Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Mengungkapkan perasaan


__ADS_3

Sudah hampir dua Minggu aku sering bertukar pesan singkat dengan Candra dan hampir setiap malam ia menelepon ku... kami saling bertukar cerita hingga lupa waktu, berjam-jam membicarakan hal-hal tak penting, tak kadang aku merasa sebal dan menutup telepon darinya ketika dia mulai melakukan kejahilannya, kadang aku tersenyum atau tertawa mendengar leluconnya, layaknya dua anak SMA yang baru pacaran.


"besok kan libur, mau jalan gak?? nonton yuk?" ajak Candra saat telepon kami masih tersambung bahkan dipukul 02.00 dini hari.


"gak ahh kayak anak SMA pacaran aja"


"loh gak apa-apa mari kita coba"


"gak!"


"kenapa sih? aku gak tampan? atau kurang mapan?"


"memangnya semua orang kalo cinta lihatnya tampan dan mapan? kayak nya kamu salah orang deh, aku tutup yaa Udah ngantuk!"


"bi..bentar, jangan ngambek dong, maaf aku salah ngomong"


"udah ah bye" aku langsung menutup telepon.


aku kesal dengan para pria ini, mereka mengira wanita seperti kita bisa di sama ratakan sangat suka dengan materi... ternyata Candra juga berfikir demikian, aku makin meyakinkan hatiku agar tetap menjauh dengan makhluk bernama PRIA.


Aku pun tertidur hingga siang hari, untunglah ini hari libur.

__ADS_1


tok.. tok...tok... bunyi ketukan pintu membangun kan ku, kulirik jam... ya ampun jam 11.00 siang.


aku kemudian mengambil ikat rambut dan menguncir tinggi rambutku dan segera membuka pintu.


"Hay... selamat siang" Candra menyapaku dan tampak kaget melihat penampilanku, karena baru saja bangun aku lupa masih memakai kemeja milik suamiku dulu yang agak kebesaran dan tidak memakai celana, bahkan bra pun tidak, astagaa.... aku langsung berlari ke dalam kamar dan berteriak.


"sorry kamu masuk aja dan duduk di sofa dulu yaa"


lalu aku dengan cepat mengganti pakaianku dan menuju ke ruang tamu.


"kenapa diganti? cantik tau" Candra menahan tawanya.


"ini uda siang princess.... jam 11.00 woyy"


"terserah!" jawabku masih sebal, ku putuskan meninggalkan nya sendiri dan mulai membuat minuman di dapur.


"gak usah repot-repot, gak lagi haus kok... kita ngobrol aja dulu" suara Candra mengagetkan ku, astaga ini orang kenapa tiba-tiba masuk kesini sih!!


setelah teh yang kubuat jadi aku meletakkan nya di atas meja dihadapan Candra.


"silahkan di minum"

__ADS_1


"bi... bisa kita bicara serius?"


"ada apa?"


Candra mendekati ku lalu menggenggam tanganku, "bi... aku jujur suka sama kamu, bisakah hubungan kita lebih dari sekedar teman?" ucap Candra penuh harap.


aku sebenarnya tidak kaget jika Candra menguapkan perasaannya, wanita dewasa pasti mengerti jika ada pria yang mendekati nya, namun hatiku belum siap... aku masih takut membuka hati.


"aku rasa itu bukan rasa suka, itu hanya nyaman saja karena hampir satu bulan kita sering bersama, kamu bahkan gak tau aku sama sekali begitu pun sebaliknya.. kita gak...." kata-kata ku tiba-tiba dipotong olehnya


"justru karena kita tidak saling tau, mari kita sama-sama mencari tau, saling mengisi dan melengkapi".


aku tersenyum sinis.


"apa kamu tau aku seorang janda dengan satu anak? bukan lagi perawan yang kamu inginkan" kata-kata ku kali ini membuat Candra diam cukup lama, aku tahu dia shock mendengarnya tapi aku harus jujur agar dia tidak lagi mengharapkan ku.


"aku gak masalah bi... dan soal perawan? sapa yang peduli?" jawabnya mantap


"udahlah masa Candra, sebaiknya mas Candra cari saja wanita yang pantas dan sesuai buat anda, maaf saya gak bisa lama-lama menerima tamu karena saya sedang ada pekerjaan" ucapku sambil berdiri.


"oke aku pulang, terimakasih teh nya.. selamat siang". Candra berjalan tanpa menoleh sedikitpun menuju mobil dan melaju pergi, hatiku sedikit sakit namun aku bingung sebenarnya apa yang sedang ku rasakan.

__ADS_1


__ADS_2