Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
70


__ADS_3

Pagi hari tanpa terasa Olivia merasa begitu sangat waktunya begitu melelahan membuatnya dirinya kurang akan istirahat, sampai tanpa sadar ia tertidur disofa akibat terlalu banyak menangis kemarin malam memikirkan ucapan Sam yang begitu merindukannya, sedangkan ia sendiri amat merindukan dirinya juga.


"Huftt..." sebari memijat pangkal dahinya


TINGG... Atensinya langsung beralih kearah ponsel miliknya, disana dirinya melihat ada beberapa pesan dari ibu Sam, David, maupun Kimmy, dimana mereka berpesan dengan kalimat yang hampir sama. 'Apa kau tak ingin melihat Sam untuk terakhir kalinya, dia akan pulang hari ini juga', Olivia yang melihatnya seperti enggan untuk membalas. Ia binggung apakah ia melihatnya ataukah tidak dirinya tak ingin semakin merasa bersalah kepadanya, dengan begitu ia hanya membalas 'Tidak, karna aku tak tahan melihatnya bang. Maaf' setelah itu dirinya menutup kembali ponselnya, seketika dia menyandar dengan menatap kearah atap. Tanpa dia duga airmatanya pun menetes dengan sendirinya.


"Kuharap kau tetap bertahan sebentar saja Sam, demi diriku aku akan berjanji padamu kalau rintangan cinta kita ini akan segera berakhir. Aku mencintaimu Sam hiks.." lirihnya


Dibandara sendiri Sam yang awalannya hanya duduk dikursi roda, tetiba seperti ada panggilan namun tak tau panggilan apa itu? Ia binggung hatinya seperti ingin sekali mencari tau pertanda apa ini.


"Ayo nak" ibunya pun menyadarkan dirinya, seketika Sam hanya mengganggukkan kepala


Berbeda halnya diapartement Olivia, disana Bram sudah berada disana demi merawat dirinya yang katanya jatuh sakit akibat panas tubuhnya yang tak kunjung selesai.


"Kak, kenapa kau jadi seperti ini? Apa karna Sam yang pergi dari pandanganmu kah"


"Tidak ada hubungannya kok Bram, mungkin aku kelelahan akibat memikirkan misi kita nanti selanjutnya"


"Tapi tidak seperti biasanya kau jatuh sakit kak, karna aku menggenalmu kak tidak biasanya kau akan lemah dalam hal beginian, pasti ini dirimu terlalu memikirkan Samkan" terdiamnya Olivia membuat Bram mengerti "Maafkan aku ya kak, gegara diriku kau harus berulang kali dijauhkan dari Sam, mungkin kalau aku tidak mensetujui kemauan itu orang kau tak mungkin akan semenderita ini kak"


"Heii untuk apa kau meminta maaf sih ini bukan salahmu kok"


"Ini tetaplah salahku kak, maafkan aku kak" berjongkok dihadapan Olivia yang duduk diatas ranjang "Aku tidak akan pernah tak menepati janjiku dari awal kak, aku Bram akan selalu melindungimu sampai akhir hayatku, dan aku janji akan segera membawamu kepelukan Sam"


"Huh! Bram sudah berapa kali kau mengatakan itu hmm, aku ucapkan terima kasih sekali kau sudah berusaha melindungiku, tapi aku tak suka kau terus menyalahkan dirimu"


"Kak, aku tak bisa menggelak fakta yang terjadi padamu. Aku akan terus akan bersalah kalau sampai impian janjiku ini tak terjadi"


"Bram" raut yang sulit diartikan


"Kakak, ingat kau pasti kok akan kembali kepelukan Sam, percayalah jangan cemas lagi okay" tersenyum selebar mungkin


"Bram, kau tau kenapa semakin hari terlihat tampan saja sih, tapi anehnya kenapa aku tak pernah lihat kau tak membawa wanita baru dihadapanku. Apa kau masih belum"


"Ck, aku tuh sudah move on dari tuh cewek kak, tenang saja karna sekarang aku mulai mendekati seseorang kok"


"Benarkah, siapa? Katakan kepadaku"


"Jangan dulu ah, nanti yang ada kakak godain aku. Udah kakak doakan saja semoga perasaan ku ini dibalaskan"


"Ehh.. Sudah gede juga adikku nih ihh.." menggacak acak rambutnya "Siapa dong katakan nanti aku bantu kok"


"Nggak perlu, karna lelaki jantan ini akan memperjuangkan cintanya sendiri"


"Bwahahaha" sontak keduanya tertawa lepas.


...----------------...


Ditengah penerbangan, bodyguard ayah Sam mendekati tuannya.


