Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Overthingking


__ADS_3

pagi sampai siang Susana dikantor sedikit santai karena beginilah kalau setelah selesai event, kami tinggal mempersiapkan event untuk klien baru.... kerjaanku hanya menghubungi klien dan mempersiapkan tempat meeting selanjutnya.


bunyi handphone ku... nomor Candra, *duh kenapa sih ganggu kan kemarin aku gak mengiyakan!


ku angkat telepon darinya dengan malas "hallo... iyaa mas Candra?"


"hallo bianda aku didepan kantormu yaa" jawaban Candra membuatku lemas, sungguh tak kuasa akhirnya ku putuskan menemuinya.


kulihat sedan hitam terparkir didepan kantor ya itu mobil Candra mobil yang kemarin ku tumpangi pulang.


"hallo... yuk makan siang" senyum khas Candra terlihat diwajahnya, tanpa menunggu persetujuan ku lagi-lagi.


memasuki mobilnya aku dapat mencium wangi maskulin entah dari parfum mobil atau parfum yang melekat seragam polisi yang iya kenakan, sunggu Candra sangat gagah dan ketampanan nya bertambah dibalik seragam itu... oohh tunggu sebentar, Candra seorang perwira? bahkan di usia se muda ini pangkatnya lebih tinggi dari pangkat papaku, sudah dipastikan Candra lulusan akademi kepolisian... kesalku tadi berubah menjadi kagum padanya, ohh tidak-tidak jangan lengah bi... jangan jatuh hati, lalu menggeleng-geleng kan kepala yang ternyata disadari Candra.


"kenapa? pusing?" tanya Candra antusias.


aku kembali menggeleng " tidak, eh kamu habis dinas? masih pake seragam gini.. gak malu jalan sama aku?"


"kenapa? kamu malu? tau gitu gak jadi aja ngajak kamu lunch hari ini!" tegas Candra.


"kan aku gak perna bilang iya dari semalam tau-tau kamu jemput!" aku pun tak kalah tegas *menyebalkan sekali sih

__ADS_1


"kalo kamu gak setuju kenapa naik dan ikut aku?" kali ini nada bicara Candra serius membuatku sedikit tersentak.


"maaf yaa mas Candra, bisa berhenti saja di depan saya.... biar saya kembali ke kantor" jawabku .


Candra menepikan mobil di pinggir jalan, aku bergegas turun namun pintu mobil tak bisa terbuka... dua bahkan ketiga kalinya pintu mobilnya tetap terkunci, kulirik Candra yang bersandar pada jok mobil tangan kirinya menutup mulutnya dan tangan kanannya meneka tombol kunci otomatis. *iihhh... dasar ngeselin jadi dia ngerjain aku?!.


kami pun saling diam didalam mobil.... "pinjem handphone mu boleh?" kataku.


"nih, buat apa?" Candra masih menahan tawanya.


kuambil handphone nya dan menghapus nomorku.


"buat hapus nomorku, habis ini kita jangan ketemu lagi kalau bisa... permisi apa bisa minta tolong bukain pintunya" kataku sudah sangat marah, gak tahu orang lagi lapar malah becanda kayak gini...!!!


aku pun tertawa "hahaha..kamu kira kamu aja yang bisa ngerjain orang? gimana rasanya komandan??" kataku dengan tangan menyerupai hormat.


"jahil..." kata Candra lalu kembali menjalankan mobilnya.


kami pun tiba di sebuah rumah makan sederhana yang terkenal dengan SOP buntut paling enak di kota ini.


"Sering makan disini?" kata Candra sambil memakai jaketnya, udara Jakarta panas tapi dia tetap menggunakan jaket... kurasa karena ingin sedikit menutupi identitasnya.

__ADS_1


"sering dulu.. udah lama gak kesini sih" jawabku memperhatikan isi rumah makan yang memang tidak berubah sejak terakhir kesini bersama Indra.


"oohh... sama suami?" tanya Candra lagi membuyarkan lamunanku.


"bukan" tegasku


"pacar?" tanya Candra lagi.


"pak komandan gimana kalau tanya-tanya nanti aja, aku lapar pak... nanti jam istirahat ku Habis gak sempat makan loh" kataku lalu memanggil pelayan dan memesan makan yang hanya dijawab "samain aja mbak" oleh Candra ketika ku tanya dia mau makan dan minum apa! benar-benar aneh pria ini.


setelah selesai makan Candra mengantarku kembali ke kantor.


"pulang nanti naik apa? mau dijemput?"


"gak usah aku bawa motor, gak mau nyusahin pak komandan haha" kataku lalu turun dari mobil, kulambaikan tangan lalu beranjak masuk kedalam kantor.


"bianda.. tuh ada kiriman bunga buat kamu" kata citra teman kantorku.


"buat aku? gak salah?? dari siapa?" tanyaku, citra yang ku tanya hanya diam mengangkat pundak tanda bahwa dia tak tahu.


aku masuk ruangan melihat bucket bunga Lily putih kesukaan ku... Indra pasti dia, tanpa nama di note nya hanya bertuliskan kata "maaf".

__ADS_1


*huuuuufftt.... aku rindu kamu ndra tapi aku gak bisa.


__ADS_2