
"Kenapa ayah melarang kami memangnya siapa dia"
"Kau datanglah kemari akan aku jelaskan semua tentang siapa wanita licik itu"
"Baik ayah kami akan segera kesana"
Kedua anak ini pun langsung bergegas pergi, sedangkan Olivia, dan Sam pun tengah menikmati pemandangan malam dia atas bukit.
Melihat Olivia yang menikmati makanan yang baru saja dibeli tetiba ia merasa bahwa malam ini begitu dingin namun wanita ini tidak mempedulkan tubuhnya tanpa memakai jaket penghangat, akhirnya dia sendiri yang berinisiatif untuk memberikan jaketnya kearahnya.
"Kau nanti kedinginan"
"Tidak masalah kak, yang terpenting kakak tidak kedinginan"
"Yang benar, kau tidak apa - apa?"
"Yasudah sini jaket nya aku pakai lagi kalau kakak tidak mau"
Melihat respon Oliva yang terdiam malah semakin menikmati jajanannya, membuat nya semakin jengkel akhirnya tanpa babibu dia langsung merangkulnya dari belakang tubuhnya.
"Eh apa - apaan nih"
"Husst diem kak, jadi orang tuh baper napa aku ini mencoba untuk romantis lo sama kakak" Olivia mengerutkan kedua alisnya sebari menatap kearahnya "Apa? Kan aku bener coba saja kakak baper seperti yang difilm drama yang kakak tonton gitu"
"Bwahahaa.... oh ya ampun Sam kau ini begitu polos sekali sih, kau tau aku tuh orang yang tak pernah mudah baper seperti ini tapi kalau kau ingin aku baper darimu itu bukan dari seperti apa yang ada didrama tetapi sesuai apa yang lakuin tanpa kau sadari"
"Benarkah kak, jadi selama ini kakak baper dengan perhatian ku selama ini kepadamu"
"Nggak" menatap arah lain
"Ah ayolah kak jujur sajalah" terus menekan Olivia "Jawab kak~"
"Diem, iya aku baper puas kau"
"Bwahahaha... Ah~ aku bahagiaa sekali, terima kasih kak kau sudah mulai menerimaku disisimu" semakin mengeratkan rangkulannya
"Hmmm, ouh ya Sam kalau boleh tau bagaimana tadi sidangmu apa ada pengulangan kembali"
"Lebih tepat nya jauh kata baik sekali kak, perfect kau tau kak setelah aku selesai sidang malah mereka menawarkan aku sebuah pekerjaan kantoran yang sama seperti kantor yang kakak impikan namun itu bukan disana melainkan dikantor lain"
__ADS_1
"Dimana itu?"
"Perusahaan yang bekerja dibagian Turki kak, dimana yang menjadi orang yang menguji ku itu seorang pemilik perusahaan di jepang namun dia bercabang dinegara itu, makanya aku ditawarkan untuk bekerja disana, tapi aku masih binggung kak bagaimana bisa aku meninggalkan mu disini sendirian"
"Itu bagus loh, untuk apa kau mengkhawatirkan ku hemm.. Dengan karir apa yang sesuai kau ingin kan aku dukung kok, tetapi aku minta jangan ada paksaan dari siapapun ya tetaplah kejar impianmu selagi kamu masih bisa okay"
"Makasih kak, aku begitu semakin sayang, dan cinta kepadamu" memeluk semakin erat
Aku bakal akan merindukanmu Sam
Aku akan selalu merindukanmu kak, berat rasanya ku ingin meninggalkan mu disini bersama dengan orang - orang itu yang bakal akan menyakitimu ka**k
Mereka sama - sama terdiam dengan pemikiran masing - masing, tetiba tubuhnya terasa semakin berat saat dicek ternyata Olivia sudah tertidur didadanya.
"Aku mencintaimu kak" bisiknya sebari mencium dahinya
......................
Hari mulai berganti, keadaan toko terlihat nampak seperti biasanya. David yang melihat kegiatan tugas Olivia sudah selesai dia pun mengajak dirinya untuk berbicara secara empat mata, didalam ruangan ternyata tidak hanya ada David saja melainkan ada Kimmy, paman Erick maupun Sam.
"Loh sejak kapan kau ada disini bukankah kau ada jadwal pengumpulan data ya"
"Sudah selesai sedari tadi kak, ayo duduk sini" menarik tangannya untuk duduk disebelahnya "Aku kesini disuruh paman yah kebetulan juga aku ingin menemuimu"
"Baik yah"
Olivia pun sedikit merasa kalau pembicaraan ini begitu serius karna tidak seperti biasanya paman Erick akan memutar lagu klasik yang tepatnya diarahkan kearah pintu dimana bagi siapapun yang ingin mengumping, itu pun tidak akan pernah terdengar, sedangkan Tomi, maupun Anna sudah terbiasa dengan hal itu.
