Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
53


__ADS_3

Setelah adanya perayaan wisuda, Olivia yang diajak oleh Sam beserta ke enam sahabatnya dengan menaiki mobil andalan mereka masing - masing.


"Kita akan kemana Sam"


"Ketempat dimana kita akan merayakan kelulusan kita bersama kak"


"Tapi kenapa aku harus ikut"


"Untuk menemani Rosliana saja, karna kasihan dia tiada teman sesama wanitanya kak"


"Begitu" sebari menganggukkan kepala


"Kakak istirahat saja dulu, ini masih lama perjalanan kita sampai ketempatnya"


"Yasudah kalau begitu aku akan tidur saja dulu, kalau semisal sudah sampai aku bangunkan ya Sam"


"Hmm, tidurlah" sebari tangan kirinya untuk membelai rambutnya lembut


Seketika mata Olivia terpejam, ia merasa kelelahan karna semalaman dirinya membuat kue tersebut dengan melihat tutorial diyoutube, sampai akhirnya benar - benar jadi itupun sudah menujukkan pukul 3 pagi.


......................


Cahaya sinar matahari begitu menganggu aktifitas tidur Olivia, disaat dirinya mulai tersadar kalau hari mulai sore, ia pun juga mulai menyadari kalau ruangannya bukanlah lagi kamar tidurnya melainkan diruang yang begitu luas seperti sebuah hotel berbintang.


Ia mulai menginggat kalau Sam yang mengajaknya saat dilihat pakaiannya masih tetap sama seperti awalannya.


"Kau sudah bangun" ucap Rosliana sontak membuat Olivia seketika terkejut melihatnya "Ada apa kak?"


"Ah tidak ada"


Rosliana yang hanya memakai baju dalaman itupun langsung berjalan kearah jendela sebelah ranjang Olivia.


"Apa kau binggung, dirimu sedang berada dimana" Olivia hanya mengangguk polos "Hahaha... Okay akan kujelaskan kau, bersama yang lain sedang berada ditempat hotel milik keluarga Liam, dan Lucky. Kami memang memiliki rencana kalau semisal setelah wisuda kita akan berlibur bersama sebelum memulai masuk kedunia pekerjaan. Ah~ kalau dirimu ingin menemui Sam dia sedang berada dikolam bersama yang lain, aku sudah lelah berenang disana, jadi kutinggal bersih - bersih dulu ya"


"Hmm" Olivia yang penasaran diluar ia langsung bergegas keluar kamar


Setiap langkah ia turun mata serta mulutnya pun berdecak kagum melihatnya apalagi melihat kalau tempat ini begitu sangat mewah nan elegan.


"Oh kau sudah bangun kak" ucap Harry yang hanya atasan toples an saja dengan rambut, tubuh yang basah membuat Olivia seketika berkata dalam hati dengan kagum, namun dia tersadar tepukan dari seorang Lucky yang sama - sama seperti Harry pun membuat nya terdiam.


"Ah~ kakak terpesona akan tubuh kita ya" goda Harry


"Ti - tidak"


"Benarkah kenapa wajah kakak malah memerah" saut Harry


"Ma - mana ada"

__ADS_1


Seketika gelak tawa, serta godaan keduanya membuat yang lain penasaran, ketika Sam melihat muka Olivia memerah dengan terus membantah godaan dari kedua anak itu, seketika ia menghampirinya, dan langsung menariknya kedalam pelukannya.


"Sudah cukup, jangan goda dia sudah sekarang cepat sana pergi mengganggu orang baru bangun tidur saja, sana cepat pakai baju kalian"


"Ih~ padahal situ juga masih telanjang gitu pakai acara nyuruh kita pula" bantah Lucky


"Ini anak" gerutu Sam yang kesal ingin melempari Lucky dengan gelas terburu - buru ia berlari menghindar


"KAK NYAMAN YAH DIPELUK DIDADA TOPLES SAM GITU SAMPAI NGGAK MAU DILEPAS" Teriak Harry yang sudah berlari jauh


Sam yang saat itu melototi Harry dari jauh, tanpa dia sadari sedari awal Olivia yang dipeluknya ini tengah gemetar bukan ketakutan melainkan baru kali ini dirinya dipeluk oleh lelaki yang tak memakai baju atasan sama sekali.


"Apa kakak baik - baik saja" mengintip kebawah "Kak kenapa diam saja"


Olivia yang berawal gemetarpun seketika langsung melepas pelukannya, dan Sam pun terkejut karna seluruh wajah Olivia memerah serta matanya melotot kearahnya.



(Yah semacam begini lah kondisi rambut basah Sam, bayangin aja deh gitu!)


"Kenapa kak, apa yang terjadi dengan kakak, kenapa mukamu memerah begitu. Apa sekarang kakak sedang tidak enak badan" raut cemas


"Ya - yah~ aku sedang sakit" nada gugup


"Lebih tepatnya sakit mata melihat mu seperti ini bodoh!"


