
"Cupu~"
Olivia yang berawal hanya bermain - main bibir Sam, berlahan ia mendekatkan wajahnya
CHUPP...
Sam yang berawal terkejut, apa yang baru saja Olivia lakukan ini adalah tindakan yang membuat jiwa seorang lelakinya terpancing untuk menyerang kembali, dengan begitu ia melakukan beberapa gerakan yang membuat keduanya menikmati malam ini, sebari membawa mereka keatas ranjang.
"Eunghh.." lirih Olivia
Ketika Sam sudah berpindah memberi beberapa tanda ciuman dileher Olivia.
KRINGG..
Disaat Sam mengigit lehernya seketika terhenti oleh suara ponsel, dan dirinya baru menyadari kalau tindakannya ini sudah diluar batas, seketika ia bangun dari pelukan intimnya.
Sam Pov
Oh ya tuhan, apa yang sudah kau lakukan bodoh, ini adalah tindakan kriminal bodoh. Ini juga kenapa jantung nggak berhenti juga sihh.. Sudah - sudah mending sekarang aku lebih baik bersih - bersih saja dulu.
Sam End Pov
......................
Olivia Pov
Eughh.. Jam berapa ini, lah kemana ponselku? Bentar - bentar kemarin aku ishh pusingnya kepalaku, huh lebih baik aku minum aja dulu.
"Sam, kamu ngapain"
"Ha?"
Heh kenapa ini bocah malah ngeliat aku sambil melotot begitu, emang ada yang salah waktu kulihat bajuku baik - baik aja begini.
"Kenapa Sam"
"Kak, maaf" ia menunduk hormat sekitar 90 derajat kearahku
"Eh - eh emang nya ada apa sih"
"Kak, aku menyesal maafkan aku kak" ia langsung terduduk dilantai sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Ih kenapa sih, aku binggung tau apa kau hamilin anak orang"
"A-aku.."
"Aku.. Apa?"
"Aku" kenapa tatapannya penuh penyesalan "Maaf kak"
"Oh ya ampun, kau maaf kenapa apa kemarin aku mabuk melakukan kesalahan sampai kau meminta maaf seperti ini"
"Maaf kak"
BRUKK...
__ADS_1
Heh.. Sam - sam oh ya tuhan kenapa malah ini anak pingsan sih, astaga kenapa tubuhnya panas banget.
"Sam - sam, aduhh gimana nih"
Aku mencoba menganggkat tubuhnya yang besar namun ini begitu sulitt.. Oh ya ampun, eh tunggu ada telfon dari ponsel Sam dari Liam, yaudah deh barang kali dia temannya.
"Halo, maaf anda teman Samkan"
"Iya"
"Huh syukurlah, bisa tidak kamu kesini. Saya minta tolong angkat Sam dong, dia pingsan ini, dan lagi bisa tidak sekalian bawakan dokter untuk mengeceknya"
"Baik kak"
Ha? Kenapa dia tau kalau aku adalah kakak, ah bodoh amatlah yang terpenting sekarang aku harus bagaimana ini. Huh.. Okay aku pasti bisa..
Olivia End Pov
Tetiba apartement terbuka, dan sahabat Sam melihat dengan jelas bahwa Olivia sedang berusaha mengompres tepat didapur.
"Oh kalian ke..?"
"Maaf kak, kami sudah tau nomor apartement ini anak. Bisa kakak permisi dulu biar kita menganggkatnya kekamar"
"Oh silahkan" Olivia memundurkan tubuhnya
"Aish ini anak, kutebak pasti kumat lagi" ucap Kelvin
"Kayak lu kagak tau ini bocah aja" saut Lucky
Melihat sahabat Sam yang berjejeran dipinggir kamar, Olivia pun lebih memilih diluar kamar demi memperluas pemeriksaan dokter. Setelah dokter tersebut selesai memeriksa Olivia pun mendekati sang dokter.
"Bagaimana kondisinya dok"
"Seperti biasanya, apa sebelumnya dia mengalami masa trauma"
"Hmm dok, biar nanti kami yang menjelaskan kepadanya. Kalau begitu terima kasih, dan mari saya antarkan anda terlebih dulu" kata Harry "Luc, tolong kau jelasin kepadanya" bisiknya sebelum keluar kamar
"Kak, mari kita bicarakan ini diluar" tawar Kelvin
"Oh ya"
Seketika mereka semua ada yang duduk dibawa, adapula diatas sofa sedangkan Olivia sendiri duduk disingle sofa yah penuh dengan ketakutan karna dirinya merasa kayak terpojokkan.
