
Setelah Olivia mengeret ayah Sam ia mengatakan sesuatu yang membuat ibu Raina terkejut yaitu "Baik om Olivia mau menemui Sam tapi hanya kali ini saja ya, untuk terakhir kalinya"
"Yasudah tidak apa - apa nak om senang kalau kau mau menemui terakhir kali nya bagi kalian berdua" sebari meneteskan airmata
"Tunggu nak, ibu tidak akan pernah mensetujui pertem..."
"Bu, pleasee... Ini demi keselamatan dia Oliv, tak ingin lagi ada yang mengorbankan nyawa hanya karna nenek tua itu"
"Kau berjanji pada ibumu ini untuk kembali selamat dari sana"
"Aku berjanji bu, tapi disini ibu juga harus berhati - hati karna tempat ini sudah tidaklah aman bagi kalian"
"Kamu benar nak, baik bibi akan persiapkan diri untuk pergi dari sini"
"Tapi apa bibi punya uang"
"Kau tenang saja ya nak, bibi dan yang lain akan menunggumu disini sebelum kita pergi darisana"
"Hmm" menganggukkan kepala semangat
Olivia pun langsung menaiki mobil mewah tersebut kearah tempat istana, sedangkan dirinya sendiri merasa sedikit ketakutan.
"Kau kenapa seperti ketakutan semacam itu nak, tenang saja yah kau tak perlu takut yah disini tidak ada orang yang berani menyakitimu nak" keyakinan dari ayah Sam
"Syukurlah kamu telah datang nak, ayo mari kita masuk" sambut ibu Sam "Bu, lihat obat Sam sudah datang"
Olivia yang berawal digandeng berlahan membalikkan badan ingin pergi namun dicegah oleh ayah Sam.
"Heii.. nak kamu mau pergi kemana"
"Hikss... Hiks.. Om aku mau pulang"
"Kenapa memangnya nak"
"A-aku..."
"Ayo nak, kamu cepat bawa gadis kecil itu kekamar cucuku" sebari tersenyum jahat kearah Olivia
"Ayo cantik" seru ibu Sam.
Tanggisan Olivia berubah menjadi rasa kagum dengan keindahan kamar Sam.
"Kau tau nak, siapa yang punya ide kamarnya" Oliviapun hanya menggelengkan kepala "Dia itu orang yang selama ini berharga dihidupnya apalagi dia pernah mengatakan ini sebelum ia mendekornya sendiri"
"Apa itu, bi"
"Katanya sih dia ingin setiap kaca disana diganti menjadi kaca dimensi, karna nantinya kau akan diajak kesini untuk menonton bersama dengan nuansa laut didalam kamarnya, apalagi dia tuh mau banget kalau kamu dapat betah disini"
__ADS_1
Olivia hanya terdiam, lalu ibu Sam pun berpamitan pergi kedapur. Sedangkan Olivia sendiri hanya dapat terdiam disana sebari melihat Sam yang telah memakai beberapa selang suntikan beserta alat pembantu oksigen.
"Hai Sam, maaf aku telah membuat mu sesakit ini. Padahal semua itu salah ku telah merencanakan ini, dengan anak - anak panti apalagi kau tau sebenarnya aku sangat takut saat ini Sam" meneteskan air mata "Ne- nek mu hiks.. begitu jahat Sam, dia sudah membunuh anak panti hiks.. Hiks.. Kata - katanya ak-aku tidak diperbolehkan berdekatan denganmu kalau tidak mungkin ibu Raina juga ikutan mati kalau aku tidak menuruti permintaan beliau hiks...." menghapus air matanya "Aku janji akan selalu menjaga kalung pemberianmu tetaplah sembuh ya, hanya itu yang dapat kuharapkan darimu, dan ya kau berhati - hatilah yah dari muslihat jahat nenekmu karena dia bukan nenek yang baik bagimu Sam, kalau dirimu sudah sadar jangan menemuiku ya, aku takut kalau nanti nenekmu akan berbuat jahat lagi keanak panti maupun keluargaku, ini bukan salahmu kok ini salah nenek mu maafkan aku Sam hiksss...hikss.."
Tanpa dia sadari ada seseorang yang telah mendengar keluh kesah Olivia, ternyata orang tersebut adalah ayah, dan ibu Sam kedua nya ternyata sudah sedari tadi menahan amarah, kemudian keduanya pergi menuju ketempat wanita yang mereka hormati.