"Hei mbak.. bang, tuh tumbenan bang David memutar lagu klasik dan itu kenapa juga mereka semu ada didalam sana memangnya kalau mengadakan rapat tuh harus banget ya mereka sebari mendengarkan musik sekenceng itu memangnya dia bisa dengar"
"Kau tau ini sebuah rahasia besar yang om Erick lakukan ketika ada pembicaraan serius dia pasti akan memutar lagu ditempat yang biasa orang itu menguping pembicaraan orang lain"
"Kok begitu banget mbak"
"Yah karna ini menyangkut privasi seseorang yang tak seharunya kau tau mengerti, sekarang mending jangan banyak tanya layani itu mereka" saut Tomi
"Tapikan aku jadi penasaran" gumam Bram
Didalam ruangan itu sendiri mereka tengah menatap om Erik dengan tatapan serius maupun penasaran bagi Olivia maupun Sam sendiri.
"Jadi sebelum ayah Erickku berbicara, disini aku hanya sedikit menginformasikan kalau fakta yang sebenarnya siapa wanita kemarin yang sudah kamu tolong Oliv, dia itu sebenarnya dia bukanlah wanita baik melainkan wanita licik apalagi anak lelaki imut itu ternyata bukanlah anak kandungnya sendiri, tetapi melainkan anak dari saudara kandungnya"
__ADS_1
"Mungkin kalian merasa kebinggungan mendengar itu semua, tapi ketauilah didalam foto ini kalian bisa membedakan apa perbedaan dari mereka" lanjut David sebari memberikan dua selembar foto yang satu seorang ibu yang menggendong anak, dan yang kedua kedua wanita kembar yang saling bergandengan tangan sebari tersenyum kearahnya "Bagaimana?"
"Dari yang kulihat mereka terlihat sama pun"
"Periksa dengan teliti Sam" bentaknya
"Ah~ aku tau, mereka berbeda dalam postur dagu, tai lalat dan tinggi badannya" pinta Olivia
"Pintar sekali kamu nak, tapi ada perbedaan lagi dari kedua anak itu"
"Apa itu paman"
"Keirian sesama saudara, jadi dulu..."
Flashback
Ditahun era 80 an pangeran Erick yang saat itu tengah dikaruniai seorang pangeran tampan yang tak lain adalah David, yang mana ia tengah bahagia namun disisi lain, dirinya merasa sedih karena orang tuanya memaksa dia untuk melakukan tugas kerajaan yang berada dibagian tengah demi melihat kawasan perdagangan asing.
Tepat dia berada disana, tanpa sengaja dia bertemu dengan kedua bocah kembar perempuan ini, lambat laun Erick mulai mengenal sifat keduanya, yang pertama ada yang bernama Yura, dan Yuan kedua memang terlahir dari kerajaan akan tetapi sifat dari keduanya pun berbeda terlihat jelas bahwa Yura memiliki sifat dewasa, serta memiliki kepintaran dalam bidang strategi kerajaan namun sayangnya dia memiliki penyakit langkah yang dideritanya membuat orang tuanya lebih banyak perhatian kepadanya. Sedangkan Yuan memiliki sifat tempramental terhadap orang, dan keahlian dibidang ahli bela diri akan tetapi bodoh dalam materi kerajaan jadi sang ayahnya selalu mengatainya bodoh, dan tak dapat menjadi penerus kerajaan.
Walaupun begitu Erick sebenarnya begitu menyayangi keduanya akan tetapi disalah satu kejadian yang tak akan pernah dia lupakan yaitu, disaat malam pesta semua orang tengah merayakan kemenangan perebutan wilayah itupun tanpa mereka sadari kalau kedua anak kembar ini sedang bertengkar hebat entah apa yang mereka debatkan.
Saat Erick hendak mengunjungi keduanya kekamarnya tetiba perempuan kecil dengan memakai gaun cantik dia keluar sebari tersenyum kearahnya.
"Kau..."
"Yura kak, apa kakak lupa ayo mari kita kebawah"
"Tapi dimana saudaramu Yuan bukankah dia harus mengikuti acara inikan"
"Yah, aku sudah paksa dia kak, tapi kakak tau dia tak mau ikut bersamaku kebawah tau sendiri dia begitu malas melihat orang - orang"
"Kau ada benarnya, tapi bisa saja aku mengajaknya barang kali dia mau"
"Tidak perlu kak, nanti akan sia - sia saja kalau kakak membujuknya sekarang"
"Begitu ya, yasudah ayo kita kebawah"
Keduanya pun turun kebawah, tanpa disadari ada seseorang tengah menahan rasa sakit didalam kamar.
"Tolong to.. hikss..."
__ADS_1
...Bersambung...
...****************...