Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<28>


__ADS_3

Melihat Olivia bersemu memerah, membuat semua anak hanya tertawa melihatnya.


"Whatt!! Kenapa harus dapat misi lagi sih arghh... Pertanyaan apa nih elo harus mau memakan mie pedas dengan cabe 10 yang nanti disiapkan. Anj** siapa sih yang bikin nih pertanyaan apa coba bikin anak orang kesakitan huftt..."


"Ya sapa tuh yang bikin bisa nggak sih 2 aja"


"Dih itu bukan tantangan namanya" ujar Tomi


"Jangan bilang ini pertanyaan elo bang"


"Heh, jangan asal nuduh orang belum tentu itu pertanyaan gue bodoh"


"Lah terus siapa kalau kagak elo"


"Gue, yang bikin" jawab santai David


"Ihh abang mah, ayolah bang 2 cabe aja ya"


"Yaudah 8 cabe aja"


"Ihh abang mah gitu~" cemberutnya


"Udahlah terima aja nasib mu Liv" sindir Sonya


"Kampret lo"


Sontak mereka semakin tertawa, lalu dilayar bergantilah Sonya disana Sonya hanya mendapatkan misi menyanyi, sambil memakai make up dari riasan Tomi membuat semuanya semakin tertawa lepas.


Bergilir sekarang Jiro disitu dirinya mendapatkan misi menvideo call kekasihnya, dan harus berkata mendrama sampai harus membuat dia marah, dan disana Jiro hanya menerimanya.


Tayangan terakhir yaitu Sam semua begitu melihat Sam menjawab dengan singkat, dan tegas membuat kaum hawa pasti akan terpesona kepadanya.


"Wah jawaban yang bijak sekali kamu Sam" ucap kak Kimmy


"Terima kasih kak" ia sebari melihat Olivia yang masih terfokus makan cemilan dihadapannya dirinya hanya dapat menggelengkan kepala


"Misi kali ha? Makan satu piring dengan gebetan. Mmm... okay"


"Ganti nanti kau bukan makan satu piring dengan Olivia tetapi makan satu jajan dengan dia, gimana"


"SETUJUUU" "GILLA KAGAK MAU"


"Bwahaha..."


"Eh tunggu - tunggu negoisasi ini sudah pukul 10 malam waktunya istri gue harus istirahat , gimana kalau besok saja kita lanjutkan babak misi, dan itu kita lakukan dipinggir pantai"


"Ihh sayang aku kan maunya sekarang"


"Nggak sayang, kasihan kalau dedeknya sakit gimana besok aja ya"


"Benar kak, mending besok aja. Aku sendiri juga udah mulai lelah nih" saut Sonya


"Hmm aku setuju" seru Olivia "Malah an misi ku makan cabe masa harus malam hari kan nggak bagus kak"


"Hehe... Itumah nasib mu Liv"


"Anj** lu bang"


BUKK..

__ADS_1


Olivia pun melemparkan batal disampingnya kearah tepat wajah Tomi, sontak membuat semua anak tertawa melihatnya.


"Hahaha maafkan aku bang, ayo Son.. Kabur"


Tanpa Olivia sadari dia malah bukan menarik Sonya melainkan menarik tangan Sam, saat Sonya hendak berteriak Jiro lebih dulu membekap mulutnya.


"Udah biarin, lu sekarang tidur ama gue biarin tuh mereka berduaan, kapan lagi coba temen lu ngerasain berduaan ditempat berbeda, kan nanti kita dapet ponakan"


TAKK...


Sonya tertawa sebari menepuk pundak milik Jiro dengan keras.


"Hahaha yayah bener - bener"


"Huh boro - boro besok kalian dapet ponakan yang ada malah kalian dapat omelan dari tuh anak, percaya deh" saut mbak Anna


"Eh bener juga ya, ah biarin yang penting kan kita udah baik ngasih dia waktu berduaan ya kan Jir" Jiro hanya menganggukkan kepala


Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.


...----------------...


Sesampai didepan kamar resort nya Olivia pun melepas tangannya, lalu memilih duduk didepan pintu


"Huh.. Lelahnya~ haha lucu sekali sih lihat ekspresi bang Tomi tadi haha..., sumpah Son gue lega bisa gebukin tuh orang" langsung menoleh kesampingnya "Heh!! Kok jadi elu Sam?kemana Sonya"


"Kak Sonya masih ada disana, tadi kak Oliv salah tarik orang jadinya aku yang kakak tarik jadinya, tapi apa kakak tidak merasakan ukuran tanganku dengan kak Sonya itu berbeda ya?"


