
Setelah melihat bintang dilangit begitu puas Sam menyempatkan diri menatap Olivia yang terpejam sebari terpejam.
"Hmm kak, kurasa sekarang waktunya ak.. hmm aku..."
Olivia yang mendengar kebinggungan Sam seketika membuat dirinya terbuka matanya lalu menatap kearahnya, kenapa tingkah lelaki ini begitu aneh.
"Ada apa Sam"
"Hmm... Tidak ada kak"
"Heh! Jangan mengindar kau ayo cepat katakan" sebari menepuk pundaknya "Jangan takut ayo ungkapkan sebelum semua akan terlambat"
Sam menatap sendu kearah Olivia, ia merasa perkataannya memanglah ada benarnya.
"Huh... (menghela nafas panjang) kak.. maaf mungkin aku sudah beberapa kali mengunggkapkan perasaanku kepadaku kak, mungkin kau sudah bosan dengan setiap perkataanku untuk mengajakmu menjalin hubungan serius, namun aku berlahan mulai mengerti bahwa dirimu memanglah wanita yang berbeda dengan wanita - wanita lainnya" sebari memainkan telapak tangannya "Maka dari itu aku ingin sekali menjadi pria yang sesuai dirimu inginkan kak, jadi bisakah kau sedikit menungguku sekali lagi kak untuk diriku mencapai karirku nanti ini"
Olivia tersenyum lalu mendekatkan dahinya tepat didahinya sontak membuat kedua mata Sam membola sempurna sebari menatapnya.
"Aku, akan selalu menunggumu untuk menjadi pria yang kuinginkan Sam"
"Terima kasih kak" Olivia hanya membalas dengan sebuah anggukkan kepala
Keduanya langsung saling tersenyum ketulusan artian cinta satu sama lain, tanpa mereka sadari ada 2 orang yang tengah melihat adegan mereka.
"Kenapa aku merasa ujian cinta mereka begitu sangat berat ya, dibandingkan kita waktu dulu sayang"
"Hmm, karna setiap ujian hidup cinta itu akan berbeda dari setiap versi, dengan begitu ujian mereka akan pertanyakan akankah hubungan itu akan berlanjut ataukah berakhir ditengah jalan"
"Lalu bagaimana dengan hubungan mereka?"
__ADS_1
Melihat keduanya saling menikmati angin malam sebari menatap kearah langit membuat siapapun penasaran dengan kisah dari kedua insan ini. Akan kah mereka bertahan lama atau kah berpisah ditengah jalan.
......................
Pagi hari, ke delapan orang ini memutuskan untuk mencari tempat bersantai - santai, akhirnya mereka menemukan sebuah tempat yang begitu menyenangkan yaitu kebukit.
Disetiap perjalanan jauh anak - anak begitu menikmati perjalanan tersebur sebari canda tawa, dan Kelvin pun tak lupa memotret setiap tingkah kelakuan yang lain. Karna ia ingin sekali menggenang moment terakhir sebelum semua sibuk masing - masing katanya.
Tanpa mereka sadari perjalanan pun telah sampai, semuanya pun langsung memutuskan untuk melakukan perjalanan tersebut dengan berjalan kaki, akan tetapi disetiap perjalanan Olivia begitu menikmatinya karna mereka melewati beberapa pohon rindang didalam hutan, sampai tak terasa sampailah mereka berada ditempat yang tak pernah Olivia lupakan.
"Wah indah, dan tenang sekali disini"
"Kau benar akan tetapi sayangnya disini begitu panas" celetuk Rosliana
"Ah lu mah emang gitu Ros, dikit - dikit ih panas~ cih" ejek Liam sebari menirukan gaya Rosliana
"What gue iri sama elo dih sorry - sorry aja ya say"
"Hadehhh udah ya jangan pada ribut nih mending ayo renang deh pumpung lagi panas ya nggak" seru Lucky
Sontak semua para lelaki semua membuka kaos serta celana mereka, hanya tinggal memakai celana kolor an saja. Sedangkan Olivia nampak terkejut, seketika pandangannya pun berubah menghitam ternyata Sam tengah menutupi matanya.
