
"AHHH..."
"Eh buset anj**!!" sontak melempar earphonenya kemeja dapur
Langkah Olivia mundur satu langkah, seketika ia merasakan ada tangan yang menahan tubuhnya dari belakang.
"Ada apa denganmu kak"
Suara deep milik Sam sendiri membuat Olivia sendiri seketika merinding, lalu ia sendiri menoleh kebelakang ternyata Sam terlihat rambutnya yang begitu amat basah, sepertinya dia sehabis mandi. Tetapi ia baru menyadari kalau tubuh Sam tidak memakai kaos sama sekali melainkan hanya memakai celana kolor, dengan tubuh atasnya yang menujukkan sixpacknya.
"Astaga!!"
Ketika dirinya terkejut, langkahnya pun seketika memundur. Akan tetapi ia seketika daya tahan tubuhnya mengoleng kebelakang membuat dirinya tak dapat menahannya, beruntung Sam lebih dulu menahan tubuhnya terlebih dulu.
Seketika kedua mata mereka saling berpandang an satu sama lain, lalu ia disadarkan oleh teriakan volume yah walaupun terdengar kecil diearphone tetapi mereka mendengar, dan langsung menoleh kearah layar ponsel.
Sontak Olivia tersadar kalau teman nya melihat keduanya yang seperti beradegan romantis membuat ia berteriak kembali, seketika keduanya langsung berdiri kembali semula.
"Mm.. Sam kau cepat ganti pakaian sana, kalau tidak dia akan menonton tubuhmu" mendorong dadanya walaupun tangan Olivia sedikit tremor
"Hehe.. Baiklah kak" mengaruk ceruk lehernya
Olivia kembali menatap layar ponsel, dan kembali memakai earphonenya.
"AHHH... ROMANTIS SEKALII APA INI DRAMA SESUNGGUHNYA"
"Bisa nggak lo jangan teriak anj**, lama - lama telinga gue nih tuli gara - gara elo bodoh"
"Hahaha... Sorry - sorry, tapi jujur aja lo persis banget kayak film drama - drama yang gue tonton anj**" dengan nada antusias "Eh - eh tapi gue mau tanya, tuh cowok pacar lo ya"
"Bukan"
"Masa sih, lah terus dia siapa dodol"
"Dia cuma rekan kerja gue aja, dan disini gue sama tuh anak cuma tinggal bareng aja karna nggak memungkinkan dengan gajian gue segitu nyewa apartement lagi"
"Apa, cuma kata elo? Heh.. Setau gue mana ada orang mau tinggal satu atap beda jenis, kalau nggak mereka udah official kampret"
"Emang gitu, gue kok nggak ya"
"Ck.. Kagak percaya gue, mana ada elu nggak ada hubungan apa - apa sama tuh anak, gue bisa lihat sendiri coy, kalau tatapan tuh anak beda sekali kalau liat elo, atau jangan - jangan dia suka deh sama elo"
"Jangan ngaco lo, mana ada dia suka ams gue, ck jangan ngarang deh!"
"Ih sapa juga yang mengarang, secara ya dari segi penglihatanku kalian tuh sebenarnya saling suka kan"
__ADS_1
"Huh, mana ada coba ngarang aja elu, udah deh gue matiin dulu"
"Ih kok dimatiin sih vicall nya nggak asik deh lo kampret"
"Biarin, serah gue dong. Gue juga mau tidur kali udah deh gue matiin dulu bye!"
Sonya yang berteriak - teriak tidak jelas, karna kesel kepadanya membuat Olivia tidak peduli. Karna menurutnya nanti tuh orang bisa dipastikan ingin tau sekali semua tentang dirinya, dan keluarganya.
Saat ia hendak kembali kekamar tetiba, dirinya melihat Sam udah tertidur dengan cepat diaras kasur lipat, lalu disaat dirinya akan menyusul tidur di sebelah kasur lipatnya, tetiba ia tanpa sengaja melihat rambut Sam masih dalam keadaan basah, dengan penuh kepedulian ia menggambil handuk, dan menggosok halus rambutnya dengan penuh berlahan.
Disaat Olivia menggosok rambutnya, tetiba Sam teringat akan pembicaraannya dengan Sonya, bahwa dia menyukai Sam.
"Benarkah aku menyukainya, masa iya sih? Aku tidak begitu yakin apa ini rasa ku suka pada dia apa hanya sebatas saudara saja. Arghh jadi binggung ahh!"
