
"Baiklah, apa kalian tau mengapa kita di sini saat ini?" tanya Jack kepada kami di belakangnya.
""Berpesta!"" jawab kami serentak.
Sudah seminggu lebih kami menjalani kehidupan restoran yang begitu sibuk. Aku tak menyangka bahwa efeknya akan bertahan hingga selama ini. Awalnya aku hanya menduga bahwa efek dari promosi itu hanya akan bertahan dua atau tiga hari saja, tapi pernyataan dapat bertahan lebih dari itu. Hal itu karena kami mempertahankan dan meningkatkan kualitas dari pelayanan dan makanan kami tentunya.
Oleh karenanya, melakukan pesta merupakan hal pantas untuk merayakannya.
Gudang bahan baku, tempat di mana seluruh bahan makanan di restoran ini berasal. Mau dibilang kecil, tidak terlalu kecil. Walaupun tidak seluas gudang pabrik yang biasanya kulihat, luas di sini cukup untuk menjadi ruang tamu utama. Mungkin karena rak-rak yang berjejer dan berbaris, yang terisi oleh banyak bahan makanan, membuat tempat ini seakan-akan kecil bila dilihat sekilas.
Saat aku sudah masuk lebih dalam, terlihat Jack sudah duduk di atas meja di dekat pintu masuk dengan santainya.
"Kalau begitu, ambil bahan-bahan sesuka kalian! kita akan berpesta malam ini!!"
"Kenapa kita harus berpesta di tempat kita sendiri? kenapa tidak pergi keluar sana? ke tempat mewah, berkilau, dan menawan itu?" ucap Foys berjalan mendekati Jack.
"Untuk apa kita harus mengeluarkan banyak uang untuk itu? lebih baik kita gunakan untuk memperbesarnya tempat ini terlebih dahulu. Lagi pula kita masih punya banyak bahan-bahan di sini, akan sayang bila tidak digunakan," jelas Jack.
"Baiklah, aku tidak masalah dengan hal itu. Tapi, siapa yang akan memasak untuk pesta malam ini?"
"Siapa lagi?" ucap Jack mengarahkan pandangannya ke arah dua orang di dekatku.
"Hah? Aku?" tanya Nick memastikan dan Eli memasang wajah penasaran di sampingnya.
"Yup, kalian berdua. Nick dan Eli. Siapa lagi yang memiliki kemampuan memasak di atas rata-rata selain kalian berdua?"
"Tapi aku sudah memasak sepanjang hari, masa aku harus melakukan malam ini juga?" ucap Nick keberatan dengan ide Jack.
"Tidak apa-apa... Lagi pula ini bisa dijadikan pertandingan, bukan? Pertandingan untuk menentukan siapa koki terbaik di sini. Bagaimana pendapatmu, Eli?"
Jack terlihat jelas-jelas menjebak Nick dengan Eli di sini.
Tertantang untuk bertanding, Eli langsung menyetujui usulan dari Jack tanpa pikir panjang.
"Itu ide bagus!! Akhirnya, momen yang kunantikan datang! Kak Nick mari bertanding! Aku akan mengalahkanmu kali ini!" seru Eli.
__ADS_1
Setelah menyatakan perang, Eli langsung bergegas berkeliling mulai mencari bahan-bahan untuk membuat makanan yang dapat mengalahkan Nick pada malam hari ini.
"Jack, kau..." ucap Nick merasa terjebak.
"Baiklah semuanya! Kita mulai!" seru Eva, ingin cepat-cepat dimulai.
Semua orang di ruangan bersorak kemudian berpencar dan mulai menyusuri ratusan bahan makanan yang tersedia di atas rak-rak. Begitu pula Aku, Noland, dan Chloe. Kami mencoba melihat-lihat bahan-bahan apa saja yang tersedia dan membayangkan makanan apa yang akan tercipta dari bahan-bahan itu.
Sambil menyusuri barisan rak-rak aku melihat Eli dan Foys sedang sibuk di bagian tempat yang terlihat dipenuhi oleh berbagai jenis karung berisi tepung. Ingin mencari referensi, aku mendekat ke arah mereka.
"Oh, Arthur, Noland, Chloe. Apa kalian sudah memilih apa yang ingin kalian buat?" tanya Foys kepada kami.
