
Akupun dengan berat hati membantu mereka untuk menenangkan pelanggan, serta membantu melayani para pembeli. Jangan tanya kemana mbak Anna ia sudah sedari tadi dirinya sudah ijin pulang dulu.
Satu demi perasatu pembeli semuanya mulai berpulang, tak terasa diwaktu tutup cafe pun dilakukan. Aku beserta yang lain langsung duduk dengan santai sebari menghilangkan rasa letih seharian tadi melayani pembeli.
"Kak"
"Mm?" sebari memincingkan salah satu alisku, well disini aku juga lagi makan roti.
"Kak, aku sudah menemukan apartement yang pas buat kita"
Sebelum melanjutkan obrolan mending minum dulu, dari pada keseretan ya kan.
"Tidak masalah, besok saja kita akan melihat bagaimana apartementnya. Oh ya bang aku ijin rada terlambat ya karna ingin melihat beberapa apartement"
"Hmm, Hei!! Ingat ya kalian berdua bukanlah sepasang suami istri, jadi cari kamar yang terpisah, dan jangan buru - buru buatkan gue ponakan krna paman tampannya ini masih belum punya pasangan"
"Uututututu kasian amat abang tuaku ini" sindir Bram
"ANJ..hmpt.."
Langsung ku berikan setengah rotiku barusan kemulut bang Tomi, gelak tawa Bram semakin keras. Sedangkan aku yang udah kelelahan akhirnya memutuskan pulang bersama Sam.
Ditengah jalan, Bram menghentikanku disalah satu resto kecil.
"Ayo turun kak, kita sementara makan diluar aja ya karna sekarang aku begitu amat kelelahan jadi nggak apa - apa ya"
"Nggak usah, biar aku saja yang masak diapartement nanti. Bahan dapurmu kan juga masih banyakkan"
"Isstt udah ah kak ayo ikut aku, masalah bayar nya kakak tenang saja biar aku yang bayar"
"Ah nggak mau ahh.. Kau itu masih kesulitan dalam keuangankan, kalau memang kau ingin makan disini biar aku aja yang bayar"
"Tidak perlu kak, biar aku saja yang bayar"
"Diam, biar kakak saja yang bayar kalau kau memang nggak mau. Okay fiks kita makan diapartement"
"Huh.. Baiklah kak"
Lah malah lesu mukanya, bukankah tambah enak ya kalau si ceweknya yang bayari.
"Kau ini, bukannya kalau cowok tetiba cewek nya yang bayarin tuh bukannya malah kesenengan ya?"
"Aku bukan cowok kayak gitu kak~" sambil memayunkan bibirnya
"Baiklah - baiklah, sekarang ayo kau ingin memesan apa nanti akan kubayarkan makanan malammu hari ini"
"Tap..." dirinya langsung terdiam, sebab aku pelototi dirinya
Dia cukup terkejut dengan porsi makananku banyak, ya aku tau siapapun itu orangnya kupastikan mereka terkejut karna eh karena tubuhku yang mungil ini walaupun porsi banyak tubuh tetap ya begitu aja huhh..
__ADS_1
"Selamat makan" ucapku penuh semangat
Kalian taukan pastinya yang mana porsi makananku yah taulah, kalian yang menebak nomor 2 itu benar sekali. Aku begitu sangat menyukai makan diluar, yah salah sendiri siapa yang mengajakku makan diluar, kalau udah makan diluar wihh jangan tanya sudah habis berapakah ibu mengeluarkan uang.
"Nih coba deh itu ramen kau campurin dengan sushi pasti enak deh"
Ketika melahap sesuapanku seketika dirinya menujukkan ekspresi ini kepadaku.
"BWAHAHAHA...."
"Mdak mbenak huee.."
"Udah - udah kalau enek mending kamu mutahin sana hmptff... Lah - lah kok ditelen sih katanya nggak enak"
"Sayang kak kalau makanannya dibuang, yang ada sipenjual nanti tersakiti disangka makanan disini nggak enak"
Aku hanya terdiam terpaku penjelasannya, kenapa diriku merasa tertampar maupun, salut kepadanya walaupun dia berusia yang terpaut jauh dariku akan tetapi kedewasaannya, serta empatinya begitu tinggi. Yah mungkin beruntunglah bagi siapapun wanita yang disukainya.
Olivia end pov
Sam Pov
"Hahh.. Syukurlah dah kenyang nah saat nya kita minum - minum!"
