
"Tak kusangka kalian benar-benar akan bekerja di sini" ucap Eva, pelayan wanita yang melayani kami sebelumnya.
Setelah kami mengajukan diri untuk bekerja di sini, pemilik restoran ini mau tidak mau harus menerima kami demi memenangkan situasi yang membingungkan tadi. Mereka tidak menduga kalau pelanggan yang akan datang akan membeludak seperti tadi. Mereka bahkan harus membeli dan mengisi suplai bahan makanan untuk mencukupi banyaknya permintaan.
"Ya, untunglah. Karena ini kami dapat mendapatkan pekerjaan untuk dilakukan," ucapku yang sedang diam di meja kasir, bersiap-siap menerima pembayaran.
"Yang benar saja! Ini seperti keajaiban. Kami tidak pernah menerima pelanggan sebanyak ini sebelumnya."
"Yah, mungkin saja takdir kami memang untuk bekerja di sini," ucapku.
"Tapi bukankah ini aneh? Dari mana datangnya orang-orang ini dan terus berdatangan?" tanya Eva sambil duduk di dekat meja untuk beristirahat dan mengipasi dirinya yang kepanasan.
"Aku tidak tahu. Aku juga penasaran dengan itu," jawabku.
"Apa kalian tidak melihat koran hari ini?" Di tengah percakapan muncul suara dari samping Eva. Suara itu adalah milik dari Jack, pemilik restoran ini.
"Tidak. Untuk apa aku melihat koran? Hanya ada hal membosankan saja di sana," sahut Eva.
Jack berjalan mendekati kami dan meletakkan koran berlogo Phoenix di atas meja antara aku dan Eva agar kami dapat melihat dengan jelas.
"Tempat ini masuk ke dalam koran," jelas Jack.
"Heehh?! Bagaimana itu bisa?!" ucap Eva mengambil koran itu dan membacanya dengan teliti.
"Aku tidak tahu," jawab Jack singkat.
"Bukan kamu yang memasukannya?" ucapku menuduh Jack.
"Apa kau sudah gila? Aku tidak akan mungkin mempromosikan tempat ini di koran yang terkenal itu. Dana kita tidak cukup untuk itu, dan mungkin tidak akan pernah cukup."
"Lalu siapa?"
"Dari pada membahas itu, bukankah ini termasuk berkah untuk kita? Karenanya pelanggan kita menjadi banyak begini." Dari arah dapur muncul suara baru yang meramaikan obrolan. Suara itu milik Nick, pria yang bertugas untuk bagian dapur.
Dari belakangnya muncul lagi seorang gadis memakai pakaian koki, dia adalah Elli.
"Halo anak baru! bagaimana kondisimu sejauh ini?" ucapnya dengannya semangat mengarahku.
"Kau semakin hari sikapmu semakin mirip dengan Eva, Elli. Hormat lah sedikit, dia rekan baru kita dan dia juga lebih tua darimu," ucap Jack.
"Kau terlalu kaku Jack," balas Eva membela Elli.
"Kau terlalu memanjakannya," balas Jack.
"Tidak apa-apa! ... Aku sangat menikmatinya," jawabku membalas pertanyaan dari Elli.
"Bagus! Nanti kita bermain? bagaimana?" lanjut tanya Elli menawariku bermain dengannya.
"Daripada berpikir untuk bermain, ayo kembali ke dapur. Urusan kita masih banyak di sana!" ucap Nick menarik tangan Elli ke dalam dapur.
"Sampai jumpa, anak baru!" ucapnya sambil melambaikan tangan.
Aku membalasnya dengan melambaikan tangan juga.
"Huh... anak itu..."
"Bukankah itu lebih baik? daripada saat itu?" ucap Eva kepada Jack.
"Tapi ini berlebihan. Aku tidak tahu apa yang kau ajarkan kepadanya."
Eva menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.
"Jack, Eva! Bagianku sudah selesai."
__ADS_1
"Oh, Foys. Kerja bagus! Eva sana gantikan Foys!" ucap Jack memerintahkan Eva untuk kembali bekerja.
"Heeeehhh? aku baru saja istirahat loh!"
"Sudahlah jangan banyak mengeluh! banyak orang yang ingin dilayani."
"Baiklah-baiklah. Mari kembali bekerja!" ucap Eva berdiri dari tempat duduknya dan meregangkan tubuhnya.