"Masih belum, aku masih bingung. Kalau kalian bagaimana?" balas tanyaku.
"Seperti yang kalian lihat, aku sepertinya ingin membuat makanan berbahan dasar tepung! Aku ingin memakan roti yang renyah malam ini!" jelas Foys.
"Roti?! Aku ingin mencobanya juga," ucap Noland mendapatkan ide dari Foys.
"Kalau begitu ambil bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat roti impian kalian... Kalian bisa menanyakannya kepada Eli bila kalian kebingungan. Roti buatannya termasuk yang terbaik di sini." ucap Foys memberi tahu kami.
"Tentu! Aku yakin aku bisa mengalahkan Kak Nick dengan rotiku!" ucap Eli menerima pujian dengan senang hati.
Eli memperhatikan berbagai macam jenis tepung di depannya dengan teliti dan bersungguh-sungguh. Dia benar-benar bersungguh-sungguh untuk mengalahkan Nick.
"Ngomong-ngomong ini pesta pertama kami mengajak orang lain, di luar keluarga. Jadi, berbanggalah kalian," ucap Foys.
"Kami sangat menghargainya."
"Hehe bercanda! kalian tak usah kaku seperti itu. Lagi pula kalian sudah kami anggap sebagai keluarga juga. Benar 'kan Eli?"
"Itu benar!"
Eli menjawab dengan tegas kemudian tanpa aba-aba tiba-tiba berdiri dan menghempaskan segenggam tepung ke arah kami.
Butiran tepung putih berterbangan di udara dan mengenai wajah kami masing-masing.
__ADS_1
"Hei! Eli apa yang kamu lakukan?!" bentak Foys.
"Apa salahnya? Ini pesta! pestanya sudah dimulai dari tadi!" ucap Eli sambil melanjutkan kejahilannya dengan mencoret wajah Foys dengan tangannya yang dipenuhi tepung.
"Hei! Eli!!"
Terpancing emosi, Foys meraih tepung di dekatnya dan membalas melempari Eli dengan tepung. Dengan begitu, wajah mereka berdua sudah terkena dengan tepung.
Melihat bahwa Foys terpancing, Eli tertawa bahagia dan melanjutkan kejahilannya. Ia membalas lemparan tepung Foys, dan melempari kami lagi dengan tepung.
Melihat hal ini, aku melihat kesempatan untuk makin mendekatkan diri dengan mereka berdua.
"Kayaknya seru," ucapku. Aku bergegas berjalan mendekati karung tepung di dekatku.
"... Arthur?" ucap Noland bingung dengan sikapku.
Aku meraih beberapa tepung di tanganku.
"Terima ini!" seruku dengan ikut-ikutan melempari tepung.
Balas-membalas pun terjadi cukup lama antara kami berempat. Kesenangan dan gelak tawa kami tak bisa dibendung hingga sampai terdengar oleh yang lainnya. Jack dan Nick datang dan melihat tingkah laku kami.
"Hei kalian! jangan membuang-buang bahan makanan dengan hal yang tak berguna!" seru Jack sambil mendekat ke arah kami.
Masih dalam suasana lempar-melempar tepung, tak disadari Foys melempar tepung dengan keras ke arahku namun meleset sehingga mengenai wajah Jack di belakangku. Dangan wajah dan pakaian yang tertutup tepung, kami perlahan-lahan menyadari keberadaan Jack.
"Kalian...!!!"
Kami benar-benar akan mendapatkan masalah kali ini.
Jack berjalan cepat ke arah kami, sontak kami berlari menjauh darinya. Dan jadilah permainan baru, permainan mengejar dan menangkap.
Nick dan Chloe melihat kejadian ini dari kejauhan sambil terheran-heran dan Eva terlihat sudah siap dengan bahan-bahannya yang sudah berada di dalam keranjang yang di peluknya dan sedang berjalan menuju kembali ke dapur.
Hal ini sampai-sampai membuatku lupa untuk melakukan tujuan utamaku. Aku tak boleh membuang-buang waktu lagi. Sudah terlalu banyak waktu yang dikorbankan untuk mencari kepastian.
__ADS_1
Malam ini baru saja akan dimulai, dan akan sangat panjang.