
"BRAM!!" Sam terkejut dengan kedatangannya sedangkan David merasa kebinggungan
Ternyata sebelum David kebinggungan menjawab semua pertanyaan Sam, Olivia yang didalam ruangan sudah lebih dulu menelfon Bram, beruntungnya dia sedang dalam perjalanan ketoko, setelah bekerja jadilah ia meminta tolong kepadanya untuk membantu bang David yang pastinya kesulitan dapat jawaban.
"Hei bro, apakabar? Sudah lama kita tak pernah ketemu ya, eh tuh kenapa wajahmu seperti kayak seolah - olah nggak percaya aja sama aku"
"Yalah secara kau bukannya sekarang sudah memimpin sebuah perusahaan perfiliman ya"
"Hehehe Sam - Sam, yah memang apa salahnya jika aku membuka cabang sendiri yang aku sudah kubangun, toh ini juga buat masa menuaku nanti memangnya salah ya"
"Tidak sih, tapi bagaimana kau bisa tau resep kak Olivia secara..."
"Secara persis begitu hahaha.., Sam kau tau sejak kau pergi kenegara orang aku sudah belajar sedikit ke kak Oliv tau secara diam - diam, yah awalannya untuk membuatkan kekasihku roti ulang tahun ya tau - tau bisa seperti ini juga apalagi aku juga ada bantuan dari bang David ya kan bang"
"A - ah ya memang aku yang mengajarkannya"
"Begitu ya, huh (nafas kasar) rasanya aku menyesali keberangkat an ku saja kalau seperti ini"
"Hei.. kenapa sekarang temanku ini jadi bodoh begini, dengerin aku baik - baik okay, sekarang bukan waktunya untuk kau menyesali perjuangan karirmu selana ini, karna tujuanmu itu begitu sangat amat diharapkan oleh kak Oliv jadi untuk apa kau sesali"
"Kau tidak akan mengerti Bram, untuk apa karir yang selama ini kuperjuangkan kalau dia tidak ada, aku tau dia begitu ingin sekali aku menjadi pria yang sukses. Ta - tapi apa dia tau kalau sepulang aku menjadi pria yang dia impikan itu butuh sekali ada dia disaat aku ingin memeluknya, meluapkan apa yang selama ini aku alami huhh... Itu akan jadi sebuah bayangan semu bagiku, karna dia sudah pergi meninggalkanku selamanya, dan tak akan pernah kembali kedunia. Kalau begini rasanya aku ingin sekali pergi kesana, mungkin duniaku terasa sangat bahagia kalau bersamanya disana hehe.." kekehannya dengan menatap pandangan kosong sebari menitihkan airmata
Membuat siapapun yang mendengarkannya dia akan menitihkan air mata juga karna tak tega melihat kekosongan didalam hati Sam saat ini, sedangkan Olivia sendiri hanya tak kuasa menahannya ia hanya dapat menangis dalam diam.
"Maafkan aku Sam hiks..." hati kecilnya
"Bodoh, untuk apa kau mengatakan itu hah! Apa kak Oliv akan senang tidakk... Dia akan semakin sedih melihatmu kacau seperti ini Sam"
"Memangnya kau tau hah cepat katakan kau tau kalau kak Oliv saat ini sedang sedih melihatku, apa kau sudah pernah mati jadi tau apa dia sedih"
"APA LO SUDAH GILA HAH! SADAR SAM SEJAK KEPERGIAN KAK OLIV KENAPA LO JADI TIDAK WARAS GINI HAH!"
"HAHAHAHA... YAH~ AKU TIDAK WARAS SEJAK KEPERGIAN DIA, ITU SEMUA KARNA KALIAN KENAPA TIDAK ADA YANG MEMBERITAHUKU KALAU Dia... Hikss.. Hikss..."
"Sam sadar sam, ini nggak baik buat kesehatan mentalmu"
__ADS_1
"Biarkan aku jadi gila bang, aku tidak mau duniaku ini kosong tanpa adanya kak Oliv bang hikss..." langsung dipeluk oleh David
Bang David binggung harus bagaimana menjelaskannya melihat kondisinya ia hanya ikut menangis. Pintu utama pun terbuka ternyata ada Kimmy dan juga Anna dimana mereka disuruh oleh Oliv untuk lewati jendela karna situasi Sam begitu amat kacau, walaupun Oliv sendiri ingin sekali menghampirinya tapi disituasi yang menghalanginya untuk bertemu.
