Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
74


__ADS_3

"Hei kenapa kalian terkejut begitu melihatku"


"Ah hanya saja elu kenapa tiba - tiba muncul bodoh, kukira lu setan"


"Aishh, minggir - minggir"


"Eh tapi Sam" kedua orang diluar ini begitu panik saat Sam membuka pintu tersebut


CLEKK.. ketika dibuka keempat anak tersebut hanya sama - sama saling memainkan game.


"Eh bro, tumben kesini lu udah sembuh emangnya" ramah Kelvin


"Nggak kata bocah prik ini kalian tengkar, apalagi gue denger sendiri kalian bertengkar hebat tadi"


"Iyakah, bwahaha santai aja Sam kita tuh tengkar gegara kalah tanding game, lah malah si bocah nih kagak tau permasalahannya" ucap Liam


"Begitu ya" duduk disofa


"Sam, gue mau tanya emang bener lu kagak nikah ama tuh Lizza" Sam hanya menggelengkan kepala "Kenapa?" tanya Alex


"Nyokap gue tau kalau tuh orang anak yang nggak baik, makanya nyokap minta bokap gue buat batalin tapi nenek sihir awalannya nggak mau tapi berlahan dia mau. Tapi gue harus nikah sama tuh Keyna anak kerajaan sebrang"


"Tumben lu kagak nolak, biasanya" ucap Liam


"Gimana mau nolak orang gue diancem lagi, lu taukan orang tua kak Oliv lah yang jadi kelemahan gue"


"Lah apa hubungannya dah" saut Harry


"Yah emang, tapi sejak aku tau kak Oliv meninggal saat itu gue sering kesana buat menggenang foto - fotonya disana, terutama dipanti juga makanya gue kesal dengannya, kenapa seenaknya dia membunuh anak tak berdosa itu"


Seketika Olivia hanya meneteskan air mata, ternyata disitu Alex masih menyalakan vicall dengannya, karna ingin sekali tau alasannya menikah dengan wanita lain.


......................


Berbeda halnya si nenek tua tersebut yang terus berdebat dengan Lizza diponselnya.


"Aku tak mau tau kau harus memberikanku uang atau rahasiamu akan kubongkar semuanya"


"Ck, tidak ada uang enak saja. Pekerjaan mu sudah selesai yah"


"Apa! Huh.. Enak nya kau tak memberikanku okay akan kubongkar rahasiamu ke wanita miskin itu bagaimana"


"Jangan berlagak maju ya, atau kau mati ditanganku sekarang juga wanita pelacur"


"Hei wanita tua, didunia ini tak ada yang tak membutuhkan uang. Semua tuh butuh uang, dan karna itu dengan cara bekerja menjadi pelacur tuh adalah jalan ninjaku bertahan hidup jadi stop sok kau ingin membiayai hidupku cukup diam, dan nikmati hidupmu sebelum berakhir kepenjara nantinya"


"Hahaha... Kau berbicara seperti itu seolah - olah kau tau masa depanku saja ck.. Lebih baik persiapkan dirimu lah yang akan tertangkap oleh para istri sah sugar daddymu itu"


Lizza hanya memutar bola matanya "Sudahlah terbuang percuma saja aku berbincang denganmu wanita tua"


"TUNGGU!" suara bass menggema seluruh ruang kerja nenek Sam "Kurasa kau harus bekerja kembali pelacur"


"Apa maksudmu nak"


Pria tua dengan langkah santai mendekati wanita tua tersebut, lalu duduk dihadapannya dia tidak lain ayah Sam yaitu tuan Volcer.


"Wanita itu mulai berani menggambil tindakan yang mungkin kau merasa senang"


"Jangan memutar - mutar pembicaraan paman"


"Dia baru saja meminta alamat Harison, katanya ingin menggambil yang telah kau janjikan"


"Hahahahaha...."

