Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Kembalinya Arthur dan Evelyn


__ADS_3

Arthur dan nona Evelyn telah pulang dengan selamat.


Dari informasi yang kudapat, mereka berdua disekap di luar kota. Persis dengan prediksiku sebelumnya.


Yang luar biasanya, mereka dapat kabur dari tangkapan para penculik yang bahkan dapat mengelabuhi para prajurit di kota agar mereka dapat pergi dari dalam kota.


Dan bahkan aku... Aku tak menyangka orang-orang itu ternyata sangat dekat denganku, para pekerjaku.


Tadi Arthur memberikan beberapa barang aneh dalam sakunya, yang sepertinya akan mengungkapkan identitas para pelaku.


Dia bahkan berpikiran sejauh itu...


Jika aku di umurnya, aku pasti akan langsung kabur jika ada kesempatan tanpa memikirkan bukti identitas pelaku.


Apa benar dia seorang anak kecil?


Itu adalah pertanyaan pertama yang aku ajukan saat pertama kali membahas produk anehnya.


Tapi secara perlahan-lahan aku dapat menyadari bahwa dia bukan anak kecil biasa. Dia mungkin mempunyai banyak rahasia.


Berbeda dengan temannya, Noland.


Noland adalah seorang anak yang polos dan jujur secara terang-terangan. Walaupun dia tidak pandai dalam urusan bisnis ataupun kerahasiaan, dia sangat peduli dengan temannya.


Ditambah dengan kemampuan berbicaranya yang aku yakin dimasa depan... Dia pasti dapat menggerakkan hati orang-orang dengan sifatnya.


Mereka, Arthur dan Noland... adalah pasangan yang saling melengkapi.


Harta karun bagiku.


Saat ini mereka masing-masing sedang terbaring di atas sofa yang tersedia di pos keamanan.


Arthur melanjutkan istirahatnya dari perjuangan panjangnya tadi.


Aku masih penasaran bagaimana cara Arthur meloloskan diri bersama dengan nona Evelyn.


Noland di sofa yang lain ikut tertidur karena bergadang menunggu informasi keadaan temannya tadi bersamaku.


Karena aku orang yang bertanggung jawab dengan mereka berdua, alhasil aku harus ikut menunggu di sini.


Hhh...


Karena mengetahui bahwa tubuhku kekurangan istirahat... Aku mencoba untuk menidurkan diriku dalam posisi duduk di salah satu kursi.


Aku sudah terbiasa tertidur dalam posisi ini.


......................


Paginya, kami dihidangkan secangkir teh dan beberapa jenis roti untuk mengisi perut kami.


Wujud cangkir yang dipakai sama persis dengan wujud cangkir di pabrikku.


Roti yang dihidangkan awalnya berbentuk bulat tebal, namun sekarang telah terbagi menjadi banyak bentuk di masing-masing meja.


Karena rasa lapar... Sarapan di hadapan kami terasa sangat lezat walaupun masih belum kami makan.


Aku memperhatikan kedua orang di sebrang meja.


Wajah Arthur masih memperlihatkan wajah traumatis.


Dia mungkin masih tak percaya dengan keamanan teh yang disajikan dengan sangat indah di atas meja.


Mencoba untuk meyakinkan Arthur... Noland di kursi disampingnya meminum teh itu lebih dahulu dengan sangat kehausan dan selanjutnya memakan potongan roti yang telah dibagi secara adil.


Arthur berusaha menyangkal bahwa dia masih trauma... Untuk membuktikannya dia ikut meminum teh itu.


Ada-ada saja kelakuan kedua anak ini.


Kami akhirnya memakan sarapan yang dihidangkan, dengan Arthur dan Noland yang sangat lahap.


Tentu saja kini kami masih berada dalam area para prajurit keamanan.


Banyak tampak prajurit yang berjalan dan duduk-duduk menikmati harinya.


Aku tak bisa menanyai langsung tentang bagaimana cara Arthur dan nona Evelyn untuk lolos dari penyekapan itu.


Karena aku hanya pendampingnya, sebenarnya aku boleh meninggalkan mereka sebentar mencari makan yang lebih baik... Tapi ini sudah cukup.


......................

__ADS_1


Pagi terus berlalu, aku berencana untuk pergi dari pos keamanan ini untuk kembali bekerja di Asosiasi Pedagang.


Arthur memasang wajah jengkel menghadap ke jendela seperti ada sesuatu yang penting baginya telah direnggut oleh seseorang.


