dalam, yang mana keduanya tak ingin dipisahkan.
__ADS_1
Ketika sampai ditempat terakhir pengantaran Sam, dimana disitu semuanya bergantian memeluknya sebagai tanda terakhir. Saat akan mendekati Olivia dia lebih dulu memeluknya.
"Kak, berjanjilah untuk jaga baik - baiklah dirimu, aku tak ingin kau sakit lagi"
"Hmm" mengangguk dipelukannya "Kau juga"
Sam begitu sulit untuk melepaskannya akan tetapi Olivia lebih dulu melepasnya "Jaga dirimu baik - baik disana" dirinya hanya menganggukkan kepala patuh
"Kak, kau tau aku menyayangimu"
Seketika sorakan terpancar dari sahabat - sahabatnya, yaitu dimana Olivia secara mengejutkan langsung mengkecup bibir Sam secara mendadak membuatnya hanya terdiam mematung mencerna apa yang baru saja terjadi.
"WUUHH..." sorakkan mereka
"Hati - hati Sam bye...."
Saat Olivia berbalik badan demi menghindari Sam, namun terlambat Sam sudah lebih dulu menarik tangannya, dan terjadilah layangan ciuman panas yang dilakukan keduanya.
"OMG..." sorak semuanya
Olivia yang berawal terkejut apa yang dilakukan Sam seketika berlahan menikmatinya, tanpa mereka sadari adegan tersebut tengah dilihat oleh seseorang dari kejauhan dimana dia begitu geram saat melihatnya.
Ketika mereka sudahi ciuman tersebut, Sam hanya tersenyum lebar saat melihat Olivia yang terlihat begitu bersemu memerah akibat dirinya.
"Heh sudah - sudah adegan romantisnya selesai dulu, tuh sudah bunyi keberangatanmu emang mau sampai kapan ada disini goblok" teriak Kelvin
"Ih~ udah sana, katanya mau membuktikan kesuksesan nya kepadaku, ayo cepet buktikan sana" mendorongnya
"Baikk~ aku akan turuti kemauan kakak" lalu ia membisikkan sesuatu keOlivia "Kak ciuman tadi itu begitu menagihkan"
CUPP..
Sam selesai mengecup bibir Olivia seketika dirinya langsung berlari kencang menghindari teriakannya
"SAMM.. KAU!!" seketika gelak tawa Sam yang sudah begitu jarak jauh darinya
"TOLONG JAGA DIA YA GAIS, THANK YOU BYE... AKU MENCINTAIMU KAK MUAHH.. Hahaha"
"HENTIKAN SAMM!"
Seketika gelak tawa semuanya membuat suasana menjadi ceria, setelah kembali pulang masing - masing semua terlihat aman nan tentram, tanpa ada hambatan sama sekali.
......................
Pagi hari seperti biasa dia memulai harinya seperti biasanya, walaupun sedikit berbeda karna halnya sudut ruangan yang begitu amat sepi tanpa adanya Sam, semua itu dia pahami dengan begitu ia memutuskan untuk berangkat ke lestoran terlebih dulu. Akan tetapi dirinya sudah lebih dulu dicegah oleh sebuah mobil mewah, yang mana seorang pengawal turun dari mobil lalu menghampirinya.
__ADS_1
"Maaf nona, nyonya besar tengah ingin menemuimu" pintanya
"Baiklah" ia pun mengikuti pengawal tersebut memasuki mobil "Entah apa yang ingin dia rencanakan lagi"
...----------------...
Sesampai di istana mewah, Olivia dengan rasa kebinggungan pun mengikuti kemana pengawal ini mengantarkannya. Ternyata ia dibawa keruang khusus nenek Sam, dimana disana tak ada satupun orang melainkan hanya nenek saja.
