Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<20>


__ADS_3

Melihat kedua saling berpandang, Olivia yang terus memperhatikan Sam yang terus menerus menatapnya penuh dengan intens, tanpa dirinya duga Sam pun berani mencium bibirnya, penuh dengan kelembutan.



Berlahan ia menerima setiap ciumannya, dan mereka pun saling ******* bibir satu sama lain. Tanpa mereka sadari mereka telah menikmati ciuman satu sama lain, sampai - sampai Olivia sendiri tidak menyadari kalau dirinya sudah berada dipangkuan Sam, dan mereka pun telah terduduk diatas ranjang.


Saat Olivia meremas rambut Sam, apapagi Sam sendiri sudah berpindah mencium bahunya, dengan penuh kesadaran Sam langsung melepas ciumannya.


"Maafkan aku..." lirih Sam


Setelah mengatakan itu dia langsung menganggkat tubuh Olivia turun dari pangkuannya.


Selesai itu dirinya meninggalkan tempat tersebut, Olivia sendiri hanya termenung apa yang baru saja ia lakukan.


"Arghh apa yang baru saja aku lakukan ini ahh~ tidak" sebari menjambak rambutnya sendiri


Sedangkan ditempat lain, Sam sendiri yang terus menerus terngiang akan kejadian tadi membuat wajahnya semakin merona memerah.


"Astaga apa yang kulakukan kepadanya itu arghh sial" menutup wajahnya


...----------------...


Setelah sore tiba, tetiba Sam langsung berfikiran untuk membeli makan siang, karna tadi nya belum ada yang makan. Jadi dia telah memesan makanan diluar, apalagi karna terlalu malu untuk meminta masakan Olivia.


TOKK.. TOKK...


"Kak, mari kita makan malam aku sudah memesan kannya"


"Ba - baik"


"*Aku terlalu malu untuk keluar bagaimana ini arghhh" memeras rambutnya


"Apa kakak marah kepadaku kenapa dia begitu lama didalam kamar*"


Saat Olivia keluar Sam merasa sedikit lega namun ketika mereka duduk dimeja yang sama entah suasana mulai terasa canggung.


Selesai makanpun mereka masih sama saja, merasa begitu amat canggung, dan malu untuk menginggat ciuman panas yang baru saja mereka lakukan.



"Mm.. Kak, maaf sebenarnya aku tidak harus melakukan hal tadi kepadamu"


"Tidak kau tidaklah salah, tetapi melainkan diriku yang masih saja haishh" "Arghh kenapa kau mengatakan itu bodoh!"


"Ah.. Kak, besok saja kita akan berkemas pindahannya ya"


"Kenapa? Lebih baik sekarang saja, kau tenang saja tanganku baik - baik saja kok, aku bisa mengatasi semuanya"


"Tidak tetap tidak kak, kau masih perlu beristirahat"


"Sam~ kau tenang saja yah sekarang aku sangat begitu baik - baik aja kak"


"Begitukah, baiklah ayo mari kita berkemas. Karna sebentar lagi kurir mobil pengantar kita akan datang"


"Hah? Uang dari mana kau dapat menyewa mobil kurir"


"Kakak, tak perlu khawatir okay. Sekarang kakak hanya menurut, dan diam disini, karna bajumu pasti sudah masuk kedalam tas kopermu sendiri, biar aku yang akan mengurus segalanya"

__ADS_1


"Tidak - tidak aku harus tetap membantumu"


"Kak~ pleasee diam disini aja ya"


"Nggak mau, aku marah nih"


"Ah baiklah - baiklah lakukan apa yang kau mau" pinta nya


"Yess"


Olivia beserta Sam sama - sama mengemasi semua barang - barang mereka, tetiba orang kurir pengantar barang pun datang, dan langsung membantu mereka memasukkan semua barang kedalam mobil.


Setelah semua telah beres Olivia beserta Sam langsung menyusul mereka dengan menggunakan motor kesayangannya Sam.


Sesampai dirumah mereka, keduanya pun saling bekerja sama membersihkan rumah, serta mengemasi barang - barang mereka kelemari maupun ketempat semestinya.


"Huh.. Lelah rasanya, gini nih enaknya meminum minuman segar"


"Haha... Kakak mau minuman dingin"


"Yah pasti maulah, capek nih"


"Ayo, kita cari minum serta makan malam nanti. Kau tak perlu harus memasak lagi"


"Ahh.. Kau benar sekali, ayo cus kita pergi"


Melihat tingkah Olivia seperti anak - anak membuat Sam merasa sangat geli, dan mengemaskan.


...----------------...




