Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<32>


__ADS_3

Ditepian bibir pantai Olivia pun masih terdiam menginggat bagaimana benda - benda pangeran ada ditempat penjualan.


"Apa dia benar - benar ingin melupakanku" berlahan air matanya pun menetes dengan sendirinya


"Ini minumlah, mungkin dengan ini hatimu akan sedikit tenang" memberikan satu minuman kelapa segar


"Terima kasih"


Olivia pun berlahan meminumnya, tetapi dengan pandangan kosong, entah didalam fikirannya sekarang adalah banyak sekali sebuah pertanyaan yang ingin ia ungkapkan kepangeran.


"Untuk apa kau terlalu memifirkannya kak, apa dia sekarang sedang memikirkan mu"


"Entahlah akan tetapi ada banyak sekali pertanyaan yang ingin aku pertanyakan kepadanya"



"Ohh.. Lalu apa yang ingin kau tanyakan kak, kalau seandainya pangeran itu datang menghampirimu"


"Aku ingin bertanya kenapa kau tidak mencari ku, terus kenapa kau tidak melawan nenekmu, lalu tanyakan kepada beliau kenapa dia begitu sangat jahat selali kepadaku apa salahku selama ini kepadanya padahal selamaa ini aku tidak pernah bertemu dengan dirinya, dan lagi kenapa kau membuang semua kenangan kita apa dirinya sudah mulai ingin melupakan diriku hiks... Hikss.. Kau memang jahat pangeran hikss..."


Sam yang melihatnya pun merasa tak enak hati, dan sedikit tertawa kecil melihat tingkah Olivia yang sama persis dengan anak - anak yang mengaduh keayahnya, seketika dirinya hanya dapat memeluknya.


"Apa kau masih menyukainya kak"


"Hah? Pertanyaan apa itu?"


"Yah secarakan pangeran itu sama persis seperti cinta pertama kakak"


"Yah itukan berlaku dulu, untuk apa aku menyukai pria yang sudah lama pergi tanpa mencariku" sambil duduk dengan tegak walaupun sedikit bicara nada kesal


"Kalau dia jauh lebih tampan dariku bagaimana"


"Tetap saja, aku tidak akan jatuh hati kepadanya. Sekarang begini deh kalaupun aku masih suka dengan cara apapun aku akan tetap mencari tau keberadaannya Sam, tetapi ini ihh boro - boro mau cari tuh anak ini aja neneknya seperti hantu bergentayangan setiap harinya disekelilingku pula"


"Ah~ kalau seandainya nih nenek nya tidak datang, apa kau masih ingin melakukan opsimu tadi yang kedua huh?"


"Yah tetap tidaklah, rugi bandar yang ada nantinya aku datang kesana eh tau - taunya sono udah mau nikah yah ogahlah"


"Ahh~ aku mengerti sekarang, berarti sekarang ini kau memang masih mau mempertahankan cintaku kepadamu kan kak" menggodanya


"Iyalah"


"Ohh~ sekarang kakak cantikku ini, sudah mulai terpesona dengan diriku ya?" sambil menganggkat kedua alisnya



"Ekspresi apaan gitu, ihh menjijikan sekali anda nih"


"Ah kakak mah~" sedikit memanyukan bibirnya


"Hahaha..."


Sam langsung berdiri, dan menatap penuh senyum menawannya, dalam waktu beberapa menit Olivia merasa terpesona dengan ketampanan Sam dari arah bawah.



"Tampan sekali" gumamnya


"Apa kak?"

__ADS_1


"Tidak ada, eh mau kemana kau?"


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita kak, apalagi kita sendirikan belum membeli makanan jajanan disini, bukan"


"Kau benar juga, tapi... Kau memangnya ada uang sekarang ini"


"Hmm kakak meremehkan ku yah? Kau tenang saja kak aku masih banyak sisa uang tabunganku kok, ayo kita puas - puaskan malam ini ayo" mengerahkan tangannya


"Okay, ayo kita pergi" menerima tawaran tangannya


Mereka berdua begitu menikmati acara mencari - cari makanan khas sampai minuman pun satu persatu mereka coba. Tetapi berbeda halnya ditempat lain seorang wanita paruh baya tengah memperhatikan hasil kiriman potretan kedua cucunya yang begitu semakin dekat dengan wanita yang dirinya benci.


"Pantau mereka, sampai sejauh mana hubungan mereka, dan ingat hancurkan secara diam - diam tempat mantan pelayan bodoh itu, CEPAT LAKUKAN!"


"Awas saja kau wanita miskin!" gumamnya


Kebahagiaan mereka berdua begitu sangat terlihat semakin jelas karna, mereka begitu sangat menikmati beberapa jajanan disana.


"Huh! Kenapa kau harus membeli ini, bukankah disana itu banyak sekali penjual popcorn yah?"


