
Sonya yang khawatir melihat Olivia terus meremat rambutnya, seperti raut penuh kecemasan, sedih, kesal.
"Liv, kau tak apa - apa" pertanyaan Sonya hanya mendapatkan jawaban gelengan saja darinya "Terus selanjutnya apa yang akan kau lakukan"
"Aku tidak tau lagi, aku mengkhawatirkan kondisi Sam disana. Kuharap dia kuat dalam menghadapinya"
Sesampai mobil berhenti tepat didepan gerbang istana semua wartawan begitu antusias memotret penyabutan neneknya yang begitu perhatian dengan kedatangan cucunya.
"Apa kabarmu cucu kesayangan nenek" memeluk Sam penuh dengan erat
"Rencana apa yang ingin kau buat lagi, tidak puaskah kau sudah membunuhnya" mendapat tatapan sinis dari Sam
"Heh (tersenyum jahat) Turuti kemauanku atau orang yang kau cintai itu juga ikut mati sepertinya" bisiknya
"Apa maksudku" memincing curiga
"Hmm mari ayo masuk, okay sebentar biarkan pangeran mengganti pakaiannya ya semuanya. Permisi" berbicara kepada para wartawan
Ketika memasuki istana, pelayan pun diperintahkan untuk menggantikan pakaian Sam. Disana otak Sam masih mencerna apa maksud dari neneknya, siapa lagi memangnya yang akan menjadi kelemahannya.
"Apa dia sudah siap" ucap neneknya "Kalau begitu kalian bisa pergi dari sini"
Setelah pelayan semuanya keluar, Sam yang berada dibalkon seketika mendapatkan bisikkan dari sang nenek.
"Sebentar lagi jumpa pers akan dimulai kuharap kau harus mempublish dirimu Sam, kalau kau menolak maka orang tuanya akan mati ditanganku" sambil menunjuk video orang tua Olivia tengah disekap.
"Sial" bukan gerutuan dari Sam melainkan Kelvinyang tengah mendengar suara dibalik rodanya.
Ternyata sebelum kepulangannya, David sudah diberi alat pelacak sekaligus audio yang memang diperintahkan oleh Kelvin demi mencari rekaman bukti. Tak hanya itu ternyata dia dapat membobol CCTV istana dengan cara menyuruh orang suruhan Rosliana untuk menyambungkan koneksi ke komputer milik Kelvin sendiri.
Sam hanya meremat kursi rodanya, ia tak dapat berbuat apa - apa.
"Aku minta lepaskan mereka"
"Hhmm" terkikih "Apa dirimu mau aku membebaskan mereka" Sam hanya meliriknya "Ah baiklah - baiklah aku akan turuti maumu tapi kau harus menuruti setiap perkataanku"
Sam memejamkan mata dengan menahan emosi, ia berlahan menganggukkan kepala.
"Bagus, kau memang cucuku yang terbaik"
Liam yang masih mencoba teman - temannya untuk segera menghubungi semuanya.
"Halo - halo bang, kau ada dimana sekarang" ucap Liam
"Aku ya tetap dihotel lah mau kemana lagi"
__ADS_1
"Bang gawat, orang tua kak Oliv dalam bahaya karna wanita tua itu telah mengancam Sam saat ini, tetapi abang tetap tenang karna Rosliana beserta Alex tengah menuju kesana sebari membawa anak buah mereka"
"Bagus, kabari kelanjutannya"
"Hmm"
Saat David melihat istrinya tengah mengolesi wajahnya dengan skincare dirinya langsung duduk disebelahnya.
"Sayang gawat, nenek telah berani berbuat ke orang tua Oliv sekarang. Aku tak tau harus berbuat apa"
"Apa! Bagaimana bisa"
"Tapi kau tenang saja, mungkin Rosliana, beserta Alex akan segera menolong mereka"
"Apa kau sudah memberitahu ini kepada Oliv"
"Belum, aku tak ingin memberitahunya karna ini akan merusak mental anak itu"
"Bagus, aku tak ingin Oliv stres berat lagi sayang. Aku rasanya tak kuasa melihatnya yang terus menderita seperti ini sayang"
"Hmm kau benar"
Disisi lain, Olivia yang masih penasaran dengan jumpa pers yang diadakan oleh nenek Sam ini, bertujuan apa dibalik rencananya.