Bergantian dengan Eva, Foys duduk menggantikannya di tempat duduk Eva sebelumnya.
"Yang benar saja?! mereka tidak berhenti berdatangan!" ucap Foys dengan kelelahan menjatuhkan dirinya di atas meja.
"Tapi dengan ini kita meraup untung banyak," ucap Jack memberikan sisi positif kondisi saat ini.
"Memang, tapi ini berlebihan... Omong-omong bagaimana kondisi bahan-bahan kita?"
"Hmm, jika dilihat-lihat, kita masih bisa bertahan untuk beberapa meja lagi."
"Beberapa? Itu pasti akan habis dalam setengah jam! apa sudah ada yang membeli lagi?"
"Tenang saja, sudah. Mereka sudah berangkat beberapa menit yang lalu. Mereka rekan baru kita."
"Mereka yang membelinya? Apa mereka dapat diandalkan?"
"Tenang saja, mereka dapat diandalkan. Mereka sudah melakukannya berulang kali sejak pagi hari."
"... Semoga saja. Ya, Tuhan! kenapa siang hari ini begitu panjang..." ucap Foys terkapar tak berdaya di atas meja.
Memang, kondisi saat ini benar-benar sangat sibuk. Aku tak menyangka hanya dengan mempromosikan tempat ini dapat memberikan dampak sebesar ini. Awalnya kukira tidak akan seramai ini. Kita saja bahkan kekurangan meja.
"Tuan Jack! kami sudah kembali!" ucap seseorang melalui pintu samping restoran. Di situ ada Noland, dan Chloe yang sedang memegangi banyak barang belanjaan.
Noland membawa tas berisi banyak sayuran, buah-buahan dan daging di kedua tangannya. Sedangkan Chloe sedang memeluk banyak sayur Seledri.
"Baik!"
Noland dan Chloe berjalan perlahan menuju ruang dapur untuk menyerahkan barang belanjaan mereka dan selanjutnya kembali kemari.
Dengan kelelahan Chloe berjalan mendekati kursi dan berusaha untuk menaikinya, dia bekerja sungguh keras. Padahal dia sebenarnya boleh saja tidak bekerja dan bersantai-santai di sini. Tapi dia memilih itu.
"Lihat orang-orang itu, banyak yang masih belum dilayani... Foys kembalilah bekerja!" ucap Jack kepada Foys.
"Yang benar saja! keringatku saja masih belum kering."
"Tapi kita perlu kau untuk melayani mereka, atau tidak mereka akan pergi, Foys."
"Aku! Saya! aku ingin mencoba menjadi pelayan!" ucap Noland bersemangat.
"Heh? bukannya kau baru sampai? kau tidak kelelahan? dan memangnya kau pernah menjadi pelayan sebelumnya?"
"Aku masih belum kelelahan, Tuan Jack. Dan untuk urusan layan-melayani aku sudah sering melakukannya. Jadi, serahkan saja kepadaku."
"Hmm... Aku tidak masalah dengan hal itu. Lagi pula ini adalah hal yang mudah, hanya tinggal menerima pesanan dan membawanya ke mari. Sisanya hanyalah akting bersikap sopan," ucap Jack mendukung tindakan Noland. "Baiklah, lakukan yang terbaik," lanjut ucapnya dengan menyerahkan daftar menu ke arah Noland.
"Baiklah, aku berangkat!" Noland berjalan mendekati meja yang tampak belum dilayani.
"Itu tidak semudah seperti yang dikatakan... Aku ragu, apa dia bisa menahan banyak tekanan seperti itu?"
"Biarkan saja, lagi pula itu kemauannya."
"Hhh, sudahlah. Aku ingin menikmati istirahatku."
"Bagaimana dengan di situ, Arthur? Bagaimana kondisi keuangan kita?" tanya Jack ke arahku.
__ADS_1
"Sangat luar biasa, Tuan Jack. Dari pendapat dan pengeluaran kita... Kita mendapatkan banyak keuntungan," ucapku dengan memamerkan laporan keuangan ke hadapan Jack.
"Astaga, aku tak pernah melihat keuntungan yang sebesar ini selama karirku!" ucap Jack kegirangan dengan melihat-lihat laporan di tangan.
"... Dan Arthur, Laporan ini sangat rapi dan terstruktur. Dari mana kau mempelajarinya?" lanjut tanyanya.
"Mungkin dari pengalaman," jawabku singkat.
