Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Mencari Kepastian 2


__ADS_3

Kondisi saat ini, Noland masih tetap berada duduk di sebelahku serta Foys yang tampak kebingungan. Di sebrang sana, ada Eva yang melihat semuanya yang terjadi, dan Chloe sedang berdiri sambil menunjuk ke arah sebuah laci yang sangat misterius saat ini. Sepertinya itu tidak bisa di buka, itu terkunci.


"Jelaskan padaku, siapakah kalian? dari mana kalian berasal?" ucap Jack memerlukan penjelasan di dekatku.


Aku menoleh ke arah matanya, alis kecoklatannya tegap seolah-olah memang ingin sebuah penjelasan. Jika sampai-sampai Jack bersikap seperti ini, kemungkinan besar hal yang ada di dalam sana adalah hal yang sangat berharga dan mereka terkejut kami mengetahui lokasinya secara tepat.


Yang kuharapkan saat ini adalah agar mereka dapat terbuka memberitahukan apa isi di dalam laci itu kepada kami. Dengan berbagai pendekatan yang sudah kulakukan selama seminggu lebih ini, semoga saja ini bisa berjalan dengan lancar.


"Hei, kita sudah melalui banyak hal bersama, namun sekarang kalian terlihat sangat misterius sekarang," ucap Foys menunggu penjelasan dari kami.


"Kalau begitu, perkenalkan lagi... Aku Arthur, dia Noland, dan gadis itu adalah Chloe. Maaf karena menggangu privasi kalian dan sedikit merusak momen pada malam hari ini. Singkat saja, pertama kali kami datang ke area ini, kami sudah memiliki tujuan yaitu mencari sesuatu yang penting dari kerajaan... dan Mungkin saja kalian tau apa yang kumaksud," ucapku meyakinkan mereka.


Butuh beberapa saat sebelum Jack dapat berbicara kembali, bibirnya membentuk garis tipis. Setelah mengambil nafas berat, dia memulai kata-katanya.


"Ya, kami tahu," Jack menjawab dengan tenang tanpa ada emosi di sana.


Beberapa momen tersendat lagi, sebelum ia dapat melanjutkan kalimatnya.


"Aku Jack, orang yang dipercayai untuk mengurusi restoran ini, tempat kita berpijak saat ini. Sebelumnya, yang memegang kendali di restoran ini adalah ayahku, namun ia sudah pergi entah ke mana... Membahas tentang sesuatu yang penting dari kerajaan ini, Breithorn..."


Jack berjalan mendekati posisi Chloe yang sedang diam tanpa emosi di matanya, untuk menjangkau rak yang kami curigai.


Memang benar, sesuatu sedang disembunyikan di dalam sana. Jack mengambil sebuah kunci dari kantung celananya dan mengarahkan ke rak itu. Mekanisme penguncian rak itu masih sedikit kuno, jadi sebenarnya bisa saja aku membukanya dengan mengakalinya.


Pintu rak itu terbuka secara perlahan sampai pada akhirnya memunculkan sebuah kotak kayu kecil di dalamnya.


Mungkin karena sudah menyelesaikan tugasnya, Chloe yang 'terasuki oleh sesuatu' kembali mendekat ke tempat awalnya, duduk di sampingku dan langsung merebahkan dirinya ke depan meja seperti sedang beristirahat.


Jack membawa kotak kayu itu mendekat ke arahku dan Noland, di atas meja di depan kami. Dia terlihat sudah mengikhlaskan apa yang terjadi saat ini.

__ADS_1


"Jadi benar, kalian adalah suruhan kerajaan?" ucap Jack memastikan.


"Mungkin, karena kami belum bergabung sepenuhnya dengan kerajaan," jawabku.


Mendengar jawabanku wajah Jack dan saudaranya yang berada di ruangan ini tetap netral seperti tidak terkejut sama sekali. Setelah Jack meletakkan kotak kayu itu di depan kami, ia duduk kembali di kursinya dan mulai meminum minuman keras.


"Em... kenapa kalian tidak terkejut dengan hal itu?" Aku dan Noland terkejut melihat respon mereka tentang hal ini.


Mendengar pertanyaanku itu, Eva yang diam dari tadi tertawa.


