
hari ini ku habis kan dengan menangis setelah perselisihan tadi pagi, siang menjelang sore hingga malam aku hanya berbaring di ranjang dengan sisa air mata yang mengering diujung mataku.. menunggu Indra pulang beharap dia memberi penjelasan.
waktu berlalu begitu cepat, sudah dua hari Indra tidak pulang... tidak biasanya dia seperti ini, apa kali ini benar-benar akhir dari semuanya? "heemm.... baiklah sepertinya aku memang harus tahu diri dan pergi dari hidupnya" lalu ku bereskan barang-barangku. ketika sedang memasukan pakaianku ke dalam koper langkahku terhenti saat suara berat milik Indra terdengar "sudah selesai packing nya? jangan sampai ada yang tertinggal!!" terdengar sedikit membentak.
aku tersenyum "ini sudah mau selesai, makasii yaa" ucapku sambil melepaskan kalung berliontin indah Hadiah dari Indra untuk setahun kami bersama, ku langkahkan kaki dengan mantap dan meletakkan kalung itu diatas meja rias lalu berjalan menarik koper dan beberapa tas ku keluar apartemen... tidak ia tidak mencegahku atau mengejar ku, sudahlah bi terima nasibmu kamu tidak perna bernilai dimatanya *seperti orang gila aku bicara pada diriku sendiri.
kali ini aku memilih untuk tidak membawa apapun yang perna Indra berikan termasuk mobil putih kesayangan ku, aku tak ingin seperti berhutang bila tetap membawanya, ku putuskan untuk naik taxi online menuju rumah ku... setengah jam perjalanan aku sampai disini, saatnya kembali ke awal batinku menyemangati diri.
__ADS_1
tak akan ada lagi tangisan karena kali ini kau berjanji untuk bahagia walau harus tanpanya... lagi pula aku masih harus memikirkan pekerjaan apa yang bisa ku lakukan di usia seperti ini, aahh aku butuh pekerjaan untuk hidupku dan Bima.
beberapa hari setelah kepergian ku dari hidupnya Indra tetap tidak mencari ku, dan aku sudah pasrah.. aku terima dan mulai menata kembali masa depanku, hari ini aku berada disalah satu gedung tempat dimana aku harus mengikuti wawancara kerja, aku melamar di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang wedding organizer... walaupun punya ijazah S1 Bisnis namun aku ragu akan diterima karena usiaku yang tak lagi muda.
hari ini aku sangat gugup mengingat sudah sejak lama sejak menikah dulu aku resign dari pekerjaan dan memilih menjadi ibu rumahtangga, jangankan untuk bertemu klien... berhadapan dengan orang yang sedang menginteview ku saja rasanya lidahku keluh tak mampu menjawab semua pertanyaan.
"ahh iyaa maaf" aku gugup dan malu.
__ADS_1
"kebetulan kami memang sedang mencari orang yang kompeten di bagian humas, apakah anda bersedia?"
"maaf sebelumnya saya rasa saya belum bisa dikatakan kompeten di bidang ini, jujur saja ini hal baru buat saya tapi kalau di beri kesempatan dan atas bimbingan dan bantuan dari bapak dan teman-teman... saya sangat ingin belajar" jawabku hati-hati berharap tak ada kata yang salah keluar dari mulutku.
"baik mari kita coba, besok mbak bianda bisa mulai masuk bekerja.... semoga betah, dan saya Rega" katanya sambil mengulurkan tangannya.
"bianda pak, terima kasih" ku balas menjabat tangannya, aneh... kenapa tangannya dingin dan basah, kan yang gugup aku *batinku lagi.
__ADS_1
aku pun pulang dengan rasa bahagia, ingin segera besok dan mulai bekerja.... ku mohon Tuhan lancarkan hatiku besok.