"Jangan kak, aku tidak naik mobil kak kalau terjadi sesuatu bagaimana"
"Kau tenang saja aku akan meminum sedikit, kalau dirimu tidak mau, itu tidaklah masalah okay. Buk.. Minumannya satu!!"
...----------------...
Kelihatannya kakak sudah begitu sangat mabuk sekali.
"Sudah kak hentikan"
"Hmm nggak mau, cepat balikkin itu milikku!"
"Kak~ dirimu sudah terlalu banyak minum hari ini. Jadi ayo kita pulang ya"
"Ihh nggak mau pulang~" tetiba tangan kak Oliv menepuk kedua pipiku "Tunggu... Kenapa kau begitu sangat mirip dengan orang yang.. Hehehe bocah cupuku dulu.."
"Eh mana mungkinlah diakan dulu dengkil ah tidak - tidak. Mana mungkin itu kamu ya kan hahaha mungkin aku sudah begitu lelah, kalau begitu maukan kamu mengantarkanku pulang pria tampan"
__ADS_1
Akupun langsung menggendong kak Olivia dengan penuh hati - hati. Hmm.. Kak, apa kau begitu sangat merindukannya, aku ingin tau apa dirimu mengingginkan si cupu mu untuk kembali..
Sam end pov
"Hiks... Hiks... Cupu maafkan aku, a..ku..mer..hukk..HUEKK"
Olivia pun memutahkan semua makanannya tepat mengenai bajunya, beberapa orang memperhatikannya.
"Ini mas tisunya, bersihin dulu bajunya" pemilik lestoranpun menawarkan tisu kepadanya
"Oh terima kasih buk, maaf telah mengotori lestoranmu"
"Ah tidak apa - apa mas, saya sudah terbiasa melihat orang mabuk berat kayak gini mas, malah ada yang jauh lebih parah dari kekasih mas gini"
"Begitu ya buk" sambil membersihkan mutahan dilantai "Kalau begitu minta kantongnya boleh tidak"
"Ah mas ini mas, udah mas jangan terlalu dibersihkan mas, biar kami saja yang membersihkan sisanya" sambil memberikan kantong hitamnya
"Tidak perlu buk ini juga mutahan dari kekasihku jadi biarlah saya yang mempertanggung jawabkan atas kesalahannya" sebari memasukkan tisu kotor kedalam kantong
"Oh ya ampun masnya kenapa begitu baik sekali sih, beruntung sekali mbaknya mendapatkan kekasih seperti masnya"
"Tidak bu, bukanlah dia yang beruntung mendapatkan saya, akan tetapi akulah yang begitu beruntung mendapatkannya bu. Apalagi dia itu orang yang begitu sangatlah spesial didalam hidupku bu, akan tetapi mereka berulang kali memisahkan kita. Hmm beruntunglah aku sekarang mendapatkannya sampai bersatu kembali sekarang ini" sambil menoleh kearah Olivia yang sudah terkapar mabuk
"Ahh, maafkan saya mas ternyata kisah cinta kalian begitu sangat rumit mas, kalau begitu bibi hanya dapat mendoakan kalian kalau begitu. Semoga kalian akan selalu bersatu sampai kejenjang keseriusan sampai selamanya ya mas"
"Amin"
"Ya sudah mas, sini biar saya saja yang membersihkan sisanya. Sekarang masnya lebih baik bawa kekasih anda pulang saja takutnya cuaca didepan nanti tambah dingin"
"Benar sekali bi, kalau begitu maaf, dan terima kasih ya bi atas perhatiannya"
"Iya mas, hati - hati bawanya yah"
Sam yang membawa dengan penuh hati - hati membawanya kesepeda dengan gaya yang sama, kalau tidak ditaruh kedepan tubuh Olivia takutnya ada hal yang tidak diinginkan.
Selama diperjalanan Olivia begitu sangat erat memeluk Sam, karena faktor kedinginan beserta bergumam tidak jelas. Sampai tak terasa mereka telah berada didepan apartement, Sam yang berhati - hati membawa Olivia masuk kedalam.
"Eughh.. Cupu~ AKU MENCINTAIMU..."
CHUPP..
Secara mengejutkan Olivia tiba - tiba saja mencium Sam yang terdiam tepat ditengah ruang tamu.
...Bersambung...
__ADS_1
...~♥~...