Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
<37>


__ADS_3

Semua orang tengah memandangi Sam, yang mana dia hanya mengkerutkan keningnya,Olivia yang melihat itu dirinya langsung dengan terburu - buru menghampirinya.


"Sam, kau tidak lihat ponselmu" bisiknya


Sam masih tidak mengerti, lalu Nitha menghampiri keduanya dengan tatapan mengintimidasi serius.


"Katakan siapa dia?"


Olivia hendak menjawab tetiba Sam lebih dulu menjawab pertanyaannya "Kekasih dari Olivia"


"APA! Bener kau pacar nih kunyuk" dia hanya mengangguk patuh sedangkan Olivia hanya berdecih "Bener dia pacar lo Liv"


"Hmm"


"Wah aunty ternyata laku juga ya" sindir Chimy


TAKK..


Ia mendapatkan pukulan keras belakangnya oleh sang ayahnya.


"Sopan sedikit dia bibimu"


"Aunty huftt syukurlah kalau dia hanyalah keponakan kakak kalau tidak aku bakal kalah saingan lagi, ihh senangnya~"


Olivia yang jengah nanti akan diberikan pertanyaan lebih dalam lagi oleh sang kakak dia memutuskan masuk kedalam.


"Oh~ aku jadi mengerti sekarang pantas saja tadi aku menemukan ada cucian pakaian dalam pria kan nggak mungkin kau memakai itu Liv, jadi kekasihmu itu juga ikut tinggal disini" langkah Olivia seketika terhenti "Baiklah kalau begitu hubungan kalian sejauh itu maka aku akan memberitahukan ke mama soal ini"


"JANGAN!!" dia menghampiri kakaknya "Awas saja sampai kakak memberitahukan ini pada mama"


"Kenapa? Apa salahnyakan kalau memberitahunya, kalau memang benar hubungan kalian sampai tinggal bareng begini, buat apa dirahasia - rahasia in lagi hmm.. Apa jangan - jangan hubunganmu sama ini orang melakukan hal sejauh begituan" sebari meragakan tangan berbentuk peach (seperti telunjuk maju sedangkan jari tengahnya mundur, pahamkan)


"Ya nggaklah, maaf - maaf aja hubunganku bukan kayak situ! Udah ah ayo Sam kita masuk"


"Heh! Seharusnya situ masih beruntung seorang saudara sendiri masih bisa kemungkinan ngelindungi elu dari hal - hal sampai diluar batasan"


"Huh! Kak aku tuh bukan anda yang seenak jidat main asal cocok tanam, okay"


"Ya saat itu kan emang kita sama - sama hasrat jadi apa salah nya dong, makanya jangan dicontoh"


Chimy yang mendengar itu langsung membawa Rey masuk kedalam kamar Olivia sebari menutupi telinganya.


"Berarti itu anda bodoh tak dapat menahan bawah situ dong"


"Wahh memang nya tuh pacarmu kuat menahan wanita disatu ruangan, mustahil"


"Yah bi... Eh eh lepasin Sam gue mau kasih pelajaran tuh kak Nitha" digendonglah Olivia ala bridal style sebari keluar rumah

__ADS_1


"Udah sayang jangan gitu ah, kau ini biasa deh kalau udah ada Oliv selalu saja bertengkar sama tuh anak, jangan gitu ah malu - maluin tetangganya nanti aja kamu nih" tegur suami Nitha


"Ya nggak bisa diam dong aku mas, tuh anak yang bikin gara - gara apalagi lihat dia tuh udah diluar batas"


"Huftt... Mereka kan udah besar, biarin saja dong emang dulu waktu kita ngelakuin itu Olivia mengaduh ke mama sama papamu, nggak kan? Jadi sudahah biarkan mereka menikmati hal itu bersama layaknya kita dulu, dan ya jangan gitu lagi ya kasihan tuh anak - anak kita risih dengerin omelan jorokmu itu"


"Maaf honey"


"Tidak apa - apa baby"


Mereka saling berpeluk, berbeda halnya Olivia yang masih terus memberontak gendongannya. Sesampai menaruh diatas sepeda motor Sam disitu ia langsung memasangkan helm kekepalanya.


"Kita mau kemana"


"Menenangkan ibu dari anak - anakku ini"


"Ckk.. Gombalan mu tidak menghibur sekali wahai tuan hehe.."


"Hehehe... Nggak apa - apa yang terpenting sebentar lagi kesayanganku ini akan terhibur hahaa"


"Janji awas saja kalau sampai aku tak terhibur kutendang kau sampai kelaut samudera antlantik, biar tau rasa"


"Ahh takut"


Ekspresi Sam yang berpura - pura ketakutan tersebut membuat mood Olivia seketika berubah tertawa lantang.