"Berbahaya" bisiknya
"Sudah tau berbahaya kenapa kalian masih"
"Hussttt... Udah sekarang kakak ikut aku aja ayo" menggandeng tangannya
"Kemana"
__ADS_1
Saat mereka berdua sudah begitu jauh dari tempat, keduanya memutuskan duduk dimenghadap danau.
"Kak hmm.. Ada hal yang ingin aku katakan kepadamu" Olivia seketika menatap kearahnya sebari menganggkat kedua alisnya "Ehmm aku sebenarnya ingin sekali mengatakan kalau nanti malam adalah hari terakhir ku disini"
"Maksudmu"
"Aku.. Akan pergi bekerja ditempat pekerjaan yang pernah aku katakan kepadamu kak" seketika Olivia mengalihkan pandangannya sebari tersenyum tipis "Maaf kak, aku baru memberitahumu kalau..."
"Tidak apa - apa Sam, aku malah senang kau mendapatkan pekerjaan dengan mudahnya setelah lulus kuliah karna tak dapat orang yang seberuntung dirimu" sebari menghela nafas "Huh! Tak terasa ya waktu kita cuma sebentar saja, dan itupun waktu seperti kita baru menggenal loh, sekarang kau sudah lulus, dan mau bekerja saja ditempat orang"
"Maaf" gumam Sam menunduk sedih
"Hei.. Untuk apa kau bersedih, aku malah senang sekali loh kau mendapatkan pekerjaan ini, apalagi tidak semua orang mendapatkan langsung pekerjaan walaupun mereka sudah lulus" memejamkan kan sebari menikmati hembusan angin "Walaupun sebenarnya hatiku sangat berat untuk dirimu tinggalkan Sam, tapi.. dengan begitu semua akan semakin mudah Sam"
"Kak, boleh aku katakan sesuatu kepadamu kak"
"Apa?" menoleh kearahnya
"Sebenarnya aku sudah berulang kali mengatakan ini kepadamu kak, tapi dengan begini aku merasa sedikit puas kak mengatakannya. Jadi bisakah aku mengatakan sekali lagi kak kepadamu kalau aku begitu menyukaimu kak, kakak tenang saja aku tidak butuh kepastian darimu saat ini kak, tapi entah sampai kapan kalau kakak menerima diriku didalam hidupmu maka berikan aku cincin itu kepadaku lalu katakan semuanya langsung saja kepadaku jangan melalui orang lain" tersenyum malu sebari menggaruk leher belakangnya "Tapi kalau semisal akan masih tetap menolaknya setidaknya, katakan kepadaku. Kalau masalah cincin nya terserah kakak saja kakak ingin memakainya atau membuangnya, atau berikan ke orang lain terserah ke kakak saja, karna cincin itu sudah hak milik kakak apalagi sudah sedari lama aku ingin memberikanmu cincin itu kepadamu kak"
"Tapi Sam ini"
"Tidak masalah kak, aku hanya ingin membutuhkan sebuah kepastian darimu saja kak" wajah yang sulit diartikan oleh Olivia "Yasudah sekarang simpan cincin ini, dan mari kita nikmati kebersamaan kita sekarang kak ayo" berdiri lalu merentangkan tangannya kearah Olivia yang masih terdiam
"Aku tau kau mengingginkan semua ini Sam, tapi maafkan aku Sam" kata lirih hatinya
Dengan rasa berat Olivia menerima tangannya, dimana mereka sama - sama melupakan kejadian tadi dengan menikmati dengan yang lain. Sedangkan ditempat lain nenek tua tersebut mendapatkan sebuah panggilan dari orang yang sama kemarin, entah apa yang mereka bicarakan tentunya si nenek tersebut hanya tersenyum dengan apa yang orang lain itu katakan.
__ADS_1