"Tunggu, ada apa ini?" tanya Kimmy seolah - olah tak terjadi apapun
"Iya kenapa kalian menangis"
"Kak, tolong coba jelaskan kepadanya untuk sadar, dan juga aku mohon jelaskan kepadanya juga tak selamanya seseorang itu akan menjadi miliknya seumur hidup, pasti ada tanda takdir dikehidupan para manusia itu pun sudah tercantum dalam tulisan disetiap buku semua agama. Walaupun aku tak begitu mengikuti hal semacam itu tapi aku mengerti maksud dari perkataan para agamis, karna tak selamanya seseorang itu akan bersama dengan kita kalau bukan takdirlah yang menyatukan kita nantinya entah itu dilangit atapun dibumi" penjelasan Bram dengan penuh emosi menatap Sam yang tak berdaya "Kurasa kau tak akan mengerti apa yang kumaksudkan ini, lebih baik kalian saja yang menjelaskan nya karna aku sudah muak dengan orang tak waras sepertinya"
Bram dengan kesal ia langsung pergi dari toko, sedangkan orang didalam hanya kebingunggan.
"Sam.. aku mengerti kau begitu sangat terluka sejak kehilangan Olivia, aku tak tau apa yang akan dapat membuatmu kembali lagi bersemangat. Tapi aku sempat menemukan cuplikan video terakhirnya saat setelah keberangkatanmu nih kau bisa lihat"
Kimmy memutar video diponselnya, dimana ketika Sam berjalan pergi Olivia langsung menangis sambil kesal karna diejek oleh Tomi karna cenggeng.
"Udah ah~ kak jangan direkam"
"Ihh nggak mau, biar Sam nanti tau kalau wanita ini sedang menangisinya"
"Hih! Kayak kunti lu!" ditoyor oleh Tomi
"Udah - udah ayo kita pulang, udah ayo matikan sayang videonya"
"Tap..."
Layar berubah menjadi menghitam, sedangkan Sam hanya semakin menangisi kerinduannya.
"Apa kau akan menjadi seperti ini terus menerus Sam, apa kau tidak menghargai keinginan Olivia untuk meneruskan karirmu selama ini yang dia impikan"
"Sam maaf aku mungkin ucapanku ini akan menyakitimu. Tapi jujur saja Olivia bukanlah orang yang akan mengambil keputusan bodoh sepertimu, karna dia akan mempertahankan apa yang dia inginkan" ucapan Anna
Sam hanya menatap kearah keduanya dengan kekosongannya, sedangkan Bram yang ingin menuju mobilnya seketika melihat ada mobil Oliv, dimana ada orang didalam nya saat dibuka memang benarlah disana Oliv tengah menangis didalam sebari menonton cctv diponselnya.
"Cukup hentikan kak" Sam memeluk Olivia sebari ikut menangis "Aku tidak tahan lagi kak melihat perubahan nya jauh dari apa yang kuduga selama ini kulihat"
__ADS_1
"Hikss... Aku tak tega Braam hiks.. Dia begitu sangat ingin membutuhkan ku, ahh.. aku kesal Sam kenapa harus begini hidupku hikss... Kapan semua ini berakhir hiks... Aku begitu amat merindukannya"
"Aku tau kak aku tau, tapi cukup jangan tangisi hidupmu kak cukup bersemangatlah untuk berjuang sekali lagi demi kembali kepadanya kak"
"Tapi aku tidak sanggup Bram melihatnya menderita seperti itu hikss.. Apa aku harus menemuinya" melepas pelukannya
"Tidak kak! Tujuan misi kita hampir saja selesai kak" menahan bahunya
"Tapi kapan Bram hiks.."
"Akan secepatnya kak, mohon bersabarlah aku tau ini begitu menyakitkan tapi kita harus segera mengakhirinya kak"
"Kau benar Bram.. Hiks... Hikss... Maafkan aku Sam"
"SAM... SAMMM ADA APA DENGANMU!!"
Kedunya langsung dikejutkan Sam terjatuh, seketika keduanya langsung berlari kedalam. Ternyata Sam yang saat itu terbaring lemah dengan mata yang berkunang - kunang.
"Samm hikss...."
"Kak Oliv.. Kau datang hihi..." seketika mata Sam menutup rapat
Dengan cepat mereka menganggkat tubuh Sam kerumah sakit, tapi saat Olivia akan menyusul Bram menghalanginya.
"Aku ingin ikut Bram"
"Tidak kak, aku tak ingin identitasmu akan diketahui musuh lagi"
"Tapi... Sam bagaimana hiks..."
"Kak, kita akan tau dari semuanya, ayo kita pergi kasihan Rio dengan Dino mari kita pulang kak"
Olivia tak henti - hentinya menangis, sedangkan Yuan yang melihat kedatangan mereka begitu sedih, dan dia hanya dapat bisa membawanya masuk sebari menenangkan Olivia.
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...