"Yah~ aku hanya kasihan saja kepada anak lelaki itu, dia masih begitu sangat muda sekali sudah menjual beginian padahal kan diusianya dia harus sekolah dijam segini, tapi dia masih berjualan. Karna katanya sih dia terpaksa melakukan ini demi membiayai adiknya yang masih sekolah sedang orang tuanya sama - sama sudah diatas"


"Kasihan juga"


"Kak~ kau kan ada jajan sendiri kenapa sedari tadi dirimu mengambil jajanan ku hihi..."



"Hih pelit amat jadi orang" cemberut


"Bukan pelit, tetapi kasihan pada makanan mu itu" sebari menujuk nya dengan gerakan alis dan matanya.


"Yayah~ i know" melanjutkan makanannya dengan wajah cemberut


"Biarin" makan sebari menatap arah lain


"Jangan begitu lihat mukamu semakin jelek saja deh, sumpah"


PLAKK.. Olivia langsung memukul lengannya "Jahat banget sih" muka kesal


"Hahaha..." tertawa lantang


"Ah jangan ngambek gitu dong cantik, ayo aku traktir deh lagi ayo~ kita cari makanan saja disini barang kali ada"


"Aku mau hamburger"


"Iya - iya cantik ayo kita cari dulu okay" menarik tangannya yah macam seorang ayah mengandeng buah hatinya


Akhirnya sekian banyak nya lestoran ternyata yang di idamkan Olivia, ternyata ada walaupun lestorannya cukup jauh. Sebelum makanan pesenan datang Sam lebih dulu membeli kukis coklat untuknya, seketika Olivia langsung mengploud hasil jempretannya ke insta story di ig nya.



Caption : Thank you boy ♥


Tak lama makanannya pun datang, Olivia yang sudah merasa ngantuk sampai rasa laparnya pun hilang malah tergantik ngantuk, sampai - sampai ia tak sadar tertidur sambil membawa hamburgernya, dengan cepat ia memotret moment tersebut secara diam - diam, yang benar saja hasilnya pun dia dapat dengan terburu - buru ia mengupload kesosial medianya.



Caption : Kalau udah mengantuk tuh mending tuh tidur atuh cantik, bukannya malah makan kayak bayi 2 tahun atuh keliahatannya hihi..

__ADS_1


TUKK.. TUUKK..


Meja yang memang Sam ketuk pelan disebelah tangan Olivia.


"Ngantuk banget ya"


"He.em" mengangguk patuh


"Apa kita balik saja kak ke resort biar ini dibungkus begitu"


"Nggak usah ah, sayang aku akan makan kok"


Olivia pun memakannya dengan wajah mengantuk, beberapa menit kemudian akhirnya Olivia pun dapat menghabiskan hamburger nya sedangkan stik kentangnya Sam yang dia suruh makan.


"Ayo kita balik ke resort, anak - anak sudah mencari kita loh kak"


"Nggak mau ah, kita kepantai saja ayoo~ "


"Besokkan bisa kak"


"Nggak mau, se.ka.rang kalau kau tidak mau biar aku sendiri saja yang pergi"


"Buat apa kak kita kepantai lagi tadikan sudah"


"Aku mau melihat sunsute tau, kapan lagi coba"


"Kan bisa atuh lihatnya diresort"


"Nggak mau, aku mau nuansanya yang beda"



Sam hanya dapat menggelengkan kepala, karna perubahan Olivia begitu berbeda dalam satu waktu.


"Tidak ada aneh saja tumbenan aja, kau berubah jadi pemaksa begini kak"


"Kenapa apa kau tidak suka"


"Suka kok, malah suka sekali jadi kakak dapat mengandalkan ku menjadi seorang pria yang sebenarnya"


"Hih bahasamu!"


"Hehehe..."


...----------------...


Ditempat lain wanita tua tersebut yang tengah membersihkan barang - barang antik nya, tetiba ia melihat beberapa orang berbaju jas tengah berjalan kesana kemari, entah mengapa perasaan nya tidak terasa nyaman. Tetapi apa itu, dia banyak sekali pertanyaan dibenaknya kenapa dihari - hari begini masih ada orang sebanyak itu berada dispot wisatanya biasanya tidak satupun orang akan memakai jas kalau memang bukan pemilik resort tersebut.


Berawal tidak wanita tua itu pedulikan akan tetapi secara mengejutkan membuat jantungnya merasa kaget yaitu dengan suara dentuman keras dari arah belakang tokonya


'BOOMMM'


Kobaran api pun secara bersamaan melahap penjuru toko secara mendadak, orang - orang disekitar pantai pun semua mendengar suara dentuman keras tersebut, sampai ke resort pun mereka dapat mendengarkannya.


"Ada apa itu? Apa kakak mendengarkannya"


"Hmm kau benar Sam apa yang terjadi, ayo kita lihat"


Keduanya pun langsung terburu - buru berlarian kearah puncak suara.

__ADS_1


...Bersambung...


...****************...


__ADS_2