"Hahaha... Udah ah ayo kapan kita akan pergi tuan"


Tak lama keduanya sesampai ditempat aneka pasar makanan yang memang selalu berjualan aneka jajanan, minuman, sampai makanan pun ada akan tetapi mereka berjualan disetiap minggu sekali.


"Ayo kakak mau makan apa terserah nanti aku yang akan membayarkan untukmu"


"Beneran kau tidak bohong kan"


"Untuk apa aku membohongi mu kak, udah sekarang nikmati makanan semua jajanan disini, okay"


Akhirnya Olivia pun dengan penuh semangat ia langsung berjalanan mengelilingi beberapa tempat jajanan.



Disitu Sam sesekali mengabadikan moment untuk memotret Olivia yang begitu asiknya memakan jajanan tanpa memperdulikan dirinya kalau makannya berantakan yang terpenting dia dapat memakan dengan puas.



Caption : Lahap bener my luv


Tidak lama melahap beberapa aneka makanan lain, lalu tanpa dia duga ditengah dirinya makan jajanan lain tetiba 'BUK' makanannya pun terjatuh ke tanah semuanya.

__ADS_1


"PENCURII!!"


Teriakan perempuan yang tengah mengejar pencuri tersebut, membuat Sam merasa geram melihat muka sedih Olivia yang memandangi makanannya yang telah berjatuhan, dengan kegeramannya ia ikut mengejar pencuri tersebut.


Sampai ditengah belokkan sepi, Sam pun berhasil menangkap pencuri tersebut dengan memberikan pukulan tendangan mautnya. Seketika suara sirine kepolisian pun datang, dan para petugas polisi pun seketika memisahkan pencuri tersebut.


"Sudah - sudah cukup tuan, biar dia akan kami beri hukuman penjara untuknya"


"Bagus, hukum saja bagi orang pemalas seperti dia ini" yang menjawab bukan Sam melainkan Olivia yang sudah berada dibelakangnya "Kau tak apa Sam"


"Hmm" mengangguk patuh terhadapnya


Sam yang sudah membawa tas mewah tersebut langsung berjalan kearah perempuan muda tadi yang sekarang masih terdiam.


"Nih tas mu"


"Makasih pangeran Sam, tidak pernah kusangka kau berada disini ternyata memang dunia ini begitu sempit yah sampai - sampai bumi pun mensetujui hubungan kita sekarang ini hehehe"


Olivia yang bertanda tanya, dengan ucapan perempuan muda ini.


"Kau mungkin salah orang, ayo pergi dari sini sayang" sebari mengenggam tangan Olivia


Sudah menempu perjalanan Sam yang masih mengenggam nya, sebari terdiam tanpa mengucapkan kalimat satupun, membuat Olivia semakin yakin apa yang dia fikirkan, seketika langkahnya terhenti disusul oleh Sam yang terkejut dengan genggaman Olivia terhenti.


"Ada apa kak"


"Apa kau mengenalnya"


Sam masih menatap Olivia dengan senyuman, lalu menangkup kedua pipinya.


"Apa kau tau kak, mana mungkin aku mengenal wanita lain selain dirimu hmm"


"Ckk.. Dasar gombal"


"Hahahaha...." tawa lantang keduanya


Tetapi berbeda halnya suasana bahagia tersebut seakan mencekam ditempat lain, yaitu ruang penuh akan kemegahan itu seketika berubah menjadi tegang karna wanita paru baya tersebut tengah dihubungi oleh seseorang dibalik ponsel miliknya.


"Saya tidak mau tau nenek harus segera menikahkan ku dengan cucu kesayanganmu, kalau tidak atas kerja sama kita akan aku putuskan"


"Kau tenang saja, aku akan buat cucuku akan jadi milikmu. Dan wanita yang bersamanya akan hancur bersamaan dengan genggamanku"


"Bagus cepat kau lakukan kalau tidak maka hidupmu akan hancur bersamaan dengan jabatan yang selama ini kau miliki nyonya"


"Baik"


Tuttt...

__ADS_1


PRANGG..


"Sial! gegara wanita sialan itu hampir saja harta berhargaku hilang, dan kehancuran ku datang awas saja kau sampai itu akan terjadi. Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi tetapi hidupnya lah yang akan hancur ditanganku hahahaha" tawa lantang nenek Sam membuat siapapun akan ketakutan mendengarnya.


__ADS_2