
Indra bergegas turun dari mobil dan menggenggam kasar tanganku.
"kemarin aku mau jelasin semua ke kamu gak kamu kasih kesempatan, ternyata alasananya ini ya? sudah ada pengganti ku? apa dia lebih tajir dariku? pantas saja kamu dandan kayak gini, biar orang-orang tergoda mau cari korban baru? kata Indra penuh emosi sambil melihat penampilan ku dari atas sampai bawah.
"kamu gak mau masuk dulu kita ngobrol di dalam" ajakku agar tidak memancing para tetangga mendengar keributan kami.
"gak usah, kenapa kamu malu? orang-orang tahu kamu kayak apa? kamu ngehindarin aku karena uda punya ganti kan?" emosi Indra makin tak terbendung.
"gak gitu ndra, bisa gak kita ngomong baik-baik? gak usah teriak kayak gini, dengerin aku ngomong dulu!" kataku tak kalah emosi.
"kamu gak ada bedanya dengan mereka yang selama ini deketin aku, ternyata buat materi dong sekarang malah cari mangsa baru!!"
"INDRA ADITYA GIBRAN DIRADJA!!! cukup ya, kamu nuduh aku macam-macam aku diam... walaupun status ku janda tapi aku punya harga diri, coba ingat-ingat lagi apa yang belum aku kembalikan? uang, mobil, apartemen? semua tidak ku bawa, aku kembali kesini menata kembali hidupku, seenaknya kamu datang menghinaku!! kamu gak punya hak ndra, gak akan pernah punya! jangan pernah ganggu aku lagi! selamat malam!! " kataku lalu masuk dan membanting pintu.
ku intip dari jendela Indra belum juga beranjak dari tempatnya berdiri, ku biarkan saja... bagaimana pun Indra sudah keterlaluan, aku harus move on ! aku harus kuat ! batin ku menyemangati diri walau air mata tak berhenti membasahi pipiku. ku ambil gitar lalu mulai memainkan satu lagu sendu yang mewakili suasana hati ku saat ini.
Biarkanlah - Raisa
Berakhirlah, terpaksa mengingat
Akhir dari, cerita sempurna
Yang kita coba pertahankan
Namun berujung jua
__ADS_1
Benar atau salah
Kini tiada berarti, biarkanlah
Sekuat tenaga
Waktu terus akan berlalu
Tanpa mungkin, Ia menunggu
Seberat apapun hatimu
Akan berujung jua
Benar atau salah
Kini tiada berarti, biarkanlah
Sekuat tenaga
Tiada pemenang
Kau dan aku hanya bisa bertahan
Sekuat tenaga, kau harus melepasnya
__ADS_1
Relakan semua yang telah berakhir
Takkan berubah yang pernah terukir
Walau air mata mengalir
Benar atau salah
Kini tiada berarti, biarkanlah
Sekuat tenaga
Tiada pemenang
Kau dan aku hanya bisa bertahan
Sekuat tenaga, kau harus melepasnya
Seberat apapun hatimu
Akan berujung jua....
tak lama kemudian ku dengar suara mobil Indra menyala lalu pergi, lega rasanya dia tak melakukan hal bodoh di depan rumahku. aahh... menangis malam ini membuatku lapar, ku putuskan membuat mie instan lalu memakannya.
bunyi handphone berdering.... masuk WhatsApp dari nomor Candra *besok makan siang bareng yuk mau? aku jemput di kantormu yaa, see u (emoticon smile).
__ADS_1
aku tak membalas nya ku harap Candra mengerti kalau itu tanda tak setuju dariku, aku sedang tidak ingin berhubungan dengan pria manapun... hidupku lebih dari seru sekarang jadi kayaknya aku tak butuh pria... bye! aku bicara didepan cermin sambil tersenyum jahat.
malam ini aku tidur dengan hati yang masih tersisa sakitnya, ku paksa mataku terpejam agar besok tidak terlambat ke kantor, semoga besok akan ada hal yang membahagiakan untukku... semoga saja.