"Maaf tuan, ada kabar buruk"

__ADS_1


"Katakan" tegas ayah Sam


"Sepertinya nyonya besar tengah mengadakan jumpapers diistana, untuk menujukkan cucunya keseluruh publik bahwa tuan muda akan menjadi pewarisnya selajutnya, serta menujukkan pertunangannya dengan nona Lizza keseluruh dunia. Tak hanya itu dibandara sendiri semua paparazi penasaran dengan wajah tuan muda"


"Sial, apa mau wanita tua itu sebenarnya, apa dia masih belum puas dengan membunuh orang yang aku cintai" menggepalkan kedua tangannya


"Nak, yang tenang ya"


"Tidak bisa ma, bagaimana bisa dia seenaknya mempublis diriku padahal persetujuan awalan dulu aku tak pernah mau menjadi penerus kerajaan, tapi kenapa arghh" meremat rambutnya


"Biar ini ayah urus nak, kau tenang saja"


"Tak bisa yah, aku semakin benci kepadanya kalau seperti ini arghh" memukul tangannya kekursi pesawat


"Hikss.. Cukup nak hentikan hikss... Itu akan melukaimu nak" ibunya langsung memeluknya dengan memberikan ketenangan kepada anaknya.


...----------------...


Olivia yang sudah merasa lebih baik, ia memutuskan untuk pergi kelestoran tempat janjian dengan teman nya Sonya, apa kalian ingat teman dekatnya.


"OLIVIAA... AKU KANGENN BANGET AMA ELUU BODOHH..." merangkul temannya tersebut


"Ck.. Setiap hari juga video call aja lu gegayaan pakek acara rindu pula"


"Bedalah bodoh, nih ya kalau gue video call itu tidak seenak kalau tidak bertemu langsung dengan orangnya tau"


"Ck.. Bilang aja kalau ketemu langsung tuh enak kalau gosip tepat didepan orangnya bukankah begitu maksudmu, lalu sekalian juga cari traktiran gratisan iya kan"


"Hehehe... Tau aja kau ini teman, memang elo itu teman yang mengerti diriku"


"Sibuk, lagi ada rapat penting keluar negeri untuk acara event besar - besaran bentar lagi, lagian tuh anak kebiasaan sibuk kan"


"Ya apal gue, tapikan lu kenapa nggak ikut juga"


"Sekarang gue bukan lagi asistennya, tapi udah berubah menjadi pengawas kantor. Lagian tuh anak bolehin juga kok gue refreshing kesini, sebelum jam kerja ku super sibuk"


"Gegaya lu"


KRINGG... Tetiba Olivia mendapatkan telfon dari Jiro seketika ia hanya mengkerutkan dahinya.


"Lah nih anak kenapa telfon gue"


"Sape?"


"Kingkong"


"Tumbenan, bukan nya jam segini tuh bocah dah rapat yah?" kata Sonya membuat Olivia hanya menganggkat kedua bahunya "Udah lu angkat saja tuh orang"


Layar bergambar telfon pun ia geser keatas, menandakan dia menganggkatnya "Halo King, kenapa lu kagak kesini juga kenapa malah nelfon gue bodoh"


"Hehehe maafkan aku sayang, aku disini harus selesai in pekerjaan penting banget"

__ADS_1


"Gegaya loh kampret" saut Sonya sesekali memakan kentang goreng


"Woii! kenapa kagak angkat telfon dari gue anj**, cepet sekarang kirim file yang kita rapatkan kemarin"


"Ck... Menganggu aja lu!"


"Oh gitu lo kagak mau, oke fine gue potong lu gajian lu bulan ini mau"


"Ih - ih jangan lah~, iya - yah nih gue kirimin"


"Nah pinter, cepet ya kagak pakek lama"


"Iya nji**"


Olivia hanya menggelengkan kepala "Queen, lu tau manusia sebelah lo tuh udah cerita kagak kalau dia udah ada yang deketin sekarang ya sepertinya mau otw sih mau jadian"


"Apaan sih lo"


"Ih - ih benerkah siapa emangnya, yang mau sama manusia super bawel nih?"


"Lu tau adik angkat lo sih Bram, nah tuh anak kayak nya doyan sama tuh samping lo"


"Yang bener lo bwahahaha... Nggak bakal gue sangka njir ternyata yang dia maksud itu elo Son hahahaha"


"Ah lu mah, apaan sih nggak ya"


"Masa sih, ih ngaku aja deh" menoel dagu temannya "Ciee..."


KRINGGG... Seketika Olivia melihat ada panggilan masuk diponselnya


"Eh bentar calonnya Sonya nelfon gue nih xixixi" goda Sonya membuat Jiro tertawa disana


"Ih apaan sih kalian"


"Okelah, jangan lupa langsung hubungi gue ya setelah itu"


"Siaap"


Olivia langsung menganggkat telfon dari Bram "Halo Bram ada apa ya?"


"Kak, cepat buka siaran berita sekarang"


"Kenapa memangnya"


"Cepat buka kak"


"Bentar - bentar biar gue aja yang buka lewat ponselku" ketika Sonya mencari berita seketika dirinya menyerahkan ponsel tersebut kearah Olivia "Apa yang tuh orang rencanakan Liv"


"Gue juga nggak tau" melihat kalau divideo tersebut media semua menyorot kearah Sam yang menutupi wajahnya dengan tangannya walaupun ia telah memakai masker, ia tau kalau Sam enggan untuk dipublish "Sam"


Keterdiaman Olivia, membuat Sonya khawatir dengan kondisi temannya ini, apalagi Bram telah memberitahunya kalau Oliv sempat drop. Maka dari itu ia takut terjadi sesuatu lagi dengan orang dihadapannya ini.

__ADS_1


...Bersambung...


...****************...


__ADS_2