Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<16>


__ADS_3


"Gue ci... U... ARGHH.." "Tidak!! aku me - mencium kakak lagi" batin keduanya yang saling bersemu merah akibat ketidak sengajaan mereka lakukan.


Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan berkeliling rumah sewaan mereka.


"Hmm kak ba- bagaimana kamarnya"



"Lu - lumayan"


"Hmm kak i-ini kamar mandinya" Olivia mengikuti kemana Sam menujukkan tempatnya



Lalu mereka pun saat akan kembali ketempat mereka, Sam lebih dulu mencegah dirinya.


"Kak, maaf atas kejadian tadi"


"Hahaha... Sam - sam, kau tak perlu khawatir okay itu kitakan memang nggak sengaja tadi"


"Apa kakak tidak ahh lupakan"


Olivia hanya terdiam menatap Sam dengan tatapan yang sulit diartikan. Ketika mereka kembali semuanya melihat kearah keduanya.




"Bagaimana kak, rumahnya" tanya Harry


"Lumayan, oh ya apa benar ini harganya segitu kata Sam"


"Semuanya tidak tau kak ini rumah dari pilihan Alex, apalagi orang tuanya itu pemilik sewaan ini jadi mereka berikan kita diskonan" ucap Sam "Ya kan Sam"


Alex hanya menganggukkan kepala, raut Olivia sumringah langsung menghampiri Alex yang sedang asyik memainkan ponsel.


"Makasih lo ya dik, kau memang baik deh kalau begitu aku setuju"


"A - ah.." sambil menatap Sam yang mengedipkan kedua matanya untuk setuju "I-iya akan aku berikan"


"Yess thank you Lex"


"You're wellcome"


"Oh ya kak, apa dirimu sekarang lapar" tanya Liam dengan lembut


"Ya lah dia lapar, gue bawa nih anak orang gara - gara temen lu. Emang mau lu beliin apa anak orang semuanya ini" celetuk Sam


"Yahh mau apa emangnya, tapi nanti lo berurusan ama gue" tunjuk Liam kearah Sam


"Gampang"


"Emangnya urusan apa?" tanya Olivia ke Sam


"Urusan antar cowok, memangnya kakak mau tau banget. Eh jangan deh karna kakak terlalu berharga"


"Dih" "Iuww..." "Huekk" serempak semua teman - temannya


"Hei kalian mau pesen apa"


"Pizza, and DRINKK!!" serempak yang lain


"Kalau kakak apa?" Olivia yang ditanya seperti itu binggung


"Dia pesankan katsudon saja" saut Sam


"Makanan apaan itu Sam~, nanti kalau aku tidak suka gimana, nanti sayang dong nggak dimakan" rengek Olivia


"Percaya deh sama Sam, kakak pasti akan menyukainya"


"Memangnya apa jaminannya kalau aku bakal suka masakan itu, Sam"

__ADS_1


"Ada, memangnya kakak mau apa?"


"Masih belom ada"


"Yasudah, kalau belum tau nanti bilang Sam saja yah. Oh ya kalian mau keluarkan gue titip belikan susu coklat seperti ditempat biasa, nanti gue ganti" mengatakan kearah Luky


"Okay, 2 kali lipat ya bos"


"Hmm, kak aku ada sesuatu buat kakak, nih lihat kemarin waktu aku sepulang ngampus tuh sempet ada anak kecil yang berjualan ditengah jalan, dia ngejual perhiasan lucu jadi aku beli aja"


Olivia terkejut yang dia beli tidak hanya satu dua saja tetapi melainkan banyak.


"BUSET DAH LU MAU JUALAN SAM"


"Ya kenapa udah jangan sewot, ini juga gue beliin bukan buat kalian. Kakak pilih aja suka yang mana?"


"Ha? Sam, kakak tanya kau beli semua jualan anak itu?" mengangguk antusias "Oh ya ampun Sam, aku tau kau begitu sangat ingin membantu tapi kalau begini tidak kepakai gimana sayang dong nantinya"


"Kakak cantik tenang aja ya, nanti kalau udah kakak pilih ini sisanya nanti aku kasih keadik - adikku"


"Eh jangan gitu dong, seharusnya kau berikan semua ini kepada adik - adikmu saja karna menurutku terlalu banyak untukku"


"Kakak, aku tidak memaksa kau harus ngambil berapa yang terpenting ini berguna disaat kau pakai membuat roti nantinya, karena aku lihat kakak juga begitu kesusahan kan saat rambutmu sedikit berjatuh - jatuh"


"Mmm iya sih, yaudah aku ambil ya" jawab Sam dengan anggukkan antusias





"Udah ketiga ini aja"


"Beneran ini aja" Olivia mengangguk "Yaudah sisanya akan aku berikan keadikku saja"


"Hehh Sam, ada telfon dari Ros" langsung melempar ponselnya


"..."


"Ha?, Bagaimana bisa lo ceroboh bodoh"


"..."


"Ya lah gitu aja lu kagak becus bego"


"..."


"Udah lu urus semuanya sama Alex aja" ngelempar kearah Alex yang tidur - tiduran


"Anj** lu kalau kena muka gue gimana bego"


"Bodoh amat"


"Dih dasar anj** lo"


Sebari menunggu Sam yang asik bermain game tetiba Olivia yang merasa bosan, dirinya dengan santainya bersandar dipundak Sam. Yang tetiba aksi Olivia semacam itu membuat ia menghentikan aksinya.


