
"Hei, Noland! Untuk selanjutnya kuserahkan kepadamu ya!" bisik Arthur di sampingku.
"Hah? Maksudmu?" tanyaku tak mengerti.
"Ini tentang urusan kita dengan Mr.Wolf, untuk selanjutnya kamu yang akan mengurusnya, oke?"
"Tunggu sebentar, bukankah kamu yang menimbulkan semua ini? dan kenapa kamu melamparnya kepadaku dan tampak seperti lari dari tanggung jawabmu?"
"Percayalah Noland, aku sebenarnya ingin menyelesaikan ini bersama, tapi mataku sudah tak bisa diajak kompromi lagi. Aku sudah amat mengantuk sampai-sampai aku sudah tak masalah untuk tidur di atas tanah ini," jelas Arthur.
Kuperhatikan lagi dirinya lebih seksama untuk melihat kebenaran ucapannya. Sepertinya dia benar-benar sangat mengantuk dengan cara jalannya yang sudah agak sempoyongan dan kelopak matanya yang terlihat terasa berat.
"... Baiklah, akanku urus. Tapi jangan kira aku akan melakukan ini dengan gratis."
"Haha, kamu juga tampaknya sudah tertular dengan Mr.Meinhard! Iya, akan kuganti nanti. Kuserahkan urusan kita dengan Mr.Wolf kepadamu."
"Tapi bukankah kita harus memanggilnya Mr.Edwyn?" tanyaku.
"Terserah kamu saja, tapi menurutku Mr.Wolf lebih mudah untuk diingat," jawab Arthur dengan menguap mengantuk.
"Dan Arthur, apakah kita boleh menceritakan semuanya kepadanya?"
"Itu semuanya bebas di tanganmu, lakukan saja yang menurutmu terbaik untuk perjalanan kita. Tapi jika kamu meminta saranku... Anggap saja dia seperti Nenek Milin."
"Kenapa kamu mudah percaya kali ini? bukankah kita baru saja bertemu dengannya?"
"Anggap saja seperti memberikan kepercayaan. Kita tidak bisa bekerja sama jika kita tidak mempercayai satu sama lain bukan?"
"... Sudah ya, semakin aku berbicara aku semakin mengantuk. Semoga beruntung!" lanjut ucap Arthur menutup obrolan.
Dia berjalan menjauh dari Mr.Edwiyn dan menukar posisinya denganku. Mulai saat itu aku yang menanggapi semua pertanyaan darinya dengan tangan Chloe masih kupegangi di sampingku.
......................
"Jadi, jika boleh tahu, siapakah anak itu?" tanya Mr.Edwyn dengan melihat ke arah Chloe.
Sudah kuduga pertanyaan ini pasti akan muncul. Saat ditanyai seperti itu, Chloe sepertinya sedikit gugup di sana. Demi mendapatkan kepercayaannya, aku akan memilih jawaban yang terbaik.
"Dia adalah Chloe, teman perjalanan baru kami, kami bertemu saat berkunjung ke kerajaan Breithorn beberapa hari yang lalu."
"Di kerajaan huh?" ucap Mr.Edwyn mengolah informasiku. "Ngomong-ngomong soal perjalanan kalian, bisa kalian ceritakan kepadaku? aku sedikit tertarik mendengarnya," lanjut ucapnya.
"Tentu saja, dengan senang hati Mr.Edwyn!"
Aku menceritakan seluruh perjalanan kami dan tetap berteguh pendirian bahwa tujuan kami untuk melakukan perjalanan ini adalah untuk bekerja demi membantu keluarga di kampung halaman kami.
Semua cerita sudah kuceritakan kepadanya mulai dari awal perjalanan, datang ke Monte Rosa, bertemu Mr.Meinhard, dan melanjutkan ke Breithorn. Melihat bahwa aku menceritakannya dengan tampak jujur, Mr.Edwyn tampak senang karena mempercayainya.
__ADS_1
"Nak Chloe, bagaimana perjalanannya? menyenangkan?" tanya Mr.Edwyn setelah mengetahui perjalanan kami ke area selatan.
"Iya, sangat menyenangkan," jawab Chloe dengan malu-malu.
"Baguslah kalau begitu. Kalau kamu kelelahan kamu bisa kok istirahat duluan," ucap Mr.Edwyn menawarkan Chloe untuk beristirahat.
Setelah mendapatkan tawaran langsung, Chloe menjawab dengan gelengan kepala yang berarti dia ingin lebih lama di sini.
"Benarkah? perjalanan kalian lumayan jauh bukan? jika ingin beristirahat dulu jangan sungkan-sungkan."
"Terima kasih atas tawarannya, Mr.Edwyn. Tapi di sini ada sesuatu juga yang ingin kami bicarakan," ucapku menolak tawarannya dengan sopan.
"Apa itu?" tanyanya.
"Kami ingin bertanya mengenai harta kerajaan yang hilang," ucapku dengan jelas.
"Hmm, harta kerajaan yang hilang ya... Tujuan kalian saat ini kan?" tanyanya.
"Benar," jawabku mengkonfirmasi.
"Maaf, tapi aku sama sekali tidak memiliki informasi sedetail lokasi hal itu. Jika aku mempunyainya, sudah pasti akan kucari dan kujual kembali ke kerajaan."
