Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<35>


__ADS_3

Didalam mobil taksi, perasaan Olivia tidak begitu tenang entah apa yang begitu menganjal perasaannya hari ini. Lalu dirinya mencoba menghilangkan rasa kecemasannya itu, dengan begitu ia mencoba untuk bersandar dipundak Sam, barang kali rada sedikit agak tenang. Tetapi apa jadinya malah bukan ketenangan malah dirinya baru menyadari kalau mobil dibelakang itu terus menerus mengikutinya.


"Jangan bilang kalau mereka"


"Hmm.. Sam kurasa aku tidak enak badan hari ini, bisa tidak kita balik pulang aja ya"


"Kalau kakak sakit kita mampir keapotik saja yah, sekalian kita beli obat - obatan"


"Nggak usah, mending kita langsung pulang aja yah"


"Baiklah kalau itu maunya kakak, pak kita putar balik ya ke alamat ...."


"Baik mas"


Taksi tersebut langsung memutar balik arah, dan mobil hitam pun masih setia mengikutinya. Sesampai didepan rumah, Olivia langsung terburu - buru masuk, dan Sam pun mengikutinya karna takut ada hal yang akan terjadi padanya.


"Mereka tidak melakukan hal apapun, tetapi sepertinya mereka begitu menyadari keberadaan kita"


...----------------...


"Kak~"


Olivia yang begitu tenang sekarang, dia hanya memutuskan untuk memejamkan mata saja. Sedangkan Sam yang melihat Olivia yang sudah beranjak tidur ia mencoba mendekatinya dengan mengecek suhu tubuhnya lalu dirinya memutuskan untuk membuatkan nya makanan.


Tak lama Sam pun datang sebari membawa makanan yang sudah diatas nampan.


"Kak, ayo bangun" mengusap pipi tirus Olivia


"Eunghhh..."


"Ayo makan dulu, ini aku sudah buatkan bubur serta beberapa buah, dan susu untuk menambah tenagamu. Karna sebari kemarin kau begitu sangat kelelahan"


"Sam~ untuk apa kau repot - repot buatkan ini untukku, kau sendirikan juga begitu amat kelelahan. Jadi untuk apa kau sampai"


"Sudah kak, kau tak perlu merasa tak enak hati begitu aku adalah calon masa depanmu jadi setidaknya aku dapat belajar bagaimana cara menghargai seseorang yang aku cintai ini, bolehkan kak"


"Hmm" menganggukkan kepala "Sam, mm~ bolehkah aku juga belajar untuk menerima dirimu"


"Tentu saja kak" nada antusias "Ayo sekarang saatnya kakak harus makan bubur buatan Sam"



Olivia pun langsung memakan bubur tersebut dengan begitu hikmat.


"Bagaimana kak, enak?" ia hanya menganggukkan kepala "Syukurlah"


"Sam, kau minum saja susunya. Aku udah kenyang pastinya kalau makan semua ini bubur lalu minum itu"


"Baiklah, tetapi setidaknya kakak minum saja sedikit"


"Hmm~ mkau mamkan aja bdulu"


"Jangan ngomong sambil makan kak, nih makan sampai habis"

__ADS_1


Lalu saat Olivia sudah menghabiskan buburnya, Sam memberikan segelas susu tersebut, walaupun sedikit meminumnya sisanya Samlah yang melanjutkan untuk meminumnya.


"Sini biar aku saja yang menaruhnya didapur"


"Jangan kak, kau istirahat saja aku akan mengembalikannya sendiri sekalian ada yang ingin aku bersihkan didapur"


"Eh jangan lah kau kan sudah memasakkanku jadi boleh dong, aku saja yang mengantikanmu"


"No! Sekarang tidur saja disini okay"


"Baiklah, terima kasih Sam"


"Sama - sama nona cantik"


Sam yang langsung berlagak seperti paskibraka upacara bendera, sontak membuat Olivia pun hanya tertawa melihatnya, dan dia juga menyempatkan diri memotret dirinya.



Caption : Makasih atas makanannya tau saja lagi laper hehe ♥


Seketika semua orang membanjiri hasil jepretannya, tetapi tidak dihiraukan oleh Olivia yang terpenting ini adalah moment yang tak pernah ia lupakan.