"Woi.. Lu kenapa diam aja njing" emosi Alex


"Ha? Oh sorry - sorry" ia mengalihkan kembali permainannya


...----------------...


Tak lama, Olivia yang begitu antusias dengan kedatangan Harry dan Luky seketika merengut kecewa, karena yang mereka bawa hanyalah sebotol minuman serta sekeranjang beberapa minuman susu coklat.


"Apa kakak begitu sangat kelaparan" Olivia hanya menganggukkan kepala sambil bibirnya yang sedikit maju beberapa centi "Hehe.. Yang sabar ya ini, aku juga untungnya sudah memesan mereka beberapa cemilan. Woii mana cemilannya"


"Tuh ada pelayan dibelakang lagi otw kesini"


"HALO IAM BACKK!!"


Olivia hanya terdiam tak mengerti siapa wanita tersebut yang datang - datang sambil teriak - teriak tidak jelas.

__ADS_1


"Berisik bodoh"


Lalu siapa lagi wanita cantik yang menoyor kepala wanita berisik tadi.


"Sakit bodoh, oh iya Sam ganteng ini pesananmu sayang"


CUPP...


Semua terlihat biasa melihat wanita tersebut mencium pipi Sam, namun tidak dengan Olivia yang tercengang apa yang baru saja ia lihat kenapa semua terlihat begitu tau.


Olivia Pov


Siapa wanita ini apa dia pacar Sam, ah aku tau mungkin dia sedang cemburu melihat diriku bersama dengan Sam saat ini.


"Ihh bisa tidak nggak usah cium - cium begini" tegur Sam


"Kenapa kamu kok malah marah sih, apa karna wanita ini kamu jadi jahat sama aku"


"Ha? Apaan sih"


"Udah cukup Sam, bilang saja kalau dia yang sering kamu bicarakan berulang kali kan"


Aduh bagaimana ini kenapa kesannya aku seperti menjadi seorang pelakor ya, tidak - tidak aku harus cepat pergi dari sini, kalau nggak aku nantinya dibilang pelakor lagi.


Saat aku berdiri, semua orang terkejut akupun langsung menunduk hormat 90 derajat.


"Maaf, hmm mungkin disini ada kesalah fahaman mu tentang diriku, dan Sam sejujurnya aku bukanlah perebut lelaki lain. Hanya saja saya hanyalah sebatas rekan kerja saja jadi saya meminta maaf, janganlah kalian bertengkar akibat diriku. Kalau kalian tidak begitu nyaman adanya diriku maka maaf. Permisi"


Saat aku melangkah pergi, tetiba ada tangan yang mencegahku ternyata dia Sam.


"Kak, ini tidak seperti apa yang kakak bayangkan kok"


"Tidak Sam, aku bukanlah pelakor seperti difilm - film"


"Bwahaha..." sontak semuanya tertawa lantang


Ha? Kenapa semua malah tertawa apa yang lucu coba?.


"Kak, dengarkan aku dulu wanita tadi itu sebenarnya adalah sepupu jauhku yang memang datang - datang merusak suasana hati kakak sekarang, ayo lo minta maaf sama dia kalau nggak gue bilangin om sama tante"


"Eh - eh jangan dong, eh hai kak~ iam so sorry karna membuat kakak sedikit cemburu tadinya. Jujur saja aku bukanlah pacar anak jelek ini kok aku tuh memang sepupu jauh nih bocah jadi maaf bangeet ya"


Masa sih, tapi kalau dari segi alis sih mereka emang sama.


"Hayoloh kak Olivia nggak mau maafin lo" sindir Kelvin


"Ahh kak, maafin aku dong nanti si jelek bilang yang tidak - tidak sama orang tua gue kak, aku~ nggak mau pulang"


"Mending lu pulang dari sini" bantah Sam


"Ihh paan sih lo, ayolah kak maafin gue ya pleasee.."


Aku hanya menganggukkan kepala, eh - eh tangan gue ditarik lagi duduk disampingnya.


"Oh ya kak, aku sudah tau namamu dari orang tuanya jadi sekarang biar aku memperkenalkan diri"


Ha? Apa orang tua Sam tapi dari mana aku kenal, jujur aja aku saja baru kenal siapa Sam.


"Ihh melamun lagi, kak~ apa kakak mendengarkan ku"


"Ah maaf maaf, bisa kau ulangi lagi siapa namamu cantik"


"Ihh senangnya aku dibilang cantik sama orang cantik hehe"


"Pede amat lo" ejek Luky


"Diam loh kadal, oh ya kak kenalkan secara resmi namaku Caca" lalu aku menganggukkan kepala, setelah itu aku menaikan satu alis sambil melihat kebelakangnya "Oh kakak juga tidak tau nama dia?" kujawab gelengan saja "Nama dia Rosliana, atau lebih tepat nya Ros si cewek kaku sih... " terus mengomel


Jadi dia yang baru saja tadi ditelfon Sam, oh apa mungkin dia juga wanita yang diam - diam suka Sam. Ah benar lihat apa baru saja gue lihat dia sempat melirik kearah Sam jadi dugaan ku benar dong kalau anak ini diam - diam suka sama Sam dong. Huh terus bagaimana nih aku akan tinggal dengan Sam kalau sampai dia menjauh ah tidak - tidak, aishh aku harus bagaimana dong harus kah aku melanjutkan tinggal bersamanya atau..??


...Bersambung...


...~♥~...

__ADS_1


__ADS_2