
Ketika semua asik berlarian kesana kemari, tanpa disadari Olivia hanya menggelengkan kepala melihat ketiga pria itu tengah saling kejar - kejaran dengan seorang bocah.
"Astaga lihat mereka seperti orang yang tak akan pernah menginggat umur saja" ujar Kimmy
"MAKANAN SUDAH MATANG"
Rio begitu antusias melihat roti yang dia inginkan telah matang, namun saat melihat nya kenapa tidak ada roti seperti yang dia makan.
"Kenapa sayang" melihat putra nya merenggut kesal
"Ma~ kenapa tidak ada lotinya, Lio kan mau nya Loti"
Mendengar gerutuannya membuat Olivia terkekeh melihatnya.
(sebelum kembali memasuki ke cerita aku hanya meluapkan ide ku kesini, ini bukanlah apa yang ada tapi hanyalah sebuah khayalan semata saja)
"Kau tau Rio, mereka barusan mengatakan sesuatu hal kepada kakak, kau tau apa? Kata dia apa dia tak menyukaiku kasihan sekali wajah nya begitu amat sedih"
"Bagaimana kakak bisa tau kalau dia bisa bicala? Bukankah dia hanya sebuah makanan"
"Apa kau tau makanan itu juga memiliki perasaan seperti manusia loh, apabila kalau dia tidak ada yang memakannya maka artinya dirinya akan dihukum nantinya oleh peri jahat memangnya Rio mau kalau sampai makanan ini akan disiksa sampai kesakitan, dan menangis, memangnya Rio mau dikatakan sama semua makanan kalau Rio ini anak yang jahat"
"Tidak, Lio bukan olang jahat. Tapi kalau Lio makan sama saja Lio olang jahat"
"Nah pertanyaan yang pintar sekali, kau tau setiap makanan yang ada didunia ini akan memiliki fase dimana dia akan diolah tepat untuk dijadikan makanan, nah apabila dia berhasil dapat dimakan oleh para manusia, dan binatang maka seorang peri baik akan memberikan tempat terindah untuk mereka tinggal, kalau tidak maka mereka akan dimasukan ketempat yang begitu gelap tak ada yang mau menolongnya dari siksaan peri jahat"
"Lalu Lio harus memakannya dong"
"Tepat sekali, apa kau tau Rio nasi bajak laut dihadapanmu ini katanya ayo cepat makan aku nak, kalau bisa bersamaan dengan ayam goreng diatasku ya! Ayo kamu coba"
Rio yang awalannya ragu, akhirnya ia berhasil memakan nasi tersebut bersamaan dengan ayam gorengnya, kunyah pertama ia terdiam membuat semuanya menatapnya was - was akhirnya kunyah kedua sampai seterusnya ia terus melahap nasi tersebut, entah kenapa membuat sang ibu, dan yang lain ikut bahagia.
"Bagaimana apakah itu sangat enak"
"Enak"
"Ah syukurlah, nah jadi Rio harus banyak - banyak memakan sayuran serta nasi ya agar supaya kehidupan para makanan itu akan bahagia"
"Tapi Lio tak suka masakan olang lain kak, gimana kalau kakak memasakan makanan untuk Lio, ya kan ma~ pleasee... Makanan kakak enak ma"
"Hmm.. Mama sih setuju saja sayang tapi apa kakak nya mau memasakan untukmu"
__ADS_1
"Hmm maafkan kakak ya sayang, bagaimana dengan koki yang bekerja di rumah Rio kan kasihan dong, mereka nanti sedih karna tak ada pekerjaan untuk mereka gimana, memangnya Rio mau kalau mama sama ayah Rio dikata - katai oleh semua orang kalau mereka jahat gimana"
"Ndak mau! Mama sama ayah Lio olang baik"
"Nah kalau begitu kakak, bisa bantu Rio tapi kakak hanya bisa bantu lewat mengajarkan koki Rio untuk belajar masak seperti ini, bagaimana apa Rio mau"
"Apa meleka akan masak seenak ini"
"Pasti kakak pastikan itu"
"Kalau tidak enak"
"Hmm mama Rio yang akan menguji masakan mereka bagaimana"
"Iya mama bisa kok sayang"
"Hmm baiklah" tetapi sedikit wajah bersedih
"Hey boy, kenapa kau harus bersedih" tanya Sam
"Kakak tidak mau memasakkan makanan untuk Lio"
"Hehe... kau tau kakak bidadari cantik ini, bukan tak mau tapi dia ingin meringankan beban keluarga koki dirumah mu agar mereka bahagia, apa kau mau bidadari cantik dihadapanmu ini kelelahan akibat memasak terus untuk Rio" dia hanya menggelengkan kepala "Maka dari itu bidadari hanya mau membantu, dan membahagiakan Rio disaat nanti tidak ada bidadari dirumah Rio. Tapi kalau semisal Rio ingin kakak kesana kakaklah yang bersiap untuk mengantarkan bidadari ke istana Rio"
"Benal kak"
"Benalkah, oh ya kak kulihat kakak tuh sama sepelti pangelan kelajaan tau, yang mau mengatalkan tuan putli cantik tapi ini belbeda dia kakak bidadali cantik"
'Emang dasar tuh orang pangeran kali'
Sontak membuat semuanya tertawa lepas melihat kepolosan Rio, melihat Rio kembali memakannya Sam mendapatkan panggilan dari David yang artian bahwa ia perlu berbincang secara berdua.