"Haha! aku sudah menduganya saat pertama kali kita bertemu. Kamu sempat menyingung tentang harta 'kan?" jelasnya.


"Iya, itu benar. Tapi apakah hanya hal itu saja yang sudah membongkar identitas kami?" tanya Noland.


"... Kalian tahu... sehari sebelum kedatangan kalian yang pertama di restoran ini... kami semua sempat berpikir ingin untuk menjual hal itu," jelas Eva.


"Mーmenjual?!" tanya Noland membuka sifat ingin tahunya.


Mengikuti sarannya dan membuka perlahan kotak kayu di depanku untuk mengetahui isinya. Kubuka perlahan dan muncul sebuah cahaya keemasan karena pantulan cahayanya. Yang ada di dalam sini adalah sebuah kalung emas dengan beberapa berlian terkandung di dalamnya. Tanpa perlu pengetahuan yang lebih luas, aku sudah mengetahui bahwa benda di depan mataku ini sangat amat berharga. Kemungkinan besar ini yang kami cari-cari.


Akhirnya, kejelasan.


Melihat kami sudah melihat isi kotak itu, Eva mulai bercerita dengan santai dan sesekali menegak beberapa minuman keras.


"Seperti yang sudah di beritahu oleh Jack, ayah kami memang meninggalkan kami pergi entah ke mana... Tapi hal yang menyedihkan itu ada alasannya... Itu karena kematian Ibu kami..."


Jadi benar apa yang kuduga, mereka sebatang kara di restoran ini.


"... Itu, anting itu adalah anting yang sangat di jaga oleh ibu kami, bukan karena itu miliknya, namun karena itu bukan miliknya. Sebelum detik-detik terakhirnya, dia berpesan kepada kami untuk tetap menjaga anting itu... Sampai pada suatu hari, pemiliknya, orang yang sangat baik hati datang untuk mengambilnya kembali... dan mungkin saja hal itu sedang terjadi saat ini. Arthur, Noland... menurut kami, kalianlah orang itu."

__ADS_1


Eva selesai menjelaskan semuanya yang ingin dia jelaskan. Ia kembali menegak minuman kerasnya itu bersama Jack di sampingnya. Kondisi saat ini mulai menjadi sedikit damai setelah semuanya terjelaskan di sini.


"Sial, mereka bisa melarikan diri dengan minum minuman keras itu," ujar Foys merasa iri.


"Jadi, Foys... Apa menurutmu kami adalah orang yang dimaksud oleh Ibumu?" tanyaku menanyai pendapatnya.


"... Aku percaya dengan hal itu," jawabnya singkat.


"Mengapa?" tanya Noland.


"... Dugaanku, kalian lah yang membuat kondisi restoran menjadi ramai. Oleh karenanya kalian adalah orang yang baik hati. Benarkan begitu?"


Mendengar ucapan dari Foys yang dapat menduga dengan tepat, aku tak bisa menjawab dengan apa pun untuk menyangkalnya.


"Jadi, apa kalian mengizinkan kami untuk membawa ini?" tanya Noland.


"... Ambil saja. Mungkin itu adalah hal yang berharga bagi kami karena memiliki banyak kenangan dengan Ibu kami, namun itu bukanlah punya kami. Lagi pula dengan banyak orang yang datang di restoran ini nantinya, pasti kami bisa membeli sembilan macam hal yang seperti itu!" ucapnya percaya diri.


Aku dan Noland melihat satu sama lain saat Foys mengatakan hal itu dan memutuskan akan membawanya kembali ke kerajaan.


Dengan begini, satu dari tiga harta yang hilang sudah kami temukan!


Di saat rasa senang bercampur dengan rasa bimbang, muncul Nick dan Eli dari dalam dapur dengan aura menggebu-gebu membawa makanan buatan mereka yang terbaik di atas meja untuk di nilai oleh kami.


"Hah-hah... Sudah! Silahkan dicicipi," ucap Nick kelelahan.


"Ayo nilai-nilai! aku sudah tak sabar untuk menang!" seru Eli dengan semangat.


Momen yang tadi pun teralihkan. Kami mencoba makanan terbaik yang dibuat oleh dua chef terbaik di restoran ini untuk menilainya.

__ADS_1


Pesta sangat pantas sekarang!


__ADS_2