Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<36>


__ADS_3

"HALOO..."


"Hao auntyy Olipp.." sapa bocah kecil 4 tahunan yang secara tiba - tiba memeluk kakinya


Olivia yang masih tertidam tetiba 'TAKK..' mendapat pukulan didahinya dari seorang wanita yang tidak lain kakak pertamanya, yang datang tidak hanya sendirian melainkan keluarganya kecilnya.



(inilah kakak kandung Olivia yang pertama dia bernama Nitha serta suaminya)



(Kalau ini adalah keponakan Olivia yang pertama, sekarang dia menginjak usia 14 tahun, nama dia yaitu Chimy)



(Nah kalau bocah kecil ini adalah anak bontot mereka alias cucu kesayangan orang tua Olivia, namanya Rey)


"Ah~ sakit kak" mengusap dahinya


"Siang - siang anak perawan masih aja bangun tidur dijam segini huh! Mau jadi apa kau ini, mangkanya jodoh tidak ada yang mau sama kamu ayo semuanya kita masuk" nyelonong masuk saja tanpa permisi


Olivia yang masih tidak percaya, sekaligus kesal melihat kakak pertamanya ini, yang mana orangnya main sesuka hatinya.


"Wah lengkap juga lemari pendingin mu sekarang ini liv, tumbenan biasa nya aja kosongan" sebari membawa beberapa sebotol susu kemasan yang memang sudah Olivia siapkan "Hmm cukup luas juga rumah sewamu ini, bayar berapa kau perbulannya"


"Ma~ minta" si kecil langsung asal ambil


"Hati - hati, duduk dulu nanti mama kasih sama abang mu juga"


Olivia yang merasa terselamatkan ia buru - buru langsung berlari kekamarnya disana dirinya lansung mengemasi barang - barang Sam yang masih ada dilemari maupun disekitar ranjangnya, ia secara cepat - cepat langsung memasukkannya ke kotak keranjangnya, lalu dia masukkan kedalam lemari beruntungnya barang - barang baju serta lainnya Sam begitu sangat sedikit.


"Sedang apa kau?" tetiba nongol dipintu


"Astaga, kagetin saja kakak ini ah! Apa nggak lihat kalau aku ini sedang apa, udah ah sana aku beres - bereskan dulu kamarnya buat kalian istirahat"


"Nah begitu dong, kan makin sayang"


"Ckk, dah lah sana gangguin orang aja"


"Yayayah yang bersih ya adikku sayang"


"Aishh.. kenapa pula aku punya kakak macam begitu sih huh!" gumamnya "Oh ya gue harus cepet - cepet kabarin tuh anak deh agar dia sementara tidur dirumah temennya ah pinter juga ide gue"


Lalu ia mencoba menchatting Sam, walaupun tak ada respon sama sekali tetapi setidaknya nanti dia akan membukanya. Sedangkan ditempat lain Sam yang begitu serius mengerjakan beberapa tugas skripsinya, ponsel yang memang ia taruh disebelah nya ia mode matikan suaranya.


...----------------...


Setelah Olivia menyembunyikan beberapa barang Sam agar tidak dicurigai oleh kakaknya, akhirnya semua itupun sudah selesai ia lakukan.


Ketika dirinya hendak kedapur seketika ia dikejutkan keluarga kecil kakaknya yang secara tiba - tiba sudah memakan semua makanannya didalam lemari pendingin tanpa terkecuali, dengan bungkus berserakan dimana - mana.

__ADS_1


"Huh! Kak kau itu memang berniat mau mengotori rumahku" Bisiknya keduduk sebelah nya


"Satu sama kayak situ nggak pernah gitu aja dirumahku" sindirnya


"Tapp...mmmppp"


"Diem dan makan ini anggurnya enak" menyumpal mulut Olivia


"Aunty aunty kata mama lumah aunty ada es klim kecukaan Ley"


Seketika Olivia melirik kearah kak Nitha yang mana kakaknya langsung melirik kearah lain.


"Hmmm Rey mau ice cream, okay ayo kita pergi yuk cari diluar karna ice cream milik aunty udah habis nggak apa - apakan"


"YEAHH..."


"Ayo, eh Chim ayo ikut aunty juga. Dan yah kak Nit aku minta setelah aku kembali nih rumah kembali bersih kembali ya kalau tidak awas aja" menatap sinis kearah kakaknya


"Yahh~ kau tenang saja itu mah urusanku, tapi tuh ajak keponakan mu sana pergi jalan - jalan sedari tadi tuh si kecil maksa banget mau mampir ke toko mainan"


"Aishh nih orang, orang tuanya apa bukan sih kok gitu amat keanaknya" gumamnya


"Yah begitulah aun" jawab Chimmy


"Yang sabar - sabar aja ya kau miliki mama macam tuh orang"


"Sudah sedari dulu aku harus bersabar menghadapinya"


"Bwahahaha"


"Bukan apa - apa, ayo kita pergi jangan lupa ya kak awas aja!"