"Apa ada hal yang terjadi kemarin malam kak" tanya Liam
"Aku tidak begitu ingat, setelah terjadi minum - minum diwaktu itu"
"Wah tuh anak, sekarang sudah gede ya hehe" kata Luky
"Ya baru gede, tapi langsung kumat tuh penyakitnya" saut Kelvin
PLAKK...
Alex pun langsung menapuk kepala kedua anak tersebut "Diam!"
"Okay, akan aku jelaskan singkatnya saja jadi pang.. Maksudku Sam dia itu sebenarnya memiliki penyakit yang sulit untuk disembuhkan, apalagi penyakit yang dia derita begitu langkah yaitu kalau kakak melihat Sam yang secara tiba - tiba pingsan, lalu tubuhnya berubah suhu panas, dan lagi selalu bergumam dengan kata - kata maaf, maka itu garis kemungkinan penyakitnya akan kambuh. Karna semua itu disebabkan dirinya ada rasa bersalah dengan seseorang, atau ia telah berbuat kesalahan fatal kepada siapa orang tersebut"
"Ha? jadi dia punya penyakit trauma attack"
"Hampir sama, akan sayangnya semua dokter hebat pun akan sulit menemukan obatnya. Akan tetapi ada kefatalan yang bisa membuat dia merenggut nyawa sendiri kak" Olivia langsung menganggkat alisnya "Karna masa trauma yang ia alami sejak dirinya berusia remaja, waktu itu aku hampir menemukan dia sudah tidak akan bernyawa kak. Karna kondisi panasnya yang tidak kunjung turun lalu pihak dokter hanya mengatakan kalau dia tidak akan hidup lama. Tetapi beruntunglah ada keajaiban yang membuat dirinya kembali normal lagi, entah apa penyebabnya"
"Kakak, tak perlu khawatir selagi kakak berada didekatnya dia akan selalu bangkit dalam sakitnya aku yakin itu, kalau kakak tidak percaya cobalah" saut Alex
__ADS_1
"Hmm kami yakin itu kak" Ucap Harry
"Yasudah kalau begitu kami pamit dulu ya kak" pamit Liam
"Heh cepet amat dah, disini aja dulu napa" rengek Luky
"Nggak pakai macem ayo balik" tegas Liam
"Ihh pelit, yaudah kak kita balik dulu ya bye.."
"Ya kak kami pamit dulu ya, oh ya kak mau kasih tau kalau hasil karya Sam cukup bagus juga hehehe" ucap Kelvin
"Aishh ayo - ayo pergi" digeret Harry
Olivia merasa kebingungan dengan ucapan Kelvin, akan tetapi ia tidak begitu memperdulikannya sekarang dirinya harus melihat kondisi Sam yang masih terbaring sakit.
"Huh.. apa yang kau sebabkan trauma itu Sam, sampai kau seperti ini"
Olivia Pov
KRINGG...
Aku ingat kalau itu nada ponselku, ah ternyata ada dimeja sini. Oh dari Cia, sahabat karibku yang mengajakku video call, yah bisa dibilang dia seorang selebgramlah nah ini dia anaknya
"OLIVVV!!"
"Brisik, ada apa?"
"Hehe seperti biasa, Lii~ bisa tidak kau kesini"
"Tidak bisa aku ada urusan sekarang"
"Ihh sejak kapan, seorang Viola ada urusan"
"Dih kau kira aku kayak situ yang hanya natap kamera doang"
"Kata siapa aku tuh, hanya natap doang, aku tuh sambil natap masa depan tau.. Apa lagi ini udah tugas seorang selebgram tau"
"Yaya yang selebgram aku tau"
"Eh - eh tunggu - tunggu, sejak kapan temanku ini berdekatan mesra dengan seorang pria"
"Apa maksudmu"
"Heii jangan berlagak bodoh ya kau, dan aku tuh udah sama - sama dewasa iya kan. Tapi jangan memamerkan hasil percintaanmu dengan kekasihmu"
"Ha? Apa sih"
"Tuh lihat lehermu ada hasil karya dari kekasihmu"
Ha? Apa ini ke - kenapa ada bekas kissmark dileherku, apa ini dia tadi itu arghh kenapa aku tidak ingat sih.
"Ci, aku matiin dulu ya telfonnya bye.."
"Tap.."
TUTTTT...
Keburu ku matiin ini video call darinya, langsung demi memastikan tandanya ia dengan cepat memasuki kamar mandi.
Saat kulihat astaga!! Banyak sekali tanda anak itu berarti dokter, teman nya, dan Cici ARGHHH... AKU HARUS BAGAIMANA INI!!
__ADS_1
...Bersambung...
...~♥~...