Detik demi detik terus berjalan dengan keramaian restoran yang tak henti-henti, memberi kami banyak keuntungan, namun sebagai gantinya, kami kelelahan setengah mati. Hingga pada akhirnya, langit memerah dan perlahan-lahan menjadi semakin gelap. Orang-orang yang berkunjungpun kian berkurang, sehingga dengan kondisi ini, kondisi yang cocok untuk menyudahi perjuangan hari ini.
"Kita Tutup!" seru Jack setelah pelanggan terakhir pergi dan memutar status restoran menjadi 'Tutup'.
"""AKHIRNYA!!!""" Seru seluruh orang di dalam ruangan yang tampak sangat kelelahan dan sedang beristirahat.
"Kerja bagus, semuanya!" ucap Jack dengan bertepuk tangan.
Mengapresiasi usaha semua orang, aku ikut menepuk tanganku supaya semuanya tertarik untuk ikut menepuk tangan mereka. Suara tepuk tangan terdengar beberapa saat memenuhi ruangan sebagai hadiah kerja keras mereka.
"Walaupun kita sudah kelelahan mati-matian, tapi hal itu terbayar lunas dengan keuntungan fantastis kita hari ini. Ini adalah REKOR!" Jack memamerkan laporanku di hadapan semua orang untuk memberitahu keuntungan kami hari ini.
"Gila! Angka-angka apa ini!!?" ucap Eva terkaget melihat angka yang tercantum di sana.
"Mungkin, aku akan kaya dengan ini."
"Haha! itu masih belum seberapa! besok! hal ini pasti akan terjadi lagi, dan kita harus meraup untung yang lebih banyak dari itu!" seru Jack menyemangati.
"Yang benar saja?! Ugghh, aku membayangkannya saja tidak kuat."
"Tapi ini lah realitasnya, tempat ini bukanlah tempat kita yang sebelumnya. Tempat ini sudah berbeda. Setiap hari mulai hari ini, kita pasti akan mendapatkan pelanggan sebanyak tadi, dan kelelahan setengah mati dibuatnya. Tapi kita harus membiasakannya!"
"Sudah-sudah! Jadi, apa kita akan merayakan sekarang? Kita berpesta!" ucap Nick dengan bersemangat.
"Terlalu cepat untuk merayakannya, lebih baik kita beristirahat dengan baik saja terlebih dahulu, dan jika keuntungan kita tetap stabil atau meningkat. Mari kita berpesta!" jawab Jack.
"Aku setuju dengan itu, aku tak bisa berpesta dengan kondisiku saat ini."
"Hhh... Baiklah, ayo istirahat."
Aku menatap Noland dan Chloe untuk mengisyaratkan untuk kembali. Mereka merespon dengan anggukan kepala. Mereka juga tampaknya sudah amat kelelahan di sana. Kami berdiri dari tempat duduk kami masing-masing dan mendekati Jack.
"Tuan Jack, kami pamit pulang. Hari ini sangat mengasikan."
"Ya! Kalian bekerja dengan sangat baik! Beristirahatlah dengan tenang dan berjuang bersama lagi besok!" jawab Jack.
"Baik, Tuan Jack. Sampai jumpa besok" ucap kami bersiap-siap pergi dari restoran.
Menuju pintu keluar kami berbalik badan untuk melihat kondisi restoran yang tadinya ramai tak karuan. Kali ini kami hanya bisa melihat 5 orang di sini, di antara kami. Jack, Eva, Nick, Elli, Foys sedang lanjut bercakap-cakap. Mereka tampak ingin lebih lama beranda di restoran ini.
Berbeda dengan pikiranku, Noland bertanya pemasaran kepada mereka.
"Emm... Kalian kenapa masih belum pulang?" tanya Noland ke arah mereka yang sedang bercakap-cakap.
"Hm? pulang? ...Apa kita belum memberitahu mereka?" ucap Foys.
"Hah? Jack?! kau tidak memberitahu mereka?" tanya Eva ke arah Jack.
"Apa hal itu penting?" jawab Jack.
"Heh? ada apa?" ucap Noland penasaran.
"Baiklah, biarku beritahu ...Noland, kami tidak akan pulang, karena kami sudah pulang." ucap Eva menjelaskan kepada kami.
"Penjelasan macam apa itu?" ucap Foys mengejek cara menjelaskan Eva.
__ADS_1
"Huh... Kami lima bersaudara, Ini tempat tinggal kami," ucap Jack menambahkan.