......................


Ketiga pun yang akhirnya memutuskan ketoko mainan terlebih dahulu setelah itu mereka melanjutkan perjalanan terakhir ketoko untuk membeli beberapa belanjaan yang mereka butuhkan.


"Kalian mau beli apaan sekalian aunty beliin"


"Beneran aunty" Olivia hanya menganggukkan kepala


"Yah, karna kapan lagi aunty dapat membelikan kalian jajanan lagi"


"Ayo Rey"


"Hmm" mengangguk semangat


"Huh! Tidak apa - apalah sekali kali saja" gumamnya untuk menyemangatkan diri sendiri


Setelah mereka keluar dari toko tetiba ditengah perjalanan, Olivia maupun ketiganya pun memutuskan untuk membeli beberapa jajanan yang berada dipasar jalanan yang mana terlihat disana ada beberapa anak kuliahan yang sedang menujukkan beberapa penampilan maupun berjualan disana.


Sampai - sampai ketiga nya begitu semangat membeli beberapa cemilan disana, ditengah perjalanan mereka tetiba Rey merasa kelelahan sampai akhirnya Chimy pun memutuskan untuk menggendong nya.

__ADS_1


"Wah ayo kak, sekarang kita memberikan sebuah promo nih untuk sepasang kekasih maupun suami istri seperti kalian. Nah kalian apabila membeli satu hotdog kami maka kalian akan mendapatkan gratis 1 lagi, bagaimana kak" salah seorang penjual wanita hotdog


"Hmm gimana, mau" Chimy hanya menganggukkan kepala "Yasudah mbak hotdongnya 2 mbak"


"Wah baiklah kak, silahkan ditunggu pesanannya"


"Aunty, apa kita semacam sepasang suami istri?" bisiknya


"Kurasa, wah aku terlihat muda sekali berarti" Chimy yang mendengarnya hanya memutar kedua bola matanya "Cocoklah jadi anak SMA bukan"


"Serah aunty sajalah"


"Hehehe... Jangan begitu ngaku aja kalau auntymu ini memang begitu masih terlihat mudah cantik bukan" Menggoda keponakannya sambil menoel dagunya


"Ya cantik sekali, namun sayangnya auntyku ini masih saja jomblo abadi"


"Aish mulut nih anak pedas sekali, dasar mulutmu seperti mama kau saja" sebari memukul lengannya


"Hahahaha"


"Aunty kenapa memukul abang"


"Karna abang mu itu begitu nakal mulutnya, memang minta dijait itu mulut"


PLAKK...


Dengan polosnya Rey memukul bibir Chimy yang mana membuat Olivia seketika tertawa melihatnya. Tetapi tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang tengah mengamati ketiganya dari jauh yang mana dia hanya mengepalkan kedua tangannya.


"Kurasa kau harus hampiri saja"


"Janganlah bodoh, belum tentu dia kekasihnya. Lebih baik selidiki dulu saja"


"Ah kelamaan, yang ada tuh orang makin memanas - manasi temanmu ini, udah deh hajar saja dia sekarang"


"Janganlah bodoh, sekarang itu hari perayaan event kampus kita udahlah jangan buat keributan"


"Nggak bisa begitu dong, emang lu mau temenmu ini seketika dipatahkan hatinya"


"Yah nggaklah"


Mungkin kalian sudah tau siapa mereka?yaps, mereka memanglah Sam beserta Liam dan Kelvin. Disini mereka memanglah hanya mampir mencari cemilan demi menamani mereka mengerjakan skripsi yang sedang ketiganya kerjakan untuk segera cepat - cepat lulus.


Saat Sam tak tahan menahan api cemburu melihat Olivia yang membersihkan mulut Chimy, dengan langkah cepat ia menghampiri mereka. Namun sayangnya ketiganya tiba - tiba melangkah pergi dari sana, seketika Sam semakin emosi sampai - sampai ia pun melangkah untuk mengikuti kemana mereka pergi, ternyata kearah parkiran mobil disana ketiganya pun masuk dengan penuh canda tawa. Tetapi tidak Sam yang sudah cemburu berat, ia pun dengan memutuskan mengikuti mereka menggunakan motornya.


Mobil mereka pun berhenti tepat didepan rumah, sampai - sampai ketiganya pun turun dengan tawa canda tiada hentinya, ketika mereka masuk kedalam rumah mereka membuat Sam semakin dibuat mengkerutkan kedua alisnya.


"Kenapa kakak membawa kerumah kita huh!" gumamnya


Akhirnya ia sudah tidak begitu tahan, dirinya pun langsung memutuskan untuk masuk kedalam. Tetapi malah ia terdiam melihatnya karna orang didalam pun juga ikutan terkejut melihat kedatangannya.


"Siapa mereka, dan ada apa ini?"

__ADS_1


...Bersambung...


...****************...


__ADS_2