Sedangkan Noland berkeliling di pos keamanan sambil berbincang-bincang dengan para prajurit yang sedang bersantai.


Aku berpamitan dengan mereka berdua.


"Bawa aku bersamamu!" mohon Arthur.


Tentu saja aku menolaknya, aku tak ingin memperbesar masalah. Itu akan semakin merepotkan.


Hanya ada satu cara untuk mereka dapat segera pergi dari pos keamanan dan kembali mendapatkan kebebasan mereka. Yaitu dengan pernyataan dari nona Evelyn ataupun perwakilannya.


Seperti yang diucapkan, mereka masih belum datang hingga kini. Dan kemungkinannya mereka akan menunggu sampai malam.


Aku akan mengurusnya nanti...


Aku pergi dari pos keamanan dan mulai berangkat menuju Asosiasi Pedagang melanjutkan pekerjaanku yang sepertinya sudah sangat menumpuk.


Aku pergi dengan menggunakan kereta kudaku yang menunggu dari pagi.


Mari pergi ke Asosiasi Pedagang... lagi.


......................


Sesampainya di bagian halaman belakang Asosiasi Pedagang, aku turun di atas halaman bebatuan dan berjalan menuju pintu masuk belakang.


Setelah melewati pintu masuk aku disambut oleh beberapa pekerja yang sudah terlihat siap untuk bekerja hari ini.


Mereka semua tidak tahu tentang kejadian yang terjadi kemarin.


Aku melalui tangga untuk menuju ke lantai atas dan bergegas ke arah ruangan kerjaku.


Di perjalanan aku menikmati pemandangan banyak orang yang beraktivitas di lantai bawah dari atas.


Tiba di depan ruangan kerjaku, aku mengambil sebuah kunci istimewa yang hanya ada dua di dunia. Satu dibawa olehku dan satunya lagi dibawa oleh pegawai kepercayaanku untuk membawakan dokumen ke dalam ruanganku.


Walaupun kunci itu hanya ada dua di dunia yang tujuannya untuk mengamankan rahasia di dalamnya... Namun kenyataannya, di dalam ruangan ini sangat sedikit terisi dengan benda-benda rahasia.


Aku menyembunyikan sebagai besar benda rahasia itu di suatu tempat.


Aku berhasil membuka kunci pintu dan langsung membukanya.


Dokumen-dokumen itu diketik mengunakan mesin ketik yang sedang hits belakang ini.


Aku juga mempunyai satu diruanganku. Aku mengakui bahwa benda itu sangat membantuku dalam pekerjaanku.


Aku masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu. Selanjutnya aku berjalan menuju salah satu jendela untuk menerangi seisi ruangan ini dan langsung pergi ke meja kerja serta duduk di kursi di dekatnya.


Proses-proses ini terus berulang-ulang setiap harinya.


Huh... Mari bekerja.


......................


Selesai dengan tugasku, meja kerjaku sudah tampak bersih sekarang.


Aku terkenal karena kecepatanku untuk mengerjakan tugasku dengan cepat.


Aku tak merasa ada yang spesial dari hal itu... Sebaliknya aku merasa aneh mengapa orang-orang mengerjakan tugasnya begitu lambat.


Melihat ke arah jam kecil yang terikat di lenganku, aku buru-buru bergegas meninggalkan Asosiasi Pedagang dan menuju tempat nona Evelyn berada sekarang.


Aku bisa mengetahui keberadaannya sekarang karena aku telah mencari informasi ini sebelumnya.


Lokasinya dekat, jadi aku jalan kaki saja.


Dan jalan yang kulalui sama namun terbalik.


......................


Aku tak menghitung beberapa langkah yang telah kulakukan hingga sampai di tempat ini, tempat nona Evelyn berada.


Aku salut dengannya, dia masih kecil namun dia sanggup untuk melalui jadwal yang padat seperti orang dewasa. Pasti dia sudah dilatih sangat keras sebelumnya.


Karena statusku yang istimewa, aku dapat memasukkan tempat ini tanpa perlu repot-repot.


Tiba di dalam aku sangat bersyukur karena acaranya sudah berada pada bagian akhir.

__ADS_1


Aku langsung menepi ruangan dan menuju belakang panggung... Dan tentu saja aku dipersilahkan masuk dengan hati bahagia.


Aku menuju ke ruangan nona Evelyn yang terlihat sedikit berbeda dari ruangan lainnya.


Aku mengetok pintu tersebut.


