
(Sebelumnya aku menggucapkan maaf, sebelum keceritanya aku ingin membenahi beberapa episode yang menurutku membinggungkan, tentang Rosliana berpacaran dengan siapa? Mungkin dari kalian ada yang menyadari atau tidak. Tetapi aku mau membenahi tulisanku bahwasannya Rosliana itu telah bertunangan dengan Harry yah okay)
......................
Seketika tawa lantang ratu, membuat atensi semuanya berpacu kepadanya "Hahaha.. Pangeran - pangeran, asal kamu tau saya dengan ayah Keyna hanya membahas tentang musuh kita yang ada diluaran sana. Jadi untuk apa juga kita harus lelah - lelah membunuh orang apa tadi anak - anak panti begitu haha... astaga pangeran kenapa dirimu begitu mempercayi rekaman, yang belum pasti kalau itu memang tertuju kearah pengeboman yang kau maksudkan"
"Huftt.. Sudahlah, katakan saja sejujurnya apa hubungannya ketika kau mengancamku akan melenyapkan mereka dengan cara kau menyekap orang tua kak Oliv itukan, apalagi ini pasti masih ada kaitannya kematian anak panti disanakan"
"Haha... Saya hanya bercanda saja saat itu pangeran, kau tau memang aku menyuruh anak buahku untuk meminta mereka melakukan adegan penyekapan, supaya kau mau untuk segera menikah dengan pilihan kita. Apalagi kau begitu sulit untuk melepaskan wanita miskin tak berguna itu "
"CUKUP!! Jangan pernah menyembut dia wanita miskin tidak berguna, karna dia lebih berguna dibandingkan dirimu"
"Lancang sekali kamu mengataiku"
"SUDAH HENTIKAN SEMUANYA!! SAM AYAH TAU KAU BEGITU MEMBENCI NENEKMU TETAPI TIDAK SEPERTI INI ASAL MENUDUH ORANG YANG BELUM TENTU MENGARAH KETUDUHANMU"
"Sudahlah, Velcor lebih baik kau tegur saja teman - teman bodohnya itu, karna merekalah anakmu semakin berani menindas orang tua dengan seenaknya"
"Liam saya minta kamu cepat pergi dari sini, biarlah ini menjadi urusan pribadi keluarga Sam, dan Sam cepat kamu kembali kekamarmu"
Liam pun seketika langsung berbalik pergi, ketika seorang pelayan istana mengembalikan laptopnya, dengan begitu ia pun melanjutkan perjalanannya kembali kerumah sakit. tidak bagi Sam yang secara mengejutkan ia melempar guci disamping anak tangga 'PRANGG'.
Sesampai dirumah sakit Alex langsung merebut laptop milik Kelvin namun anehnya disana data file kosong.
"Dimana semua file pembuktian kita Li"
"Ada kok, memangnya disitu tak ada"
"Tak ada bodoh, kemana semua ini"
"Aishhh sial" gerutunya
"Memangnya lo sehabis darimana, Li" tanya Rosliana penuh curiga
"Dari istana, karna gue dipaksa oleh Sam mau tidak mau gue harus ikut"
BUGGHH.. Alex berulang kali memukuli wajah Liam, dengan sesekali mengatainya bodoh.
"CUKUP HENTIKAN LEX, INI BUKAN SAATNYA BERTENGKAR LEX HIKS..." mencoba melerai keduanya
"APA PUAS SETELAH USAHA KITA INI HAMPIR SAJA BERHASIL, ELU MALAH SEENAKNYA HILANGKAN SEMUANYA. APA LO TAU NENEK SAM ITU WANITA LICIK BODOH!! DIMANA OTAK LU LI HAH! KENAPA ARGHH"
"Maaf... Maaf" sudah melemas
"Tak seharusnya elo minta maaf ke kita, tetapi meminta maaflah ke kak Oliv karna elu sudah menghentikan semua impian kebahagiaan dua insan yang seharusnya bersatu malah elo pisahkan, dan ingat teman kita didalam sedang menunggu pembelaan mereka tapi ini huh!"
__ADS_1
"Arghh hikss.. Maaf hiks.."
Seketika Alex mendapatkan telfon dari bang David, dimana ia seketika melemparkan kearah Liam "Elu yang harus mempertanggung jawabkan ini ke bang David"
Saat Liam menganggkat telfon dari David, disitu ia begitu gugup akhirnya dengan berlahan dirinya menggatakan sebenarnya, disitu David langsung menggata - ngatai Liam.
"Maaf bang hikss..."
TUTTT... panggilan tersebut seketika langsung dimatikan secara sepihak oleh David.
"Gimana respon bang David, marah haha.." tertawa garing "Tentulah orang sudah berjuang sampai sejauh ini malah seenaknya kau hilangkan" ucapan Alex membuat Liam hanya tertunduk serta duduk dilantai
"Maaf" ucap kecilnya
Ternyata disana juga David sudah begitu marah besar, sampai - sampai Kimmy terus - menerus menenangkannya. Olivia yang berawal hanya memejamkan mata seketika berdiri, lalu menghampiri David dengan santainya.