Setelah Sam melakukan semua kegiatannya ia memutuskan untuk kembali kekamar, namun yang ia lihat Olivia sudah terkapar tertidur akibat kekenyangan tadinya, lalu dirinya dengan santainya mematikan lampu, sebari menutup gorden, setelah itu saat dirinya mengambil ponselnya secara diam - diam ia memotret wanita pujaan nya sedang tertidur.



Caption : Selamat beristirahat cantikku♥


Banyak komentar yang mendukung hubungan mereka, namun biasa ada pula yang benci, akan tetapi Sam tidaklah peduli apa yang orang lain katakan yang terpenting sekarang hatinya begitu bahagia setelah mendengar balasan perasaannya kembali dari orang yang selama ini ia suka.


......................


Lalu Olivia pun langsung terbangun, melihat kalau jam sudah menujukkan pukul 9 malam, melihat Sam yang masih tertidur dibalik selimutnya.


Olivia akhirnya memutuskan untuk pergi kedapur untuk membuat mie, tak lama ia dikejutkan oleh Sam yang berjalan dengan berseok - seok.


"Kakak makan apa?"


"Mie, mau nggak?"


"Minta sedikit aja" Olivia langsung mendorong mangkuknya kearah dekatannya "Udah makasih kak"


"Sama - sama"


Lalu Sam beranjak kedapur untuk membuat secangkir kopi susu, dan Olivia pun juga sama meminta dibuatkan.



"Enak banget rasanya, pinter juga kau buat kopinya" sebari mencicipi kopinya


"Makasih kak"


"Oh ya Sam, boleh tidak aku bertanya kepadamu"

__ADS_1


"Apa kak?"


"Hmm maaf kalau ini akan sedikit sensitif ditelingmu, tetapi aku mohon jawab secara jujur saja aku bukannya menurunkan rasa semangatmu akan tetapi ini demi masa depan kita selanjutnya"


"Boleh kak, kenapa memangnya"


"Eh seandainya hubungan kita bersatu nih, lalu apa tidak masalah begitu bagi keluargamu dapat menerima ku sebagai anak yang terlahir kalangan bawah"


"Kak jujur saja kedua orang tuaku bukan lah orang yang sekejam itu kau tenang saja, karna mereka pastinya akan menerima mu. Apalagi mama dia begitu sangat ingin sekali menemuimu"


"Apa?"


"Ya karna maaf kak aku selalu menceritakan dirimu kepadanya"


"Aku bisa memaklumi itu, tapi apa benar dia begitu menyukai diriku"


"Benar kak, apa wajahku ini begitu terlihat seperti orang yang menipu kakak"


"Tidak, tapi jujur saja aku takut kalau sampai mereka tidak merestui hubungan kita"


"Kak, untuk apa kau takut hubungan kita selamanya akan terikat, tidak akan pernah yang bisa menghancurkan ikatan cinta kita"


"Seyakin itukah kau"


"Sangat... Karna sedari lama hmm maksudku aku sudah lama menyukaimu semenjak aku bekerja dicafe"


"Apa? Hahaha... Tapi aku masih belum 100 persen tuh gimana"


"Kakak tenang aja kau bakal akan mencintaiku setulus hatimu itu"


"Hahaha ada - ada saja kau ini"


"Kan benar dong kak hehehe"


Kedua nya pun begitu menikmati secangkir minum dimalam ini, sebari melihat taman kecil diluar.


......................


Tak terasa sudah 1 bulan lebih, mereka telah hidup bersama. Satu demi persatu mereka mengetahui kebiasaan satu sama lain, walaupun rahasia Sam masih terjalin sempurna, akan tetapi setiap ancaman dari nenek Sam. Olivia sendiri sudah tidak memperdulikannya karna prinsipnya sekarang dirinya telah bersama Sam semakin membaik.


Ketika dihari libur, Olivia yang melakukan kegiatan bersantai - santai nya tetiba ada suara bunyi bel yang tiada hentinya menekannya.


"Huh! Siapa sih brisik tau! arghh bentaran napa, astagaaa~ siapa sih"


Berjalan dengan malas, Olivia dengan terpaksa membuka pintu utama seketika rautnya yang datar seketika berubah melebarkan matanya.


"HALOOO"


Olivia yang masih sok melihatnya, dia hanya terdiam mematung memandangi mereka.


"*Kenapa mereka tau aku ada disini arghhh matilah sudah" batinya yang menjerit


...Bersambung...

__ADS_1


...***************...


__ADS_2