"Yah, itu benar juga."
"Kalian diberi tugas untuk mencari tiga harta itu yang di mana itu dipicu oleh kejadian beberapa waktu lalu, penjarah kerajaan Breithorn. Walaupun aku sudah pernah memuatnya dan mempublikasikannya, pengetahuanku tentang lokasi harta itu hari ini adalah nol kosong," jelas Mr.Edwyn.
"Eh? Apa aku belum memberitahukannya?"
"Seperti belum Me.Edwyn."
"Oh, maafkan aku, aku lupa. Hal itu semua bersangkutan dengan pekerjaan perusahaan kami."
"Phoenix..."
"Ya, Phoenix! kami adalah perusahaan surat kabar. Kami memberikan informasi secepat dan seterang harapan burung Phoenix."
"Perusahaan surat kabar?! Koran, poster seperti itu?"
"Tentu, dan masih banyak lagi. Kami penguasa informasi di kerajaan ini. Kalian sepertinya belum pernah membaca koran di kerajaan ini ya?"
"Ah! kalau diingat-ingat kami memang belum pernah membacanya."
"Pantas saja kalian tidak mengetahui seberapa besarnya perusahaan kami... Jadi bagaimana? apa sekarang kalian sudah tertarik dengan perusahaan kami? kalian mau bergabung, kan?"
"Kami masih ditawari?"
"Tentu saja! awalnya memang aku hanya tertarik dengan parfum itu, tapi sekarang aku semakin tertarik dengan kalian."
__ADS_1
"Em, tapi kami sudah terikat kontrak dengan Mr.Meinhard."
"Tidak apa-apa, lagi pula nantinya dia memintaku untuk memasarkan produknya itu di kerajaan ini, jadi kita akan menjadi satu tim juga pada akhirnya," ucapnya meyakinkanku. "Tak perlu khawatir, aku juga akan membantu kalian untuk menemukan tiga harta itu."
Itu tampaknya sangat membantu. Ini adalah perjanjian yang saling untung.
"Kedengarannya seru! baiklah kami akan bergabung!"
"Haha baguslah! ...Aku masih tidak menyangka kalau Mr.Meinhard menganggapku sebagai temannya, aku kita kami adalah rekan dagang yang hanya untuk mencari untung."
"Mr.Meinhard tidak bisa jujur kepada perasaannya. Tapi aku juga sangat percaya jika Mr.Edwyn adalah teman Mr.Meinhard, kalian berdua sangat baik."
"Benarkah? tapi tetap saja, landasan dasarku adalah mencari untung!" ucapnya dengan bangga. "Baiklah, untuk lebih jelasnya akan kuberitahu esok hari. Kita akhiri obrolan kita hari ini, kalian sudah kelelahan bukan?"
"Terima kasih Mr.Edwyn, obrolan kita hari ini sangat menyenangkan. Kami izin untuk pergi dari sini untuk mencari penginapan karena tampaknya sudah semakin malam," ucapku pamit dengan Mr.Edwyn.
"Aku tidak mengizinkannya."
"Em... apa maksudnya itu, Mr.Edwyn?"
"Kalian menginaplah di sini, kamu bisa lihat sudah seberapa malam sekarang. Jarang ada penginapan yang kosong saat ini, dan juga mungkin banyak kejahatan di luar sana. Jadi kalian menginap saja di sini, kami memiliki banyak kamar kosong untuk para tamu, sayang jika tidak ditempati."
"Tapi, Mr.Edwynー"
"Bukankah mulai saat ini aku atasan kalian? kalian harus menuruti apa perintahku," ucapnya dengan tegas.
Sikapnya seketika berubah drastis, dia berbeda dengan orang yang baru kuajak bicara tadi, dia sekarang tampak seperti atasan yang sangat tegas dengan bawahannya.
Karena aku sudah menyetujui bahwa kami akan bergabung dengannya, pada dasarnya kami adalah bawahannya mulai sekarang. Aku tak bisa menolak lagi.
"Geh... Baiklah Mr.Edwyn, kami terima dengan senang hati."
Mr.Edwyn hanya menjawab dengan senyumannya seperti dia berhasil untuk berakting dengan sempurna.
Mr.Edwyn memanggil beberapa pelayannya untuk membimbing kami ke kamar kami untuk malam ini. Jujur saja aku sangat kelelahan, begitu juga dengan Chloe. Walaupun ia hanya menyimak, aku bisa menyadari bahwa dia sempat tertidur beberapa kali di kursi ini. Dan Arthur... dia tidak bangun-bangun.
"Hei, Arthur. Ayo bangun, kita akan bermalam di sini," ucapku dengan mengundangkan badannya untuk membangunkannya dari dunia mimpi.
Arthur membuka matanya dan tiba-tiba mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Hah! Mr.Wolf! aku punya sebuah usulan!"
Sepertinya dia telah tertinggal beberapa momen.
"Sudahlah, Arthur. Besok saja, obrolan kami sudah selesai."
"Hahah! kamu masih punya banyak waktu. Tapi kali ini beristirahatlah dulu, besok kita bicarakan.
__ADS_1
"Heehh?!!" ucap Arthur tak percaya.