Seketika dirinya tanpa sengaja memandangi wajah tidur tenang Sam, satu demi persatu ia amati seketika dirinya menginggat akan ciumannya bersama dengan Sam, dalam sekejap wajahnya langsung memerah.
"Arghh.. Apa yang kau fikirkan Liv, sadarlah" gerutunya
Ia seketika langsung menghentikan aktifitasnya, dan kembali tiduran diatas kasur lipat dengan menghadap memunggungi Sam.
Sam sendiri yang menyadari akan perbuatannya tadi, dengan sedikit gerutuan yang samar - sama ia dengar, seketika dirinya hanya terkekeh sambil menoleh Olivia yang sudah memunggunginya.
......................
Pagi mulai nampak cerah, dengan akan banyak orang yang sudah memulai aktfitas mereka masing - masing, sama halnya Olivia yang sudah pagi - pagi meminum secangkir susu kesukaannya demi menikmati pemandangan taman kecil dirumah barunya.
Olivia yang melihatnya seketika menoleh kearah lain, demi menghilangkan otaknya yang befikiran bentuk sixpack milik Sam.
Ditempat dapur sendiri Sam yang setengah sadar itupun langsung membuat secangkir kopi susu kesukaannya, lalu saat selesai membuatnya ia membawa secangkir kopinya kearah Olivia yang masih memandangi taman kecil disana.
"Kak.. Kau sedang apa?"
"Mmm.. Memandangi bunga"
"Hehe.. Kenapa harus memandangi mereka, kenapa tidak memandangiku saja kak"
"Hah? nggak ada untungnya juga aku memandangiku"
"Ada kok, nih lihat kakak nanti bisa dapat melihat tubuh sixpack ku kok kak"
"Ihh apa - apaan sih loh, dasar nggak jelas" berdiri lalu menghindari Sam
__ADS_1
"Hahaha... Kak~ kau mau kemana"
"Bukan urusan lo"
Olivia langsung berjalan kearah depan televisi disana ia langsung menekan tombol siaran kartun demi mengalihkan godaan Sam kepadanya, disaat ia kembali menikmati gangguan pun kembali lagi yaitu Sam duduk disampingnya sambil bersandar dibahunya.
"Hehe.. Kak, kau tau kalau dilihat - lihat kita kalau tinggal seperti ini sama persis seperti pengantin baru ya kak"
"Ck.. Apa - apaan sih, dasar nggak jelas deh" langsung menoyor kepala Sam
Korban yang ditoyor kepalanya pun hanya tertawa saja, Olivia yang melihatnya hanya dapat menggelengkan kepala. Secara mengejutkan Olivia mendapatkan telfon dari nomor yang tidak dikenal.
"Halo"
"Halo, apa benar ini nomor Olivia"
Terdengar suara bass laki - laki membuat Sam seketika melirik kearah Olivia yang penuh selidik.
"Iya benar, ini dengan siapa ya?"
"Akhirnyaa aku menemukan nomor mu Liv, apa kau ingat diriku Liv? ah aku lupa kau mungkin tidak menginggat siapa diriku, okay - okay akan sedikit aku ingatkan. Dulu orang yang selalu kau berikan sebotol susu coklat untukku, mungkin kau tau siapakah diriku"
"Tunggu, jangan bilang kalau kau itu Jirokan"
"Benar sekali hehehe.. i miss you queen"
"Ahh miss you to Kingg... Hahaha"
Kedua nya saling menikmati sunda gurau tidak tau kalau disebelahnya sudah menahan amarah cemburu, lalu ia dengan rasa penasaran dirinya tak kunjung beranjak dari tempat.
"Tunggu - tunggu jangan bilang, kau sekarang udah balik dari Swedia"
"Bener banget, nih aku lagi berada dihotel nanti nih rencana nya sih kita ketemuan aja bertiga diwarung seperti yang dulu ya, aku kangen banget makanan disana, kau ikut ya queen"
"Baiklah, nanti jemput aja dikafe aku bekerja okay" senyum menerkah
"Okay queen nanti king akan jemput queennya disana, tunggu kingmu ini ya hahaha.. Bye queen ku sayang"
"Hahaha... Bye.. Bye.. Sayang"
Waktu Olivia selesai menghubunginya seketika dirinya menoleh kesampingnya, dengan penuh keterkejutan karna Sam sudah lebih dulu menatap serius kearahnya.
"Siapa dia kak?" suara beratnya
__ADS_1
...Bersambung...
...****************...