Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
60


__ADS_3

Lizza yang melayangkan pisaunya pun seketika dihentikan oleh suara wanita yang tidak begitu asing.


"HENTIKAN LIZZA" ia menghampiri Lizza "Apa kau bodoh untuk apa kau membunuhnya kalau sampai dirimu membunuhnya, bagaimana bisa kau akan cepat mendapatkan informasi cara mendekati Sam"


"Aku sudah tidak membutuhkannya lagi bibi Yura!"


"Bodoh, kita masih membutuhkannya"


"Apa yang kita butuhkan dia sudah masuk kedalam perangkap ku bi, jadi mana mungkin aku membutuhkannya lagi"


"Ada kok, cobalah kau berfikir kalau dia sampai membuat penghianatan kupastikan pangeran itu akan jatuh kedekapanmu"


"Begitukah bi, baiklah kalau begitu aku akan memanfaatkannya saja"


"Bagus sekarang kau bisa pergi, dia nanti yang akan menjadi urusanku"


"Yasudah kau urus dia, aku akan pergi bye.. Bye.. Bibi Yura.."


Sebelum Lizza pergi diapun memberikan Yura sebuah pisau yang sudah ia bakar dengan api lilin disana, seketika dia hanya menatap pisau tersebut, seketika ia berbalik badan, dan 'AHH..' jeritan Olivia membuat Lizza hanya tertawa puas.


"Bagus bi bagus" sebari melihat luka goresan dipipinya yang penuh akan darah beserta tangisan rintihan kesakitan dari mulut Olivia

__ADS_1


"Sudahkan kau pergi saja dulu, biar aku siksa anak ini sampai aku puas, dengan begitu semua rencana kita akan berhasil"


"Kau benar sekali bi" langkah kakinya mendekati Olivia yang tengah kesakitan "Ututu... Sakit yah.. Uhh kasian sekali wanita miskin ini, astaga - astaga lihatlah wajahnya sekarang tidaklah cantik lagi ohh... Pasti Sam akan berpaling darinya, kasihan sekali" berawal dari wajah sendu mengejek seketika pekikkan tawanya menggema diseluruh ruangan "Hehe.. Bi kalau begitu aku akan pulang dulu, oh ya selamat datang di perangkap kekejaman wanita miskin" sambil senyum smirk


Setelah meliat kepergian Lizza, Yura langsung menggambil obat P3K nya yang berada didalam tasnya, lalu ia langsung menggobati lukanya sebari menekan lukanya seketika teriakan Olivia menggema seruangan.


"Bagus" seketika ia menutup pintu, dan melihat dijendela kalau mobil Lizza sudah pergi "Syukurlah dia sudah pergi, huh.." menghampiri Olivia "Maaf aku menekan lukamu kalau tidak wanita pcyhopat itu akan terus berada disini, sekarang ayo obati lukamu" membuka ikatan tali ditangannya


"Mengapa kau lakukan ini kepadaku bukankah kau bekerja sama dengannya"


"Ya memang akan tetapi itu hanya sebagai jalan tercepat ku untuk membalaskan dendamku kepada mereka yang sudah berani melukai saudara kembarku maupun orang tuaku, ini obat serta cermin agar kau dapat mengobatinya sendiri" sebari memberikan obat kepadanya serta kaca cermin


"Tunggu.. Bukankah kau sangat membenci kembaran mu maupun keluargamu sendiri"


Yura berjalan kearah jendela sebari melihat pemandangan luar "Tapi beruntungnya ayah dari anakku itu tak pernah lagi muncul dihadapanku maupun saudaraku, karna Yuan berprinsip kalau saat anakku maupun dia merindukan buah hatinya maka suami Yuan akan mengantarkannya tepat dihadapannya, jadi saat itulah aku merasakan akan kebebasan maupun kesenangan tersendiri. Tetapi sayangnya kesenangan itu hanyalah sebentar karna semenjak kedatangan ayah Lizza membuatku semakin terpuruk, karna aku tau betul bagaimana lelaki itu begitu obsesinya kepadaku, apalagi dia itu memiliki sifat pscyhopat yang berujung kematian seseorang, aku tau semuanya saat aku berpacaran dengannya, dengan begitu aku menolaknya untuk menikahiku karna dia tak mau berubah, itupun aku sudah lama tak berkontak sama sekali dengannya, sampai akhirnya aku menikahi suamiku demi mendapatkan kebahagiaan. Tetapi tak selamanya cinta seseorang akan kita paksakan, selamanya akan tetap sama kalau dia menyukai orang lain dibandingkan kita yang memperjuangkan untuk dia mencintai kita"


"Lalu kenapa kau sekarang ingin bekerja sama dengannya bukankah kau sangat ingin menjauhi pria tua itu"


"Aku tak dapat berada dipilihan lain karna Yuan pernah mengatakan serta memiliki beberapa bukti kalau nenek pangeran itu telah membunuh orang tuaku, apalagi terdengar kabar kalau anaknya ingin menikahi cucunya itu membuat ku semakin besar untuk membalaskan dendam ku untuk memasukkan nya kedalam penjara. Tetapi semua itu tidak semudah yang kubayangkan karna didalam rencana ini ada dirimu aku merasa kau tidak bersalah disini melainkan keobsesian Lizza serta keserakahan kedua orang tua itu yang berusaha keras ingin melenyapkan mu demi menjauhkanmu dari cintamu, maka dari itu aku beserta Yuan akan melindungmu"


"Sebentar aku tak mengerti mengapa bibi Yuan ikut.."

__ADS_1


"Karna dalam kerja sama ini Yuanlah yang memintaku untuk mendekati ayah Lizza kembali demi melindungimu dari siksaan mereka, dengan begitu setelah kau berhasil kita selamatkan mari kita sama - sama menghancurkan mereka bersama, jadi apa kau mau bekerja sama dengan kita" keterdiaman Olivia membuat Yura terkekeh "Aku tau dirimu tak begitu yakin bukan kalau aku ini sudah berubaha ataukah tidak, baiklah akan kuhubungi suami Yuan namanya Daniel, aku melakukan ini agar kau percaya kepadaku"


Saat ditelfon video call, Olivia langsung mulai percaya kalau memang itu suami Yuan, karna beliau tengah berbincang canda tawa bersama sang Yuan, dan mereka bertiga meyakinkan Olivia untuk bergabung menghancurkan ketiga orang ini.


"Baik aku akan ikut dalam rencana kalian"


...----------------...


Tak berselang beberapa hari, bibi Yura datang ditengah malam dimana dia tengah berwajah penuh lebam, yang mana kala dia telah membawa beberapa berkas, buku beserta flasdisk didalam kantong besar.


"Aku minta kau bawa ini, sekarang cepat kau pergi dari sini mobil ku berada disana" membuka cepat - cepat ikatan Olivia


"Memang nya ada apa bi, dan kenapa wajahmu penuh sekali luka"


"Kau tak perlu tau, sekarang cepat kau pergi, dan aku minta kau jaga anakku ya Oliv aku percayakan kepadamu, ayo cepat - cepat"


"Tap.."


BRAKKK....


Pintu utama pun didobrak paksa oleh seseorang membuat keduanya menoleh kearah pintu.

__ADS_1


...Bersambung ...


...****************...


__ADS_2