Caption :


...Yeah! Yang dapat jajanan gratis nih😜...


Setelah mencari jajanan, tetiba Olivia melihat didekat situ ada mall, dengan ingat akan bahan bulanan ia pun langsung menarik tangan Sam untuk masuk ke mall demi mendapatkan belajaan bulanan sekaligus, ada beberapa tulisan diskonan.


Yah maklum kaum para wanita kalau udah lihat barang diskonan tuh bawaan nya belanja melulu hihi..


"Oh ya Sam kalau kau ingin beli sesuatu, cari aja aku mau keliling cari diskonan, serta beberapa bahan yang harus kubeli buat bulanan kita"


"Aku ngikut kakak aja, kemana kakak beli apalagi kalau yang kakak ambil tinggi bagaimana kan kakak tingginya segini"


"Ha, apa? Kau mengataiku kalau aku ini pendek ha!"


"Tidak, aku hanya mengucapkan apa yang sesuai faktanya aduh... Maaf - maaf hehehe" mengaduh kesakitan karna Olivia mencubit lengannya "Sakit kak, kalau cubit tuh jangan disini tapi dihatiku aja kak, kau cubit agar selalu cinta padamu"


"Haha.. Nggak jelas" tawa garing


"Aku serius kak, aku nggak bohong kok. Apa kakak mau aku buktikan seperti dirumah tadi" bisiknya


"Ih apaan sih kau ini semakin nggak jelas aja" pergi meninggalkan Sam yang tertawa melihat rautnya yang mulai memerah


Ketika Olivia hendak mencari bahan makanan pokok, Sam pun langsung mengeluarkan ponselnya dengan memotret di insta story istagramnya.

__ADS_1



Caption : Nemenin belanja bulanan, udah cocok nggak sih ♥


Comment an pun mulai membanjiri instagram nya, tetapi tidak Sam pedulikan karna menurutnya mereka hanyalah ingin mengepoi kehidupannya.


"Sam coba lihat menurutmu bau mana yang enak" sambil menujukkan sabun pakaian.


"Yang ini aja, baunya lebih kesoft"


"Kau benar sekali, yang ini saja"


Mereka pun begitu sangat menikmati belanja bersamaan.


...----------------...


Setelah mereka melakukan transaksi belanja, mereka pun langsung melanjutkan perjalanan pulang. Disaat pulang, Olivia yang menaruh beberapa belanjaan ketempat semula tetiba dirinya mendapatkan telfon video call dari Sonya yang tidak lain sahabat akrabnya, lalu ia menganggkat nya dengan menggunakan earphone yang ia punya.



"Halo bestie bangsatku~"


"Ckk.. Kalau nggak penting gak usah telfon lo bangsat gangguin aja lu"


"Haha... Ihh lu mah gitu nih yah gue sebagai temen baikmu mau curhat tau"


"Ala paling an lu curhat tentang cowok nggak jelasmu lagikan"


"Yah nggak juga sih, tapi itu juga nanti ada sebagian diceritaku ini"


"Huh.. bosen gue lama - lama dengerinnya kampret, bisa nggak sih lu cerita tuh jangan bahas tuh cowok" Sambil menaruh ponselnya diberdirikan kearah tas belajaan tadinya


"Ih iya deh iya, tau yang situ belum punyakan"


"Anj** lo, apa yang mau lo ceritain sih"


"Okay - okay sabar napa, jadi tuh ya gue sebenarnya tadi tuh dapat tawaran buat endorsin prodak perusahaan eh tau - tau nya siapa pemiliknya, anjir lu pasti kaget dah" Olivia yang masih fokus menaruh beberapa belanjaannya "Lu masih ingat kan sama Willy mantan gue"


"Mmm.." mengambil beberapa yang ada dimeja dapur


"Dia ternyata yang punya, ihh ngeselin tau nggak sih huh.. Makanya gue langsung putusin tuh kerja samanya, eh malah tuh orang main hakim sendiri lagi. Kalau aku nggak mau kerja sama tuh orang katanya gue bakal ngebokar aib gue dulunya kan anj**"


"Bwahaha... Itu namanya dia masih ngarepin elo dodol, kelihatan sekali bukan kalau tuh orang masih suka ama elo"


"Ckk... Kalau suka kenapa main ancem - ancem pula kan nyebelin, eh loh ngapain tuh"


"Nih lagi naro ayam ketempat makan, biar enak naruh sayuran lain"


"Oh"


Seketika keduanya saling terdiam, tiba - tiba Olivia dikejutkan oleh suara teriakan temannya.


"AHHH..."


...Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2