"Aku panik, jadi tidak begitu merasakannya. Eh tapi kenapa kamu sendiri tidak bilang sedari awal"


"Tadi waktu aku sempat bilang kak Jiro, sama yang lain menghalangi ku untuk berbicara"


"Aishh tuh orang semuanya yah huftt, yaudah deh Sam kau balik aja kesana suruh cepetan Sonya kesini, gue kagak bawa kartu kamarnya jadi pleasee.. Yah lu cepet suruh tuh anak kesini gue udah gak betah nih pakek ginian"


...----------------...


2 jam kemudian, Olivia berasa jengah, dan kedinginan pula apalagi tidak ada yang datang sama sekali, dirinya sendiri juga binggung mau menghubungi siapa? ponselnya sendiri tertinggal didalam kamar.


"Maafkan aku kak lama yah?" muka polos Sam sebari membawa 2 tas.


"Kenapa jadi elu, mana tuh bocah"


"Dia mengusirku kak, aku disuruh tidur bersama mu"


"WHATT!! Apa tuh anak waras suruh gue tidur sama elu. Wah nggak beres tuh bocah, sini handphone lu"


Sam pun memberikan ponselnya kearah Olivia, lalu ia menggetik nomor milik Sonya beruntunglah dirinya hafal betul nomornya.


"Halo kampret! Kurang ajar lu ya suruh gue buat tidur sama orang lain"


"Dari mana nya orang lain bloon tuh orangkan pacar lo, jadi bebas - bebas ajakan"


"Nggak gitu konsepnya bodoh, mana ada kita masih belum punya ikatan resmi lu suruh anak orang tidur sama yang laen, gue kagak mau tau cepet balik atau barang lu gue buang kelaut"


"*Buang aja gue kagak peduli, kan masih ada Jiro ya kan ro"


"Bener sekali cantik, udah deh nikmati aja berduaannya dan jangan lupa bikinin gue ponakan ya say*"


"Anj** kampret kalian berdua!!" "Halo - halo aish awas aja lu berdua besok ya"

__ADS_1


"Kak, yang sabar ya ayo kita masuk diluar sangat dingin ini aku sudah belikan cemilan, beberapa makanan dan susu hangat untuk kita makan didalam" sebari mendorong pelan Olivia agar masuk kedalam.


Saat didalam Sam langsung melepas tangannya dari bahunya, lalu ia mengeluarkan semua yang ia beli.


"Mie pasta, coklat, susu cair, dan untuk apa ini semua?"


"Aku akan buat kan sesuatu untukmu, sekarang kau bersihkan diri sana"


"Ha? Tapi.."


"Udah sana" sebari mendorong nya masuk kekamar mandi


"Heh! gue masih belum ambil baju ganti bodoh"


"Oh iya lupa hehehe... Maaf - maaf, baik aku akan memasak ini dulu ya cantik"


Olivia hanya menggelengkan kepala, lalu dirinya pun memutuskan untuk membersihkan diri.


Setelah beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi dengan melihat Sam sudah menata pasta dengan begitu telaten, dengan penuh hati - hati ia memotret diam - diam Sam lalu ia masukkan kedalam instastory instagramnya.



Caption : Suamiable nggak nih hehe..


"Wah sepertinya enak nih"


"Apa kakak ingin mencobanya" melayangkan pasta kearahnya


"Mmm enak" sebari makan


"Hehe... Makasih, yaudah bentar aku akan buatkan yang hangat - hangat dulu kakak tunggu sebentar ya"


"Baik chef hahaha" hanya dibalas gelak tawa


Sam begitu serius mengaduk susu coklat hasil dari buatan nya, dimana terlihat sekali kalau susunya begitu sangat kental dan aromanya begitu lezat.



"Mmm~ aroma nya enak sekali Sam"


"Hehe... Ini adalah susu coklat kental hasil buatan Sam"


"Wah tidak sabar sekali aku ingin menyatapnya Sam"


"Kau benar sekali kak" setelah menuangkan susunya "Silahkan dinikmati"


"Makasih chef Sam"


Lalu keduanya pun begitu sangat menikmati sekali hasil masakannya, disela Olivia makan Sam selalu membersihkan setiap noda disudut bibirnya, hal itu tidak membuat Olivia berhenti untuk makan.


"Apa seenak itu kak masakannya, sampai selahap itu makannya lihat banyak sekali noda dibibirmu" sebari mengusapnya


"Hehe... Iya enak" mengangguk seperti bocah


Setelah makan malam, Sam memutuskan untuk membersihkan diri. Saat akan selesai ia terkejut ternyata Olivia sudah terlelap diatas ranjang dengan pose yang begitu cantik menurut Sam, dengan begitu ia juga memotret serta mengupload kemedia sosial.



Caption : Selamat tidur cantikku ♥

__ADS_1


...Bersambung...


...****************...


__ADS_2