"Terima kasih atas kedatangan para media, saya senang sekali bisa menggaadakan jumpa pers kali ini dengan hormat disini saya akan memperkenalkan cucu kesayangannya Sam Volcer beri tepuk tangan" Sam yang masih duduk dikursi roda pun dengan santainya didorong oleh salah satu bodyguard nya "Terima kasih, perkenalkan dia adalah cucu kesayangan saya, sekaligus buah hati dari pangeran Volcer. Disini saya juga tak hanya secara resmi memeperkenalkannya, tetapi memberitahukan kalau dia akan resmi menjadi penerus pemimpin perusahaan keranjaan selanjutnya, mari nak beri dialogmu kepada mereka"
"Saya Sam Volcer, mengucapkan terima kasih untuk penyambutannya nenekku, dan juga para jurnalis, serta media disini. Sesuai pernyataan dari nenekku, saya pangeran hanya meminta mohon dukungannya kepada kalian semuanya, dan terima kasih"
"Ahahaha... Terima kasih sayang atas pidatomu barusan, oh yah ada yang lupa satu hal lagi, ini ada sebuah kabar berita baik dari keluarga kerajaan kita, yaitu pangeran Sam akan melangsungkan pernikahan dalam 2 hari kedepan ini, dengan seorang gadis cantik yang sudah menjadi resmi menjadi tunangannya. Kemari nak"
Langkah kaki kecil melangkah berlahan mendekati mereka berdua, semua kamera menyorot keduanya dengan memotret gadis berwajah kecil tersebut. Betapa terkejutnya Olivia saat melihat siaran didepannya.
"Perkenalkan dia adalah putri dari kerajaan negera sebrang kita, dia bernama Keyna Azzura"
Wanita kecil tersebut langsung dengan mesra nya, menggandeng tangan Sam.
"Apa ini!! Lalu Lizza itu siapanya bukankah dia tunangan resminya"
"Liv, tenang lebih baik kau hubungi saja yang lain barang kali mereka mengetahuinya" ucap perlahan Sonya
Dengan rasa penasaran serta emosi memuncak mereka menghubungi David, disana tak ada sambungan darinya. Lalu dirinya menghubungi Alex beserta yang lain ternyata tak ada yang menganggkatnya.
"APA - APAAN INI! KENAPA MEREKA TAK KUNJUNG MENGANGGKATNYA"
"Mungkin saja mereka sedang tidak membawa ponsel mereka"
__ADS_1
"TIDAK MUNGKINLAH SON, SECARA MEREKA ITU BERFOKUS PADA RENCANA INI DENGAN CARA HARUS MENGAKTIFKAN PONSEL MEREKA KALAU TERJADI SESUATU NANTINYA, ARGHH.." semua orang tengah menatap kemarahan Olivia
"Liv tenang, ayo lebih baik kita langsung kehotel saja bagaimana"
"Kau benar, ayo" Olivia pun langsung terburu - buru pergi menggunakan
Ternyata semua orang tengah telfon bersama dengan bersama - sama berfokus untuk keselamatan orang tua Olivia, karna disitu keduanya tengah diberikan bahan peledak yang bisa saja akan meledak, dengan begitu semuanya panik serta mencari cara untuk menghentikannya.
"Sial" gerutu Alex yang berfokus untuk mencari kabel yang dapat ia matikan
"Hikss... Nak, aku minta kalian selamatkan anak panti juga"
"Maksudnya?"
"Mereka sama halnya seperti kami, saya mohon Olivia begitu menyayangi mereka hiks..."
"Mana mungkin tidak ada pergerakan kalau tuh orang kesana" bantah Kelvin yang berada ditelfon
"Coba Har, kau kesana bersama dengan Kelvin cek apa memang benar mereka juga melakukan itu disana"
"Siap bang" serempak keduanya
Rasa deg - deg an, serta kepanikan mereka semakin mencekam apalagi Alex beserta orang suruhan profesional Rosliana berusaha mematikan bom tersebut.
Sedangkan Sam yang sudah menyelesaikan tugasnya, langsung segera menghampiri neneknya yang tengah berbincang dengan orang tua Keyna.
"Bagaimana apakah rencanaku cukup berhasil"
"Belum hanya saja, ini jauh lebih menarik akan lebih mudah mengetahui siapa orang yang sudah jauh menghalangi ku sampai saat ini akan kubuat mereka semua semakin menderita"
"Hahaha... memangnya sudah kau mainkan"
"Tik..tok... Tik... Tok..." tersenyum jahat
BOOMMM...
Ledakan bom pun terjadi, sontak membuat semua terdiam, sedih, maupun hancur menjadi satu. Disisi lain Sam tidak menyangka apa yang dilakukan neneknya itu siapa yang mereka maksud, dan rencana nya kali ini.
...Bersambung...
...****************...
Inilah visual dari Keyna Azzura :
__ADS_1