"Yasudah lebih baik kakak, beristirahatlah dulu ayo"


"Ada apa denganmu kak"


"Tidak ada" seketika Olivia langsung berlari terberit - berit


"Kenapa dia berlari ketakutan begitu" gumamnya


Liam yang melihat kejadian itu langsung otomatis menepuk pundaknya sahabatnya sambil berkata "Lu nih cowok pinter apa goblok sih"


"Ha? Maksud lo paan"


"Udah jawab aja"


"Pinterlah"


"Ckk.. Okelah gue sekarang baru percaya akan hal ucapan para penelitian pakar cinta, karna begini kalau sepinter - pinternya orang pasti bakal goblok kalau udah kena masalah cinta, eh beneran buktinya nih temen gue sendiri ternyata goblok juga udah tau tadi ceweknya salting dia malah tanya 'kenapa kak' ckk.. Ya begini nih goblok ya tetep goblok kalau masalah hati ya nggak Sam" nada mengejek


"Anj**"


"Bwahahaha..." berlari kencang menghindari pukulan dari Sam

__ADS_1


Sedangkan Olivia yang menghindar dari Sam, seketika diketahui oleh Rosliana.


"Ada apa denganmu, kenapa merah sekali wajahmu" tak ada jawaban membuat ia bertanya - tanya "Apa ini ulah Sam" seketika wajah Olivia semakin memerah "Ah~ ceritanya ini muka salting hmm untunglah kusangka kau bakal akan sakit saat memulai liburan ini" ia kembali kegiatan perawatan wajahnya


"Hmm Ros, kau tau tidak bagaimana menghilangkan wajah memerah diwajahku"


"Hehehe... Astaga kau ini polos sekali, pantas saja tuh anak begitu menyukaimu"


"Memangnya kenapa kalau aku polos, kalau aku tidak polos dia tidak menyukaiku begitu" muka serius


"Entah, bisa mungkin atau tidak karna dia sudah aku menggenalnya dia tidak pernah menyukai wanita lain selain dirimu" muka Olivia seketika memerah "Bwahaha astaga~ kau lucu sekali sih"


"Ih~ sudahlah jangan goda aku lagi" Olivia langsung menutupi wajahnya dengan bantal


Rosliana seketika tiada hentinya tertawa lepas, sedangkan ditempat lain nenek Sam yang tengah serius menelfon seseorang dengan wajah marah.


"Bagaimana bisa kau tidak tau kemana wanita itu! Huh.. Saya tidak mau tau, cepat kau cari dimana wanita itu atau keluargamu lah yang mendapatkan balasannya"


Seketika dia langsung mematikan telfonnya "Arghh.. Kurang ajar sekali tuh wanita miskin main acara kabur pula dengan Sam, lihat saja akan cepat kutemukan kalian, dan kubuat kau menderita wanita miskin"


Sedangkan kegembiraan didalam acara anak muda ini begitu sangat dinikmati oleh semuanya, mulai dari cerita sampai permainan pun mereka lakukan.


Ketika semua merasa bosan, merekapun memilih sebagian yang tidur - tiduran, dan adapula yang melanjutkan ngobrol, main game bersama, namun ketidak dengan kedua insan ini Sam yang berniat mengajak Olivia naik keatas atap hotel.


Dimana suasana disitu begitu indah sampai - sampai Olivia tak henti - hentinya menikmati udara sejuk maupun pemandangan indah kota maupun langit yang berbintang.


"Apa kau suka kak"


"Sangat - sangat menyukainya, huh.. Terasa aku melayang di udara malam ini" sebari merentangkan tangannya.


"Syukurlah kau menyukainya kak, aku berharap kau akan tetap selalu tersenyum seperti itu" Olivia yang terpejam pun seketika menoleh kearah Sam sebari menatapnya


"Kau tau, kebahagiaan tidak akan selamanya selalu bersamaku akan tetapi aku akan selalu mencoba mencoba tersenyum walaupun hatiku terluka, ketauilah itu adalah sebuah rahasia menuju kebahagiaan yang sebenarnya loh, apalagi dimasa kesakitan yang amat dalam akan terasa ringan kalau kita mencoba tersenyum didalam masalah, orangpun tak akan tau apakah hati ini baik - baik saja ataukah tidak"


"Berarti selama ini kau selalu begitukah"


"Hmm bisa dikatakan seperti itu, dengan begitu aku dapat menggambil hal positif dari setiap masalah kuhadapi, dengan cara menerima kepahitan hidupku lalu pasti akan tergantikan dengan kebahagiaan yang jauh lebih indah"


"Semoga saja kepahitan hidupmu akan segera terbalaskan kak"


"Kau begitupun juga, tetaplah semangat mengejar sebuah karir karna akhir didunia tiada yang tau tanpa kita sadari"


"Mmm kau benar, dengan begitu aku akan mudah semakin mencapai mengikat dirimu kak, karna itu yang kau inginkan"


"Semoga saja, aku hanya bisa meyakinkan diriku kalau dirimu pasti akan datang membawakan rasa kebahagiaan ku nantinya"


Kedua nya pun saling menatap langit penuh bintang disana kedua tangan mereka saling bertautan.

__ADS_1


...Bersambung...


...****************...


__ADS_2