__ADS_1


"Kenapa kau tertawa bu"


"Bagus, ini adalah sebuah hal yang begitu membahagiakan bagiku"


"Dasar gila" gerutu Lizza


"Apa rencanamu bu"


"Kau sangat pandai sekali nak, memang itu yang ingin aku rencanakan kepadanya maka dari itu kau mulailah pelancur, lakukan apa yang akan kukatakan dengan begitu hidup wanita miskin itu akan penuh ketakutan"


......................


Pagi yang masih petang, Olivia beserta Yuan merencanakan untuk pergi ketempat yang sudah dikirimkan oleh Volcer dengan menggunakan mobil mereka. Apalagi tempat tersebut begitu sangat jauh dari tempat mereka, butuh waktu 5 jam sampai kesana.


Butuh waktu lama, sampai tak terasa mereka sampailah ketempat rumah megah milik tuan Harison. Disana mereka memasukinya dengan atas surat yang sudah resmi ijin dari nenek Volcer sendiri.


"Bi, apa kau baik - baik saja" tanya Olivia ke Yuan yang terlihat pucat


"Kalian siapa?" suara berat tersebut membuat kedua wanita ini menoleh dengan cepat "YUAN!"


Seketika pria tua tersebut memeluk erat putrinya, disitu suasana tangisan haru menyelimuti ruangan mewah tersebut.


"Apa kau baik - baik saja nak"


"Iya yah aku baik - baik saja, bagaimana dengan ayah dan kenapa bisa ayah disini? lalu bagaimana bisa ayah di informasikan sudah tiada hah!" kata Yuan penuh emosi


"Maafkan ayah nak, ayah tak pantas kau sebut menjadi ayahmu terutama tak pantas menjadi suami yang baik untuk ibumu"


"Apa maksud ayah"


"Aku dulu telah berselingkuh dibalik hubungan dengan ibumu, setelah wanita itu merasa cemburu dengan ibumu dia hiks... Aku gagal menyelamatkannya"


"Tunggu maksud ayah apa?"


"Tidak aku sangka ayah hikss..."


"Aku sekarang sudah mengerti, apa wanita itu terobsesi denganmu sedari dulu kek"


"Benar, sebelum aku menikahi ibu Yuan, disitu aku memiliki hubungan spesial dengan ratu Vevey, tetapi semua itu seketika hancur karna adanya perjodohan yang dimana Vevey dinikahkan oleh pangeran tersebut. Namun tak lama kabar kelahiran buah hati Vevey itu bukanlah darah daging kerajaan melainkan darah dagingku"


"Tunggu - tunggu, jangan katakan kalau ayah memiliki seorang putra dari Vevey"


"Yah, Volcer itulah anak darah dagingku yang Vevey akui kepadaku saat mengandungnya, jadi dia adalah kakakmu Yu"


"TIDAK!! HIKSS... KENAPA AYAH TEGA ARGHH"


"Bi" menenangkan Yuan "Sebab itu kakek masih berhubungan dengan mereka"


"Benar, tetapi aku memintamu kau harus berhati - hati karna anak ibu itu sama - sama memiliki sifat jahat" seketika Olivia terkejut mendengarkannya


"Bagaimana bisa"


"Aku hanya bisa mengatakan ini kepadamu nak, bisa saja nyawamu yang akan menjadi taruhannya kalau sampai berani melawannya"


"Jangan bilang kalau kakek juga bisa saja dia membunuh kakek walaupun kau adalah darah dagingnya sendiri"


"Hmm jiwa psikopatnya keduanya begitu melekat, maka dari itu aku minta sekarang kalian pulanglah sebelum mereka mengetahuinya" berdiri dengan terburu - buru


"Bwahaha... Terlambat, karna aku ada disini"


Seketika ketiga melihat dari anak tangga, kalau Lizza dengan santainya berjalan kearah mereka.


