
Diruang ICU, semua orang tengah bingung, dan menunggu bagaimana kondisi Sam didalam. Tak lama dokter yang memeriksanya pun keluar dari ruangannya.
"Dok, apa yang terjadi dengan saudara saya" tanya David
"Maaf pak, kurasa kondisi saudara anda begitu amat serius, apa sebelumnya dia punya derita gejala penyakit?"
"Ada dok, setau saya penyakit yang begitu langkah jadi dia itu...(penyakit langkah seperti di eps 07 ya teman - teman) begitulah yang diderita selama ini oleh saudara saya"
"Begitu ya saya akan mencoba semaksimal mungkin memberikan bantuan medis, tapi ada hal yang harus saya bicarakan serius dengan anda pak silahkan anda ikut saya keruangan"
"Baik dok"
"Sayang apa kondisi Sam tidak apa - apa"
"Kau tenang saja ya, aku akan menemui dokter dulu" Kimmy hanya menganggukkan kepala
"Hiks... Hiks.. Ini kalau bukan gegara dua setan itu mereka pasti tak akan menggalami ini, dan Sam tidak akan pernah menderita sesakit itu" isak Anna
"Husstt... Tenangkan dirimu sayang, kasihan babynya nanti ikutan nangis"
"Nggak bisa honey hiksss kasihan mereka"
"Inilah ujian cinta mereka berdua sayang, kita tak bisa melakukan apapun terkecuali berdoa agar mereka segera cepat kembali bersatu itu saja"
Anna hanya dapat menangis dipelukan Tomi, sedangkan dirumah bangunan tua ini, Olivia hanya terus menerus menunggu kabar, tapi begitu lama tak ada kabar dari mereka membuat nya semakin cemas.
"Bi, apa kau dapat kabar dari bang David"
"Tidak ada sama sekali"
"Begitu yah" raut cemasnya
Yuan langsung menariknya duduk disebelahnya "Sayang, aku tau kau begitu sangat mencemaskan kondisi pangeran saat ini, tapi tidak baik kau juga tak memakan apapun" melihat kearah meja yang mana sarapan nya tak disentuh sama sekali olehnya
"Aku tak akan tenang kalau tidak ada kabar darinya bi, aku tau bagaimana lelaki bodoh itu ketika diriku meninggalkan nya seperti waktu kecil dulu, aku takut penyakitnya kambuh lagi"
DRRTT... Telefon dari bang David membuat Olivia bahagia, seketika dirinya menganggkat telfonnya.
__ADS_1
"Bang bagaimana kondisinya"
"Lakukan penyamaran, dan cepat kau kerumah sakit karna disini dia begitu sangat membutuhkan kekuatan semangat darimu lagi Liv"
"Bang Dav, apa kambuh Sam kambuh lagi"
"Hmm.. Tapi ini lebih buruk nanti aku ceritakan sekarang kau cepat kesini sebelum keluarganya datang, abang tutup dulu telfonnya"
"Hikss... Hiks... Samm"
TUTT... ketika ponsel dimatikan David, seketika tubuh Olivia melemas, Yuan yang menahan tubuhnya mencoba mengguatkannya demi kesembuhan cintanya.
Olivia yang telah bersiap diri sesuai penyamaran seadanya (nanti sesuai gambar dibawah cerita), disana Bram ikut menggawasi Olivia dari belakang.
Ketika mereka sampai rumah sakit, dengan cepat Olivia berlari mencari ruangan Sam. Sesampai disana bang David langsung memperingatkan dia untuk menyemangatinya tetap bertahan hidup, ia hanya menganggukkan kepala. Lalu langkahnya seketika lulai lemas, karna seluruh tubuh Sam banyak sekali alat bantuan untuk nya tetap bertahan.
Olivia langsung menempelkan tangannya didahinya, memang suhu tubuhnya begitu amat panas.
"Hikss.. Sam.. Kenapa kau lakukan ini, tubuhmu begitu panas sekali, apa yang terjadi dengannya bang"
"Gejala nya terjadi lagi seperti masa kecilnya dulu, tapi sekarang lebih parahnya dia tak pernah menggosumsi asupan makanan melainkan minuman bersoda, serta kafein saja membuat pertahanan nya begitu lemah, dokter sempat terkejut melihat kondisinya semakin merendah seperti ini, apalagi sempat dokter berkata kalau sampai tak ada perkembangan selama 12 jam ini, mereka tak akan dapat menolongnya"
"Hiks... Hiks... Sam.." memeluknya
"Akan aku tinggal, terus semangati dia Liv, mungkin adanya dirimu besar kemungkinan keajaiban yang akan membuatnya cepat sadar" tak kuasa melihat keduanya David langsung meninggalkan keduanya.
Saat David keluar dia langsung menangis dalam pelukan istrinya, semuanya pun sama tak tega melihat dari arah jendel kecil ruangan.
