
"Apa kamu mau marah kepada nenek, Sam"
"Iya! Aku marah pada nenek, karena nenek sudah membuatku muak dengan hal kehormatan disini"
"Hahaha... Kau muak, ingat Sam kau hidup juga keluargamu itu semua berkat nenek. Mungkin kalau tidak ada nenek kalian tidak akan dapat bertahan hidup disini, dan satu hal lagi sejak kau mulai menyukai wanita miskin itu dirimu semakin berani melawan nenek"
"Jangan pernah menyalahkan dia, karna dia tidak memiliki kesalahan apapun dalam masalah kita disini"
"Oh ya, kurasa kamu tidak sadar cu.. Bahwasannya sekarang kau sudahlah banyak berubah terutama dalam bersikap terhadap nenek, apa ini yang disebut etika seorang pangeran"
Saat Sam ingin melawan kembali neneknya, sang ayahpun mencegahnya.
"Cukup Sam, ingat wanitamu kalau tidak dia akan berbuat semaunya" bisik sang ayah
"Huh pantas saja dia sama membangkang nya seperti ayahmu dulu, karna memang kalian anak, dan ayah. Oh ya asal kamu tau Sam bahwasannya kalau tidak ada momy mu kemungkinan besar kau tidak ada didunia ini karna ayahmu masih saja mencintai wanitanya yang miskin itu" sebari melangkah meninggalkan mereka "Ah dan satu hal lagi masih beruntunglah kau kujadikan menantu kerajaan disini, jadi tolong kau didik anakmu dengan benar"
Sepeninggalan nenek, Sam langsung menatap tajam sang ayahnya.
"Apa yang dimaksud nenek lampir itu ayah, cepat jawab ayah!!"
"Sudah Sam jangan memperkeruh keadaan disini, ayo kita pergi nak"
"Tidak mom"
"CUKUP SAM, INI BUKANLAH MANSION KITA. AYO KITA PULANG" bentak momynya
Sam beserta anaknya yang lain terkejut melihat sang momy mereka, terasa dirinya begitu amat terpukul beserta menahan semuanya sendiri.
"Aku minta setelah ini kalian jelaskan apa yang dimaksud oleh nenek sihir itu!"
Sam dengan raut dingin, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka. Sebelum mereka pergi nenek atau mantan ibu ratu memerintahkan semuanya untuk menikmati pesta, Sam yang tidak menyambut dengan baik ia hanya lebih memilih duduk sendirian dipojokkan sambil meminum yang disediakan yang sudah ada disana.
Neneknya pun menyuruh bodyguardnya untuk membawanya keatas panggung, sebelum menaiki panggung dirinya sempat membisikkan sesuatu ditelinga Sam.
"Ingat, kehidupan wanita itu sekarang berada ada ditanganku pangeran" bisiknya
Sam malah semakin anarkis melihat tingkah neneknya yang semaunya.
"Para hadirin yang terhormat, saya sebagai mantan ratu Volceriasta mengatakan kalau saya memperkenalkan kekalian yaitu cucu saya yang akan meneruskan pewaris Volceriasta, mari kita sambut Sam Volcer"
Nenek beserta keluarga terkejut kalau yang menaiki atas panggung sekarang bukanlah Sam melainkan bodyguard yang membisikkan sesuatu kearah nenek.
"Dia berhasil kabur nyonya"
Nenek tersebut merasa geram melihat tinggkah Sam, dengan begitu ia menatap tajam kearah kedua orang tua Sam.
"Ah maaf sekali, ternyata cucu saya barusan ada urusan mendadak yang tidak bisa ia lakukan perkenalan dihadapan kita. Akan tetapi acara ini akan tetap berlangsung dengan peresmian kerja sama antar kedua perusahaan, dengan begitu kami demi mengembangkan perusahaan ini secara bersama, mari"
Semua orang hanya bertepuk tangan melihat acara dari si nenek tersebut, sedangkan Sam sendiri sudah mengendarai mobilnya ketempat yang biasa ia lakukan bersama teman - temannya yaitu markas andalan mereka. 
Namun terlihat bahwa markas saat ini tidak ada satupun yang berada disana, dengan begitu ia lebih memilih untuk tertidur disofa.
"Kenapa semua harus terjadi kepadaku" gumamnya
Berlahan matanya pun terpejam. Ditempat lain Olivia begitu sangat mengkhawatirkan kondisi Sam yang entah kemana ia tidak pulang - pulang, walaupun dirinya sudah menyiapkan makan malam Sam pun masih saja tidak kembali pulang. Ia mencoba berulang kali menghubungi ponsel Sam namun terus - menerus tak diangkat oleh sang pemilik, dengan begitu dirinya yang sudah amat kesal, iapun langsung memilih untuk tertidur terlebih dulu.