"Selamat datang dipenjara kematian, CEPAT TANGKAP MEREKA BERDUA" Tersenyum penuh arti kearah mereka

__ADS_1


"Kurang ajar, lepaskan dia pelacur"


"DIAM!! Kau tidak ada kuasa menyuruhku, karna kau hanyalah boneka wanita tua itu pria bongkotan"


"HENTIKAN UCAPANMU SIALAN, DIA AYAHKU"


"Oh astaga, dunia begitu sempit ya sayang sampai - sampai ayahmu hanya sebagai boneka dengan orang yang hehe... Pembunuh pula oh astaga, sudahlah cepat kalian bawa kedua ini kemarkas kita"


"Baik nona"


"LEPASKAN!!" kedua nya sama - sama memberontak


"Semua sudah aman" menelfon nenek Sam


"CEPAT BEBASKAN MEREKA"


"DIAM KAMU! PELAYAN SUNTIK PRIA TUA INI CEPAT! Masih ada saja orang brisik seperti ini dasar pria bongkotan"


"LEPASKAN AKU!! AWAS SAJA KALAU SAMPAI KALIAN MELUKAI PUTRIKU Arghh" seketika sang kakek tersebut tersuntik oleh para pelayan itu.


Perjalanan cukup jauh, didalam truk daging membuat Olivia beserta Yuan berusaha membuka ikatan mereka walaupun tubuh mereka kedinginan. Seketika Olivia menemukan tempat aquarium yang cukup kecil dengan begitu ia langsung memecahkannya.


"Tunggu bi, akan kulepaskan untukmu dulu"


"Liv tangan mu berdarah"


"Tidak apa - apa bi, yang terpenting kita harus terbebas walaupun salah satu dari kita"


"Tidak Liv, kita harus sama - sama terbebas"


"Kita lihat saja nanti"


Setelah kedua nya terlepas, keduanya hanya menunggu truk ini sampai berhenti, dengan begitu mereka mencari alat untuk menyelamatkan diri.


Ketika truk tersebut berhenti, keduanya mulai memberikan aba - aba. Lalu saat para bodyguard itu naik keduanya, seketika mereka mendapatkan serangan dari kedua wanita tersebut.


"Akhh..." Olivia yang menancapkan pecahan kaca itu kedua samping lehernya dengan sedikit menekannya sedangkan Yuan hanya melemparkan sekotak kayu daging kearahnya, tetapi tak berhasil ia lakukan bodyguard itu malah menghampirinya dengan mendekapnya.


"Tidakk lepaskan" melihat Yuan dalam bahaya


Olivia yang saat itu puas membunuh musuhnya, dengan cepat ia bergegas kearahnya dengan menggambil serpihan kaca.


"HEII.. LIHAT SINI" saat bodyguard itu menoleh Olivia langsung melemparkan serpihan itu kewajahnya


"AAKKKHHH..."


Keduanya pun berhasil turun dari truk, namun malah mereka dikejutkan para bodyguard lain berlari dari arah dalam, karna melihat teriakan diluar membuat semuanya keluar. Dengan cepat mereka berlari keluar dari gerbang, 'DORR DORR' disitu Yuan sempat terduduk, karna ada terkejut suara tembakan dari mereka, namun Olivia malah menganggkatnya dengan mendorong Yuan untuk berlari terlebih dulu.


"JANGAN TAKUT BI, AKU AKAN SELALU DIBELAKANGMU AYO SELAMATKAN DIRIMU JANGAN TAKUT LIHAT KEDEPAN SAJA"


Namun sayangnya tembakan sekali lagi membuat kakinya Olivia terkena imbasan tembakan mereka.


"OLIVIAA.."


"CEPAT LARI BII... AKHHH"


Yuan dengan cepat langsung pergi meninggalkan Olivia berlari kearah mobil yang terparkir disana, dengan cepat ia masuk lalu terburu - buru menghidupkannya walaupun sesekali kacanya terkena tembakan, beruntungnya dirinya dapat melanjukan mobil tersebut dengan cepat, namun ia melihat dari arah spion kalau Olivia tengah lemas, dengan kekerasan mereka menendang tubuhnya.


"Hikss.. Hikss... Maafkan aku Liv, maaf"


...Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2