"Hikss.. Sam please... jangan tinggalkan aku lagi hikss..." masih menangis didalam pelukan Sam yang terbaring lemah "Sam, aku mohon bertahanlah sebentar lagi hikss.." lalu dengan cepat ia langsung melepas pelukannya "Apa ini Sam? Mana buktimu kalau kau sukses hah! Apa semua ini yang kau tujukkan iya!! Dan kenapa kau melakukan ini lagi hah! supaya aku datang begitu iya, hikss.. Bodoh kau memang lelaki bodoh Sam"
"Hiks... Aku mohon Sam bertahanlah untukku, katamu kau mencintaiku mana Sam mana? Hiks... Dan yah kau pernah bilang jugakan akan menikahiku bukan, hikss.. Jadi ayo cepat buktikan olehku Sam" sambil memainkan tangan Sam
"Kau tau Sam aku bertahan sampai sekarang ini juga karna mu loh masa kau tidak dapat bertahan untukku Sam, walaupun sebenarnya aku begitu sulit ketika menjaga jarak darimu loh. Tapi semenjak kau menyeduh kopi sebari menatap bahagia saat menatap roti buatanku itu saja membuatku bahagia tau terasa aku berada dihadapanmu saat itu hehe lucu bukan" sesekali menyisir rambutnya
CLEKK... Bram langsung berbisik kepadanya "Ayo cepat kita pergi kak, karna semuanya sudah datang"
"Kenapa secepat ini, sebentar aku akan berpamitan dulu kau berjagalah sana" Bram pun langsung mengerti "Sam, sudah waktu nya aku pergi, aku sangat mencintaimu Sam" bisiknya
__ADS_1
Olivia menyempatkan diri mencium keningnya, lalu ia pun langsung mengikuti arahan Bram untuk melihat dulu situasi kalau mereka belum berjalan kearah ruangannya, melihat situasi aman dengan cepat Olivia, dan Bram dengan cepat berlari keluar. Sedangkan Sam sendiri yang berawal tenang ketika denyut jantungnya cepat apalagi dia hanya dapat menggerakkan tangannya, beruntungnya saat itu keluarganya cepat datang, dan langsung memanggil dokter untuk melihat kondisinya.
Ketika dokter memeriksanya, ia tersenyum kearah orang tua Sam "Syukurlah kondisinya semuanya sudah mulai membaik, aku harap kalian terus berinteraksi kepadanya karna dia membutuhkan sekali kata - kata semangat dari orang - orang didekatnya, kalau begitu saya pamit pergi dulu biarkan sekarang istirahat"
"Terima kasih dok"
Kepergian dokter, ayah serta ibu Sam saling berpandang lalu mengalihkannya kearah David, tapi yang mereka dapat hanya kedipan kedua matanya seolah kedua mengerti, lalu mengganggukkan kepala.
"Yasudah kalau begitu biarkan dia beristirahat dulu, dan terima kasih David, Kimmy, dan... Teman - temanmu" senyum ayah Sam
"Tidak apa - apa paman, semoga dia cepat kembali pulih kalau begitu aku akan kembali dulu, ayo semuanya" pinta David
Ketika semua pergi, nenek serta Lizza saling bertatap.
"Hmm.. Lizza kamu kan sekarang menjadi tunangan sah Sam sebaiknya kau menjaganya disini" perintah nenek
"Tidak perlu bu, biar aku saja yang menjaga anakku sendiri. Nak, kau bisa pergi beristirahat kasihan aku melihatmu sepertinya kau kelelahan sekali"
"Tidak apa - apa kok ma, aku baik - baik saja kok sekarang jadi kau tak perlu mengkhawatirkanku disini apalagi aku juga ingin menjaga kesembuhannya, tidak masalahkan"
Kedua orang tua Sam hanya dapat menganggukkan kepala, setelah itu mereka semua memutuskan untuk pergi tinggal lah Lizza yang mengeluhkan tubuhnya yang terasa capek.
"Huh.. Kalau bukan karna aku cinta kepadamu mana mau aku berada disini, ah~ capeknya tubuhku setelah semalaman dengan pria brengsek itu huh kalau bukan karna pencapaian ku mana mau juga melayani para pria bodoh itu huh arghhh lelah sekali"
Tanpa sengaja keluhannya telah didengarkan oleh seseorang yang tetiba terdiam diambang pintu, namun dia disadarkan oleh tepukan seseorang dibelakangnya.
"Kenapa sayang, apa sudah ketemu" tanya ayah Sam
"Ah bibi, pa - paman a - apa yang kalian lakukan disini" tanya gugup Lizza
Keduanya menatap kearah Lizza yang gugup memandang mereka berdua.
...Bersambung...
Bonus gambar :
__ADS_1