......................
Pagi harinya suara keributan membuat Sam terbangun mendengar omelan yang tidak lain teman - temannya.
__ADS_1
"Berisik!"
"Heh pangeran, tumbenan lu ada disini" ucap Alex
"Bukan urusanmu"
"Ya juga sih, tapi kalau ditebak - tebak kau sedang ada masalah lagikan dengan nenek lampirmu"
"Yah~" jawab lesu Sam
"Huh sudah kuduga, eh tapi kenapa lo kagak pulang aja ke apart kan sekarang disana ada wanita pujaan lo" saut Harry
Sam teringat kalau ia berpamitan untuk kerumah dosen, dengan begitu ia langsung melihat ponselnya. Ternyata dengan sesuai dugaannya kalau kak Olivia tengah menelfonnya kemarin sekitar 15 panggilan, dan 15 pesan darinya.
Sam apa kau tidak pulang malam ini
Sam
P
P
Sam apa kau baik - baik saja
Sam jangan bikin orang khawatir napa
Apa kau telah terjadi disitu
Sam pleasee deh jangan bikin anak orang khawatir
Woi sam
SAMM...
Ok, kalau lu kagak pulang awas aja minta gue membukain tuh pintu
Dasar anak ANJ**
Awas ya jangan pernah hubungin gue
Gue udah tidur bye 🖕
Seketika raut Sam berubah tersenyum sendiri sebari menatap ponsel.
"Kayaknya tuh temen lo lagi sakit deh" kata Lucky
"Dih kayak situ kagak pernah pacaran aja setan!" ucap Kelvin
"Oh ok sini setan situ sapa jelmaan iblis ya"
"A**"
"Sudahlah sesama jenis janganlah kalian bertengkar" saut Harry
"Brisik" bentak Sam
Disitu Sam memutuskan mandi dulu, untuk bersiap diri pergi kecafe, akan tetapi dirinya sebelum pergi ia dihadang oleh Liam.
"Sepertinya nenekmu akan berbuat nekat deh"
__ADS_1
"Nekat ya huh kalaupun dirinya berbuat nekat, maka aku akan langsung dengan cepat mengeluarkan kartu AS ku kepada seluruh dunia. Karna bagaimana pun aku yang sekarang mengendalikan seluruh perusahaannya, sekali dirinya bernekat maka aku yang akan menghancurkan wanita tua itu"
"Ck.. Ternyata sifatmu tidak jauh dari nenekmu"
"Yah, karna aku juga sama memiliki hak untuk mencintai seorang wanita"
"Begitukah, kalau begitu apa rencanamu selanjutnya untuk mendekati wanita tersebut"
"Aku hanya menjalani sesuai keadaan, dan aku akan mencoba untuk menginggatkannya akan diriku yang dulu sudah berubah"
"Hmm"
"Kau tau, hatiku begitu bahagia ternyata dia begitu sangat menyukaiku sedari dulu. Akan tetapi kenapa dia tidak pernah mengatakannya pada waktu itu"
"Kau sudah tau alasan dia tidak untuk mengatakannya"
"Ya kau benar, aku sendiri juga takut apabila diriku membongkar siapa diriku yang sebenarnya apa dia akan tetap menyukaiku ataukah malah sebaliknya"
"Kurasa kalau ini aku tidak tau, karna bagaimana pun kau harus jujur kepadanya sebelum nenekmu yang lebih dulu memberitahunya"
"Yah, kau benar"
"Sudahlah, jangan terlalu dirimu fikirkan jalani semua ini, dan yah ini alamat beberapa apartement yang bisa kau cari pas untuk kalian"
"Makasih teman, kau memang teman terbaikku"
Sam pergi meninggalkan markas menuju Cafe disana ia melihat Olivia begitu sangat sibuk, sampai - sampai ia tak sadar kalau Sam sedari tadi memperhatikannya.
TAKK...
Bang Tomi pun langsung memukul dahi Sam, supaya dirinya tersadar kalau ia sedang melamun ditengah jalan.
"Kerja dulu, bukan liatin anak orang kalau emang suka tinggal embat bukan ditontonin doang"
"Ishh ya bang, eh bang boleh nanya nggak"
"Apa?"
"Abang udah berteman dengan kak Olivia udah berapa tahun"
"Kenapa?"
"Yah~ kali aja abang mau bantuin gue buat deketan sama dia"
"Lu beneran suka sama ini anak"
"Hmm" menganggukkan kepala dengan penuh antusias "Sudah lama bang"
"Hmm, sebelum lu deketin tuh anak. Loh harus lawan gue sekarang"
"Kenapa harus elu bang"
"Karna gue.."
Sam semakin serius menatap bang Tomi.
...Bersambung...
...~♥~...
__ADS_1