Berharap keberadaan nona Evelyn di dalamnya, aku malah bertemu dengan Ms.Ariadna, manajernya.


Tanpa basa-basi aku langsung mengutarakan tujuan kedatanganku.


Seperti sudah menebak, dia sudah mempersiapkan sepucuk surat pernyataan lengkap dengan cap dan tanda tangan.


Kenapa dia tidak langsung mengantarkannya saja? Membuatku repot-repot ke sini.


Ms.Ariadna memberikan informasi yang dia peroleh dari nona Evelyn.


Dia mengatakan bahwa nona Evelyn diselamatkan oleh Arthur dengan alat-alat aneh di sakunya.


Alat-alat aneh...? Itu yang aku suka!


Aku menerima sepucuk surat itu dan berterima kasih atas informasi yang diberikan olehnya dan langsung pergi menuju halaman belakang Asosiasi Pedagang menaiki kereta kuda dan pergi ke pos keamanan untuk membebaskan mereka berdua.


......................


Aku tak menyangka sore hari telah berlalu begitu cepatnya.


Tiba di pos keamanan, aku langsung memberikan ini ke prajurit yang mengurus kasus kami.


Dan tak lama kemudian, Arthur dan Noland dibebaskan dari pemantauan.


Arthur dan Noland keluar dari dalam pos penjaga.


"Uugh! hah... Akhirnya aku dapat menghirup udara segar..." ucap Arthur lega.


"Bukankah udara di sini sama dengan udara di dalam?" tanyaku atas pernyataannya.


"Sangat berbeda! Udara di dalam sudah bercampur dengan bau keringat para prajurit itu! Oleh karena itu aku sangat berharap parfum bisa segera diproduksi."


"Iya... Kami akan mulai memproduksinya segera... Tapi sebelum itu, bisakah kau jelaskan tentang alat-alat aneh yang kau gunakan untuk melarikan diri bersama nona Evelyn?"


Setelah mendengar ucapanku, Arthur seketika membelokkan pandangannya seolah-olah menghindari pandanganku.


"Tidak ada hal semacam itu..." ucapnya mengelak.


Cih, keras kepala.


...----------------...


[Beberapa saat setelah Arthur dan nona Evelyn diketahui menghilang.]


Saat aku, Nak Noland dan Ms.Ariadna menyadari hilangnya Arthur dan nona Evelyn. Seluruh pekerja pabrik membantu mencari mereka di dalam kawasan pabrik.


Tapi hasilnya nihil, tidak ada.


"Kita tak boleh diam saja! kita harus segera membuat laporan untuk melakukan pencarian!" ucap Ms.Ariadna dengan nada panik setelah ditenangkan oleh beberapa pekerja wanita.


"Benar, itu pilihan yang tepat" ucapku menyetujui ide itu.


"Aku akan membuat surat laporan pencarian agar seluruh prajurit mencari di dalam kota, atau bahkan sampai ke luar kota!" ucap Ms.Ariadna sambil bergegas berjalan ke ruang tempat yang terus banyak dengan kertas dan pulpen.


Semua prajurit? ...Untuk menyewa beberapa prajurit untuk melakukan pencarian saja sudah memakan banyak biaya, tapi untuk seluruh prajurit...


Dan-dan! Pencarian keluar kota?!


Aku sudah menyiapkan dana untuk produk parfum nanti... Itu berarti, aku tidak punya banyak uang sekarang.


"Ayo Mr.Meinhard, ayo kita ikut melaporkan hilangnya Arthur!" ajak Noland sambil menarik tanganku mengarah ke tempat berjalannya Ms.Ariadna tadi.


"Noland... Kita tidak akan menulis laporan tentang hilangnya Arthur."


"Heh!? Kenapa?!" ucap Noland kaget dengan perkataanku.


"Ehm... Arthur sudah pasti akan bersama dengan nona Evelyn, kan? Jadi jika kita menemukan nona Evelyn, kita juga pasti akan menemukan Arthur. Dan juga, sudah pasti Arthur akan kembali lagi... Kamu mempercayai itu, kan?"


"Tentu aku percaya dengan itu!" jawab Noland dengan lugas.


"Jadi kita hanya melaporkan hilangnya nona Evelyn saja. Kamu setuju?"


"...Iya saya setuju," ucap Noland pasrah.

__ADS_1


"Tenang saja, Arthur dan nona Evelyn pasti akan ditemukan," ucapku meyakinkan Noland.


Noland mengangguk.


__ADS_2