Ketika David mengkode untuk berbincang dibalik gudang, membuat Kimmy memahami situasi hati suaminya.
"Apa kau menggenal wanita itu"
"Ya, lebih tepatnya dia adalah menantu dari keluarga kerajaan china, dia masih ada golongan darah seperti kita turunan para raja"
"Kenapa aku tidak mengenalnya"
"Karna dia begitu setelah menikah dengan keluarganya dia tak pernah kembali kenegara ini lebih tepatnya seperti paman saat diasingkan oleh keluarganya sendiri, akan tetapi dari informasi yang kutau setelah dia melahirkan seorang penerus lelaki keluarga disini mulai ingin menerimanya, dan mengikat ikatan kembali, entah apa informasi selanjutnya aku tidak tau"
"Terima kasih informasi mu"
__ADS_1
"Sama - sama bang, tapi apa yang membuatmu ingin tau identitasnya"
"Dia menggenal kedua orang tuaku, apalagi mereka sendiri tak pernah menceritakan tentang dirinya maka dari itu aku ingin sekali menanyakan hal ini kepada mereka, apa mereka mengenalnya"
"Baiklah nanti aku tanyakan kepada mereka"
Disaat keduanya masuk mereka tidak melihat siapapun disana, tapi melainkan mereka semua baru saja masuk dari arah luar toko.
"Kemana Rio dan ibunya" tanya Sam
"Dia baru saja pulang" jawab Tomi "Kalian kemana saja tadi?"
"Ada sedikit urusan" Kimmy langsung tiba - tiba mengandeng tangan suaminya "Yasudah, kalian pulang dan beristirahatlah"
"Kalau begitu ayo kita pulang!" seru Bram
Satu persatu mulai kembali pulang, tetapi tidak halnya dengan David maupun Kimmy mereka sama - sama memilih ditoko.
"Ada apa sayang, apa yang kau khawatirkan"
David yang awalannya diam tetiba dia menceritakan semua halnya sama seperti dia menceritakan keSam.
"Lalu sekarang coba kamu hubungi ayah ataupun ibu"
"Kamu benar sayang"
TUTT...
"Halo, iya nak ada apa" suara wanita paruh baya
"Hmm bu, boleh nggak David bertanya sesuatu pada ibu?"
"Memangnya kenapa nak"
"Apa ibu mengenal seorang anak kecil yang dulu nya selalu dibantu oleh ayah semasa kalian masih baru menikah"
"Tunggu seperti nya ayahmu pernah dekat dengan kedua anak kecil pada saat itu, sebentar ini ayahmu yang akan menjelaskannya nak"
"Halo Dav, apa anak itu bernama Yura yang sekarang tengah menikah dengan seorang pangeran china"
"Aku tidak tau nama pasti orang itu akan tetapi dia begitu sangat mengenalmu apalagi kata Sam memang dia tengah menikah dengan pria kerajaan China akan tetapi keluarga kerajaannya yang berada disini sempat mengusirnya seperti ayah dulu, tetapi keluarganya saat ini tengah menerima nya kembali dengan alasan dia memiliki keturunan lelaki darinya, dan satu hal lagi kata dia ayah yang selalu mengajaknya bermain. Jadi apa memang ayah mengenal wanita itu?"
"Kurasa ayah mengenal siapa dia nak, dan ayah minta jangan pernah dekati wanita itu nak"
Sontak kedua orang ini tengah menatap satu sama lain, mendengar penuturan sang ayah atau mertuanya.
__ADS_1
...Bersambung...
...****************...