
Indra hari ini sungguh aneh, pagi tadi ia begitu terlihat peduli dengan Bima dan sekarang dia benar-benar mengajakku ke mall untuk membeli beberapa mainan.
"sayang bawa keranjangnya kesini, ini juga bagus Bima pasti suka kata pramuniaga nya ini keluaran terbaru" Indra antusias dengan mainan yang ia pegang sekarang, dan yaa sekeranjang penuh mainan anak telah kami bayar dan segera meninggalkan toko.
"ndra ayo makan dulu, laper..." kataku memegangi perut. "ia ayo kita cari yang agak sepi aja yaa, soalnya kalo hari minggu pasti rame tempat makannya" jawab Indra yang ku tau sebenarnya ia menghindari keramaian.. mungkin ia tak ingin ada yang mengenalinya.
setelah menemukan tempat makan yang tidak begitu ramai aku dan Indra segera memesan makanan, kali ini kita memilih udon untuk makan siang.. yaa makanan Jepang favorit kami. disela-sela makan "ndra kamu tadi malam minum??" tanyaku ragu, "iyaa sedikit, maafkan aku... janji semalam itu yang terakhir" sambil mengelus punggung tanganku Indra tersenyum. aku lega untuk beberapa pertanyaan yang banyak dikepalaku salah satunya sudah terjawab walaupun sekenanya dan dengan permintaan maaf.
"sayang habis ini mau kemana lagi? aku harus ketempat teman sekarang kita langsung pulang ya..!"
"kamu kalau ada perlu duluan aja ndra, aku bisa naik taxi online nanti... masih ada yang harus aku beli" jawabku kecewa, kenapa Indra tiba-tiba saja ada acara? benakku penuh tanya, biasanya Indra selalu cerita akan kemana dan bertemu. dengan siapa... aku bahkan mengenal hampir semua temannya.
"ga apa-apa kah? aku juga mendadak ini.... sorry, hati-hati pulangnya dan langsung kabari aku sampe di apartemen nanti yaa"
__ADS_1
"oke kamu jg hati-hati ya" kataku
kulihat Indra tersenyum sebelum akhirnya menghilang di keramaian, saat aku sekarang sendiri tercetus ide untuk ke klinik membeli pil kontrasepsi, obat penunda kehamilan itu sekarang yang aku butuhkan untuk melindungi diri dan hatiku, untuk kemungkinan teburuk yang akan terjadi akan pelan-pelan ku hadapi.
selesai dari klinik aku pulang ke apartemen, tak lama handphone ku berdering kulihat Almira sahabatku menelpon "hallo.. bi kamu dimana? sama Indra?" suara dari seberang telepon, "duh Al pake salam dulu kek ini langsung nanya-nanya, pelan-pelan ngomongnya!" jawabku kesal. "hehe sorry bi duh jawab deh kamu sama Indra?".. "tadi iya sekarang gak dia ke tempat temannya, kenapa sih?"
"bi...aku liat Indra di resto X sama ibu nya kayaknya dan... satu cewek lagi" jawab Almira ragu-ragu. deg... aku mendadak lemas tak kuasa menopang berat tubuhku sendiri, segala yang ku takutkan selama ini terjadi. aku menutup telepon dan membaringkan tubuh di sofa dan menangis lagi.
heemm.. aku tertidur cukup lama sampai tak sadar hari telah gelap, aku berdiri dengan hati-hati dan menyalakan lampu, ku lirik jam sudah pukul 7 Indra belum juga pulang ku putuskan untuk beberes dan memasak makan malam... setelah selesai aku mandi, dua jam berlalu tidak ada tanda-tanda pulangnya indra mengabariku pun tidak! ada apasih?! *tanyaku dalam hati
malam ini aku tak juga bisa terlelap hatiku remuk, makanan yang tadi ku masak pun enggan ku sentuh... aku memilih tidur dan berselimut di sofa ruang tamu sambil mengganti channel tv dengan malas, sudah pukul 03.00 pagi dan aku tidak bisa tidur sama sekali. lalu aku mengambil tas yang ku pakai tadi siang, mengambil pil KB yang td ku beli, meminumnya satu dan berusaha menutup mataku.
pagi berlalu tanpa ku sadari... terdengar suara air, Indra pasti sedang mandi.. kulirik jam... ya ampun jam 09.00 pagi, terburu-buru ku ambil pakaian kerja Indra dan membuat sandwich untuk sarapannya.
__ADS_1
"sayang kamu liat kunci mobil ku gak?" tanyanya kebingungan
"gak tau, emang kamu simpan dimana??"
"lupa tadi malam pulang langsung tidur, hehe"
"kan kamu mabuk jadi gak tau apa-apa, kamu janji apa sama aku kemarin?! jahat kamu ndra... besok-besok kalo mau mabuk lagi gak usah pulang sekalian dan kasih tau dulu biar aku gak nunggu kamu buat makan malam!!" kataku setengah berteriak, lega rasanya dapat sedikit mengeluarkan unek-unek
Indra diam tak menjawab kemudian mengambil tas kerjanya dan menuju pintu....
"bisa gak sih kalau ada apa-apa jangan lari, pergi dan menghilang! kenapa selalu kayak gini". kali ini aku benar-benar berteriak
"kamu rese banget pagi-pagi!" Indra lalu membuka pintu, membanting pintu dan pergi.
__ADS_1
deg... Indra kenapa kayak gini, dia berubah....