"Kembalilah pulang bang, kuharap perlindungan dari paman Erick jauh lebih baik, apalagi situasi disana mungkin jauh tidak begitu baik, dan juga aku minta keluarga kecilmu serta bang Tomi, karna aku tak ingin kalian juga ikut dalam ibasan wanita tua tersebut" sambil menepuk pelan bahunya
"APA MAKSUDMU HAH!" bentaknya karna melihat raut matanya begitu amat kacau
"Aku tidak apa - apa bang, lagipula tuh orang sudah tau kalau diriku masih hidup"
"Tidak, aku tak akan biarkan kau sendiri disini"
"Bang dengarkan aku baik - baik, biarkan aku tetap akan menyelesaikan misiku awalannya. Jangan cemaskan aku biarlah ini menjadi perlawananku kepadanya"
"Bang, tolong mengerti penderitaanku ini aku mohon" mata yang berkaca - kaca "Please demi membalaskan dendamku kepada mereka itu saja, kalaupun aku tak bersama Sam, aku tak peduli yang terpenting aku telah membalaskan dendam mereka yang sudah tiada demi diriku sekarang"
"Kau tenang saja Vid, aku akan tetap bersama dengannya apalagi ini juga masih berkaitan pembalasan dendam kembaranku yang mati karna mereka" ucap Yuan yang tetiba datang dengan Daniel "Kalian tenang saja, Olivia sudah aku anggap sebagai anakku sendiri jadi kalian tak perlu khawatir lakukan penerbangan kalian saat ini juga, karna situasi anak - anak itu sudah dalam mode terpecah kuharap kau dapat melerai persahabatan anak - anak disana"
David langsung mensetujui ucapan Yuan, lalu Olivia tanpa berbincang lebih lanjut ia melanjutkan langkahnya.
"Akan kemana kau" tanya Yuan
"Menghubunggi wanita tua tersebut"
"Jangan bertindak bodoh dulu, kita akan lakukan besok saja kau mengerti. Karna bisa saja mereka semakin menyukai pancingan yang kita buat ini, lebih baik kita rundingkan kembali rencana kita berdua. Bagaimana"
Sam yang terbaring dikamarnya, hanya melamun memikirkan rasa bersalahnya karna telah membunuh anak yang tak berdosa tersebut. Tetiba ia mendapatkan telfon dari Lucky, seketika langsung menganggkatnya.
"Halo Sam, cepet lu kerumah sakit Sam disini Kelvin sedang kesetanan woi udah dong aishh"
Mendengar keributan, membuat Sam seketika langsung memutuskan untuk pergi kerumah sakit. Sedangkan dirumah sakit sendiri mereka begitu amat ribut, tetiba Rosliana mendapatkan telfon dari Olivia.
"Halo kak hikss.. Tolongg... Anak - anak"
__ADS_1
"Speaker kan kemereka" ketika Rosliana menspeaker ponselnya "HENTIKAN!! ALEX, KELVIN, LIAM!! BISA TIDAK KALIAN MENYELESAIKAN INI DENGAN KEPALA DINGIN HAH!! AKU TAU KEHILANGAN ITU TIDAK SEMUDAH MEMUTAR BALIKKAN TANGAN APA KALIAN BISA BERFIKIR UNTUK LEBIH HATI - HATI DAN JUGA BERUSAHA SEKALI LAGI, KALAU KALIAN TAK SANGGUP KATAKAN SEKARANG DENGAN BEGITU AKU TAK PERLU MELIHAT KERIBUTAN BODOH KALIAN ITU"
"Tunggu... Sepertinya aku menggenalnya HAA!! KAK OLIVIA" teriak Lucky
"Brisik" timpal Kelvin
"Ya halo Luc, apa kabarmu"
"Hikss... Hikss.. Kak akhirnya kau masih hidup juga, pasti Sam akan bahagia melihatmu kak apalagi dia sebentar lagi datang ah pasti senang sekali pertemuan ini" Semua langsung menatap Lucky "Lah kenapa kalian menatapku seperti itu" memincing ketakutan
"Kapan kau menelfon Sam"
"Hmm barusan, memangnya kenapa? Bukankah tindakan ku ini benar ya"
"Ck.." semua temannya berdecak kesal
"Ros, aku harap kau ajak anak itu keluar lalu jelaskan dengan detail, dan ingatkan untuk tak bertindak gegabah. Oh ya sekalian aku minta tolong awasi Sam diluar"
"Baik kak, ayo ikut aku cepat" menarik bajunya
"Eh - eh kenapa ini, kak aku masih ingin banyak berbincang kepadamu!" teriaknya
"Jadi aku minta kalian ber empat untuk kita rundingkan kembali misi kita selanjutnya, biarlah semua itu hilang hanya saja usaha terakhir kita ini kuharap berhasil"
"Maksud kakak, melanjutkan misi selanjutnya begitu" ucap Kelvin
"Ya kau benar dengan begitu misi terakhir kita, hanya mengharapkan dapat berhasil"
"Tapi kak, bukankah nenek Sam akan semakin waspada, dan berbahaya bagimu kak"
"Aku tau, tapi saat ini bukan saat nya aku bersembunyi lagi melainkan menantang wanita itu muncul kembali, dengan begitu aku meminta bekerja sama kembali kekalian entah ini akan berhasil atau akhir dari semuanya"
"Kak, kami meminta maaf" ucap Harry
"Tidak apa - apa, ini akan sebagai bukti bahwa usaha kita harus lebih kuat lagi, melawan musuh yang sudah dihadapan kita bukankah begitu strategi game yang kalian mainkan"
Semua saling menatap lalu menganggukkan kepala, sedangkan diluar Sam sudah datang dengan langkah tertatih - tatih, melihat perdebatan Rosliana dan Lucky membuatnya langsung cepat melangkah kearah mereka.
"Kalian, ihh jahat banget deh, masa gue tidak dilibatkan juga sih"
"Heii yang ada kalau kita melibatkan elu, tuh yang ada rencana makin gagal bodoh!!"
"Ada apa ini"
"SAM" serempak keduanya
__ADS_1
...Bersambung...
...****************...