"Selamat pagi wanita miskin, bagaimana hari - hari mu bersama cucuku apa cukup memadai hidupmu ah tentunya iyakan nona miskin hahaha" nada mengejek "Dan sekarang pasti kau akan kelimpungan mencari uang lagikan karna tak ada lagi yang menafakahimukan, mungkin sekarang kau sedang kesulitan mencari uang, bukan kah aku benar nona miskin"
"Huh! Kurasa anda tak perlu berbelit - belit nyonya sekarang cepat, dan katakan apa maumu"
"Wah ternyata kau cukup tidak sabaran ya, baiklah - baiklah akan aku katakan 1 kali saja cukup harus kau ingat dengan kesepakatan awal kita, berarti aku menang disini, jadi kuminta kemenanganku ini kau cukup harus pergi menjauh dari jangkauan cucuku, mengerti. Apalagi dengan begitu aku bisa memberikan mu cukup uang untuk dirimu pergi dari sini karna tidak mungkinkan kau pergi tanpa punya uang hahaha" Olivia hanya menatap datar kearahnya "Dan tidak mungkin juga kau masih berkeliaran disekitarannya yang ada dia nanti akan semakin mendekatimu bukan menjauhimu karna aku tau sifat cucuku"
"Hahaha... Apa aku tidak salah kau menggenali cucumu nyonya" mengejeknya "Kalau dirimu mengenalinya seharunya kau memahami, dan mendukungnya bukan malah menjauhkan nya dengan orang yang dia cintai"
"Karna aku tidak mau cucuku menikah dengan wanita miskin sepertimu, mengerti dia adalah seorang pangeran sedangkan kau hanya wanita kalangan bawah yang tak memiliki jabatan apapun didalam istana ini"
"Begitukah, lalu kenapa kau menyuruhku berada disini kalau begitu, seharusnya kau tak perlu membawaku kesini bukan apalagi dengan fasilitas mewah seperti ini"
"Hehe.. Berarti kau masih beruntung, karna aku mengijinkan mu untuk melihat barang - barang mewah disini. Apalagi kau tidak pernahkan memegang barang semahal ini"
"Tentu saja, tapi apa itu tidak membuat mu kotor nyonya. Kalau dirimu merasa aku ini kotor seharusnya kau tak perlu berbelit - belit terlalu lama denganku, apa aku benar nyonya"
"Dasar wanita licik, lancang sekali dia mengatakan itu kepadaku" geramnya
"Baiklah, sekarang cepat bawa uang ini, dan pergilah dari pengawasan cucuku kalau tidak entah apa yang aku lakukan kepada orang - orang terdekatmu"
Olivia hanya menatap uang yang berjejer rapi diatas koper, serta tas hitam dimana sesekali dirinya menatap uang lalu kearah wanita tua tersebut.
......................
Malam setelah keberangkatannya, didalam awak pesawat ia merasa begitu bahagia saat menginggat dimana Olivia dengannya melakukan hal itu secara sadar oleh keduanya, namun lamunannya pun terbuyarkan oleh suara pekikkan seorang wanita berbaju minim yang tidak lain yaitu calon tunangannya.
"Kenapa kau bisa ada disini"
"Ikut denganmu sayang" merangkul pundak Sam
"Lepasin" menarik tangannya "Permisi pramugari apa saya boleh pindah tempat duduk, karna saya merasa terganggu oleh wanita disebelah saya"
"Heh apa - apaan kamu, aku ini tunanganmu"
"Jangan menghalu nona, kalau anda tunangan saya mana cincin serta buktinya tidak adakan jadi lebih baik jangan tebar pesona anda karna saya sudah memiliki istri, lihat ini" sebari memperlihatkan foto kemesraan dirinya dengan Olivia kearah pramugari serta para penumpang
"Pembohong mana mungkin dia mempunyai istri dia itu tunangan saya, wanita itu hanyalah teman dia saja mana mungkin dia akan melakukan hal lebih, lihat aku punya foto kemesraan kita" terus mengelak perkataan Sam sebari memperlihatkan fotonya yang membuat Sam terdiam.
__ADS_1
...Bersambung...
...****************...