"Sam kamu sudah sadar"
"Kak..."
Olivia langsung memeluk Sam dengan penuh erat, sambil berbisik 'Maaf ' kemudian berlahan ia melepaskan pelukan tersebut. Dan pergi berlari meninggalkan Sam yang terlihat lemas tak berdaya untuk mengejarnya, yang dia lakukan hanya menangis.
Olivia yang terus menerus berlari, sampai menaiki bus ketempat panti. Disitulah ia beserta yang lain memutuskan untuk pindah jauh dari sana selamanya.
Sedangkan Sam yang terus meracau menangis dengan memaksa berdiri, sang ayah beserta ibunya membantu dirinya. Lalu membawanya pergi dari istana, kemudian menurutinya untuk kepanti. Namun naasnya mereka tidak menemukan jejak apapun dari mereka, Sam beserta keluarga hanya dapat menangis apalagi Sam sendiri telah diberi semangat oleh sang ayah untuk tetap bertahan demi menemukan Olivia, dan harus melindunginya dari kejahatan sang nenek.
Flashback off
Sam yang hanya menghembuskan nafas menginggat kejadian, dulu ia masih bersyukur kalau usaha pencariannya tidak sia - sia untuk menemukan Olivia. Melihat jam sudah menujukkan tengah malam, ia sempat menoleh kebelakang ternyata benar saja sang pembawa cerita sudah lebih dulu tertidur pulas diatas ranjang.
Sam pun langsung berdiri untuk menganggkat tubuh Olivia ketempat ranjang dengan posisi yang benar.
"Huftt beginikan keliatan enak, hoaa..mm"
......................
Olivia Pov
Eughh... Siapa yang ku peluk ya, hehh.. Kenapa malah gue yang meluk dia astaga apa yang lo lakuin kemarin bodoh.
Huh.. untung dia masih tidur kalau nggak, ah mati kutu yang ada gue.
Hufftt... eh kalau dilihat - lihat dari dekat gini kenapa aku ngerasa ini anak tampan juga, tapi kenapa aku juga ngerasa kalau nih bocah wajahnya tidak jauh - jauh wajahnya kayak cupu tapi ini versi tidak berkaca matanya.
"Sudah puaskah melihat wajah tampanku kak"
"Ha?? Jangan kepedean jadi orang"
PLAKK...
Ehh dia kupukul malah ketawa kencang dasar anak gila.
"Haha.. Kak, kau tau kemarin aku mendengar orang kalau tidur tuh bar - bar banget loh"
__ADS_1
"Maksudmu"
"Begini ceritanya kemarin tuh ada anak perempuan yang ngigaunya aneh sekali, masa iya dia buang beberapa guling, bantal demi apa coba kakak tebak"
"Ya mana aku tau"
"Ayam goreng pedas~"
"Mana ada, nggak - nggak"
"Hmm baiklah, apa kakak mau ada CCTV yang bisa buat bukti kalau omonganku tidak berbohong" sebari menujuk CCTV
Aishh kenapa aku bisa lupa sih kalau nih rumahnya ada CCTVnya arghh...
Olivia End Pov
Saat Sam menujukkan rekaman kemarin malam membuat Olivia seketika membeku yang dia lakukan memanglah benar.
"AYAMM JUMBOKU JANGAN LARII..." Melempar segala ada didepannya lalu "KETANGKAP" memeluk Sam dengan erat lalu mencium punggungnya yang membuat sang pemilik terkejut apa yang telah dilakukannya
Olivia pun langsung merasa begitu malu, akhirnya ia pun turun dari ranjang dengan cepat - cepat ia berlari kearah kamar mandi.
"Kenapa kak"
"Gatau"
"Apa itu benar seorang Olivia"
"Ihh stop!!"
"HAHAHA.... AYAM GORENGG..." tawa lantang Sam
"Hentikan" Olivia pun langsung melemparkan dia sebuah bantal diatas ranjang
Sam yang dilempari terus tertawa, Olivia masih saja tetap melemparinya untuk tetap diam. Dengan kehabisan akal dirinya langsung menjambak rambutnya.
"AHHH SAKIT SAKIT KAK"
"BIARIN NGGAK PEDULI, MAKANYA DIAM JADI ORANG"
Sam yang merasa kesakitan langsung menangkis tangan Olivia yang menjambak rambutnya.
BRUKK..
...Bersambung...
...~♥~...
__ADS_1